Notification

×

Iklan

Dampak Pandemi Covid-19 Di Bidang Pendidikan

Wednesday, 29 December 2021 | 10:36 WIB Last Updated 2021-12-29T03:36:18Z




Pandemi Corona virus bermula pada laporan pertama wabah COVID-19 yang berasal dari sekelompok kasus pneumonia manusia di Kota Wuhan, China, sejak akhir Desember 2019. Tanggal paling awal timbulnya kasus adalah 1 Desember 2019. Gejala dari pasien meliputi demam, malaise, batuk kering, dan dispnea yang didiagnosis sebagai gejala infeksi virus pneumonia. Awalnya, penyakit itu disebut pneumonia Wuhan oleh pers karena gejala yang serupa pneumonia. Hasil sekuensing genom menunjukkan bahwa agen penyebabnya adalah corona virus baru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk sementara menamai virus baru 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) pada 12 Januari 2020 dan kemudian secara resmi mengubahnya menjadi penyakit corona virus 2019 (COVID-19) pada 12 Februari 2020.

Selasa 2 Maret 2020, kasus pertama virus corona (Covid-19) ditemukan di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan ada 2 warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus corona. Keduanya merupakan warga Depok, Jawa Barat. Dua pasien kasus pertama Covid-19 di Indonesia itu yaitu seorang perempuan berusia 31 tahun bernama Sita Tyasutami dan ibunya, Maria Darmaningsih yang berusia 64 tahun.

Virus ini menyebar dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi melalui partikel cairan kecil ketika orang tersebut batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau bernapas. Partikel ini dapat berupa droplet yang lebih besar dari saluran pernapasan hingga aerosol yang lebih kecil. Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun, sebagian orang akan mengalami sakit parah dan memerlukan bantuan medis. Untuk itu dilakukan beberapa pencegahan seperti memakai masker dan sosial distancing(jaga jarak).

Pandemi yang semakin bertambah banyak kasusnya dari ke hari ini sudah terhitung hampir 2 tahun virus ini masuk ke indonesia yang menyebabkan berbagai dampak dari berbagai aspek kehidupan,tak terkecuali aspek pendidikan. Jelas sekali bahwa pandemi ini merubah tatanan hidup masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat mulai anak-anak sampai dewasa pun terkena imbasnya.

Pada aspek pendidikan, seperti yang sudah diketahui, beberapa waktu belakangan ini semua pembelajaran secara langsung telah ditiadakan. Ini merupakan dampak Corona bagi pendidikan yang paling jelas terlihat dan dapat dirasakan oleh semua orang. Hal ini dilakukan guna menaati peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dibuat oleh pemerintah, agar dapat menekan penyebaran virus Corona.  Meskipun begitu, pembelajaran tetap berjalan secara online. Baik murid atau mahasiswa dan juga guru atau dosen harus beradaptasi dengan situasi ini. Namun, pembelajaran ini dinilai kurang efektif karena kebanyakan siswa lebih difokuskan pada tugas-tugas. Para siswa biasanya sangat bergantung kepada orang tua, ilmu yang diserap pun kurang maksimal daripada pembelajaran sebelumnya.

Permasalahan lain dari adanya sistem pembelajaran secara online ini adalah akses informasi yang terkendala oleh sinyal yang menyebabkan lambatnya dalam mengakses informasi. Siswa terkadang tertinggal dengan informasi akibat dari sinyal yang kurang memadai. Akibatnya mereka terlambat dalam mengumpulkan suatu tugas yang diberikan oleh guru. Belum lagi bagi guru yang memeriksa banyak tugas yang telah diberikan kepada siswa, membuat ruang penyimpanan gadget semakin terbatas. Penerapan pembelajaran online juga membuat pendidik berpikir kembali, mengenai model dan metode pembelajaran yang akan digunakan. Yang awalnya seorang guru sudah mempersiapkan model pembelajaran yang akan digunakan, kemudian harus mengubah model pembelajaran tersebut.

Walaupun banyak tenaga pendidik, peserta didik maupun masyarakat yang belum siap menghadapi era revolusi industry 4.0, pembelajaran daring di tengah pandemi covid-19 ini seakan-akan memaksa semua manusia harus siap terhadap perkembangan teknologi saat ini. Jika dilihat dalam perspektif sosiologi, kebijakan ini merupakan langkah yang tepat dilakukan dalam kondisi seperti ini. Seperti ada percepatan agar masyarakat lebih cepat maju, dengan teknologi internet sekarang, misalnya dengan belanja dengan system online, lebih disukai masyarakat dan mengurangi waktu dan biaya transfort, apalagi masa covid-19. Karena lebih aman dan sehat. Kita harapkan semoga pandemi covid-19 lekas berakhir, semua warga bangsa senantiasa sehat dan proses kehidupan dapat berjalan normal kembali dengan menciptakan manusia manusia baru yang memiliki pola pikir positif yang sarat solidaritas sosial.

Penulis : 
Nama : Alif Robikho

Prodi : PGSD

Universitas Muhammadiyah Purworejo

Iklan

×
Berita Terbaru Update