![]() |
| PT Unggulrejo Wasono Dilanda Kebakaran, Tiga Korban Dilaporkan Alami Luka |
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo, Slamet, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 15.10 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah muncul di beberapa titik pada bagian atas bangunan.
"Ketika kami datang, sudah terdapat beberapa titik api di bagian atas gedung atau plafon," ujar Slamet.
Ia menjelaskan, api dengan cepat membesar dan merembet karena bagian plafon menggunakan material styrofoam serta terdapat banyak bahan yang mudah terbakar, seperti benang yang digunakan dalam proses produksi tekstil.
Untuk mengendalikan kebakaran tersebut, Damkar Purworejo mengerahkan 46 personel dengan dukungan sejumlah armada dari berbagai instansi, yakni enam unit mobil pemadam Damkar Purworejo (Mako, Kutoarjo), dua unit Damkar Kabupaten Kebumen, Satu unit Damlar Kabupaten Magelang, dua truk tangki BPBD, serta dua unit bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup.
Api akhirnya berhasil dikendalikan dan petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Personel Damkar Purworejo, Satrio, mengungkapkan bahwa saat tim tiba di lokasi, api sudah merambat cukup luas akibat banyaknya material yang mudah terbakar di bagian atas bangunan.
"Api sudah mulai merembet karena bahan yang mudah terbakar, terutama pelindung panas di bawah atap seng. Kendala terbesar saat pemadaman adalah kepulan asap yang sangat tebal," katanya.
Menurut Satrio, proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar satu jam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Pituruh News, pada pukul 17.00 WIB terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut. Dua orang dilaporkan pingsan diduga akibat menghirup asap saat proses evakuasi, sementara satu orang mengalami patah tulang setelah terpeleset ketika berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kebakaran. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, nilai kerugian material juga masih didata dan menunggu konfirmasi resmi dari pihak perusahaan.
