Notification

×

Iklan

Perubahan Sistem Pembelajaran Di Era Pandemi, dan Faktor Sulitnya Siswa dalam Belajar

Tuesday, 28 December 2021 | 19:13 WIB Last Updated 2021-12-29T03:15:34Z

 

Dunia saat ini sedang berada dalam masalah besar. Terutama negara Indonesia ini yang merupakan salah satu dari negara di dunia yang terkena dampaknya. Yang pada awalnya muncul suatu wabah penyakit yang menggemparkan satu dunia disebabkan oleh virus, yakni virus corona (Covid 19), hampir dari segala sisi mengalami perubahan yang mengkhawatikan.

Yang sangat mengkhawatirkan hubungan antar makhluk social semakin menurun dikarenakan kurangnya interaksi dan kepedulian antar sesama. Perekonomianpun semakin melemah, dan semuanya sudah merasakan dampak dari virus covid 19. Terutama dalam bidang Pendidikan. Dengan ini kita dituntut siap menghadapi perubahan ini, karena cepat atau lambat pendidikan akan mengalami perubahan drastis akibat pandemi virus covid 19. Bagaimana dengan pendidikan Indonesia ditengah-tengah virus ini? Seperti yang kita ketahui sebagai salah satu negara yang terkena dampak virus covid 19 terpaksa belajar mengajar dilaksanakan secara online (Daring). Dimana biasanya belajar mengajar dilakukan secara tatap muka, namun sudah beberapa bulan ini  hanya bisa dilaksanakan secara online.

Kini bukan hanya tenaga pengajar saja yang bekerja keras dalam kegiataan belajar melainkan orang tua kini ikut serta dalam mendampingi anak-anaknya belajar dirumah untuk menjelaskan berbagai macam mata pelajaran dan menemani anak dalam mengerjakan tugas sekolah. Kebijakan physical distancing ini bertujuan untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan system dari pendidikan formal di sekolah menjadi system online skala nasional. Namun ditengah pembatasan ini kita tidak boleh patah semangat dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

Banyak tantangan dalam menghadapi sistem pendidikan online ini, selain disiplin belajar secara mandiri, fasilitas dan sumber data juga sangat penting. Faktanya masih banyak anak-anak  yang mengalami kendala dalam fasilitas untuk belajar bukan hanya murid tetapi para tenaga pengajar dan orang tua murid juga kesulitan baik dalam menyediakan perangkat belajar seperti ponsel dan laptop maupun pulsa untuk koneksi internet.

Bukan hanya itu saja , dalam penerapan belajar online ini, banyak siswa yang kesulitan dalam belajar,yang disebabkan oleh beberapa factor antara lain : a) Siswa belum memiliki gadget, banyak siswa yang belum mengenali penggunaan teknologi, kasus ini sering terjadi pada siswa tingkat TK dan SD (Sekolah Dasar). Disamping itu, masalah utama yang dialami jaringan internet yang kurang memadai. Selain itu, masalah lain tidak sedikit orang tua yang tidak paham menggunakan teknologi, hal ini aan menghambat keaktifan siswa dalam belajar. b) Kurangnya interaksi fisik antar guru dengan siswa karena dalam belajar online ini siswa hanya diberi tugas via whatsaap. Dan kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas karena tiadak ada penjelasan terlebih dahulu dari gurutentang tugas yang diberikan. Siswa hanya dituntut untuk mengerjakan tanpa mendapat penjelasan terlebih dahulu, akibatnya banyak siswa mengeluh dan tidak semangat dalam mengerjakan tugas. c) Tugas yang diberikan guru banyak,sementara waktu yang diberikan sangat singkat. yang memungkinkan siswa tidak dapat belajar dengan baik. d) Berkurangnya internalisasi nilai-nilai karakter yang semestinya seorang guru tanamkan kepada siswanya. Ini dapat mengakibatkan degradasi moral pada anak atau siswa, karna tugas guru tidak hanya mengajar, ilmu pengetahuan saja, tetapi guru juga dituntut untuk mendidik (pembentukan karakter dan akhlak) siswa.

Namun, pandemi virus covid 19 ini tidak boleh mematahkan semangat dan harapan kita semua. Di balik kesedihan ini, kita harus mampu mencerdaskan kehidupan bangsa walaupun dalam kondisi seperti ini. Dan selalu mengambil hikmah dari semua kejadian.

Penulis : Akhsanul Khsios Al’Alim/Mahasiswa UMP

Iklan

×
Berita Terbaru Update