Notification

×

Iklan

Media Lingkungan Alam dan Sosial Sebagai Media Pembelajaran Yang Efektif

Rabu, 29 Desember 2021 | 10:46 WIB Last Updated 2021-12-29T03:46:59Z


Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang mempermudah penyampaian atau kegiatan antara orang yang menyampaikan pesan dengan audience nya. Media mampu mempermudah guru menyampaikan suatu topik pembahasan kepada siswa,agar tidak timbul perbedaan pemahaman antar siswa dan mengefektifkan proses pembelajaran.

Salah satu bentuk media pembelajaran adalah lingkungan sekitar. Mengapa lingkungan dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa ? Karena lingkungan dapat mengoptimalkan pola pikir siswa untuk mencapai proses dan hasil pembelajaran. Dengan media pembelajaran, siswa dapat melihat langsung proses kehidupan yang sebenarnya, dan juga pembelajaran akan lebih menarik dan tidak membosankan. Pembelajaran era modern sekarang tidak hanya melulu berada di dalam ruang kelas, yang mana membuat siswa cepat merasa bosan karena suasananya yang mendistrak siswa untuk memperhatikan guru, peraturan kelas, dan lain sebagainya.

Melalui media lingkungan sekitar ini dapat membantu mengatasi kebosanan siswa yang hanya belajar di ruang kelas saja. Lingkungan sekitar juga dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa melalui berbagai peristiwa yang terjadi. Keuntungan lainnya yaitu hampir tidak mengeluarkan biaya jika memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran. Mungkin guru dan siswa hanya perlu menyiapkan alat tulis dan bahan percobaan laboraturium lainnya. Hal ini tentunya sangat membantu pengeluaran biaya orang tua siswa diluar biaya sekolah utama dalam mendukung proses pembelajaran.

Lingkungan sekitar yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran adalah lingkungan alam dan lingkungan kemasyarakatan atau sosial. Media lingkungan sudah menyediakan secara alamiah peristiwa – peristiwa yang berhubungan dengan pembelajaran siswa SD. Mulai dari bagaimana proses terjadinya hujan, tentu saja siswa tidak langsung bisa memahami apabila hanya membaca teori yang ada di dalam buku, kemudian terjadinya pelangi, bencana banjir, dan fenomena alam lainnya. Untuk memaksimalkan pemahaman siswa terhadap materi tersebut, guru juga harus dituntut untuk kreatif membuat media pembelajaran yang menarik selain mengandalkan media lingkungan.

Sebagai contoh pada materi ekosistem, guru dapat mengajak siswa mengamati langsung ekosistem sawah. Guru membuat kelompok kecil untuk mengamati ekosistem sawah Apa saja yang ada dalam ekosistem tersebut mulai dari biotik dan abiotik, siswa bisa menulis hasil pengamatannya. Kemudian saat penjelasan atau evaluasi di dalam kelas, siswa menceritakan hasil pengamatannya di dalam kelas. Setelahnya guru menyimpulkan semua hasil kerja siswa dengan menggunakan bantuan media pembelajaran lain misalkan guru membuat media dari kertas, pop up book, atau video pembelajaran ( melihat kondisi kelas apakah sudah memiliki lcd atau tidak, karena tidak mungkin guru menayangkan video pembelajaran tersebut melalui laptop saja, hal itu dapat membuat suasana kelas menjadi ribut karena siswa berebut ingin menonton videonya). Kegiatan ini akan lebih efektif mematangkan pemahaman siswa terkait materi sekosistem, dengan mengulang teori, hasil pengamatan, dapat dihasilkan kesimpulan untuk memudahkan siswa memahami materi tersebut.

Kemudian contoh pemanfaatan lingkungan sosial atau masyarakat. Banyak sekali kegiatan – kegiatan sosial yang ada dalam materi pembelajaran siswa SD. Sebagai contoh pengamalan sila – sila pancasila, semua yang ada di dalamnya adalah kegiatan sosial yang harus dipelajari oleh siswa dengan baik. Misalkan kerja bakti di lingkungan tempat tinggal, saling tolong menolong antar sesama manusia tidak memandang status apapun, sopan santun terhadap sesama manusia, berbicara yang baik dan sopan.

Penulis :  RIZKY APRILIA SUWARDI/Mahasiswa UMP

Iklan

×
Berita Terbaru Update