Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image

Berawal dari Bola Seadanya, Pemuda Asli Purworejo yang Kini Berdomisili di Kulon Progo Raih Medali Perak Kejurda III NPCI DIY 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:26 WIB Last Updated 2026-08-03T06:26:21Z

Berawal dari Bola Seadanya, Pemuda Asli Purworejo yang Kini Berdomisili di Kulon Progo Raih Medali Perak Kejurda III NPCI DIY 2026
YOGYAKARTA – Di balik raihan medali perak pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) III NPCI DIY 2026, tersimpan kisah perjuangan penuh semangat dari Tranggono Mustofa, pemuda asli Kabupaten Purworejo yang kini berdomisili di Kabupaten Kulon Progo.


Tranggono berhasil meraih Juara II cabang olahraga boccia setelah menjalani proses latihan yang tidak mudah. Bahkan, awal perjalanannya menekuni olahraga tersebut dimulai dengan fasilitas yang sangat terbatas.


Ia menceritakan, awal mengenal boccia berkat seorang rekannya yang merupakan mantan pengurus NPC Purworejo. Rekan tersebut mengikuti pelatihan pelatih boccia di NPC Jawa Tengah, kemudian mengajak Tranggono untuk belajar olahraga tersebut.


"Awalnya saya dikenalkan boccia oleh teman yang baru selesai mengikuti training pelatih. Waktu itu belum ada peralatan, jadi kami latihan menggunakan bola seadanya. Dari situ saya mulai tertarik menekuni boccia," ujar Tranggono.


Kesempatan untuk berkembang datang ketika seorang teman sesama penyandang disabilitas asal Purworejo mengajaknya bergabung dengan NPCI Kabupaten Kulon Progo. Temannya tersebut memilih cabang olahraga catur dan juga memutuskan pindah domisili ke Kulon Progo.


Melihat adanya pembinaan atlet yang lebih terarah, Tranggono akhirnya ikut pindah domisili ke Kulon Progo dan bergabung dengan NPCI Kulon Progo.


Ia kemudian mengikuti Program Pelatihan Jangka Pendek (PPJP) selama tiga bulan sebagai persiapan menghadapi Kejurda III NPCI DIY 2026. Dalam program tersebut, Tranggono menjalani latihan terprogram empat kali setiap pekan, yakni Selasa, Kamis, Jumat, dan Minggu.


Setiap sesi latihan berlangsung selama empat jam, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, sedangkan latihan hari Minggu dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.


Demi mengikuti latihan secara maksimal, Tranggono rela menginap di Kantor NPCI Kulon Progo setiap Kamis malam. Ia berangkat dari rumah pada Kamis siang, mengikuti latihan Kamis dan Jumat, kemudian kembali pulang pada Jumat sore. Rutinitas tersebut dijalaninya selama tiga bulan penuh.


"Alhamdulillah, perjuangan itu tidak mengkhianati hasil. Semua proses latihan yang saya jalani akhirnya terbayar dengan raihan medali perak," katanya.


Menurut Tranggono, Kejurda III NPCI DIY 2026 bukan hanya ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi mini event atau pemanasan menuju Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) DIY 2027, sekaligus menjadi ajang seleksi atlet untuk Pelatda B NPCI DIY sebagai persiapan menghadapi PEPARNAS 2028.


Ia menjelaskan, atlet yang berprestasi pada Kejurda berpeluang masuk Pelatda B, kemudian dapat promosi ke Pelatda A apabila mampu menunjukkan prestasi pada PEPARDA 2027.


Ke depan, Tranggono menargetkan mampu meraih medali emas pada PEPARDA 2027 agar bisa bergabung di Pelatda A dan mendapat kesempatan memperkuat Daerah Istimewa Yogyakarta pada ajang PEPARNAS 2028.


Tak hanya itu, Tranggono juga menyampaikan harapannya agar olahraga disabilitas di Kabupaten Purworejo semakin berkembang. Menurutnya, masih banyak potensi atlet yang bisa dibina apabila mendapat dukungan yang memadai.


"Saya juga punya harapan besar untuk NPC Purworejo. Semoga ke depan bisa memprogramkan pengadaan peralatan olahraga, melakukan pencarian calon atlet sejak dini, serta menyusun program latihan yang rutin dan terstruktur. Saya yakin Purworejo memiliki banyak atlet potensial yang bisa berprestasi jika mendapat pembinaan yang baik," ungkapnya.


Meski kini telah berdomisili dan membela Kabupaten Kulon Progo, Tranggono menegaskan dirinya tetap bangga sebagai pemuda asli Purworejo. Ia berharap kisah perjuangannya, yang berawal dari latihan menggunakan bola seadanya hingga berhasil berdiri di podium Kejurda DIY, dapat menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk terus berjuang meraih prestasi.

×
Berita Terbaru Update