![]() |
| Kemarau Picu Krisis Air Bersih, SDN Munggangsari dan Warga Kaligintung Berharap Pasokan Air Rutin |
Salah satu guru SDN Munggangsari, Didik Mega Buana, mengungkapkan bahwa setiap musim kemarau sekolah selalu mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Kalau musim kemarau memang sudah tidak bisa mengalir karena sumber mata airnya sudah tidak ada. Pamsimas yang selama ini mengaliri toren sekolah juga sudah tidak mengalir lagi dari sumber mata air yang berasal dari Desa Somogede, Kecamatan Pituruh," ujar Didik, kepada wartawan Pituruh News, Jum'at, 07/08/2026.
Menurutnya, tidak hanya sekolah yang terdampak, tetapi juga masyarakat Dusun Munggangsari, Desa Kaligintung yang mengandalkan sumber air yang sama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebelumnya, SDN Munggangsari bersama warga telah menerima bantuan air bersih dari jajaran Kepolisian Sektor Pituruh yang dipimpin Kapolsek Pituruh, AKP Purwanto. Bantuan tersebut berupa sekitar 4.000 liter air bersih, yang sangat membantu memenuhi kebutuhan sementara di tengah krisis air akibat musim kemarau.
Didik menjelaskan, kebutuhan air bersih untuk satu kepala keluarga rata-rata mencapai sekitar 1 meter kubik per hari. Sementara itu, kebutuhan air di sekolah juga cukup besar untuk menunjang aktivitas belajar mengajar, sanitasi, dan kebersihan lingkungan.
"Kekurangan air tidak hanya dirasakan oleh SDN Munggangsari, tetapi juga warga Dusun Munggangsari, Desa Kaligintung. Kami berharap ada suplai air bersih secara rutin, minimal setiap tiga hari sekali, dari instansi terkait agar kebutuhan masyarakat dan aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan dengan baik," harapnya.
Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, masyarakat berharap pemerintah daerah, BPBD, PDAM, maupun instansi terkait lainnya dapat terus menyalurkan bantuan air bersih secara berkala ke Dusun Munggangsari, Desa Kaligintung, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dan sekolah tetap terpenuhi selama musim kemarau.
