Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Image

Merti Jaladri Jatimalang 2026 Berlangsung Meriah, Wabup Purworejo Apresiasi Pelestarian Tradisi dan Dongkrak Wisata Pantai Dewaruci

Senin, 06 Juli 2026 | 20:08 WIB Last Updated 2026-07-06T13:08:29Z

Merti Jaladri Jatimalang 2026 Berlangsung Meriah, Wabup Purworejo Apresiasi Pelestarian Tradisi dan Dongkrak Wisata Pantai Dewaruci

PURWOREJO – Tradisi Merti Jaladri kembali digelar dengan meriah di kawasan Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Senin (6/7/2026). Tradisi tahunan yang telah berlangsung sekitar 25 tahun ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas limpahan rezeki sekaligus doa memohon keselamatan bagi para nelayan dan pelaku usaha di kawasan pantai.


Kepala Desa Jatimalang, Suwarto, menjelaskan bahwa Merti Jaladri merupakan agenda budaya yang rutin dilaksanakan setiap bulan Suro sebagai warisan leluhur yang terus dijaga oleh masyarakat.


"Kegiatan Merti Jaladri ini merupakan tradisi rutin tahunan yang kami laksanakan setiap bulan Suro. Adaptasi budaya ini sudah berjalan kurang lebih selama 25 tahun. Jaladri berarti laut, sedangkan merti berarti memperingati," ujarnya.


Menurut Suwarto, tradisi tersebut menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan usaha di kawasan pantai.


"Melalui kegiatan ini kami memohon agar hasil tangkapan nelayan maupun usaha masyarakat semakin baik, serta seluruh warga selalu diberikan keselamatan dalam bekerja, khususnya yang beraktivitas di Pantai Jatimalang," tambahnya.


Pada penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 80 tumpeng dikumpulkan dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kelompok nelayan, pemilik perahu, pedagang, perangkat RT, Pokdarwis, pemerintah kecamatan hingga dinas terkait.


Salah satu prosesi utama adalah larung tumpeng ke laut yang dilakukan menggunakan tumpeng milik Kelompok Nelayan Jati Mulyo. Berbeda dari yang lain, tumpeng tersebut berisi hasil bumi sebagai simbol timbal balik kepada alam.


"Kami sudah mengambil hasil dari laut, sehingga sebagai bentuk penghormatan kami melarung hasil bumi, bukan hasil laut. Sedangkan tumpeng yang diperebutkan masyarakat memiliki makna berbagi berkah dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," jelas Suwarto.


Rangkaian Merti Jaladri berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu hingga Senin. Berbagai kegiatan turut memeriahkan acara, di antaranya penampilan marching band, pameran UMKM, pembagian bibit tanaman, lomba anak-anak, pentas kreativitas pelajar SMP se-Kecamatan Purwodadi, hingga penutupan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.


Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, yang hadir dalam acara puncak menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Jatimalang dan seluruh masyarakat yang terus melestarikan budaya warisan leluhur.


"Kami mengapresiasi kegiatan tahunan ini sebagai upaya pemerintah desa bersama masyarakat dalam nguri-uri kebudayaan adiluhung yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur yang patut terus dilestarikan," katanya.


Selain menjaga tradisi, menurut Dion, Merti Jaladri juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata Kabupaten Purworejo, khususnya di kawasan Pantai Dewaruci.


"Rangkaian kegiatan selama tiga hari ini terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan. Ke depan, jika terus dikemas semakin baik setiap tahunnya, saya optimistis Merti Jaladri akan menjadi event budaya yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Purworejo," ujarnya.


Dion menegaskan Pemerintah Kabupaten Purworejo akan terus mendukung penyelenggaraan tradisi budaya seperti Merti Jaladri melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta organisasi perangkat daerah terkait.


"Yang memiliki hajat adalah desa, sedangkan pemerintah daerah hadir untuk mendukung dan berkolaborasi melalui berbagai program, termasuk promosi pariwisata. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan dari tahun ke tahun," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update