![]() |
| Pemkab Purworejo Dorong Tata Kelola Masjid Profesional melalui Inovasi “Lingkar Ihsan” |
Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Purworejo, Nur Huda, S.STP., M.IP., mengatakan penguatan kapasitas takmir tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga menyangkut poin-poin manajemen dan tata kelola pengelolaan masjid. Menurutnya, pengurus perlu memahami bagaimana mengelola rumah ibadah secara tertib, profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
“Yang kita dorong adalah bagaimana pengelolaan masjid bisa semakin baik, mulai dari manajemen, pelayanan kepada jamaah, sampai bagaimana masjid mampu memberikan nilai manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Nur Huda kepada wartawan Pituruh News, 23/09/2029.
Ia menambahkan, salah satu hal yang perlu dikembangkan adalah optimalisasi nilai manfaat Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Potensi ZIS yang ada di lingkungan masjid diharapkan tidak hanya berhenti pada penghimpunan, tetapi dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sehingga memberikan dampak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, melalui kegiatan peningkatan kapasitas tersebut, para pengurus diharapkan semakin memahami ruang lingkup tugas dan tanggung jawab takmir masjid maupun musala. Dengan pemahaman yang baik, pengurus dapat mengoptimalkan fungsi rumah ibadah sebagai pusat ibadah sekaligus pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan generasi muda.
“Harapannya, muncul semangat bersama untuk memakmurkan masjid dan menjadikan lingkungan masjid semakin hidup dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Nur Huda menyampaikan bahwa pelaksanaan inovasi Lingkar Ihsan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, program difokuskan pada lingkungan umat Islam melalui penguatan kapasitas pengurus masjid dan musala. Ke depan, konsep penguatan kapasitas dan pemberdayaan rumah ibadah tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara lebih luas dengan menjangkau rumah-rumah ibadah dari berbagai agama di Kabupaten Purworejo.
“Ini kita lakukan bertahap. Saat ini fokus pada masjid dan musala, dan ke depan harapannya dapat dikembangkan untuk semua agama, sehingga semangat pengelolaan rumah ibadah yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat bisa dirasakan secara luas,” pungkas Nur Huda.
