Notification

×

Iklan

Pengaruh Game Online terhadap Anak dalam Pendidikan

Selasa, 28 Desember 2021 | 18:44 WIB Last Updated 2021-12-28T11:44:43Z


Saat ini era teknologi sedang berkembang dengan pesat apalagi di dalam game. Game saat ini banyak dimainkan oleh kalangan muda, terlebih anak-anak yang masih dibawah umur.  Perkembangan game online sangat menarik perhatian anak-anak dibawah umur untuk memainkannya karena mulai dari tampilan, gaya bermain, grafis permainan dan resolusi gambar yang menarik perhatian anak-anak dibawah umur.

Dampak positif adanya game online

1.       Pergaulan siswa akan lebih mudah di awasi oleh orang tua

2.       Otak siswa akan lebih aktif dalam berfikir

3.       Reflek berfikir dari siswa akan lebih cepat merespon

4.       Emosional siswa dapat di luapkan dengan bermain game

5.       Siswa akan lebih berfikir kreatif.

Dampak negatif adanya game online

1.       Siswa akan malas belajar dan sering menggunakan waktu luang mereka untuk bermain game online

2.       Siswa akan mencuri curi waktu dari jadwal belajar mereka untuk bermain game online

3.       Waktu untuk belajar dan membantu orang tua sehabis jam sekolah akan hilang karena bermain game

4.       Uang jajan atau uang bayar sekolah akan di selewengkan untuk bermain game online

5.       Lupa waktu, pola makan akan terganggu, emosional siswa juga akan terganggu karena efek game ini, jadwal beribadahpun kadang akan di lalaikan oleh siswa, dan siswa cenderung akan membolos sekolah demi game kasayangan mereka.

 Dalam proses pembelajaran, hal tersebut sangat mengganggu pencapaian belajar anak-anak dibawah umur. Anak-anak ketika sudah menemukan sesuatu yang disukai pasti sangat sulit untuk dipisahkan terlebih ketertarikannya didalam game. Dari perkembangan teknologi tersebut ini menjadi tantangan untuk orang tua dan juga guru, bagaimana kita bisa mengkontrol anak-anak supaya tidak kecanduan terhadap game online.

 Dalam menyikapi anak-anak yang kecanduan game online, orang tua harus bisa mengajak si anak untuk lebih giat belajar dan tidak dengan menggunakan cara keras. Seperti memberikan batasan waktu untuk bermain game dan memberikan perhatian secara langsung dalam kegiatan belajarnya. Seperti menanyakan tugas kepada si anak dan lain-lain.

 Sebagai guru, tantangan ini juga harus bisa dihadapi di sekolah supaya siswanya ketika pulang ke rumah tidak langsung bermain game. Solusi pada umumnya sudah pasti memberikan tugas pekerjaan rumah. Tetapi sebagai guru, kita harus bisa membuat siswa menjadi penasaran terhadap pelajaran yang guru berikan. Oleh karena itu guru harus pintar membuat pembelajaran yang menarik, lebih menarik dari game dan dengan cara yang guru buat sendiri.

Penulis : Rivaldi Febrianto Putra

Iklan

×
Berita Terbaru Update