Notification

×

Iklan




PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DARING DIMASA PANDEMI COVID-19

Tuesday, 13 April 2021 | 15:15 WIB Last Updated 2021-04-13T08:15:29Z


Pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) telah melanda banyak negara di dunia. 215 negara di dunia terkena dampak dari virus tersebut. Hampir seluruh sektor kehidupan terkena dampak wabah ini. Salah satu yang terkena dampak yang sangat signifikan adalah sektor pendidikan. Disektor pendidikan, pemerintah melalui Kememtrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menerapkan learning from home atau belajar dari rumah terutama di wilayah-wilayah zona kuning, zona orange, dan zona merah. Belajar dari rumah dilaksanakan dengan system PJJ atau pembelajaran jarak jauh. Salah satu jenis PJJ adalah pembelajaran daring.  Pembelajaran daring merupakan system pembelajaran yang dilakukan tanpa tatap muka secara langsung antara guru dengan siswa, tetapi dilakukan secara online yang dilakukan melalui jaringan internet seperti whatsapp, zoom meeting, telegram, google classroom, google meet dan aplikasi lainnya.

Berbagai masalah timbul akibat kebijakan pembelajaran daring, khusunya pada mata pelajaran matematika. Permasalahan yang terjadi yaitu: 1) tidak semua guru mampu mengoprasika gadget atau computer untuk menujang proses belajar. Kemampuan guru terbatas dalam menggunakan teknologi pada pembelajaran daring. Memang sebagian guru ada yang mampu mengoprasikan komputer dan gadget, tetapi dalam pengoprasianya masih terbatas. 2) konten materi yang disampaikan secara daring kurang bisa dipahami terlebih untuk pembelajaran matematika yang memerlukan penjelaskan secara detail. Konten materi biasanya hanya disajikan dalam bentuk power point, e-book yang di sajikan per bab dan dalam bentuk video pembelajaran. Mungkin ada beberapa siswa yang dapat memahami meteri yang disampaikan, namun beberapa siswa yang memiliki kemampuan akademik yang rendah akan sulit untuk memahami materi yang disampaikan. 3) guru terbatas dalam mengontrol siswa saat pembelajaran berlangsung. 4)  siswa kurang aktif dan kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran meskipun memiliki fasilitas yang memadai dalam menunjang proses belajar. Banyak siswa yang acuh dan tidak memperhatikan penjelasan guru ketika guru sedang menjelaskan. Bahkan ketika siswa diberi materi seperti power point atau e-book, kebanyak siswa tidak membaca atau memahami materi tersebut. 5) bagi siswa yang tinggal di daerah pedalaman atau plosok  sangat sulit untuk mendapatkan akses internet. Mereka akan sulit menerima tugas yang disampaikan oleh guru baik melalui whaatsapp atau kelas maya lainnya. Karena permasalahan tersebut banyak guru di daerah pedalaman mendatangi siswa dari rumah ke rumah supaya dapat menyampaikan materi yang diajarkan. 6) pembelajaran dari justru membuat anak menjadi malas dan tidak memiliki semangat belajar. Banyak siswa yang menggunakan gadget hanya untuk bermain sosmed dan game, mereka tidak lagi memperhatikan materi yang di ajarkan oleh guru, bahkan kebanyak siswa apabila mendapat tugas justru yang mengerjakan orang tuanya.


Nama : Ariyani Widiastuti

Kejuruan : PGSD Universitas Muhammadiyah Purworejo

Iklan

×
Berita Terbaru Update