Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image

Rembugan Bocah Purworejo 2026: Suara Anak Menggema, Dorong Kebijakan yang Lebih Ramah Anak

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:40 WIB Last Updated 2026-08-05T07:40:07Z

Rembugan Bocah Purworejo 2026: Suara Anak Menggema, Dorong Kebijakan yang Lebih Ramah Anak
Purworejo – Suara anak-anak Kabupaten Purworejo kembali menggema melalui Rembugan Bocah Purworejo Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo, Selasa (4/8/2026). Forum yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) bersama Forum Komunikasi Anak Kabupaten Purworejo (FORKARE) ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, harapan, sekaligus berbagai persoalan yang mereka hadapi agar menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.


Kegiatan yang merupakan puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kabupaten Purworejo ini diikuti sekitar 300 peserta yang merupakan perwakilan dari 65 SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Purworejo.


Mewakili Bupati Purworejo, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Rita Purnama, menegaskan bahwa Rembugan Bocah bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah partisipasi bermakna bagi anak-anak.


Menurutnya, pemerintah memiliki komitmen untuk memastikan setiap suara anak didengar dan menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan. Anak bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki hak menyampaikan pendapat, ide, dan harapan demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang mereka.


Rita juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Purworejo saat ini masih berada pada kategori Pratama dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan terus memperkuat sinergi melalui berbagai program yang berpihak kepada anak dan melibatkan mereka secara aktif dalam setiap proses pembangunan.


Pada sesi materi, Manajer Program Pawirosastro Foundation, Mastri Imammusadin, menegaskan bahwa partisipasi anak merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Dengan jumlah anak yang mencapai hampir 30 persen dari total penduduk Kabupaten Purworejo, suara mereka dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan.


"Anak bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mitra strategis yang mampu menghadirkan perspektif, gagasan, dan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar," ujarnya.


Mengusung tema "Bangun Ketahanan Mental Anak, Wujudkan Generasi Tangguh dan Berdaya", forum ini menghasilkan Deklarasi Suara Anak Kabupaten Purworejo Tahun 2026 yang memuat berbagai rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo.


Aspirasi yang disampaikan anak-anak meliputi:

  • perluasan layanan pengaduan yang ramah anak;

  • penguatan pengawasan penggunaan internet melalui kolaborasi lintas sektor;

  • pemerataan layanan kesehatan ramah anak;

  • pendampingan hukum bagi anak yang berhadapan dengan hukum;

  • peningkatan perhatian terhadap anak terlantar, khususnya dalam pemenuhan hak pendidikan;

  • penegakan kawasan bebas asap rokok di ruang publik;

  • penyediaan ruang aman untuk berekspresi serta melestarikan seni dan budaya;

  • peningkatan akses layanan literasi dan perpustakaan;

  • layanan konsultasi kesehatan mental di setiap puskesmas; serta

  • penyediaan fasilitas publik yang lebih inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.


Salah satu isu yang paling banyak disuarakan dalam forum tersebut adalah perlindungan anak dari paparan asap rokok. Peserta Rembugan Bocah menilai implementasi kawasan bebas asap rokok di ruang publik masih belum optimal. Mereka berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan dan penegakan aturan secara lebih tegas agar anak-anak memperoleh hak atas lingkungan yang sehat.


Anak-anak juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih merokok saat mengendarai kendaraan bermotor. Menurut mereka, perilaku tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan di jalan, tetapi juga membuat pengguna jalan lain, terutama anak-anak, menjadi perokok pasif akibat paparan asap rokok. Mereka berharap adanya edukasi yang lebih masif, pengawasan yang konsisten, serta penegakan aturan agar lingkungan publik benar-benar ramah bagi anak.


Ketua Panitia Rembugan Bocah Purworejo 2026, Rhaisa Nibras Safinatunnajah, mengatakan bahwa forum ini merupakan bukti komitmen FORKARE dalam menghadirkan ruang dialog bagi anak-anak untuk menyampaikan pendapat mengenai berbagai isu yang mereka hadapi.


Ia menjelaskan bahwa seluruh hasil Rembugan Bocah tidak akan berhenti sebagai forum diskusi, melainkan akan dibawa ke berbagai forum perencanaan pembangunan daerah, termasuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), sehingga suara anak dapat menjadi bagian dari penyusunan kebijakan pemerintah.


Sementara itu, Fasilitator FORKARE Purworejo, Nayla Amalia Sari, mengajak anak-anak Purworejo untuk berani menjadi pelopor dan pelapor serta bergabung dalam Open Recruitment Pengurus FORKARE Periode 2027–2028 sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.


Melalui Rembugan Bocah 2026, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap suara anak tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak. Aspirasi yang telah dihimpun diharapkan menjadi pijakan dalam memperkuat pembangunan yang inklusif, mempercepat terwujudnya Kabupaten Layak Anak, serta menyiapkan generasi Purworejo yang tangguh, sehat, berkarakter, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.

×
Berita Terbaru Update