![]() |
| Tradisi Merti Desa Kaliwatubumi Tetap Lestari, Warga Dua Desa Bersatu dalam Doa dan Rasa Syukur |
PURWOREJO – Tradisi Merti Desa yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun kembali digelar oleh masyarakat Desa Kaliwatubumi, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Makam Kasepuhan Desa Kaliwatubumi ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Sejak pagi hari, ratusan warga dari berbagai kalangan mulai berdatangan membawa aneka hidangan yang disusun rapi di atas tikar maupun wadah anyaman bambu sebagai bentuk sedekah dan ungkapan rasa syukur.
Merti Desa merupakan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur dan hingga kini masih dijaga serta dilestarikan oleh masyarakat. Tradisi ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna mendalam sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat, keselamatan, kesehatan, rezeki, serta hasil pertanian yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat nilai gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dan sesepuh desa. Suasana hening menyelimuti area makam saat seluruh masyarakat menundukkan kepala, memanjatkan doa bagi para leluhur yang telah berjasa membangun desa, sekaligus memohon agar Desa Kaliwatubumi senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah.
Usai doa bersama, masyarakat kemudian menikmati hidangan yang telah dibawa secara bersama-sama. Tidak ada sekat antara warga, semua duduk berdampingan, saling berbagi makanan, bercengkerama, dan mempererat silaturahmi. Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata semangat kebersamaan yang terus dipertahankan melalui tradisi Merti Desa.
Kepala Desa Kaliwatubumi, Sujatmiko, mengatakan bahwa Merti Desa merupakan tradisi leluhur yang telah berlangsung sejak zaman dahulu dan tetap dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
"Tradisi ini merupakan peninggalan para leluhur yang harus kita jaga bersama. Merti Desa dilaksanakan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Muharram dan bulan Syakban dalam kalender Hijriah. Tujuannya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus penghormatan kepada para pendahulu yang telah membuka dan membangun desa ini," ujar Sujatmiko.
Menurutnya, keunikan tradisi Merti Desa Kaliwatubumi terletak pada keterlibatan masyarakat dari desa lain. Selain diikuti oleh warga Desa Kaliwatubumi, kegiatan ini juga selalu dihadiri oleh masyarakat Dusun Kuniran, Desa Prigelan.
Hal tersebut bukan tanpa alasan. Secara sejarah, masyarakat Dusun Kuniran memiliki hubungan erat dengan Makam Kasepuhan Kaliwatubumi karena para leluhur atau kasepuhan mereka juga dimakamkan di lokasi tersebut. Oleh karena itu, setiap pelaksanaan Merti Desa, warga Dusun Kuniran turut hadir sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus menjaga tradisi yang telah berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun.
"Ini bukan hanya tradisi masyarakat Kaliwatubumi, tetapi juga menjadi tradisi bersama dengan warga Dusun Kuniran, Desa Prigelan. Karena secara sejarah, kasepuhan mereka juga berada di makam ini. Maka setiap pelaksanaan Merti Desa, mereka selalu ikut hadir dan berpartisipasi," jelas Sujatmiko.
Lebih lanjut, Sujatmiko menjelaskan bahwa Makam Kasepuhan Kaliwatubumi saat ini telah menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Purworejo. Tidak sedikit peziarah yang datang dari berbagai daerah untuk berdoa sekaligus mengenal sejarah perkembangan wilayah tersebut.
Selain makam kasepuhan, kawasan ini juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Di bagian belakang kompleks makam masih terdapat peninggalan bersejarah berupa lingga, yang menjadi salah satu bukti adanya peradaban masa lampau di kawasan Kaliwatubumi. Keberadaan situs tersebut menambah nilai penting kawasan ini, tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan tradisi adat, tetapi juga sebagai warisan budaya dan sejarah yang perlu dijaga serta dilestarikan.
Menurut Sujatmiko, Pemerintah Desa bersama masyarakat terus berupaya menjaga kelestarian kawasan makam beserta situs sejarah yang ada agar tetap terawat dan dapat dikenalkan kepada generasi muda maupun para pengunjung yang datang.
Tradisi Merti Desa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan menjadi bagian dari identitas masyarakat Kaliwatubumi. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, masyarakat tetap berkomitmen mempertahankan tradisi sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap kebersamaan, kerukunan, serta semangat gotong royong tetap terjaga. Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut diharapkan akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Purworejo.
