![]() |
| Dugaan Keracunan MBG di Bener, Pemkab Purworejo Hentikan Sementara Operasional SPPG Kaliboto 2 |
Langkah tersebut dilakukan setelah adanya laporan warga terkait kondisi sejumlah penerima manfaat usai mengonsumsi makanan yang berasal dari SPPG yang berlokasi di Dusun Kedungracak RT 001/002, Desa Kaliboto, Kecamatan Bener.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi memimpin langsung rapat koordinasi bersama Satgas MBG Kabupaten Purworejo, Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Purworejo, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Rapat berlangsung di Ruang Bagelen, Kompleks Kantor Setda Purworejo, Senin (21/9/2026).
Usai rapat, Dion bersama jajaran melakukan peninjauan langsung ke dapur SPPG Kaliboto 2 untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan terhadap kejadian tersebut.
Dalam peninjauan itu, Pemkab Purworejo memutuskan agar operasional SPPG Kaliboto 2 dihentikan sementara untuk kepentingan evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Ini termasuk pelanggaran berat, dan kami pemerintah daerah langsung melakukan penyisiran terhadap korban-korban dugaan keracunan makanan,” kata Dion.
Menurut Dion, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Karena itu, penanganan tidak hanya dilakukan dengan menghentikan sementara operasional dapur, tetapi juga memastikan warga yang mengalami keluhan mendapatkan pemeriksaan medis.
“Dari Puskesmas sudah turun, dan yang paling penting terutama bagi kami di Satgas Kabupaten adalah keselamatan masyarakat kami,” ujarnya.
Penanganan di lapangan dilakukan bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas dengan melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap warga yang diduga terdampak.
Dalam kesempatan yang sama, Korwil BGN Kabupaten Purworejo, Wahyu, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerbitkan keputusan penghentian sementara atau suspend terhadap SPPG Kaliboto 2.
“Suratnya sudah keluar per tanggal hari ini, 21 September, yang ditandatangani oleh Bapak Deputi Pemantauan dan Pengawasan, di mana dilakukan suspend berat,” jelas Wahyu.
Peninjauan tersebut turut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Ir Suranto ST SSos MPA, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Jainudin SIP MM, Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah dr Sudarmi, serta jajaran terkait.
Sekda Purworejo Suranto menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia berharap seluruh warga yang terdampak dapat segera mendapatkan penanganan hingga pulih dan kembali menjalankan aktivitas, termasuk mengikuti kegiatan belajar mengajar bagi para pelajar.
Selain penghentian sementara operasional SPPG, Pemkab Purworejo bersama Pemerintah Kecamatan Bener juga melakukan komunikasi dengan perwakilan warga Dusun Kalipancer untuk membahas langkah penanganan dan tindak lanjut kejadian tersebut.
Dari hasil pembahasan, disepakati sejumlah langkah. Di antaranya penghentian operasional dapur MBG SPPG Kaliboto 2 selama satu bulan, pemeriksaan kesehatan atau skrining secara berkala minimal tiga hingga empat kali di tiga lokasi terdampak, serta pemberian vitamin sebagai bagian dari upaya mendukung proses pemulihan warga.
SPPG Kaliboto 2 juga diminta bertanggung jawab dan tetap melakukan pendampingan apabila di kemudian hari masih ditemukan dampak yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Dalam pertemuan itu, warga Dusun Kalipancer turut menyampaikan usulan agar pengelolaan dapur MBG ke depan dapat melibatkan dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Usulan tersebut diharapkan dapat sekaligus mendorong perkembangan pelaku UMKM di Dusun Kalipancer.
Pemkab Purworejo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas, namun tetap waspada terhadap kondisi kesehatan setelah menerima makanan program MBG.
Pemerintah daerah bersama Satgas MBG dan BGN juga berkomitmen melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyelenggaraan program MBG, sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Purworejo.
