-->

Notification

×

Iklan


Penggiat Seni Purworejo Reduplikasi Program Gubernur Jawa Tengah "Panggung Kahanan"

Monday, 13 July 2020 | 08:00 WIB Last Updated 2020-07-13T01:00:01Z
PITURUH, (pituruhnews.com) - Penggiat Seni Purworejo mereduplikasi acara Panggung Kahanan #Mositifi Covid 19 yang merupakan gagasan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Acara ini di gelar di Rumah Makan Tinora Pituruh dengan mematuhi standar protokol kesehatan sosial distancing. Pagelaran ini disiarkan secara  langsung oleh channel youtube Dinkominfo Kabupaten Purworejo. (Minggu, 12/07/2020).

Acara ini menampilkan beberapa Seniman Purworejo antara lain Melania Sinaring Putri dari Sanggar Tari Prigel, Sastrawan Sumanang Tirtasujana, Dalang Putri Purworejo Nyi Dwi Puspita Ningrum, M.Pd, Penari Cilik Cenie Miara dari Sanggar Tari Prigel, Penembang Macapat Davina Sofita Salma, Penari Gambyong Lengger Akhlakul Karimah dan Penggiat Seni Tari Ndolalak Kabupaten Purworejo, dengan dipandu oleh pembawa acara dan penyanyi dari MC Sucek.
panitia Prasojo
Prasojo, ketua panitia panggung kahanan Purworejo seusai acara mengatakan bahwa panggung kahanan ini menginduk dari program Gubernur Jawa Tangah  Ganjar Pranowo.

"Panggung Kahanan ini yang memang menampilkan seniman-seniman populer di masa pandemi covid-19 untuk bisa terus berkarya dengan cara menggalang donasi. Dari dana yang terkumpul itu disalurkan kegiatan panggung kahanan disetiap kabupaten dan kota diseluruh jawa tengah. " ucapnya. 

"Untuk panggung kahanan ini utamanya perform tari ndolalak, namun juga menampilkan komunitas penggiat seni dan musisi ndolalak. Dalam perform panggung kahanan kita menampilkan Sastrawan Sumanang Tirtasujana, Dalang Putri Purworejo Nyi Dwi Puspita Ningrum, M.Pd, Melania Sinaring Putri dari Sanggar Tari Prigel dan  Penari Gambyong Lengger. " kata Prasojo.

"Kegiatan ini memang kondisional seperti ini spontanitas dari programnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pronowo, kami hanya mengajukan dan menghandle di lapangan, untuk kabupaten Purworejo ini baru pertama kalinya. Kegiatan ini sangat kondisional di masa pandemi covid-19 supaya para seniman tetap bisa berkarya. " imbuhnya.
penampilan tari cilik
Ia menambahkan bahwa panggung kahanan ini bisa memberikan dampak positif kepada seniman yang terdampak dimasa pandemi covid-19.

Program dari Gubernur Jawa Tengah ini sebenarnya ada tiga, yaitu tunjangan untuk para pelaku seniman sakit, kedua film dokumenter dan satunya program live perform secara virtual melalui media online seperti Youtube. Tujuannya untuk mensupport teman-teman seniman di seluruh Jawa Tengah khususnya.

"Kita hanya menginduk dari Panggung Kahanan yang ada di Provinsi. " imbuh Prasojo
Perform Tepang Wayang
Dalang Putri Purworejo Nyi Dwi Puspita Ningrum menambahkan dengan adanya panggung kahanan ini sangat mendukung dan nyengkuyung, dimana ada pentas ndolalak yang dikemas dengan kegiatan yang lain, seperti wayang kulit, tari dan puisi.

"Ini menunjukan adanya kesatuan antar seniman yang ada di Kabupaten Purworejo. Saya berharap untuk lintas kesenian dalam apapun bisa bersatu nyawiji memajukan seni budaya bangsa. " ucapnya..
Perform Sumanang Tirtasujana
Sementara itu, Sastrawan Sumanang Tirtasujana mengatakan kegiatan panggung kahanan ini apik dan bagus untuk ditradisikan. Menjadi ajang pentas bareng berbagsi genre seni.

"Panggung Kahanan ini cukup bagus dalam pandangan saya, bahwa dikecamatan Pituruh itu jauh dari hiruk-pikuk kesenian. Bahwasannya panggung semacam ini akan membikin orang mengerti lebih banyak tentang ragam kesenian." ucapnya.

"Kecamatan Pituruh secara geografis, sering dianggap marjinal. Karena kecamatan Pituruh 25 km jauh dari Kota Purworejo. Secara umum masyarakat awam hanya sering bersentuhan dengan kesenian  ndolalak, dangdut, jaran kepang, lengger dan seni rakyat lainnya.
Melania Sinaring Putri dari Sanggar Tari Prigel
Tapi di panggung kahanan ini menampilkan genre lain yaitu menampilkan koreografer kontemporer, seniman  yang pernah tampil diluar negeri. " Kata Sumanang.

Uniknya dalam panggung kahanan memberikan ruang juga untuk sastrawan.  Ini bisa memberikan pengetahuan kepada warga masyarakat tentang apa itu sastra. 

Ia menambahkan bahwa sastra itu salah satu dunia pemikiran, tetapi bisa tampil bersama dengan kesenian lainnya seperti ndolalak.  Padahal  sebenarnya sastra itu tidak identik dengan dunia pertunjukan, tapi sastra itu dunia pikiran dan perenungan.

 "Kegiatan ini bagus, karena melibatkan berbagai genre kesenian diwilayah Purworejo." pungkasnya.

Penulis : Luthfi/ambr
Editor : Bayun
×
Berita Terbaru Update