Notification

×

Iklan

Hujan Datang, BPBD Kabupaten Purworejo Antisipasi Wilayah Rawan Banjir dan Tanah Longsor

Wednesday, 7 November 2018 | 15:14 WIB Last Updated 2018-11-07T08:27:06Z
Ilustrasi Google
PITURUH, (pituruhnews.com)-- Beberapa hari ini wilayah Kabupaten Purworejo khususnya di Kecamatan Pituruh, dilanda mendung dan bahkan diguyur hujan deras. Datangnya musim hujan kerap menimbulkan bencana longsor dan juga banjir yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Ada beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo yang berpotensi terjadi musibah tersebut. 

Letak geografis purworejo yang terdiri dari dataran tinggi dan dataran rendah mengakibatkan sebagian besar wilayah Purworejo masuk dalam kawasan rawan bencana khususnya ketika musim penghujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Sutrisno mengungkapkan ada 11 kecamatan yang masuk dalam kategori rawan bencana yaitu 6 kecamatan rawan bencana longsor meliputi Kecamatan Bruno, Kaligesing, Bagelen, Bener, Loano dan Pituruh sedangkan 5 kecamatan rawan banjir meliputi Kecamatan Butuh, Grabag, Purwodadi, Bayan, Ngombol dan Banyuurip.

Khusus untuk kecamatan Pituruh ada beberapa wilayah yang potensi mengalami bencana longsor yaitu Desa Wonosido, Pamriyan, Kaligondang, dan Somagede sedangkan daerah  rawan banjir yaitu Waru, Wonoyoso, dan Sawangan.

Untuk mengantisipasi  potensi bencana yang mungkin terjadi selama musim penghujan ini, BPBD telah mempersiapkan beberapa peralatan. Peralatan yang terpasang sendiri disesuaikan dengan kerawanan wilayah. Seperti misalnya untuk kecamatan-kecamatan yang rawan banjir, BPBD telah membuat satuan tugas (Satgas) kebencanaan disetiap Desa. Dimana setiap satgas yang dibentuk berkewajiban mengontrol dan memastikan secara berjenjang segala potensi bencana diwilayahnya masung-masing. Sehingga jika nantinya ada peningkatan debit maupun ketinggian air, bisa segera dilakukan langkah-langkah antisipasi.

"Ada 4 sungai yang menjadi perhatian kami yaitu Sungai Bogowonto, Sungai Jali, Sungai Dulang, dan Sungai Butuh,” ucap dia. Selasa, 06/11/2018.

Sementara untuk kawasan yang terpantau rawan longsor, pihaknya melakukan pemasangan alat pendeteksi gempa. Jika nantinya ada getaran maupun pergerakan tanah yang dirasa janggal, bisa segera dilakukan penanganan lebih lanjut termasuk diantaranya evakuasi warga.

Selain antisipasi tersebut, BPPD juga sudah berkoordinasi dengan pihak TNI, Polri dan Dinas terkait sejak satu bulan yang lalu. Disamping itu koordinasi dengan kepala desa daerah rawan longsor juga sudah dilakukan sebagai langkah awal BPPD untuk meningkatkan  kewaspadaan terhadap bencana. Karena hal tersebut harus menjadi perhatian semua pihak.

"Alam sulit diprediksi, seringkali kita fokus di daerah tertentu, akan tetapi bencana muncul di daerah lain dan sebaliknya. Yang paling penting adalah antisipasi jangan sampai jatuh korban," tutupnya.

Penulis : Bayun
Editor : ALK

Iklan

×
Berita Terbaru Update