Notification

×

Iklan

Space Iklan Pituruh News Image Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Space Iklan Pituruh News Image Image

Pituruh Mulai Terdampak Kekeringan, BPBD Purworejo Terima Pengajuan Droping Air

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17 WIB Last Updated 2026-08-13T05:17:07Z

Pituruh Mulai Terdampak Kekeringan, BPBD Purworejo Terima Pengajuan Droping Air
PURWOREJO,  – Dampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Purworejo terus mendapat penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hingga 12 Agustus 2026, sebanyak 370.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Purworejo, Muhammad Yuniarto, S.P., M.A.P., mengatakan bantuan tersebut disalurkan secara bertahap menggunakan 74 tangki air ke 10 desa yang tersebar di enam kecamatan.


Dari penyaluran tersebut, tercatat sebanyak 680 kepala keluarga atau 2.146 jiwa terdampak kekeringan telah menerima bantuan air bersih.


Distribusi terbanyak berada di Kecamatan Bagelen. BPBD telah mengirimkan 49 tangki atau sekitar 245.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan 222 KK atau 727 jiwa.


Kemudian Kecamatan Purworejo mendapat 10 tangki atau 50.000 liter untuk 160 KK atau 455 jiwa. Kecamatan Loano menerima enam tangki atau 30.000 liter bagi 30 KK atau 120 jiwa.


Sementara itu, Kecamatan Purwodadi mendapat empat tangki atau 20.000 liter untuk 125 KK atau 400 jiwa. Kecamatan Gebang menerima tiga tangki atau 15.000 liter untuk 30 KK atau 105 jiwa, sedangkan Kecamatan Ngombol mendapat dua tangki atau 10.000 liter untuk 113 KK atau 339 jiwa.


Sejumlah wilayah yang telah menerima bantuan antara lain Desa Somorejo, Tlogokotes dan Bapangsari di Kecamatan Bagelen; Desa Karangsari di Kecamatan Purwodadi; wilayah Kalitanjung dan Klandaran di Kecamatan Ngombol; Desa Sudimoro dan Sidomulyo di Kecamatan Purworejo; Dusun Tanuprayan di Kecamatan Loano; serta wilayah Kecamatan Gebang.


Yuniarto menyebut kebutuhan distribusi air bersih masih berpotensi meningkat. Hal itu menyusul adanya pengajuan bantuan dari sejumlah desa yang mulai mengalami kesulitan air.


Terbaru, permintaan droping air bersih datang dari Desa Kaligintung, Kecamatan Pituruh, dan Desa Donorati, Kecamatan Purworejo.


“Stok air bersih masih aman, namun kami tetap melihat perkembangan situasi ke depan,” ujar Yuniarto, Kamis (13/8/2026).


Untuk mendukung penanganan kekeringan, BPBD Purworejo saat ini masih memiliki persediaan air bersih sekitar 1.326 tangki.


Namun, proses distribusi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan armada dan personel BPBD. Selain itu, belum semua desa yang mengajukan bantuan memiliki tempat penampungan air yang memadai.


BPBD Purworejo memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.


“Kami terus berkomitmen memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan melalui pendistribusian secara bertahap dan tepat sasaran,” jelasnya.

×
Berita Terbaru Update