Notification

×

Iklan

Masalah Pendidikan Dengan Sosial

Tuesday, 28 December 2021 | 15:57 WIB Last Updated 2021-12-28T08:58:19Z

 

Saat ini, dunia sedang menghadapi masalah yang cukup besar. Berawal dari munculnya suatu wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu virus corona atau disebut Covid-19. Hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan yang disebabkan oleh virus covid-19. Dunia perekonomian melemah, hubungan sosial semakin menurun yang menyebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama.

Semuanya telah merasakan dampak dari virus covid-19 ini, terutama pada dunia pendidikan. Kita harus siap menghadapi perubahan ini, karena cepat atau lambat pendidikan akan mengalami perubahan drastis akibat pandemi covid-19. Saat ini pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, salah satunya meliburkan aktivitas (tatap muka) seluruh lembaga pendidikan yang dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan virus covid-19. Hal ini tentunya berdampak besar pada perkembangan pendidikan anak, yang seharusnya belajar dilakukan secara tatap muka, namun sekarang dituntut untuk belajar mandiri atau belajar secara daring (dalam jaringan).

Pembelajaran daring atau online merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi pembelajaran dilakukan melalui jaringan internet. Sistem pendidikan online tidaklah mudah. Disamping disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, ada fasilitas dan sumber daya yang mesti disediakan, terutama pada wilayah yang jaringan internetnya tidak memadai. Hal ini merupakan tantangan besar bagi guru, karena dalam kondisi seperti ini guru dituntut untuk bisa mengelola, mendesain media pembelajaran (media online) yang menarik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan menghindari kebosanan siswa dalam pembelajaran daring, dan yang paling penting mudah untuk dipahami oleh siswa.

Dalam penerapan belajar online ini, tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan belajar yang dipicu oleh beberapa faktor:

1.      Siswa yang belum memiliki gadget dan belum mengetahui banyak tentang penggunaan teknologi, kasus ini banyak terjadi pada siswa tingkat TK dan SD. Selain itu, masalah utama yang dialami adalah jaringan yang tidak memadai. Hal ini menjadi tantangan besar bagi siswa dan juga orang tua karena disini orang tualah yang dituntut untuk mendampingi siswa dalam proses belajar online. Realita yang ada tidak sedikit orang tua yang tidak paham mengenai penggunaan teknologi, sehingga menghambat keaktifan anak dalam proses belajar daring.

2.      Kurangnya interaksi fisik antara guru dan siswa karena dalam pembelajaran online siswa hanya diberikan tugas melaui via whatsapp. Kebanyakan siswa kesulitan dalam mengerjakan tugas dikarenakan tidak ada penjelasan dari guru tentang tugas yang diberikan atau belum paham dengan materi yang dijelaskan. Peserta didik hanya dituntut untuk mengerjakan tanpa mendapatkan penjelasan terlebih dahulu, akibatnya banyak siswa yang mengeluh dan tidak bersemangat dalam mengerjakan tugas.

3.      Tugas yang diberikan guru banyak, sementara waktunya singkat. Bagaimana anak bisa belajar dan memahami materi dengan baik dalam kondisi yang seperti ini.

4.      Akibat kurangnya interaksi langsung antara guru dan siswa, otomatis berkuranglah internalisasi nilai-nilai karakter yang seharusnya ditanamkan seorang guru ke dalam diri siswa. Ini akan mengakibatkan degradasi moral pada siswa. Karena tugas seorang guru bukan hanya mengajar, mentrasferkan ilmu pengetahuan (pelajaran) saja, tetapi juga dituntut untuk mendidik (pembentukan akhlak dan karakter) siswa. Namun, hal ini tidak boleh mematahkan semangat guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, tidak boleh mematahkan semangat siswa dalam belajar, pandemi covid ini tidak boleh mematahkan semangat dan harapan kita semua.

Kerja keras para guru dan dosen selama ini sungguh patut diapresiasi. Di tengah pembatasan sosial akibat wabah covid-19, kita harus tetap semangat mengejar dan mengajar ilmu pengetahuan. Hampir tidak ada yang menyangka, wajah pendidikan akan berubah drastis akibat pandemi covid19. Pandemi covid-19 ini mungkin saja datang sebagai ujian untuk kita semua, apakah kita mampu mencerdaskan kehidupan bangsa walau dalam kondisi seperti ini.

Penulis : Lutfiyyah Ningtyas (Mahasiswa UMPurworejo)

Iklan

×
Berita Terbaru Update