Purworejo – F Daniel Raja Here kembali dipercaya memimpin Pewarta Purworejo untuk periode 2026–2030. Ia terpilih secara mufakat dalam Musyawarah Anggota Pewarta Purworejo yang digelar di De’Loano Glamping, Jumat (18/9/2026).
Daniel Kembali Pimpin Pewarta Purworejo, Usung Visi “PENA PERS”
Usai terpilih, prosesi pelantikan dan pengukuhan Daniel bersama jajaran pengurus Pewarta Purworejo periode 2026–2030 dilaksanakan pada Sabtu (19/9/2026). Pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Purworejo Yuli Hastuti serta sejumlah unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Daniel menyampaikan bahwa kepercayaan untuk kembali memimpin Pewarta Purworejo merupakan kehormatan sekaligus amanah besar.
“Bagi saya pribadi, berdiri di hadapan Bapak, Ibu, dan seluruh keluarga besar Pewarta Purworejo hari ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang besar. Tadi malam, melalui Musyawarah Anggota Pewarta Purworejo yang dilaksanakan di Glamping D’Loano Purworejo, saya mendapatkan kepercayaan untuk kembali memimpin Pewarta Purworejo untuk periode 2026–2030,” kata Daniel usai pelantikan.
Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk menjaga apa yang telah dibangun para pendahulu, merawat kebersamaan antaranggota, sekaligus membawa Pewarta Purworejo tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi wartawan.
Daniel menegaskan, Pewarta Purworejo harus menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, memperkuat solidaritas, bertukar gagasan, sekaligus menjaga marwah profesi kewartawanan.
Untuk periode kepengurusan 2026–2030, Pewarta Purworejo mengusung visi “PENA PERS”, yakni mewujudkan Pewarta Purworejo yang Profesional, Etis, Netral dan Independen, Akurat, Peduli Publik, Erat dalam Solidaritas, Responsif, serta Santun dan Bermartabat dalam menjalankan fungsi pers.
“PENA PERS bukan sekadar slogan. Kami ingin semangat ini hadir dalam setiap karya jurnalistik, setiap aktivitas organisasi, serta menjadi cara anggota Pewarta berinteraksi dengan masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Daniel juga menyoroti tantangan dunia jurnalistik di tengah perkembangan teknologi digital. Arus informasi yang semakin cepat, perkembangan media sosial, hingga kemajuan kecerdasan buatan membuat masyarakat dapat memperoleh dan menyebarkan informasi dalam hitungan detik.
Namun, menurutnya, kecepatan tersebut harus tetap diimbangi dengan akurasi dan etika jurnalistik.
“Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Popularitas tidak boleh mengalahkan etika. Kepentingan tertentu tidak boleh mengalahkan independensi dan tuntutan zaman tidak boleh membuat kita kehilangan martabat sebagai insan pers,” ujarnya.
Karena itu, Pewarta Purworejo berkomitmen ikut menjaga kualitas ekosistem pers di daerah. Wartawan, kata Daniel, tidak hanya dituntut hadir ketika terjadi peristiwa besar, tetapi juga harus mampu hadir di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Pewarta Purworejo ingin mengambil bagian dalam menjaga kualitas ekosistem pers di daerah. Kami ingin wartawan Purworejo tidak hanya hadir ketika ada peristiwa besar, tetapi juga hadir di tengah persoalan masyarakat,” katanya.
Daniel menyadari bahwa Pewarta Purworejo tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo, Forkopimda, Badan Otorita Borobudur (BOB), perangkat daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, serta seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan program organisasi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa sinergi tersebut tidak boleh menghilangkan independensi pers. Menurutnya, sinergi harus dimaknai sebagai upaya membangun komunikasi yang sehat antara pers, pemerintah, dan masyarakat.
“Pemerintah membutuhkan pers untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Sebaliknya, masyarakat membutuhkan pers untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan berbagai persoalan yang mereka hadapi,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti mengatakan bahwa di tengah arus informasi yang semakin cepat, masyarakat tidak hanya membutuhkan berita yang cepat, tetapi juga informasi yang jelas, benar, dan dapat dipercaya.
“Untuk itu, kualitas pemberitaan dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi menjadi hal yang sangat penting,” kata Yuli.
Ia berharap Pewarta Purworejo dapat terus menjaga etika jurnalistik, mengedepankan kepentingan masyarakat, serta ikut menciptakan ruang informasi yang sehat dan mencerahkan.
“Saya berharap Pewarta Purworejo dapat terus menjaga etika jurnalistik, mengedepankan kepentingan masyarakat, serta turut menciptakan ruang informasi yang sehat dan mencerahkan,” ucapnya.
Yuli menegaskan, Pemerintah Kabupaten Purworejo terbuka untuk terus membangun komunikasi dengan insan pers. Kemitraan yang baik, menurutnya, perlu dibangun dengan tetap saling menghormati peran masing-masing.
Dengan demikian, pers dapat menjalankan fungsi jurnalistiknya secara profesional, sementara pemerintah dapat menyampaikan program dan kebijakan kepada masyarakat secara baik.
“Saya berharap Pewarta Purworejo semakin solid, mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan terus memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Purworejo,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yuli Hastuti juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Otorita Borobudur (BOB) yang telah menyambut baik serta memberikan fasilitas bagi Pewarta Purworejo dalam melaksanakan Musyawarah Anggota di De’Loano Glamping.
Menurutnya, kegiatan organisasi dan pertemuan seperti ini sekaligus dapat menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi wisata Borobudur Highland. Ia berharap kehadiran Pewarta Purworejo di kawasan tersebut turut mendorong semakin banyaknya masyarakat yang mengenal dan berkunjung ke destinasi wisata tersebut.
Pelantikan pengurus Pewarta Purworejo periode 2026–2030 pun menjadi momentum baru bagi organisasi untuk memperkuat soliditas internal, meningkatkan profesionalisme anggota, serta memperluas kontribusi pers dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan Kabupaten Purworejo.