![]() |
| Ribuan Warga Padati Kirab Santri Khotmil Qur'an Ponpes Al-Faham, Tradisi Syiar Islam yang Bertahan Lebih dari Tiga Dekade |
PURWOREJO – Suasana religius sekaligus semarak mewarnai kawasan Baridono, Kabupaten Purworejo, Sabtu (4/7/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute Kirab Santri Khotmil Qur'an yang diselenggarakan Pondok Pesantren Al-Faham sebagai bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Tradisi yang telah berlangsung sejak 1992 itu kembali menjadi magnet masyarakat. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada para santri yang telah menuntaskan bacaan Al-Qur'an 30 juz, kirab juga menjadi media syiar Islam yang terus dijaga keberlangsungannya dari generasi ke generasi.
Sebanyak 21 santri peserta Khotmil Qur'an mengikuti kirab dengan mengenakan busana muslim. Mereka diarak menggunakan 16 ekor kuda dan lima bendi atau dokar, diiringi penampilan tiga kelompok marching band dari MTsN 1 Purworejo, SMK Barasa, dan SDN 2 Baridono. Iring-iringan tersebut sukses menyita perhatian masyarakat yang memenuhi tepi jalan sejak siang hari.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Purworejo sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Faham, H. Muhammad Haekal, S.Pd.I., mengatakan bahwa Khotmil Qur'an dan Akhirusanah merupakan agenda tahunan yang telah menjadi identitas pondok selama lebih dari tiga puluh tahun.
Menurutnya, kirab bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghargaan kepada para santri yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur'an sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk semakin mencintai kitab suci.
"Tahun ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena jumlah peserta Khotmil Qur'an merupakan yang terbanyak sejak kegiatan ini pertama kali dilaksanakan pada 1992. Sebanyak 21 santri berhasil menyelesaikan bacaan Al-Qur'an 30 juz secara binnadzar," ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali sehari sebelumnya, Jumat (3/7/2026), dengan ziarah ke Makbarah Al-Muslimun Candi, Baridono. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan.
Kirab dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dari kediaman Pengasuh Ponpes Al-Faham, Hj. Siti Maimunah Khoiril Adlan, di Baridono Krajan. Selanjutnya rombongan melintasi Pasar Baridono, kawasan Buh Peceng, Hotel Intan, Plaza, Jalan Pemotongan Hewan, kemudian kembali ke kompleks pondok sekitar pukul 16.00 WIB dengan jarak tempuh sekitar empat hingga lima kilometer.
Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan santri. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, sementara anak-anak terlihat antusias melihat para santri yang menunggangi kuda dan bendi.
Haekal mengaku bersyukur karena tradisi yang telah berjalan puluhan tahun itu selalu mendapat dukungan masyarakat.
"Alhamdulillah, antusiasme warga setiap tahun sangat luar biasa. Kami berharap kecintaan kepada Al-Qur'an yang ditanamkan sejak dini akan terus tumbuh hingga para santri dewasa dan menjadi bekal dalam kehidupan mereka," katanya.
Ia juga berharap datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat keimanan, meningkatkan akhlak, dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Saat ini Pondok Pesantren Al-Faham membina sekitar 80 santri TPQ serta 50 santri mukim putra dan putri. Keberadaan pondok tersebut terus berperan dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlakul karimah, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Rangkaian Khotmil Qur'an dan Akhirusanah masih berlanjut pada Ahad (5/7/2026). Pada pagi hari akan digelar Pentas Santri yang menampilkan berbagai kemampuan dan kreativitas peserta didik. Sementara pada malam harinya akan dilaksanakan prosesi Khotmil Qur'an dan Pengajian Umum yang menghadirkan KH. Ubaidillah Shodaqoh, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Semarang sekaligus Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah.
Melalui tradisi yang terus dipertahankan selama lebih dari tiga dekade ini, Pondok Pesantren Al-Faham tidak hanya merayakan keberhasilan para santri menuntaskan pembelajaran Al-Qur'an, tetapi juga memperkuat syiar Islam serta mengajak masyarakat untuk menempatkan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup di tengah perkembangan zaman.
