Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Gagas LEPAS, DLHP Purworejo Ajak Masyarakat Kelola Sampah Menjadi Berkah

Jumat, 26 Juni 2026 | 06:07 WIB Last Updated 2026-06-25T23:07:23Z

Gagas LEPAS, DLHP Purworejo Ajak Masyarakat Kelola Sampah Menjadi Berkah

PURWOREJO – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Layanan Edukasi Pengelolaan Sampah (LEPAS) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Purworejo, Desa Jetis, Kecamatan Loano, Kamis (25/6/2026). Program ini menjadi salah satu inovasi DLHP dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan sampah organik yang bernilai ekonomi.


Kegiatan tersebut diikuti berbagai instansi lintas sektor, di antaranya DLHP, Dinkominfostasandi, Dindikbud, Dinkesda, DPPPAPMD, Dinsosdaldukkb, DINKUKMP, Dinporapar, serta sejumlah tokoh masyarakat.


Sekretaris DLHP Kabupaten Purworejo, Ir. Adjie Nur Hidajat, S.T., M.T., mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah saat ini bukan hanya pada aspek teknis, melainkan bagaimana membangun kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengelolaannya.


“Melalui inovasi LEPAS, kami berupaya menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap sampah. Kami ingin menunjukkan bahwa sampah, khususnya sampah organik, memiliki nilai manfaat dan dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi,” ujarnya.


Menurut Adjie, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya melalui kebiasaan memilah sampah di rumah maupun lingkungan kerja.


“TPA seharusnya menjadi pilihan terakhir dalam rantai pengelolaan sampah. Penanganan utama harus dilakukan dari hulu dengan membiasakan pemilahan dan pengolahan sampah sejak awal,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLHP Purworejo, Sigit Heru Waluyo, S.K.M., menjelaskan bahwa keterbatasan lahan dan anggaran pemerintah daerah menuntut adanya langkah inovatif untuk memperpanjang usia operasional TPA.


“Inovasi LEPAS menawarkan metode edukasi yang sederhana, murah, namun memiliki dampak besar. Setiap orang adalah penghasil sampah, sehingga setiap orang juga memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya. Sampah tidak boleh hanya ditumpuk, tetapi harus diolah agar memiliki nilai guna kembali,” jelasnya.


Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak melihat secara langsung kondisi TPA serta berbagai praktik pengelolaan sampah yang telah diterapkan. Mereka diperkenalkan pada proses pembuatan kompos, eco enzyme, pupuk organik cair (POC), resapan biopori, hingga budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengolahan sampah organik.


Melalui LEPAS, DLHP berharap tercipta sinergi antara pemerintah, sekolah, PKK, ibu rumah tangga, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang dimulai dari sumbernya, volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan sehingga residu dan dampak pencemaran lingkungan dapat diminimalkan.


Program ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mewujudkan budaya pengelolaan sampah yang lebih baik, sekaligus menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat.

×
Berita Terbaru Update