
Batik Dewa Lowano Tembus Pasar Nasional di Persit Bisa 2, Dari Booth Pameran Menuju Lonjakan Pesanan Online
JAKARTA – Penutupan ajang Persit Bisa 2 di Balai Kartini, Sabtu (9/5/2026), bukan sekadar akhir pameran bagi Batik Dewa Lowano. Bagi UMKM wastra asal Lowano ini, event nasional tersebut justru menjadi titik akselerasi bisnis menuju pasar yang lebih luas.
Di tengah padatnya ribuan pengunjung yang memadati Kartika Expo selama tiga hari, Booth 21 milik Ny. Dyah Suryo menjelma menjadi salah satu pusat perhatian. Produk batik warna alam dan ecoprint yang ditampilkan berhasil menarik minat pembeli dari berbagai kalangan, mulai pecinta batik tradisional hingga generasi muda.
Tak hanya mencatat penjualan langsung lebih dari Rp40 juta, Batik Dewa Lowano juga sukses membangun jaringan pasar baru melalui lonjakan pesanan digital pasca-pameran.
“Bukan hanya soal omzet selama pameran, tetapi setelah event ini pesanan online juga meningkat signifikan. Ini menjadi peluang besar untuk pengembangan usaha ke depan,” ungkap Ny. Dyah.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pameran UMKM modern tak lagi hanya mengandalkan transaksi di lokasi, melainkan menjadi sarana branding dan ekspansi pasar nasional.
Strategi promosi digital yang digencarkan sebelum acara terbukti efektif. Publikasi melalui media online, promosi visual, serta antusiasme pengunjung di media sosial turut memperkuat posisi Batik Dewa Lowano sebagai produk wastra unggulan.
Persit Bisa 2 sendiri menjadi ruang strategis bagi ratusan UMKM anggota Persit dari seluruh Indonesia untuk mengasah daya saing. Melalui konsep pameran yang dipadukan dengan festival budaya, pelaku usaha diberi kesempatan tidak hanya berjualan, tetapi juga memperluas jejaring usaha.
Bagi Batik Dewa Lowano, capaian ini menjadi bukti bahwa UMKM daerah mampu bersaing di panggung nasional ketika kualitas produk dipadukan dengan strategi pemasaran yang tepat.
Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga kapasitas produksi dan kualitas, seiring meningkatnya permintaan pasar. Dari sebuah booth pameran, Batik Dewa Lowano berhasil menegaskan diri sebagai salah satu contoh UMKM wastra yang sukses naik kelas. (PN)