Notification

×

Iklan

Desa Dlisen Wetan, Dikunjungi Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI di Kelompok Tani “Tani Maju”

Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:56 WIB Last Updated 2021-10-14T01:57:58Z
DLISENWETAN, (pituruhnews.com) - Kunjungan Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI DR. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM di Kelompok Tani “Tani Maju” Desa Dlisen Wetan Kecamatan Pituruh, Selasa (12/10/2021). Dalam rangka monev dan panen raya kacang hijau di wilayah Kecamatan Pituruh, khususnya di Desa Dlisen Wetan dengan program kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP) kacang hijau ini merupakan program penangkaran yang berbasis korporasi dengan varietas Vima-1 yang bekerjasama dengan CV. PB Utama Desa Megulunglor. Turut hadir mendampingi Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI diantaranya Kepala DPPKP Kabupaten Purworejo Wasit Diono S.Sos, Camat Pituruh Bangun Erlangga Ibrahim, S.STP.,M.M, Direktur CV. PB Utama Hamdan Wibowo, Koordinator PPL BPP Kecamatan Pituruh Saryono, SP, beberapa Kepala Desa Palang Gedang, Ketua Gapoktan Akur Tani Sugiyono dan para Ketua Kelompok Tani Desa Dlisen Wetan. 
Dalam Laporan kegiatan penyelenggara Oleh Kepala Desa Dlisen Wetan Maryono dikatakan “bahwa sebelumnya petani di Desa Dlisen Wetan ini hanya mampu mendapatkan 200 juta per panen dengan lahan basah seluas kurang lebih 49 ha. Akan tetapi dengan pengelolaan yang lebih baik ternyata hasilnya juga lebih baik dengan provitas mencapai 1,7 - 1,8 per ha untuk tahun ini Alhamdulillah para petani Desa Dlisen Wetan mampu meraih pendapatan hasil panen kacang hiaju mencapai 1,4 miliar. Itu semua berkat bantuan benih program Kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP) kacang hijau yang berbasis korporasi TA 2021 serta dukungan penuh dari Kepala DPPKP Kabupaten Purworejo Bapak Wasit Diono SSos, juga koordinator BPP dan PPL Kecamatan Pituruh yang tidak kenal lelah dalam memberikan support dan dukungan kepada kami sehingga para petani Desa Dlisen Wetan menjadi lebih giat dalam pengelolaan tanaman kacang hijau yang sebelumnya setelah tanam dibiarkan saja sampai panen akan tetapi sekarang para petani lebih giat dalam pengelolaan tanaman kacang hijau ini mulai dari pemupukan, penyiangan sampai dengan penyemprotan untuk pengendalian hama dan penyakit”. 

Dikatakan oleh Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI DR. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM dalam sambutan dan arahannya “Kacang hijau merupakan salah satu komoditi bidang tanaman pangan yang saat ini orientasinya sudah mulai ekspor, manakala pasar ekspor sudah mulai dibuka maka artinya pasar tidak hanya stagnan di pasar domestik saja. Hal ini yang harus dimanfaatkan betul oleh para petani kita artinya kita harus optimis bahwa pengembangan kacang hijau ini mempunyai prospek atau  peluang yang sangat terbuka karena pasar sudah mulai terbuka, artinya kacang hijau ini di domestik laku dan di luar juga laku. Maka dari itu kontinuitas dari persiapan lahan, benih dan budidaya harus diatur sedemikian rupa sehinga pasar itu jangan sampai hilang bagaimana industri ini wajib dibangun mulai dari hulu sampai ke hilir, dibagian hulunya atau pemerintahannya harus dibangun dengan baik, apabila berhasil tentunya akan menjadi swasembada benih di Kabupaten Purworejo ini. Karena bantuan ini bersifat stimulant diharapkan Pak Kadin dan temen-temen bisa membuat skema pembiayaan tidak lagi tergantung kepada bantuan pemerintah akan tetapi kita bisa memanfaatkan KUR. Kemudian juga ada program budidaya tanaman sehat .yang pada intinya adalah bagaimana kita memperbaiki tanah kemudian kita memilih varietas benih yang tahan terhadap penyakit kemudian bisa digunakan agen hayati dan pestisida nabati untuk melaksanakan kegiatan pertanian dengan baik sehingga produktifitas akan meningkat. karena apabila kualitas tanah meningkat nantinya provitas juga akan meningkat.  Apabila kita tidak dapat memperbaiki kualitas tanah tentunya provitas akan turun dan biaya produktifitas akan meningkat dan petani menjadi rugi”.

Selain itu ia juga berpesan kepada penyuluh pertanian bahwa ”Program Peningkatan Produksi Pangan (P4) yang untuk memberdayakan petani dalam menghasilkan agen hayati dan pestisida nabati untuk mengendalikan hama merupakan terobosan yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok tani dalam mengamankan panen padi maupun kacang hijau melalui penerapan pupuk berimbang. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan dengan kawalan oleh penyuluh pertanian ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi maupun kacang hijau. Jelasnya.

Kontributor : Humas Pemdes Dlisenwetan

Iklan

×
Berita Terbaru Update