Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image Image

Pramuka Purworejo Dorong Aksi Nyata, Dukung Kemandirian Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:46 WIB Last Updated 2026-08-14T05:46:02Z

Pramuka Purworejo Dorong Aksi Nyata, Dukung Kemandirian Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
BUTUH, – Gerakan Pramuka di Kabupaten Purworejo meneguhkan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi wadah pembinaan generasi muda, tetapi juga hadir melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Semangat tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Kecamatan Butuh, Jumat (14/8/2026).


Upacara tersebut mengangkat tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Sejumlah pelajar dari berbagai sekolah di Kecamatan Butuh turut ambil bagian, antara lain SMAN 11 Purworejo, SMKN 6 Purworejo, SMPN 14 Purworejo, SMPN 28 Purworejo, SDN Butuh 1 dan SDN Butuh 2.


Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Purworejo, Wasit Diono, S.Sos., menegaskan bahwa momentum Hari Pramuka harus menjadi pengingat agar gerakan kepramukaan semakin dekat dengan persoalan masyarakat.


Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma perlu diwujudkan dalam bentuk pengabdian, bukan hanya dipahami sebagai bagian dari kegiatan pendidikan kepramukaan.


“Pramuka itu lebih pengabdiannya kepada masyarakat, tidak terbatas pada pendidikan yang sudah berjalan. Dasa Darma dan Tri Satya harus benar-benar diresapkan dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.


Salah satu fokus yang didorong tahun ini adalah keterlibatan Pramuka dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan. Menurut Wasit, tema swasembada pangan harus diterjemahkan menjadi kegiatan yang dapat dilakukan secara nyata oleh gugus depan maupun kwartir.


Pramuka dinilai memiliki ruang yang luas untuk mengajak generasi muda mengenal lingkungan, memanfaatkan potensi wilayah, sekaligus membangun kepedulian terhadap pentingnya ketersediaan pangan.


Arah tersebut juga sejalan dengan amanat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Purworejo yang mendorong penguatan program pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan kemandirian pangan.


Di sisi lain, tantangan pembinaan anggota Pramuka semakin berkembang seiring pesatnya teknologi digital. Anak-anak dan remaja kini memiliki banyak pilihan hiburan dan aktivitas melalui perangkat digital.


Karena itu, kegiatan kepramukaan dituntut semakin kreatif dan adaptif agar tetap menarik tanpa menghilangkan karakter serta nilai dasar yang menjadi jati diri Gerakan Pramuka.


“Kalau tidak menarik, siswa akan bosan. Dengan tantangan zaman seperti sekarang, ketika anak-anak lebih suka menonton YouTube dan sebagainya, ini menjadi tantangan bagi para pelatih dan instruktur agar Pramuka tetap ada di hati dan siswa tetap tertarik mengikuti Pramuka,” kata Wasit.


Untuk menjawab tantangan tersebut, Kwarcab Purworejo terus melakukan penguatan kapasitas pembina dan pelatih. Salah satunya melalui pelaksanaan Kursus Mahir Dasar (KMD) yang digelar di sejumlah kwartir ranting.


Dalam kesempatan yang sama, Kwarcab Purworejo memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota dan penggiat Pramuka yang dinilai telah memberikan kontribusi serta pengabdian terhadap perkembangan Gerakan Pramuka.


Sembilan penerima penghargaan tersebut yakni M. Agus Sigit S. dan Dhian Wiji Cahyani serta Sri Haryanto, S.Pd. yang menerima Pancawarsa I; Henry Yuniarko menerima Pancawarsa II; Eko Teguh Purnomo menerima Darma Bakti; serta Sumarini, Budi Prasetiyawati, Kuntari Watini dan Siti Rochayah yang menerima Lencana Melati.


Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap mereka yang selama ini konsisten menyumbangkan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka.


Rangkaian peringatan kemudian berlangsung semakin meriah dengan penampilan drumb band SMP Negeri 14 Purworejo. Penampilan para siswa tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta upacara, tetapi juga memperlihatkan hasil pembinaan kreativitas, kedisiplinan, kekompakan, dan keterampilan pelajar.


Wasit menyampaikan apresiasi terhadap sekolah dan gugus depan yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan kepramukaan.


“Ini menunjukkan dukungan maksimal dari para gugus,” ungkapnya.


Kwarcab Purworejo sendiri terus mempertahankan keaktifannya dalam berbagai agenda kepramukaan. Mulai dari Pesta Siaga, berbagai perlombaan, hingga kegiatan Pramuka Garuda tingkat provinsi telah diikuti oleh anggota Pramuka Purworejo.


Saat ini, Kwarcab Purworejo juga tengah mengirimkan kontingen untuk mengikuti Jambore Nasional yang berlangsung pada 11–20 Agustus 2026.


“Purworejo boleh dikatakan sebagai kabupaten Pramuka yang selalu eksis dalam kegiatan maupun event Pramuka,” tutur Wasit.


Ia berharap peringatan Hari Pramuka ke-65 tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum mempererat kerja sama antara Kwarcab, kwartir ranting, gugus depan, sekolah, pembina, orang tua, dan masyarakat.


Gerakan Pramuka diharapkan mampu melahirkan generasi yang tangguh, disiplin, kreatif, peduli lingkungan, memiliki jiwa sosial, serta mampu menghadapi perubahan zaman.


Dengan menghidupkan kembali semangat Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari, Pramuka Purworejo bertekad terus mengambil bagian dalam pengabdian masyarakat, termasuk mendukung kemandirian pangan sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

×
Berita Terbaru Update