![]() |
| Walimahan Maulid Nabi di Masjid Miftahul Ishlah Ketaon, Warga Girijoyo Lestarikan Tradisi Syukuran |
Peringatan Maulid Nabi sekaligus menjadi bagian dari tradisi walimahan atau tasyakuran warga Dusun Ketaon dalam menyambut bulan Rabi'ul Awal 1448 H. Warga mengekspresikan kegembiraan menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan tradisi berbagi makanan dan jamuan kepada masyarakat.
Kepala Desa Girijoyo, Turahman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk antusiasme masyarakat Dusun Ketaon dalam menyambut bulan Rabi'ul Awal. Selain sebagai peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, kegiatan juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga.
“Ini merupakan antusiasme warga masyarakat Dusun Ketaon dalam rangka menyambut bulan Rabi'ul Awal 1448 H. Kami menyelenggarakan PHBI sekaligus walimahan dengan mengundang warga desa sekitar dan sejumlah tamu undangan,” jelas Turahman.
Tradisi walimahan dalam kegiatan tersebut diisi dengan penyediaan makanan untuk disantap dan dibagikan kepada warga. Salah satunya berupa ingkung serta berbagai jajanan tradisional yang menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur dan kegembiraan masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi.
Salah satu warga, Aan Muta'alim, menuturkan bahwa walimahan merupakan bentuk tasyakuran sekaligus ekspresi kegembiraan masyarakat dalam menyambut bulan Maulid Nabi.
“Isinya walimah atau tasyakuran, ada makanan, ingkung dan beberapa jajanan. Ini sebagai bentuk mengekspresikan kegembiraan warga dalam menyambut bulan Maulid Nabi. Tradisi Maulidan ini menjadi bagian dari PHBI di Masjid Miftahul Ishlah Ketaon,” ungkap Aan.
Pengajian tersebut menghadirkan KH. Sahnun Thoifur dari Kedungsari, Purworejo, sebagai penceramah utama. Turut hadir Kyai Yusuf Arifin Mlaran, KH. Nasrul Aziz Masduqi Jatiwangsan, Forkopimcam Kemiri, Kepala KUA Kemiri, Kepala Desa Palanggedang, para kyai dan ustadz, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah.
Dalam tausiyahnya, KH. Sahnun Thoifur menyampaikan bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW ke dunia membawa misi penting, salah satunya memperbaiki akhlak manusia.
Menurutnya, akhlak memiliki posisi penting dalam kehidupan karena menjadi landasan dalam membangun hubungan yang baik antarmanusia maupun dengan lingkungan sekitar. Akhlak yang baik diharapkan mampu menghadirkan kehidupan yang penuh kedamaian dan ketenteraman.
Sementara itu, Camat Kemiri Bambang Supriatno menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Menurutnya, kegembiraan dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW hendaknya diwujudkan dengan semangat untuk meneladani kehidupan dan sunnah-sunnah beliau.
“Kegiatan ini merupakan bentuk syukur. Salah satunya dengan bergembira dan bersemangat dalam memaknai hari lahir Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dengan adanya peringatan Maulid ini, semoga menjadi momentum bagi kita semua untuk senantiasa meneladani dan mengikuti sunnah-sunnah Nabi,” kata Bambang.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Tradisi walimahan yang menyertai peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, berbagi kebahagiaan, serta menjaga tradisi keagamaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat Ketaon.
Melalui kegiatan tersebut, warga berharap semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan akhlak, kepedulian, kebersamaan, dan semangat menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
