Notification

×

Iklan


Walaupun Hidup Sebatangkara, Mbah Situm Tidak Pernah Mengeluh, dan Tetap Semangat Menjalani Hidupnya

Wednesday, 13 June 2018 | 00:30 WIB Last Updated 2018-06-12T17:46:26Z
Mbah Situm Saat di temui Pemuda di Rumahnya

MEGULUNGKIDUL, (pituruhnews.com) Mbah Situm warga Megulungkidul, Pituruh. Yang hidup sebatangkara, dia tinggal dirumah yang sangat sempit kisaran ukuran 2 x 2 meter. Tepatnya rumah beliau di selatan CV Sabar Megulungkidul, kurang lebih 100 meter dari jalan raya. Mbah Situm hidup sebatangkara, setelah suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu. 

Mbah Situm melakukan berbagai aktivitas setiap hari dirumah sekecilnya, mulai dari tidur, masak maupun beribadah, dengan beralaskan tanah dan dinding ala kadarnya.

"Walaupun dengan kondisi hidupnya yang memprihatinkan Mbah Situm, tidak pernah meminta belas kasihan orang lain, tidak mengemis. untuk menyambung kehidupannya Mbah Situm tetap berusaha mencari rejeki yang halal", tuturnya
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, dan untuk menyambung hidupnya, beliau hanya memetik daun so (daun melinjau) untuk di jual. Tak sedikit tetangganya kadang merasa iba padanya, dan juga sering memberi makanan untuknya. 

Mbah Situm diusia rentanya yang sekitar 67 tahun, beliau tidur hanya beralaskan karpet dan dinding yang tidak rapat. tidak pernah mengeluh, tetap semangat menjalani aktivitasnya dalam mencari rejeki yang halal. 

Menurut warga sekitar Mbah Situm ini termasuk orang yang rajin walau dia sebatang kara kondisi sekitar rumah nya selalu bersih.

Pada Kesempatan ini, Bagus Kurniawan salah seorang pemuda berkunjung ketempat beliau untuk memberikan bantuan berupa uang tunai dan sembako. dia diberikan amanah dari hamba allah untuk menyerahkan bantuan kepada Mbah Situm. Pungkasnya.

Dia juga berpesan, dibulan Ramadhan ini kita sebagai muslim dianjurkan untuk memperbanyak sedekah,  dari cerita nenek situm inilah mari kita syukuri kehidupan dan keadaan hidup kita yang masih sehat dan berkecukupan,  untuk itu semangat berbagi wajib kita tingkatkan. Tuturnya.
 
Bagi pemuda pelajaran dapat mempunyai memotivasi seperti Mbah Situm, yaitu dalam keadaan sesulit apapun kita usahakan jangan malas untuk bekerja, apalagi sampai meminta-minta atau mengemis. dan kita tetap semangat dalam menjalankan aktivitasnya. (putudarmo-ltf)


Iklan

×
Berita Terbaru Update