Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kaligintung. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

KALIGINTUNG, (pituruhnews.com) - Dukuh Kutoloyo, Desa Kaligintung mendapatkan bantuan dua buah torn penumpungan air dengan kapasitas 2000 liter dari Komunitas Cah Perantauan Purworejo.

Bantuan ini diberikan Polisi Desa Joko dan Sekdes Paidin pada Kamis, 11/10/2019. Bantuan langsung diberikan oleh Perwakilan CPP Andy Setyawan beserta dua rekan Ibnu Mubarok dan Maniso, dengan didampingi oleh Anggota Polsek Pituruh Kanit Intel Aiptu Wiratno.
PENYERAHAN SECARA SIMBOLIS
Dikatakan, Paidin bantuan ini awal mulanya Desa Kaligintung mengajukan proposal bantuan penampungan air bersih kepada BPBD bersama CPP (Cah Perantauan Purworejo) yang diprakasai oleh Andy Setyawan bersama rekannya dengan menggalang dana lewat komunitas dan atas rekomendasi BPBD untuk disalurkan ke Dukuh Kutoloyo, Desa Kaligintung.

Andy Setyawan, mengungkapkan bahwa sebelumnya memberikan bantuan di Desa Kaligintung, CPP juga memberikan bantuan torn ke daerah kekeringan di desa Hargorojo dan Tlogorejo.

"Saya berharap ini bisa memberikan motivasi warga, bahwa anak perantauan juga peduli kepada warga yang tinggal didesa, terutama didearah pegunungan dimusim kemarau yang setiap tahunnya kekurangan air, semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk warga desa Kaligintung,  " ucapnya Rabu, 16/10/2019.
Pendampingan Anggota Polsek Pituruh
Sementara itu, Kapolsek Pituruh Iptu Sapto Hadi, S.Pd, S.H.M.H melalui Kanit Intel Aiptu Wiratno mengatakan bahwa atas bantuan torn dari CPP ini bisa digunakan semestinya dan dirawat dengan baik supaya bisa bertahan lama.

"Atas perintah atasan pihak kepolisian menghimbau untuk lebih berhati-hati menyakapi musim kemarau dala membuat perapian lahan, untuk mengantipasi kebakaran hutan, lahan maupun perumahan, " pungkasnya.

Penulis : Luthfi

KALIGINTUNG, (pituruhnews.com) - Hujan di sertai angin kencang yang menguyur kecamatan Pituruh sejak pukul 15.30, mengakibatkan tanah di Desa Kaligintung. Sabtu, (02/03/2019).

Tanah longsor ini menimpa Paiman warga Dukuh Munggangsari Rt. 02/Rw.05, Desa Kaligintung, Kecamatan Pituruh. Tebing setinggi 15 meter ini longsor, dengan posisi longsor menggantung dari rumah korban. Kejadian kurang lebih pukul 16.00 WIB.

Dari kejadian ini kerugian ini mencapai kurang lebih 15 juta, dengan kerusakan pondasi rumah ambrol. Sementara korban beserta keluarga mengungsi kerumah tetangga.

Sudarno salah satu warga Desa Kaligintung menyampaikan, korban beserta keluarga merasa ikhlas dan tidak berharap lebih cuma mohon doa supaya setelah di benahi tidak terjadi lagi.

"Besok warga masyarakat akan mengadakan gotong royong untuk membersihkan longsor. Berharap agar warga selalu waspada terhadap bencana longsor," Ucapnya. (ltf)
Advertisement



PITURUH ( KoranPurworejo.com ) --BERTEMPAT di Masjid  Nurul Huda Desa Kaligintung, Kecamatan Pituruh,  Purworejo. Sedikitnya ada 22 anak Yatim yang tersebar di beberapa Dusun desa tersebut, menerima santunan. 
Pemberian santunan tersebut bersamaan dengan acara Isro Mi'roj Nabi besar Muhammad SAW yang diselenggarakan Minggu ( 15/4 ) Di Masjid Nurul Huda setempat.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Isro Mi'roj Puji Raharjo, membenarkan pada acara tersebut disisipkan pemberian santunan bagi anak yatim. 

Informasi yang dihimpun Wartawan KoranPurworejo.Com,  Hal tersebut diprakarsai Oleh  Nyono Warniatmojo (60) ketua ZIS. (Zakat Infak dan Sodakoh) pengurus yang membidangi santunan.

Kepada wartawan Nyono Warniatmojo menjelaskan. Dana awal bermula dikumpulkan dari titip kotak infak di warung warung. Strategi tersebut ternyata direspon warga dan  bisa jalan.
 Lalu ditambah  patungan anggota dibantu donatur dari warga kaligintung di perantauan.
 "Alhamdhulilah bisa terkumpul cukup lumayan " tandas Nyono.

" Kami pengelola Zakat Infak dan Sodakoh akhirnya bisa berbagi pada 22 anak yatim. Masing masing anak mendapat sepasang sepatu baru dan uang saku @ Rp. 75.000. 
Lalu secara pribadi Kades Dan Sekdes juga ikut nyantuni nominalnya saya tidak tau karena itu pribadi saya tidak wajib tau Mas " ungkapnya.

Kades Kaligintung, Djemono , menjelaskan, pihaknya sangat menyambut positif atas  ide dan gagasan dari Pak Nyono selaku pengelola Zakat Infak dan Sodakoh.  " Kami selaku pemerintahan desa, sangat mendukung dan sangat menyambut positif atas program tersebut " ungkapnya.
Sementara, Nyono menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membatu.  "Semoga menjadi amal yang diberkahi Allah " pintanya. ( SuTa ).


Sumber : KoranPurworejo.com



Pituruh
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPurworejo
Pemerintahan
 • Camat Ibu Siti Choeriya,STP,MM
Luas71 km²
Jumlah penduduk52.089 (tahun 2000)[1]
Kepadatan732 jiwa/km²
Desa/kelurahan49



Pituruh adalah sebuah kecamatan di Kabupaten PurworejoProvinsi Jawa TengahIndonesia. Kecamatan Pituruh berada disebelah barat dari wilayah Kabupaten Purworejo yang berbatasan langsung dengan dua kabupaten sekaligus yakni Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo. Jarak Kecamatan Pituruh dengan pusat Kabupaten Purworejo sekitar 24 kilometer melalui Kutoarjo. Luas wilayah Kecamatan Pituruh yakni 71 km² yang terbagi menjadi 49 Desa. Jumlah penduduk Kecamatan Pituruh hingga Tahun 2000 sebanyak 52.089 Jiwa dengan kepdatan penduduk 732 jiwa/km². Pusat pemerintahan Kecamatan Pituruh terletak di Desa Pituruh.

Desa/kelurahan

Batas-batas Wilayah

  1. Sebelah Barat : Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo
  2. Sebelah Timur : Kecamatan Bruno dan Kecamatan Kemiri
  3. Sebelah Utara : Kabupaten Wonosobo
  4. Sebelah Selatan : Kabupaten Kebumen dan Kecamatan Butuh

Geografi

Wilayah Kecamatan Pituruh secara umum terdiri dari dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian sekira 10-1.000 meter diatas permukaan air laut (Mdpl). Wilayah utara Kecamatan Pituruh yang berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo berupa perbukitan hingga pegunungan dengan titik tertinggi berada di Gunung Rawacacing (1.035 Mdpl) yang masuk wilayah Desa Pamriyan. Gunung-gunung lainnya diantaranya Gunung Pacet (840 m), Gunung Kembang (716 m) dan Gunung Bawuk (709 m). Sedangkan disebelah selatan berupa dataran rendah. Kecamatan Pituruh yang beriklim tropis dengan dua musim dalam satu tahunnya yaitu musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara 22 - 33 derajat Celcius. Sejumlah sungai yang melintasi Kecamatan Pituruh seperti Sungai Kedunggupit, Sungai Lesung, Sungai Kaligintung dan Sungai Sawangan.

Penduduk

Sebagian besar penduduk Kecamatan Pituruh berprofesi sebagai petani, buruh tani, Ibu Rumah Tangga, Wiraswasta dan PNS. Umumnya penduduk usia produktif pergi merantaau atau bersekolah ke kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek), Kota BandungKota SemarangKota SurabayaKota YogyakartaKota SurakartaPurwokerto dan sejumlah kota besar di luar pulau seperti SumateraBali, dan Kalimantan. Mayoritas penduduk Kecamatan Kemiri beragama islam. Jenjang pendidikan yang dicapai penduduk di wilayah ini adalah hingga Universitas meski sebagiaan besar tamatan Sekolah menengah pertama.

Sekolah

  • Tingkat TK
  1. Sekolah Taman Kanak-kanak berada hampir di setiap desa dengan jumlah maksimal terdapat 3 TK disetiap desanya.
  • Tingkat SD
  1. Sekolah setara sekolah dasar (SD) negeri berada disetiap desa. Desa yang memiliki lebih dari satu SD berada di Desa Prapag Lor, dan Desa Kaligintung.
  • Tingkat SLTP
  1. SMPN 20 Purworejo
  2. SMPN 40 Purworejo
  3. SMP PGRI Pituruh
  4. SMP PMB Pituruh
  5. SMP Muhammadiyah Pituruh
  • Tingkat SLTA
  1. SMAN 10 Purworejo
  2. SMA Muhammadiyah Pituruh
  3. SMK Patriot Pituruh

Sarana dan Prasarana

Kecamatan Pituruh dilintasi jalan Kabupaten yang menghubungkan beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo diantaranya ruas Pituruh - Kemiri yang juga menyambung ke ruas jalan provinsi Kabupaten Kebumen - Kabupaten Wonosobo dibagian barat maupun dengan ruas jalan penghubung Kutoarjo - Kecamatan Bruno - Kabupaten Wonosobo. Selain itu terdapat ruas Pituruh - Kecamatan Butuh yang melintasi jalan nasional Pulau Jawa. Sarana dan Prasarana pendukung lainnya baik formal maupun informal diantaranya:
  • Masjid
  • Mushola/ Langgar
  • Gereja
  • Puskesmas
  • Polsek
  • Koramil
  • Bank
  • Minimarket
  • Pasar Tradisonal
  1. Pasar Pituruh di Desa Pituruh
  2. Pasar Dlisen di Desa Dlisen Wetan
  3. Pasar Brengkol di Desa Brengkol
  4. Pasar Prapag di Desa Prapag Kidul
  5. Pasar Kenthu di Desa Kalikotes
  6. Pasar Wonoyoso di Desa Wonoyoso

Potensi

Kecamatan Pituruh memiliki banyak potensi mulai dari agribisnis meliputi pertanian dan peternakan maupun potensi pariwisata. Bahkan untuk menampung potensi dari berbagai wilayah di Kecamatan Pituruh digelar acara Pituruh Expo setiap tahunnya dan menjadi icon Kecamatan Pituruh. Dari sektor Pariwisata wilayah ini memiliki sejumlah potensi wisata diantaranya:
  1. Gunung Kembang di Desa Somogede[2]
  2. Air Terjun Pendowo di Desa Somogede
  3. Gua Gong di Desa Kesawen[3]
  4. Desa Wisata Pamriyan di Desa Pamriyan
  5. Gua Pencuk Peninggalan Ir. Soekarno di Desa Ngandangan
  6. Curug Putren di Kaligintung

Sumber : id.wikipedia.org


Kaligintung - Rabu,18/10/2017 pukul 09.00 wib di Balai Desa Kaligintung telah dilaksanakan acara pengambilan sumpah dan pelantikan Sekretaris Desa terpilih oleh bapak Kepala Desa PJ. Nyatirun kepada bapak Paidin dengan di dahului menyanyikan lagu Indonesia terbaru dengan hikmat yang di hadiri oleh Camat bapak Drs.Sigit Setyabudi.MM,Waka Polsek Iptu Harri Isworo,SH,Kanit Sabhara Aiptu Maniso,Kasi Humas Aiptu Sugiyanto dan 100 orang undangan warga masyarakat dari unsur seluruh perangkat Desa dari ketua RT,ketua RW ,Tokoh Masyarakat,Tokoh Pemuda dan Tokoh Agama ,ibu ibu PKK Desa Kaligintung Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo.
Sambutan tunggal Camat bapak Drs.Sigit Setyabudi.MM menyampaikan ucapan selamat dan segera menyesuaikan diri dengan perangkat lain dan segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab selaku sekretaris Desa yang diantaranya mengelola dana yang tidak sedikit dan perlu di pertanggung jawabkan karena uang negara sedikitpun harus ada bukti secara tertulis.
Kanit Sabhara Aiptu Maniso dan 2 anggota melaksanakan pengamanan jalanya acara antisipasi gangguan Kamtibmas

Sumber : tribratanewspurworejo.com

Pituruh - Senin,18/09/2017 pukul 10.00 wib dengan terjadinya pemukulan pemuda antara sdr Radit Setiawan dan Andi bin Sariatun warga Desa Kaligintung dengan Sdr Nur Indarwati dan Slamet Hidayat bin Darmin pemuda warga Desa Erorejo Kecamatan Wadas Lintang Kabupaten Wonosobo yang mengakibatkan luka luka , kejadian pada hari Rabu September 2017 sekitar pukul 23.30 wib saat malam hiburan dalam rangka pernikahan di Desa Kaligondang Kecamatan Pituruh kepada kedua warga Desa memediasi di Mapolsek Pituruh yang masing masing di pertemukan dan yang wakili oleh kedua orang tua nya sehingga di buat surat kesepakatan bersama yang menyatakan masing masing menerima tidak akan mengulangi dan saling memaafkan surat kesepakatan di tanda tangani kedua belah pihak dan di saksikan oleh kepala Desa Kaligintung bapak Yatirun.
Kanit Reskrim Aiptu Setiyono,SH menyampaikan bahwa setelah di sepakati dan di selesaikan dengan kekeluargaan jangan lagi ada dendam yang akan menjadi permasalahan baru,Kepala Desa Kaligintung mengucapan ribuan terima kasih kepada Polsek Pituruh yang dapat menyelesaikan perselisihan ini tidak meluas dan warga masyarakatnya merasa puas ,adem dan situasi menjadi kondusif.
Humas Pituruh


BRENGKOL, (pituruhnews.com) - Musim kemarau panjang tahun ini, sejumlah daerah di Kabupaten Purworejo mulai dilanda kekeringan. Sedikitnya 68 desa di 11 Kecamatan Kabupaten Purworejo tercatat telah mulai kesulitan akses air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo, Sutrisno mengungkapkan, musibah kekeringan mulai dirasakan sejumlah desa sejak beberapa pekan terakhir kemarin.

"Musim kemarau yang terus melanda membuat beberapa desa yang sebelumnya tidak mengalami kekeringan mulai merasakan dampak kekeringan, " ucapnya Kamis, (04/07) siang.

Total dikecamatan Pituruh yang mengalami kekeringan ada 4 desa yaitu Desa Brengkol, Kaligintung, Polowangi, Kedungbatur. Desa Brengkol ada 5 titik yaitu 3 dukuh dan 2 dusun.

Perangkat Desa Brengkol Kudrat mengatakan, selama ini warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Karena medan dan lokasi untuk pendapatkan air terkendala di lingkungan pegunungan.

"Karena mata air di daerah brengkol ini sudah mulai kering, maka warga membutuhkan sumber mata air yang bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, masak dan mandi, " ucapnya.

Sampai hari kemarin ada 4 desa yang di droping air, yaitu Desa Brengkol 6 tanki, Kedungbatur 4 tanki, Kaligintung 2 tanki, dan untuk hari ini ada dua desa Kaligintung, Polowangi, jadwal droping air seminggu 2-3 kali sesuai kebutuhan tiap-tiap desa, setiap drop satu tanki berisi 2000 liter. " tutupnya. (ltf)

Foto salah satu warg (riki)
KEMBANGKUNING, (pituruhnews.com) -  Nasib naas menimpa Nur Pramuja Cahyono (20) warga Desa Kaligintung, Kecamatan Pituruh mengalami kecelakaan di Jalan Pituruh-Brengkol, tepatnya tikungan Desa Kembangkuning, Rabu, 05/06/2019 pukul 04.00 WIB pagi.

Kecelakaan ini antara motor Suzuki FU nopol B 3965 SMW yang dikendarai Alam Septian (18) warga Desa Kaligintung, Kecamatan Pituruh berboncengan dengan Nur Pramuja Cahyono (20) warga Desa Kaligintung, Kecamatan Pituruh bertabrakan dengan KBM Nissan Terrano B 8805 ZS yang dikemudikan Rudianto warga desa Pejengkolan Rt/RW 02/01, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen.
Korban dibawa mobil Polisi
Menurut keterangan saksi motor yang dikendarai Alam Septian dari arah timur menuju arah barat, tepatnya ditikungan desa Kembangkuning. Sedangkan mobil yang dikemudikan oleh Rudianto melaju dari arah barat menuju ke arah timur, diduga tidak mengetahui medan, pengendara mengalami oleng dan bertabrakan dengan mobil dari arah barat.

Akibat kejadian tersebut Nur Pramuja Cahyono korban kecelakaan meninggal ditempat, namun Alam Septian yang mengendarai sepeda motor mengalami patah tulang kaki dan tangan.

Rudianto pengemudi mobil mengatakan, kejadian ini posisi rudianto sudah berada dijalur kiri sesuai lajunya dan mendengar bahwa ada suara motor keras sekali.

"Saya sudah menyalakan lampu peringatan sebanyak tiga kali, namun kondisi motor yang melaju kencang  hingga keluar dari batas jalur pengemudi motor  mengakibatkan kecelakaanpun tak bisa di hindari, " ujarnya.
Korban pada saat dievakuasi warga
Korban kecelakaan langsung dibawa ke Puskesmas Pituruh, pemakaman korban meninggal akan diserahkan kepada pihak keluarga, kejadian ini langsung ditangani oleh Polsek Pituruh dan langsung diteruskan Unit Laka Lantas Polres Purworejo. 

Jalur ditikungan ada garis putih yang tidak putus putus, sesuai peraturan emang tidak boleh menyalip. Dan saya melihat motor ini melaju dalam keadaan makan jalan, " tutupnya. (pr)

Tradisi dikecamatan Pituruh memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW / Foto Pur
PITURUH, (pituruhnews.com) -- Bulan November disambut dengan penuh suka cita oleh masyarakat yang beragama islam. Bagaimana tidak, di bulan ini bertepatan dengan bulan Maulud yang merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.  Berbagai tradisi untuk memperingati maulid ini digelar di berbagai tempat khususnya masyarakat di Kecamatan Pituruh. Selasa (20/11) bertepatan dengan tanggal 12 rabiul awal (kalender jawa) dan mulud (kalender hijriah)  masyarakat di desa-desa kecamatan Pituruh mengadakan tradisi rolasan.
Panggang menggunakan "Sapitan" / Foto bay
Tradisi ini sudah berlangsung selama berabad-abad. Biasanya dilaksanakan pada tanggal 12 mulud namun ada juga yang dilaksanakan satu hari sebelumnya.  Dalam tradisi ini warga berkumpul di balai desa namun ada juga bertempat di rumah masing- masing kepala dusun untuk kenduren. Setiap desa mempunyai keunikan masing-masing dalam kelengkapan isian untuk kenduren.  Umumnya isian untuk kenduren meliputi nasi, jenang merah, ketan putih, pisang ambon, dan ayam panggang. Namun ada juga beberapa desa yang isinya lebih lengkap  dengan ditambahkan aneka kerupuk/opak, acar/lalaban, brongkos/osengan mie. Ada yang dimasukan ke dalam "tenong" ataupun cepon (tempat nasi yang terbuat dari bambu). Untuk masakan ayamnya pun berbeda ada yang menggunakan ayam panggang ada pula yang menggunakan "sapitan" (ayam dipotong jadi 12 bagian kemudian digoreng dan dijepit menggunakan bambu). Ayam yang digunakan dalam tradisi ini biasanya menggunakan ayam kampung. 
Tradisi Panggangan di Megulunglor / Foto Luthfi
Namun ada yang berbeda di desa Kaligintung dan Somogede, tradisi ini tidak dilaksanakan pada tanggal 12 rabiul awal kemarin namun baru dilaksanakan hari ini, Kamis (22/11). Jika di daerah lain peringatan maulid nabi identik dengan menggunakan ayam panggang, di desa ini justru menggunakan makanan khas desa setempat yang telah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang yaitu "bendol". Bendol merupakan olahan makanan yang terbuat dari dari pisang, singkong, parutan kelapa muda, garam dan gula jawa yang dicampur dan dibentuk menjadi bulatan yang kemudian digoreng. Sebagai pelengkapnya tidak berbeda dengan desa lain hanya ditambah pisang biasa selain pisang ambon dan dimasukan cepon.
Tradisi di Kaligintung Bendul / Foto Bay
Setelah warga berkumpul kemudian ada sebagian yang diambil untuk dikirimkan ke perangkat desa setempat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan  atau asung beksi (dalam bahasa jawa) terhadap perangkat desa tersebut. Biasanya diambilkan dari cepon yang isinya lebih bagus atau ada juga yang digilir setiap tahunnya. Selanjutnya cepon yang isinya tersebut akan diganti dengan urunan dari setiap cepon yang dibawa oleh warga. Biasanya diambilkan bagian paha atas dari ayam panggang warga  lain. Khusus untuk bendol, warga sudah menyiapkan 2 wadah bendol yang memang salah satunya untuk dikumpullan menjadi satu dengan milik warga lainnya.
Tradisi dengan menggunkan "Tenong" / Foto Bay
Acara ini selain sebagai bentuk nguri-nguri  tradisi juga sebagai sarana menyambung silahturahmi antar warga agar warga semakin guyub rukun. Tradisi ini terus dilaksanakan agar tidak terlupakan sehingga akan tetap terjaga dan lestari.
Bendul Tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Kaligintung / Foto Bay
Penulis : Bay, Ltf, 
Reporter : Mas Pur

 
 

PITURUH, Komunitas Peduli Sungai (KPS) Tirta Jaya Purworejo, Minggu (19/11) melakukan penanaman pohon pala di Dukuh Munggangsari, Desa Kaligintung, Kecamatan Pituruh. Bibit pala sebanyak 100 Batang itu merupakan sumbangan dari Kuswari, SE.
Menurut Kuswari, Dukuh Munggangsari adalah wilayah tertinggi di Desa Kaligintung yang kini mulai gundul. Untuk penyerapan air perlu ditanami tanaman keras  namun berbuah dan laku dijual. Lokasi penanaman berada di atas hulu Sungai Gebang.
"Penanaman 100 batah pohon pala tersebut diharapkan bisa menjadi pemantik bagi warga desa untuk turut menanam pohon di daerah hulu sungai,"katanya.
Pengurus KPS Tirta Jaya, Gunadi Suprapto menjelaskan pihaknya akan terus melakukan penanaman pohon terutama di daerah hulu. Hal itu supaya ekosistem sungai terjaga, dan mencegah banjir di bagian hilir.
Disamping itu pihaknya juga memonitor melakukan pengerukan sungai di Dukuh Sidengklok, Desa Kaligintung karena laju airnya menggerus jalan dan jembatan. 
Untuk diketahui, KPS Tirta Jsya Purworejo adalah komutas mitra pemerintah yang pertama kali ada di Purworejo. Beberapa hari lalu komunitas itu diundang ke Kongres Sungai Indonesia Ke-3 di Banjarmasin. (STS)

Advertisement
Diberdayakan oleh Blogger.