![]() |
| Menuju Indonesia Emas 2045, Pramuka Kemiri Didorong Perkuat Kemandirian Pangan |
Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarran Kemiri tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi pesan penting agar Gerakan Pramuka tidak hanya berperan sebagai wadah pembinaan generasi muda, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam mendukung pembangunan dan menciptakan generasi yang mandiri.
Camat Kemiri Bambang Supriatno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Pramuka menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda. Menurutnya, berbagai nilai yang diajarkan melalui kegiatan kepramukaan sangat relevan untuk membentuk generasi yang memiliki kedisiplinan, tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pramuka ini bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi merupakan wadah untuk membentuk karakter anak-anak kita. Di dalam Pramuka diajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, gotong royong dan bagaimana kita peduli terhadap lingkungan maupun masyarakat,” ujar Bambang dalam sambutannya.
Ia mengatakan, tantangan generasi muda saat ini semakin beragam seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Karena itu, pembinaan karakter harus terus dilakukan agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai sikap dan kepribadian yang baik.
Bambang juga mengajak seluruh anggota Pramuka di Kecamatan Kemiri untuk tidak hanya memahami nilai-nilai kepramukaan secara teori, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sikap disiplin, bertanggung jawab terhadap tugas, menghargai orang lain, menjaga lingkungan serta mampu bekerja sama merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kepramukaan.
“Yang paling penting bagaimana nilai-nilai yang didapatkan dalam Pramuka itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak harus belajar bertanggung jawab, disiplin, mandiri dan bisa bekerja sama dengan orang lain,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang turut menyoroti tema swasembada pangan yang diangkat dalam peringatan Hari Pramuka tahun ini. Ia menilai tema tersebut sangat penting untuk dikenalkan kepada generasi muda karena ketahanan pangan merupakan bagian dari kemandirian bangsa.
Ia mengajak anggota Pramuka untuk ikut mengenal dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing. Hal tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana, seperti memanfaatkan lahan, menjaga lingkungan, mengenal pertanian serta menumbuhkan kepedulian terhadap sumber pangan di sekitar.
“Kalau sejak sekarang anak-anak sudah dikenalkan dengan pentingnya pangan dan lingkungan, ke depan mereka akan mempunyai kesadaran bahwa swasembada pangan juga menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi masyarakat dan generasi muda juga harus ikut berperan,” jelasnya.
Bambang berharap kegiatan kepramukaan di Kecamatan Kemiri dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi jajaran Kwarran Kemiri, para pembina, pelatih, gugus depan serta seluruh anggota Pramuka yang telah berperan dalam menjaga dan mengembangkan kegiatan kepramukaan.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan generasi muda membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Tidak hanya dari organisasi Pramuka, tetapi juga sekolah, keluarga, pemerintah dan masyarakat.
“Pembinaan generasi muda tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus ikut mendukung. Pemerintah, sekolah, orang tua, pembina Pramuka dan masyarakat harus berjalan bersama supaya anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter dan mampu menghadapi tantangan ke depan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan kebersamaan di lingkungan Gerakan Pramuka Kwarran Kemiri. Dengan kebersamaan tersebut, berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan diharapkan dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Upacara Hari Pramuka ke-65 tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali mengingat peran Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah pendidikan nonformal bagi generasi muda. Melalui kegiatan kepramukaan, anggota tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga pembentukan sikap dan karakter.
Kegiatan kepramukaan selama ini mengajarkan berbagai nilai, mulai dari kedisiplinan, keberanian, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama hingga kepedulian sosial. Nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.
Bambang berharap semangat yang dibangun melalui peringatan Hari Pramuka tidak berhenti setelah upacara selesai. Ia mendorong agar seluruh anggota Pramuka terus aktif berkegiatan dan memberikan kontribusi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Jangan sampai Hari Pramuka hanya menjadi kegiatan seremonial setiap tanggal 14 Agustus. Jadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus berbuat dan memberikan manfaat. Apa yang sudah dipelajari dalam Pramuka harus bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Generasi yang memiliki karakter, keterampilan, kemandirian dan kepedulian diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
Dengan mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045,” Kwarran Kemiri diharapkan semakin mampu memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter.
Melalui peringatan tersebut, semangat kepramukaan di Kecamatan Kemiri diharapkan terus tumbuh. Tidak hanya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga diwujudkan melalui pengabdian, kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dari Kecamatan Kemiri, peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk memperkuat langkah bersama dalam membina generasi muda sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian dan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
