Notification

×

Iklan

Pengaruh Perubahan Kurikulum Terhadap Aktivitas Belajar Siswa

Jumat, 17 Juni 2022 | 20:40 WIB Last Updated 2022-06-17T23:49:49Z
ilustrasi google

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan aktivitas berasal dari kata kerja akademik aktif yang berarti giat, rajin, selalu berusaha bekerja atau belajar dengan sungguh sungguh supaya mendapat prestasi yang gemilang (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2007: 12). Aktivitas belajar dalam pembelajaran di sekolah menentukan baik tidaknya hasil yang diperoleh siswa. Untuk itu kurikulum menjadi pedoman setiap guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.

Kurikulum merupakan salah satu bagian penting terjadinya suatu proses pendidikan. Karena suatu pendidikan tanpa adanya kurikulum seperti bangunan tanpa pondasi. Hal ini akan menimbulkan perubahan dalam perkembangan kurikulum, khususnya di Indonesia. Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, dan sekaligus digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar pada berbagai jenis dan tingkat sekolah. Kurikulum menjadi dasar dan cermin falsafah pandangan hidup suatu bangsa, akan diarahkan kemana dan bagaimana bentuk kehidupan bangsa ini di masa depan, Semua itu ditentukan dan digambarkan dalam suatu kurikulum pendidikan. Kurikulum haruslah dinamis dan terus berkembang untuk menyesuaikan berbagai perkembangan yang terjadi pada masyarakat dan haruslah menetapkan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Perubahan kurikulum di Indonesia biasanya dilakukan hampir setiap lima tahun sekali. Namun, terkadang bisa lebih cepat atau pun lebih lama. Seperti yang terbaru, rencana kurikulum terbaru untuk tahun 2022 mulai diungkapkan oleh pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yakni Kurikulum Merdeka.

Pandemi Covid telah menyebabkan dampak negatif, membuat kesenjangan yang terjadi di Indonesia. Banyak anak-anak Indonesia yang mengalami ketertinggalan pembelajaran (Learning Loss) sehingga mereka kesulitan untuk mencapai kompetensi dasar sebagai peserta didik. Sebelum pandemi menyerang pun pendidikan di Indonesia telah mengalami krisis dan kesenjangan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat mengacu kepada kurikulum 2013, mengacu kepada Kurikulum Darurat yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan oleh Pemerintah, atau melakukan penyederhanaan kurikulum 2013 secara mandiri. Landasan utama pada kurikulum 2013 adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional pendidikan, sedangkan Kurikulum Merdeka ditambah dengan menekankan pengembangan Profil Pelajar pancasila pada peserta didik.

Kompetensi yang Dituju

Pada Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar (KD) serta Kompetensi Inti (KI) sebagai penilaian yaitu: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan. KD dinyatakan dalam bentuk poin-poin yang akan dikoordinasikan pertahun serta hanya terdapat mata pelajaran Pendidikan, Budi Pekerti dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Sedangkan Kurikulum Merdeka capaian pembelajaran disusun per fase dan dinyatakan dalam bentuk paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi.

Struktur Kurikulum

Pada kurikulum 2013 jam pelajaran (JP) diatur per minggu satuan mengatur alokasi watu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester sehingga setiap semester peserta didik akan mendapat nilai hasil belajar setiap semester. Sedangkan Kurikulum Merdeka strukturnya dibagi menjadi dua keguatan pembelajaran utama yaitu:

1. Pembelajran reguler atau rutin yang merulakan kegiatan intrakulikuler.

2. Projek penguatan profil pelajar pancasila.

Pembelajaran

Kurikulum 2013 melakukan pendekatan pembelajaran menggunakan satu pendekatan yatu pendekatan saintifik untuk semua mata pelajaran. Sedangkan Kurikulum Merdeka menguatkan pebelajaran terdiferensasi sesuai tahap capaian peserta didik.

Penilaian

Pada Kurikulum 2013 penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sedangan Kurikulum Merdeka tidak ada pemisahan antara panilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Perangkat Ajar yang Disediakan Pemerintah, Kurikulum 2013 menggunakan buku teks dan buku non-teks. Sedangkan Kurikulum Merdeka Buku teks dan Buku Non-teks.

Perangkat Kurikulum

Kurikulum 2013 pedoman implementaasi kurikulum, panduan penilaian, dan panduan pembelajaran setiap jenjang.  Sedangkan Kurikulum Merdeka panduan pembelajaran dan asessmen, panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah, panduan pengembangan projek, pelaksanaan inklusif, individual dan bimbingan konseling.

Dampak perubahan kurikulum adalah Pendidik atau guru nantinya akan merasa sangat terbantu dengan bisa mengikut struktur yang telah dibuat dalam  penyampaian materi maupun evaluasi yang akan dilakukan terhadap peserta didik nantinya. Perubahan Kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka tentunya mempunyai dampak bagi siswa maupun guru. Penerapan Kurikulum Merdeka diharapkan memiliki dampak untuk terciptanya generasi adaptif yang mampu menghadapi perubahan zaman dengan kekuatan mereka sendiri. Implementasi Kurikulum Merdeka memberikan banyak perubahan besar terhadap guru dan siswa. Dengan mengedepankan proses pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat, proses ini akan menjadi sebuah interaksi yang sesuai dan menciptakan ruang pembelajaran yang lebih positif. Dampak yang terjadi dengan Implementasi Kurikulum Merdeka membuat proses pembelajaran di ruang kelas terasa lebih merdeka. Hal ini tentunya akan melahirkan masyarakat yang berkembang secara positif dengan cara yang lebih merdeka di masa mendatang.

Penulis Mahasiwa Universitas Muhammadiyah Purworejo :

1.      Risma

2.      Sobiyatul Mutamima

3.      Laila Turrochmah

4.      Dimas Angga Lesmana

5.      Titi Anjarini, M.Pd


Iklan

×
Berita Terbaru Update