Notification

×

Iklan

Aliri 1.129 Ha Lahan Pertanian, Warga Berharap Bendungan Permanen di Kedunggupit Wetan

Senin, 28 November 2022 | 06:43 WIB Last Updated 2022-11-28T00:33:49Z
KALIKOTES,(pituruhnews.com) - Upaya untuk menaikkan air sungai Kedunggupit ke saluran Kedunggupit Wetan, 22 Desa terdampakkan membuat bendungan darurat awir di Desa Kalikotes, Sabtu, 26/11/2022.

Saluran ini merupakan saluran yang menyuplai air di 1.129 Ha. Lahan pertanian di 22 desa di Kecamatan Pituruh dan Kecamatan Kemiri. Desa-desa tersebut adalah: Desa Kalikotes, Kesawen, Ngandagan, Karanganyar, Pituruh, Tunjungtejo, Sekartejo, DlinsenWetan, Tersidilor, Pepe, Mengulunglor, Megulungkidul, Prigelan, Ngampel, Sikambang, Kendalrejo, Wonosari, Samping, kroyo Lor, Kroyo Kulon, Rejosari, dan waled.
Dikatakan ketua polosoro kecamatan Pituruh Suhariyono bahwa air ini merupakan dari Waduk Wadaslintang yang seharusnya melewati saluran irigasi di wilayah kami sampai dengan hari ini belum mengalir. Saluran tersebut adalah Saluran di kedunggupit Wetan, Saluran di Kesawen dan Saluran di Karanganyar.

"Akibat dari hal tersebut Musin tanam 1 yang seharusnya dimulai pada bulan November 2022 sampai dengan saat ini belum dapat dimulai sehingga estimasi kerugian yang di derita sebesar Rp. 31.612. 000.000 (tigapuluh satu miliyar enam ratus dua belas juta rupiah) Dengan perhitungan kerugian Perhektar adalah Sebesar  Rp. 28.000.000 (Dua puluh delapan juta rupiah)." katanya.

Suhariyono menambahkan sebelumnya dilaksanakan kegiatan ini pihaknya sudah melakukan mufakat bersama antar desa yang digelar pada tanggal 09/11/2022 dengan persetujuan bersama dibuatnya bendungan darurat awir yang mana, sebelum juga pernah dilakukan pada awal tahun 2020 dan ini yang kedua kalinya.

"Untuk kegiatan ini diperkirakan pembuatan bendungan ini kurang lebih selama seminggu, dengan dijadwal setiap harinya setiap desa mengirimkan warga untuk bekerja bakti dari 6 Desa dengan personil 10 orang/desa, pagi 3 desa, siang 3 desa dan dibantu oleh TNI, POLRI, Kecamatan dan PSDA PROBOLLO." kata Suhariyono.
Diceritakan oleh Suhariyono bahwa pada musim musin tanam 1 yang seharusnya dimulai pada bulan November 2022 sampai dengan saat ini belum dapat dimulai sehingga estimasi kerugian yang di derita sebesar Rp. 31.612. 000.000 (tigapuluh satu miliyar enam ratus dua belas juta rupiah) Dengan perhitungan kerugian Perhektar adalah Sebesar  Rp. 28.000.000 (Dua puluh delapan juta rupiah).

Dari hal ini kita mempunyai alternatif lain untuk menyuplai air di saluran Di Kedunggupit Wetan adalah dengan menggunakan air dari sungai Kedunggupit melalui Bendungan Kedunggupit Wetan. Akan tetapi kondisi Bendungan Kedunggupit Wetan pada saat ini rusak/ambrol. 

Pada tahun 2020 warga 22(dua puluh dua) Desa Bergotong Royong dan berswadaya bersama dinas/instansi terkait membangun Bendungan darurat dari bambu dan sandbag berisi krokos/tanah untuk menaikkan air sungai Kedunggupit ke saluran Kedunggupit Wetan. dan kondisi saat ini sudah rusak kembali. 
Ditambahkan oleh camat Pituruh Ickbal Nugroho bahwa kegiatan kerjabakti bersama memasang bendungan dari kayu yang mana ini swadaya dari rekan-rekan kepala desa yang terdampak saluran Kedunggupitwetan.

"Kegiatan ini juga salah satu sinergitas instansi yang ada di kecamatan Pituruh, karena sudah beberapa kali mengusulkan untuk bendungan ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak belum adanya realisasinya. Dan pada tahun 2020 juga pernah dibuatkan bendungan darurat di bendungan kedunggupit wetan awir." ucapnya.

"Dengan adanya saluran ini warga sangat membutuhkan air untuk perairan persawahan, dari hal ini kita bergotongroyong membuat bendungan supaya persawahan dari desa terdampak dapat teraliri air dari sini." tambahnya.

"Melalui kegiatan ini kita berharap persawahan milik warga bisa teraliri, dan untuk kedepan kita berharap untuk mengusulkan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak untuk segera ditindaklanjuti untuk bendungan secara permanen sehingga persawahan milik warga dapat melakukan tanam. " imbuhnya.

Suhariyono berharap agar aliran air bisa mengalir ke irigasi kedunggupit sehingga kebutuhan air untuk pertanian bisa tercukupi, juga mengharapkan kepada BBWSO agar segera menindak lanjuti permohonan kami yg dari tahun 2020 dan sudah diusulkan kembali permohonan di tahun 2022 agar bisa segera dibangun bendung permanen di lokasi tersebut. "Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak jg menyangkut urusan perut dan sifatnya darurat mohon agar segera ada tindak lanjut untuk pembangunan bendung airnya." tutupnya

Iklan

×
Berita Terbaru Update