PURWOREJO – Foto sejumlah paket bantuan bertuliskan “Dari Purworejo untuk Sumatera” viral di media sosial. Paket-paket yang disebut merupakan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera tersebut diduga terlihat berada di sekitar area pembuangan sampah.
Viral Paket “Dari Purworejo untuk Sumatera”, Asal-Usul Bantuan Jadi Sorotan
Foto itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram Purworejonya.id. Dalam unggahan tersebut, tampak sejumlah paket berupa kardus, bungkusan plastik hingga karung yang sebagian ditempeli kertas bertuliskan “Dari Purworejo untuk Sumatera”.
Sejumlah paket terlihat masih dalam kondisi terbungkus. Beberapa kardus bahkan masih dilapisi lakban, sementara paket lainnya menggunakan bungkus plastik berwarna hitam.
Unggahan tersebut kemudian ramai mendapat perhatian warganet. Ribuan tanda suka dan ratusan komentar muncul dalam unggahan tersebut. Sejumlah warganet mempertanyakan keberadaan serta pengelolaan bantuan yang disebut telah dikumpulkan untuk membantu masyarakat di Sumatera.
Salah satu komentar bahkan menyoroti potensi dampak dari penggalangan bantuan tersebut terhadap nama baik Purworejo.
“Dari penggalangan ini harusnya ada kesempatan buat nama Purworejo semakin dikenal. Eh, malah dibuang hasil donasinya,” tulis akun @maha**** dalam kolom komentar.
Bantuan Dikumpulkan Warga Kecamatan Kemiri
Penelusuran terhadap asal-usul paket kemudian dilakukan. Berdasarkan keterangan Lutfi, salah seorang warga yang menyerahkan bantuan, paket tersebut dikumpulkan dari sejumlah masyarakat di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo.
Lutfi mengatakan, bantuan dikumpulkan saat terjadi bencana banjir di wilayah Sumatera. Bantuan tersebut awalnya hendak dikirim melalui jasa ekspedisi.
Namun, rencana pengiriman mengalami kendala karena layanan ekspedisi yang dituju disebut sedang mengalami kelebihan muatan.
“Waktu kami ke JNE kan overload. Terus kami inisiatif cari penggalangan yang masih buka di Purworejo. Kami menemukan postingan IMM UMP, kalau tidak salah. Lalu disuruh ke kampus dan di kampus diterima oleh satpam yang ada di kampus,” kata Lutfi.
Menurut Lutfi, bantuan kemudian diserahkan kepada pihak kampus melalui petugas keamanan. Sebelumnya, ia mengaku telah berkoordinasi melalui pesan singkat dengan seseorang yang disebut sebagai pihak pengumpul bantuan.
Lutfi mengaku terkejut ketika mendapatkan informasi bahwa bantuan yang dikumpulkan bersama warga tersebut disebut belum sampai kepada masyarakat di Sumatera.
“Untuk teman-teman yang waktu itu menitipkan bantuan lewat kami, ternyata infonya belum sampai ke Sumatera. Kami baru tahu tadi pagi setelah dapat info dari seseorang,” ujarnya.
Rektor UMP Bantah Dikaitkan dengan Foto
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) Teguh Wibowo membantah informasi yang mengaitkan foto tersebut dengan lingkungan kampus UMP.
Teguh menyebut pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap foto dan informasi yang beredar di media sosial. Ia juga menegaskan bahwa bangunan yang terlihat dalam foto bukan merupakan gedung milik UMP.
“Hoaks ini mas. Gambar gedungnya bukan milik kami, termasuk tulisan rektoratnya. Sedang kami telusuri, Mas,” kata Teguh saat dikonfirmasi.
Dengan adanya bantahan tersebut, asal-usul lokasi paket dalam foto serta pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan bantuan masih menjadi perhatian. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan fakta sebenarnya mengenai paket bantuan bertuliskan “Dari Purworejo untuk Sumatera” tersebut.