![]() |
| Perjusa SMPN 40 Purworejo, Menggembleng Penggalang Tangguh dan Berkarakter |
PITURUH - Suasana malam di Komplek SMPN 40 Purworejo mendadak hangat dan penuh khidmat pada Jumat malam (4/9/2026). Ratusan siswa bersama jajaran pembina berkumpul mengelilingi kobaran api unggun dalam rangka Pembukaan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) sekaligus Pelantikan Dewan Penggalang Baru. Angin malam yang berhembus tidak menyurutkan semangat para peserta yang mengenakan seragam cokelat lengkap dengan kacu merah putihnya. Kegiatan rutin tahunan ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi wadah pembentukan karakter, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan bagi seluruh anggota Pramuka penggalang di pangkalan SMPN 40 Purworejo.
Momen puncak yang paling ditunggu tiba saat Kamabigus sekaligus Kepala SMPN 40 Purworejo, Gemi Nastiti, melangkah ke tengah lingkaran untuk menyampaikan amanatnya. Dengan suara tegas dan penuh kasih sayang, beliau membuka sambutannya dengan salam khas sekolah, "Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam Pramuka! Salam Kawandasa... SEKALI KAWANDASA, TETAP KAWANDASA. Kakak pembina gugus depan pangkalan SMP 40 Pwr, Adik-adik DP dan calon Dewan Penggalang Baru, Pramuka SMPN 40 Kawandasa yang saya cintai dan banggakan. Pertama mari kita syukuri nikmat Tuhan. Malam ini kita dipertemukan dalam kegiatan PERJUSA di bawah cahaya api unggun."
![]() |
| Pelantikan Dewan Penggalang dan Penerimaan Penggalang |
Dalam pidatonya, Gemi Nastiti menjelaskan secara mendalam mengenai makna filosofis dari api unggun yang membara di tengah-tengah mereka. Beliau menekankan bahwa api tersebut bukan sekadar alat penerang di tengah kegelapan malam, melainkan simbol kehidupan bagi seorang Pramuka.
Tak berhenti di situ, Kamabigus juga membagikan tiga pesan penting sebagai bekal bagi para calon Dewan Penggalang dan anggota penggalang baru dalam mengarungi dinamika kehidupan sekolah maupun masyarakat. "Adik-adik, Ibu titip tiga pesan, Pertama Jadilah Penggalang yang Tangguh. Mandiri. Bisa pasang tenda, masak, jaga barang sendiri. Jangan manja. Kedua Jadilah Penggalang yang Berkarakter. Jujur, disiplin, hormat ke kakak pembina dan teman. Ingat Tri Satya dan Dasa Dharma dan Ketiga Jadilah Penggalang yang Peduli. Peduli alam, jangan buang sampah sembarangan. Peduli teman, kalau ada yang kesulitan, bantu. Peduli nama baik, Jaga nama SMPN 40 dimanapun berada," lanjutnya.
Menutup amanatnya di hadapan seluruh peserta Perjusa, Gemi Nastiti membakar semangat para siswa agar menjalani seluruh rangkaian perkemahan dengan lapang dada dan rasa gembira. Beliau mengaitkan rasa lelah selama berkemah sebagai investasi karakter untuk masa depan. "Adik-adik, dua hari satu malam di kemah ini adalah bekal hidup. Capek itu pasti. Tapi dari capek itulah muncul kebanggaan. Jangan sia-siakan. Ikuti semua kegiatan dengan ceria dan tanggung jawab. Api boleh padam, tapi semangat Kawandasa tidak boleh padam" pungkasnya.

