Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

SPPG Sucen Jurutengah Tingkatkan Pengelolaan Limbah dengan IPAL Modern

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:00 WIB Last Updated 2026-05-08T03:00:00Z

SPPG Sucen Jurutengah Tingkatkan Pengelolaan Limbah dengan IPAL Modern

PURWOREJO — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sucen Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dengan memasang mesin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bio Deft MBG berkapasitas 3.000 liter.


Pemasangan IPAL tersebut dilakukan sejak Minggu (3/5/2026) dan kini mulai dioperasikan untuk mengolah limbah dapur agar lebih aman sebelum dialirkan ke lingkungan sekitar.


Kepala SPPG Sucen Jurutengah, Muhammad Hanif Hidayat, mengatakan penggunaan IPAL modern ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.


“Sebelumnya kami menggunakan bak kontrol biasa, namun kami ingin pengolahan limbah lebih optimal. Karena itu sekarang ditingkatkan menggunakan mesin IPAL agar limbah yang dihasilkan dapat diolah sesuai standar lingkungan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).


Menurut Hanif, pemilihan teknologi IPAL Bio Deft MBG dilakukan setelah mempertimbangkan efisiensi, kualitas sistem, hingga dukungan layanan teknis yang dinilai memadai.


SPPG Sucen sendiri mulai beroperasi sejak Oktober 2025 dan saat ini melayani sekitar 3.100 porsi makanan setiap hari. Penerima manfaat meliputi ribuan siswa dan guru, serta kelompok lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.


Selain menjalankan program pemenuhan gizi, SPPG juga turut memberdayakan masyarakat sekitar dengan melibatkan puluhan tenaga kerja lokal dalam operasional harian.


Teknisi pemasangan dari CV Mahakarya Dua Putra, Aris Munandar, menjelaskan bahwa sistem IPAL tersebut bekerja melalui beberapa tahapan pengolahan limbah.


“Awalnya limbah dipisahkan antara minyak dan air melalui grease trap. Setelah itu masuk ke bak ekualisasi yang berisi bakteri pengurai, kemudian dilanjutkan ke proses pengolahan akhir hingga air hasil olahan menjadi lebih bersih dan aman,” jelasnya.


Ia menambahkan, sistem IPAL Bio Deft MBG telah dilengkapi mekanisme otomatis, termasuk dalam proses pemberian bakteri pengurai sehingga lebih praktis dan efisien dalam pengoperasiannya.


Agar kinerja alat tetap optimal, perawatan rutin juga perlu dilakukan, seperti membersihkan sisa minyak dan makanan secara berkala serta menguras endapan dalam tangki.


Di Kabupaten Purworejo, SPPG Sucen Jurutengah menjadi lokasi pertama yang menggunakan teknologi IPAL jenis tersebut.


Langkah ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Ketua LSM Tamperak Jawa Tengah, Sumakmun, menilai penerapan IPAL di SPPG Sucen menjadi bentuk keseriusan dalam menjaga lingkungan sekaligus memenuhi standar pengelolaan limbah yang dianjurkan pemerintah.


“Ini langkah yang sangat baik dan layak diapresiasi. Pengelolaan limbahnya sudah lebih lengkap dan bisa menjadi contoh bagi SPPG lainnya,” katanya.


Dengan penerapan teknologi pengolahan limbah modern tersebut, SPPG Sucen Jurutengah diharapkan mampu mendukung program pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. (PN)

×
Berita Terbaru Update