Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image Image

Kebakaran di Purworejo Tembus 54 Kasus, Damkar Ingatkan Warga Waspada Selama Kemarau

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:48 WIB Last Updated 2026-08-13T05:48:33Z

Kebakaran di Purworejo Tembus 54 Kasus, Damkar Ingatkan Warga Waspada Selama Kemarau

PURWOREJO — Musim kemarau membuat ancaman kebakaran di Kabupaten Purworejo semakin perlu diwaspadai. Hingga pertengahan Agustus 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Purworejo telah menangani 54 kejadian kebakaran.


Jumlah tersebut bahkan telah melampaui total kasus kebakaran yang terjadi sepanjang 2025, yakni sebanyak 50 kejadian.


Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Purworejo, Slamet, mengatakan kondisi kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi kebakaran, khususnya pada lahan yang mulai mengering.


“Tahun ini memang ada potensi lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kemungkinan dipengaruhi kondisi alam yang mengalami kemarau panjang,” kata Slamet saat ditemui, Selasa (12/8/2026).


Dari 54 kejadian yang ditangani hingga saat ini, sebanyak 16 kasus merupakan kebakaran lahan dan 17 kasus kebakaran rumah. Selain itu, Damkar mencatat tujuh kebakaran tempat usaha, lima kebakaran kendaraan, satu kasus kebakaran tabung gas, serta delapan kejadian lainnya.


Slamet mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan sehingga belum dapat memastikan total luas lahan yang terbakar maupun jumlah kerugian akibat seluruh kejadian tersebut.


Pembakaran Lahan Jadi Perhatian


Kebakaran lahan menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian Damkar Purworejo. Sejumlah kejadian tercatat terjadi di wilayah Banyuurip, Bayan, Purwodadi, dan Kecamatan Purworejo.


Lahan yang terbakar juga beragam, mulai dari pekarangan, kebun tebu hingga kawasan lereng.


Menurut Slamet, sebagian kebakaran lahan diduga berawal dari aktivitas masyarakat yang membersihkan lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet ketika kondisi sekitar kering dan angin cukup kencang.


“Bisa jadi tujuannya hanya membersihkan lahan, tetapi kemudian api merembet dan tidak terkendali,” ujarnya.


Meski demikian, setiap laporan kebakaran tetap langsung ditindaklanjuti petugas tanpa melihat apakah api berasal dari unsur kesengajaan maupun kelalaian.


Damkar mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama saat kondisi lingkungan kering. Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan api dalam keadaan menyala dan memastikan bara benar-benar padam setelah digunakan.


Selain pembakaran, puntung rokok juga perlu menjadi perhatian. Masyarakat yang merokok diminta tidak membuang puntung sembarangan, khususnya di area yang dipenuhi rumput kering.


“Orang yang merokok jangan membuang puntung rokok di jalan atau di tempat yang banyak rumput kering. Itu bisa memicu kebakaran dan membahayakan orang lain,” kata Slamet.


Warga Diminta Simpan Nomor Damkar


Di tengah meningkatnya kejadian kebakaran, Damkar Purworejo meminta masyarakat menyimpan nomor layanan darurat agar laporan dapat diterima secepat mungkin.


Nomor Damkar Purworejo yang dapat dihubungi untuk laporan kebakaran adalah 0821-3633-1113.


Slamet mengatakan kecepatan laporan sangat berpengaruh terhadap proses penanganan. Ia mengaku masih menemukan kondisi ketika masyarakat terlambat menghubungi petugas karena terlebih dahulu mencari bantuan dari pihak lain.


“Kalau Damkar langsung dihubungi, target kami 15 menit sudah sampai lokasi, dengan catatan jaraknya sekitar 7,5 kilometer,” jelasnya.


Saat ini Damkar Purworejo memiliki tiga pos layanan, yakni Mako Damkar Purworejo, Pos Kutoarjo, dan Pos Sukorejo. Dengan wilayah pelayanan yang cukup luas serta keterbatasan sarana, peran masyarakat dalam memberikan informasi awal menjadi sangat penting.


Slamet berharap warga tidak menunggu api membesar sebelum menghubungi petugas. Apabila kebakaran sudah tidak memungkinkan untuk ditangani dengan aman, masyarakat diminta segera menjauh dari lokasi dan melaporkan kejadian kepada Damkar.


“Pencegahan sedini mungkin akan sangat membantu mengurangi potensi kebakaran. Kalau terjadi kebakaran dan tidak bisa ditangani sendiri, segera laporkan ke Damkar,” pungkasnya.
 

×
Berita Terbaru Update