Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kalikotes. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

KALIKOTES, (pituruhnews.com) - Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, 40 anggota PKK Desa Kalikotes mengikuti pelatihan Membatik selama dua hari, hari Kamis, 26/12/2019 dan Jum'at, 27/12/2019.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kalikotes, dengan mengundang narasumber Dyah Wahyu Ristyani, S.Pd pemilik Batik Dewa kesambi Loano.
pelatihan membatik
Kepala Desa Kalikotes Sabar, melalui Sekretaris Desa Kalikotes Rr Sri Wahyu mulyaningsih,S.Pd mengatakan bahwa dengan diselenggarakan pelatihan membatik ini bisa untum meningkatkan sumber daya manusia warga desa Kalikotes khususnya.

"Ibu-ibu pkk yang mengikuti pelatihan ini sangat senang, karena pelatiahan bisa untuk menambah wawasan ketrampilan ibu-ibu PKK, semoga usai pelatihan ini, bisa diterapkan dan dilanjutkan agar nantinya bisa menambah ekonomi," ucapnya.

"Sebenanya pelatihan diselenggarakan hanya satu hari, karena proses membatik cukup sulit, akhirnya pemdes jadwal pelatihan ditambah menjadi dua hari, " imbuhnya.
proses penjemuran
Diungkapkan, Dyah Wahyu Ristyani, S.Pd narasumber pelatihan membatik bahwa antusiasme peserta yang mengikuti pelatihan membatik sangat tinggi yang bertujuan untuk mengembangkan desanya menjadi desa yang maju.

"Pelatihan ini bisa untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan. Melalui pelatihan pemerintah juga bisa mencanangkan untuk mendirikan sebuah gerai yang bisa digunakan untuki display produk batiknya." Ucapnya.
foto bersama
"Karena peserta membatik ini sangat antusias dalam bertanya materi, mereka juga berkeinginan ke workshop Batik Dewa kesambi Loano untuk mendapatkan pendalaman materi, " katanya.

"Karena waktu sangat terbatas, saya cuma sekilas memberikan materi membatik dan langsung praktik, mulai dari mola, nyanthing, nyolet, nutup, ngelir, nglorot dan menjemur. " pungkasnya.

Penulis : Luthfi

MEGULUNGLOR, (pituruhnews.com)Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami yang digelar oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam Kecamatan Pituruh Pada Kamis, 12/09/2019.

Kategori yang diperlombakan antara lain lomba cerdas cermat, sholat, adzan, hifzil, tilawah, khat, kaligrafi, khitabah dan macapat. Lomba ini juga menampilkan kesenian rebana dari SD Kembangkuning.

Ketua Panitia Kelompok Kerja Guru (KKG) Slamet Fachruri, S.Pd.I pada saat ditemui crew pituruhnews.com, Sabtu, 14/09/2019 mengatakan bahwa dengan diadakannya lomba mapsi ini, bisa meningkatkan kemampuan guru dan siswa.

Slamet menambahkan lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami tahun 2019 ini berbeda denga tahun sebelumnya, perbedaannya yaitu pada  lomba PAI dan BTQ dikerjakan secara online dengan menggunakan laptop.
Penampilan rebana SD Kembangkuning
Lomba ini dibuka langsung oleh Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan Pituruh Kusbandono S.Pd.MM.Pd. Bertempat di Serambi Masjid At-Tauhid Desa Prapagkidul, Kecamatan Pituruh.

Dalam sambutannya Kusbandono S.Pd.MM.Pd mengatakan bahwa sangat mengapresiasi atas diadakannya lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami ini.

"Dengan diadakanya lomba ini bisa memberikan dampak positif terutama bisa mencetak generasi yang berprestasi dan religius, " katanya.

Dari beberapa peserta yang mengikuti lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami, pemenang untuk beberapa kategori yaitu untuk kategori putra lomba cerdas cermat dimenangkan oleh SD Luwenglor, Wonoyoso, Kendalrejo, sholat dimenangkan Luwenglor, Prapaglor 1, Tasikmadu, Adzan dimenangkan Kendalrejo, Blekatuk, Girigondo,  hifzil dimenangkan Tasikmadu, Kendalrejo, Megulunglor, tilawah dimenangkan Prapaglor 1, Tapen, Kalikotes, Khat dimenangkan Kalikotes, Pituruh, Luwenglor, kaligrafi dimenangkan  Girigondo, Prapaglor 1, Sikambang, khitabah dimenangkan oleh Prigelan, Kalikotes, Sumber dan macapat dimenangkan Kaligintung 2, Pituruh, SD Sigenuk.
Peserta Lomba
Sedangkan kategori putri lomba cerdas cermat dimenangkan oleh SD Somogede, Sikambang, Ngandagan, salat Megulunglor, Sutogaten, Pekacangan, hifdzil SD Luwenglor, Megulunglor, Tersidilor, tilawah Kalikotes, Sikambang, Kendalrejo, khat Prapaglor 2, Luwenglor, Kalikotes, kaligrafi Kalikotes, Tersidilor, Pekacangan, khitabah Megulunglor, Prigelan, Kalikotes dan macapat SD Megulunglor, Sikambang, Prigelan.

"Untuk peserta yang mendapatkan prestasi juara, rencananya pada tanggal 05 Oktober 2019 akan mewakili kecamatan ditingkat kabupaten, " pungkasnya.
Advertisement




KALIKOTES, (pituruhnews.com) Menyambut Tahun Islam, 1 Muharram 1440 H. Majlis Ta'lim Miftahul Huda menyelenggarakan santunan anak yatim, yang dana santunan tersebut berasal dari Paguyuban Warga Perantauan Desa Kalikotes yang tergabung dalam wadah Keluarga Kalikotes (Kekal), Selasa (11/09/2018).

Santunan anak yatim pada tahun ini merupakan yang ke-22. Dengan mengundang puluhan anak yatim di sejumlah desa di Kecamatan Pituruh menerima santunan berupa uang. Penyerahan santunan dilaksanakan bersamaan dengan pengajian majlis taklim Miftahul Huda yang digelar Desa Kalikotes. Santunan anak yatim tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setahun sekali dalam rangka menyambut tahun baru hijriyah.

Cikal bakal terbentuknya santunan anak yatim ini, yaitu pada tahun 1996 bapak Kyai Muhthohar Hasan awalnya mendirikan Santunan di Majlis Ta'lim dan pada acara peringatan tahun baru Islam, dengan diadakan santunan anak yatim yang awalnya hanya satu anak.


Dalam acara santunan ini hadir Forkompimca (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan), yaitu Camat Pituruh yang diwakilkan oleh Sankan Rahayu, S.Sos, Kapolsek Pituruh yang diwakilkan oleh Aiptu Ngadino, Danramil/09 Pituruh Kapten Infantri Ariyadi, Akhmad Ngafifurrohman, S.Pd.I anggota DPRD Kabupaten Purworejo, dan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat serta perwakilan warga perantauan Kekal.

Pengajian umum dalam rangka memyambut tahun baru islam 1440 H, dengan penceramah oleh Ibu Nyai Hj. Nur Kholisoh Ahmad Abdul Haq dari Purworejo, dan dimeriahkan hadroh SMA N 10 Purworejo.


H Rajiyo sesepuh dari Kekal,  mengungkapkan seiring perkembangan teknologi serta maraknya media sosial, warga perantauan dari Desa Kalikotes semakin mudah berkomunikasi antara satu sama lain. Sehingga, Kekal saat ini sudah berkembang cukup besar hingga ke berbagai daerah di tanah air.

"Termasuk dalam proses menghimpun dana santunan anak yatim ini. Ini tidak hanya berasal dari perantau yang berada di Jakarta saja. Namun juga dari daerah lain seperti Kalimantan, Sumatera, Papua serta kota-kota besar di Indonesia bahkan sampai luar negeri," katanya.

"Dengan adanya santunan anak yatim tersebut, diharapkan dapat memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim penerima santunan di Bulan Muharam yang merupakan hari lebarannya anak-anak yatim" Katanya.


Sementara itu, panitia kegiatan Djarun mengatakan, dana santunan yang berhasil dihimpun mencapai Rp 30.500.000. Selain dari warga perantauan, sumber dana juga dari amal jariyah dari jamaah pengajian yang hadir saat santunan itu digelar.

"Anggaran dana yang dihimpun dari warga perantauan dari kekal Rp 17.130.000, dari bandung Rp 500.000, Sedangkan dari hasil jariyah para hadirin semua sebesar Rp 13.002.500," kata Jarun saat memberikan laporan hasil santunan.

"Dana sebesar itu seluruhnya dibagikan kepada anak-anak yatim. Penerima tidak hanya berasa dari Desa Kalikotes semata. Namun anak-anak yatim dari sejumlah desa tetangga juga diberikan santunan" Katanya.

"Jumlah anak yatim yang diberikan santunan sebanyak 25 anak dari Desa Kalikotes serta desa-desa sekitar seperti Megulung Lor, Prapag Lor, Polowangi dan Kesawen. Masing-masing anak memperoleh Rp 1.220.000," katanya. (lk-ltf)

Terapkan Pengawasan Ketat, Panitia Pilkades Kalikotes Sempat Temukan Praktek Politik Uang
 Para anggota Panitia Pilkades Kalikotes dan calon Kades berfoto usai penandatanganan nota kesepahaman

Pituruh,(purworejo.sorot.co)--Guna menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama prosesi pelaksanaan Pilkades serentak di Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, panitia pelaksana melakukan langkah taktis dengan membuat nota kesepakatan antar calon dan juga pengawasan ketat. Nota kesepakatan ini nantinya diharapkan bisa menjadi pedoman bagi masing-masing calon Kepala Desa untuk berjuang menjaring dukungan masyarakat secara sehat.
Ketua Panitia Pemilihan L.T Endro Sadewo mengatakan pihaknya sangat concern dalam menciptakan politik bersih dalam prosesi Pilkades serentak di Desa Kalikotes. Puluhan personel telah disebar untuk memantau pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Total, sekitar 50 personel pengawas tersebut akan terus melakukan pantauan hingga prosesi Pilkades berakhir.
Menurut Endro, sejauh ini prosesi Pilkades Kalikotes masih berjalan kondusif dan tanpa pelanggaran. Pihaknya sempat menemukan adanya praktek politik uang yang dilakukan oleh salah satu calon. Namun lantaran praktek tersebut dilakukan sebelum masa pencalonan, sehingga belum ada langkah tegas yang dilakukan.
Pelaku sempat kami berikan pembinaan,” beber dia, Rabu (25/10/2017) siang.
Adapun pembuatan nota kesepakatan tersebut dilakukan dalam rangka menciptakan pemilihan yang bersih dan aman. Ada tujuh poin yang harus ditaati oleh para calon. Diantara 7 poin tersebut, ada 2 poin penting yang harus diperhatikan yaitu pertama, peserta dilarang menggunakan politik uang dengan alasan apapun, kedua tidak boleh membuat keresahan dan gangguan di masyarakat.
"Dan semua calon sepakat, maka bila dilapangan ada bukti, langsung ditindak secara hukum," tegasnya, Rabu (25/10/2017) pagi
Endro menegaskan, pihaknya siap mendapatkan kritik dari warga ketika kinerja panitia tidak sesuai. Kalau ada kecurangan dari panitia pihaknya siap mempertanggungjawabkan secara hukum. Sistem semacam ini ia paparkan baru pertama kali diterapkan supaya nantinya mendapatkan pemimpin yang benar-benar diharapkan.
"Saya menjamin sistem ini akan membawa perubahan di Desa Kalikotes," pungkasnya. (Dana Nur Sehat)

Sumber : Purworejo.sorot.co


Kalikotes - Kamis ,19/10/2017 pukul 20.00 wib di Balai Desa Kalikotes telah di laksanakan acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekretaris Desa, Kepala Desa Kalikotes Ibu Sri Haryati melantik Ibu RT Sri Wahyuningsih sebagai Sekretaris Desa terpilih yang sudah melalui tahapan seleksi dan mendapat rengking satu, acara pelantikan di hadiri oleh Camat bapak Drs.R.Digit Setyabudi.MM,Kapolsek Akp Junani Jumantoro,Dan Ramil Kapten Inf Ariyadi dan 100 orang undangan dari berbagai unsur perangkat Desa , tokoh agama,tokoh pemuda ,tokoh masyarakat dan ibu ibu PKK .
Camat Pituruh Drs.R.Digit Setyabudi.MM dalam sambutanya menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih atas keberhasilan Ibu RT Sri Mulyaningsih sebagai Sekretaris Desa Kalikotes yang sudah di Lantik dan di sumpah,segera menyesuaikan diri dengan perangkat lain nya dan segera bekerja sebagai koordinator administrasi di Kantor Desa Kalikotes bahwa tugas Sekretaris Desa dari mulai usia sekarang sampai usia 60 tahun , ucapan terima kasih juga di sampaikan selama tahapan seleksi hingga di Lantik dan di sumpah situasi berjalan aman dan kondusif.

PITURUH, (pituruhnews.com) -  Penebaran Benih Ikan (Restocking) di Perairan Umum Kecamatan Pituruh Tahun 2019 ada dua desa, yaitu Desa Kalikotes dan Megulungkidul.

Restocking ini dilaksanakan pada Sabtu, (02/03/2019) yang berlokasi di aliran Sungai Kedung Gupit. Benih dari restocking ini merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah melalui Satuan Kerja Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo. 
Penyerahan Benih Ikan di Desa Megulungkidul
Jenis ikan yang ditebar adalah ikan tawes dan nila hitam. Untuk desa Kalikotes mendapatkan bantuan benih ikan sejumlah 20.000 ekor ikan tawes, Desa Megulungkidul sejumlah 40.000 ekor nila hitam.

Sigit Purworejo mengatakan, agenda kegiatan restocking suapay bisa bermanfaat, guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan, khususnya spesies ikan dengan keragamanan yang tinggi didalamnya.
Penerbaran Benih Ikan di Desa Kalikotes
Upaya menjaga kelestarian lingkungan perairan umum melalui restocking ikan seperti ini juga perlu adanya dukungan dari Pemerintah Desa maupun Kecamatan dengan menegakkan peraturan yang melarang/menindak para pelaku illegal fishing seperti strum, bom ikan, obat-obatan terlarang. "Yang merupakan demi kelangsungan hidup perairan umum bagi anak cucu kita kelak, " Ucapnya.

Kegiatan ini juga mengikutsertakan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Desa, Polsek Pituruh, Karangtaruna dan warga masyarakat. Serta Satuan Kerja Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo Sigit Purwito, Suyud dan Jatmiko. 
 
Penebaran di Kalikotes

"Berharap melalui restocking benih ikan di perairan umum Kabupaten Purworejo khususnya di wilayah kecamatan pituruh, dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan perairan dan seluruh ekosistemnya," Ucap Sigit.
Penebaran di Megulungkidul
Dari 16 kecamatan dikabupaten Purworejo semua ditebari benih ikan kecuali kecamatan Kaligesing. Total penebaran sekabupaten Purworejo sejumlah 850.000 ekor ikan yang terbagi menjadi 3 gelombang, untuk gelombang pertama dilakukan pada tanggal 2 Maret sebanyak 460.000 ekor, 6 Maret 370.000 ekor dan 10 Maret sebanyak 20.00 dari 38 lokasi.

Penyerah Bantuan / Foto Mas Pur
KALIKOTES, (pituruhnews.com) - Masyarakat miskin di Desa Kalikotes menerima bantuan Program Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Miskin (Propendakin) tahun 2018 dari Pemerintah Desa Kalikotes, Rabu (5/12). 

Bantuan ini diserahkan pada pukul 10.00 WIB dengan menghadirkan Pemerintah Kecamatan Pituruh diwakili oleh Sariyo dan Senen, Polsek Pituruh yang di Aiptu Ngadino dan Suminto, serta Tim Pelaksana, Pendamping Lokal Desa Isnan Fauzi dan 11 penerima bantuan. Bantuan bertempat di Balai Desa Kalikotes. 
Muspika Pituruh / Foto Mas Pur
Bantuan ini meliputi untuk berbagai alat pertukangan mebel, cucian motor, tambal ban, Kue, warung kopi, potong rambut, pedagang cilok, mie ayam dan penjual mainan anak anak dll. 

Bantuan ini menggunakan dana dari Keuangan Kabupaten Purworejo sebesar 25.000.000 (20.000.000 untuk bantuan dan 5.000.000 juta operasional, sesuai dengan peraturan yang berlaku). Bantuan ini demi meningkatkan pendapatan keluarga miskin dalam bidang perekonomian dan disesuaikan kebutuhan masyarakat miskin.
Penyerah Bantuan / Foto Mas Pur
"Semoga pemerintah lebih memperhatikan masyarakat miskin yang mau berusaha" Ujar Sabar.

Bisa meningkatkan pendapatan warga masyarakat miskin, agara kesejahteraan dan perekonomian lebih baik.

"Adanya bantuan ini bisa meningkatkan pendapatan keluarga miskin" Ujar Sariyo.

Penulis : Mas Pur
Editor : ALK 

Tidak Puas Putusan Hakim, Penggugat Perkara Kecurangan di Pilkades Kalikotes Ajukan Banding 

Purworejo, (pituruhnews.com)--Setelah 9 kali melakukan persidangan, akhirnya Pengadilan Negeri Kabupaten Purworejo memutuskan perkara dugaan kecurangan yang dilakukan oleh salah satu calon pada pemilihan Kepala Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, Senin, (22/01/2018).
Isi dari putusan tersebut yakni Sabar sebagai tergugat harus membayar kerugian sebesar Rp 60 juta serta biaya perkara sebesar Rp 800 ribu.
Ini jelas tidak adil, bahwa jelas kami atas nama warga Kalikotes tidak puas dengan putusan hakim tersebut,” ucap Muhammad Yuwono (46) salah satu koordinator penggugat yang sekaligus salah satu calon pada Pilkades kemarin.
Menurut Yuwono, pihaknya akan tetap menuntut agar Sabar sebagai kades terpilih turun dari posisinya. Tuntutan tersebut bukan tanpa alasan. Pihaknya mengaku sudah cukup bukti. 
Lha ini gimana padahal dipersidangan kami sudah buktikan dengan jelas bahwa telah terjadi kecurangan dengan adanya politik uang,” jelasnya.
Bukti kecurangan yang dilakukan oleh Sabar yang telah melakukan politik uang pada saat pelaksanaan pilkades. Barang buktinya berupa 12 amplop dengan masing-masing amplop berisi uang Rp 75 000 per kepala.
"Padahal sebelumnya sudah ada nota kesepakatan yang ditandatangani oleh semua calon untuk tidak menggunakan money politic," terangnya.
Dengan hasil putusan tersebut, pihaknya akan positif melakukan banding dan akan terus melanjutkan perkara tersebut sampai kepala desa terpilih dicopot dari jabatanya.
Ada sekitar 500 sampai 700 warga yang menuntut hal tersebut, makanya kami harapkan untuk segera dikabulkan,” ucapnya.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, diduga terjadi transaksi politik uang dalam Pilihan Kepala Desa (Pilkades) Kalikotes sehingga warga melaporkan kades terpilih ke Pengadilan Negeri Purworejo.

Penulis : Dana Nur Sehat

PITURUH, (pituruhnews.com) - Camat Pituruh bersama PSDA Prabolo, UPT PUPR Kemiri, UPT Pertanian Pituruh, Kades Kalikotes, dan Kades Prapaglor, bersama sama meninjau lokasi bendungan Kedunggupitwetan di desa Kalikotes dan bantaran sungai kedunggupit di desa Prapaglor, Jum'at, 13/12/2019.

Dikatakan Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno bahwa sungai Kedunggupit ini memang harus menjadi perhatian, karena ambrolnya bendungan di desa Kalikotes sepanjang 94 meter yang menyebabkan air sungai tidak bisa naik ke saluran irigasi sehingga lahan pertanian seluas 1.129 hektare yang meliputi 22 desa dan 2 kecamatan yakni Pituruh dan Kemiri terancam gagal tanam, padahal seharusnya bulan desember ini MT 1 sudah selesai.
Camat Pituruh saat meninjau
Sementara untuk dinding sungai di wilayah desa prapaglor juga dalam kondisi membahayakan karena longsorannya hampir mencapai badan jalan kabupaten penghubung desa Prapaglor dan desa Kalikotes yang dapat mengakibatkan putusnya sarana transportasi beberapa desa tersebut.
lokasi peninjauan
Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno turun langsung ke sungai untuk peninjauan lapangan dan melihat kebutuhan perbaikan sehubungan dengan rusaknya tanggul sungai Kedunggupit sepanjang 94 meter.

"Kami melakukan koordinasi secara aktif dan mengharapkan tindak lanjut secara nyata dari pihak terkait agar penanganannya tidak hanya sebatas peninjauan tetapi segera  dengan langkah nyata pembangunan yang dibutuhkan, '' ucap Yudhie.

Penulis : Ganis
Editor : Bayun

KALIKOTES, (pituruhnews.com) - Dalam menyambut tahun baru islam 1441, Majlis Ta'lim Miftahul Huda, Desa Kalikotes melaksanakan malam tirakat  menyambut tahun baru islam, Sabtu malam, 31/08/2019.

Dikatakan, Mutohar Hasan, pengasuh Majlis Ta'lim Miftahul Huda rangkaian malam tirakatan ini dibuka dengan penampilan santri Majlis Ta'lim Miftahul Huda, dibuka dengan pembacaan Asmaul Husna, Kitab Syiir Alala, Bait Bahasa Arab.
penampilan santri
Usai penampilan santri, dilanjutkan dengan Mujahadahan yang diiikuti oleh Jamaah Majlis Ta'lim Miftahul Huda. 

Selain itu rangkaian acara juga dibacakan kitab Al-Barjanji diiringi grup kencreng dari dari Kesawen, Megulunglor dan Kalikotes.

"Peringatan Tahun Baru Islam ini tidak hanya dilaksanakan pada Sabtu Malam, namun pada Minggu, 01/09/2019 juga diadakan Santunan Anak Yatim, yang sudah dilaksanakan selama 23 kali, '' katanya.
tamu undangan
Acara malam tirakatan ini dihadiri Kepala Desa Kalikotes Sabar, Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Luhur Tri Endro Sadewo, SP, Pengasuh Majlis Ta'lim Miftahul Huda Muhtohar Hasan dan jamaah Majlis Ta'lim Miftahul Huda.

"Pada Minggu, 01/09/2019 juga melaksanakan pengajian akbar dan santunan anak yatim dengan mengundang KH. Ahmad Kharir Pengasuh Ponpes Dawar Desa Mangir, Mojosongo, Boyolali, " pungkasnya. (lt)
Advertisement

KALIKOTES, (pituruhnews.com) - Memanfaatkan limbah berbahan paralon bekas, pemuda desa Kalikotes ciptakan kerajinan lampu tidur bermotif unik dan keren.

Pemuda ini bernama Rotif Ismanto (23 th) warga rt 04 / rw 01, Dusun Samarata, Desa Kalikotes, Pituruh berhasil membuat karya yang cukup unik dan penghasilan dengan membuat lampu tidur (lampion).

Rotif Ismanto mengaku, awal mula membuat kerajinan tangan berbahan paralon ini, ketika ia melihat banyak paralon bekas dirumahnya tidak terpakai, lantas berpikir untuk memanfaatkan barang bekas tersebut menjadi suatu karya yang bernilaikan ekonomi.

Setelah itu berinisiatif mencari bagaimana cara memanfaatkan paralon ini, lalu melihat-lihat disosial media melalui Youtube, akhirnya tau bagaimana cara mengelola barang tersebut menjadi barang bermanfaat.

Tidak berpikir lama, ia langsung menemukan ide dengan membuat kerajinan tangan lampion ini dengan berbahan paralon bekas.
Karya Lampu tidur rotif
Bahan yang diperlukan untuk membuat lampu tidur ini paralon bekas berukuran 3 inchi, dengan panjang kurang lebih 30 centimeter sampai 50 centimeter, dikombinasikan bolam lampu 3 watt, kabel 1,5 meter, spidol dan lem.

"Bagi yang ingin pesan lampu tidur, bisa dengan motif dan desain sendiri. Tidak hanya berdasarkan ketentuan model yang saya buat, " ujar Rotif, Sabtu sore, 03/2019.

Harga yang ditawarkan untuk lampu tidur ini mulai dari 70.000 sampai 80.000 ribu rupiah, tergantung tingkat kesulitan desain yang dipesan. Karena setiap pemesanan motifnya berbeda-beda.

Hasil karya yang dibuat Rotif ini dipasarkan melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Whatshaap.
Hasil Karya Rotif
"Saya menekuni usaha ini kurang lebih berjalan baru sekitar dua bulan, dengan penghasilan 2 sampai 3 juta perbulannya, " ujarnya.

Hasil karya saya juga sampai ke Tanggerang, Blora, dan Jakarta, " imbuhnya.

"Tujuan membuka usaha ini, Rotif ingin mendapatkan penghasilan tambahan, untuk mengurangi beban orangtua, dengan melatih diri lebih mandiri. '' ucapnya

Berharap usaha saya ini semakin maju dan berkembang, agar dapat memberikan dampak positif dilingkungan sekitar dengan mengurangi limbah paralon bekas dan membuka lapangan pekerjaan untuk membantu memproduksi kerajinan tangan berbahan paralon bekas. " pungkasnya. (pr-lt)


PITURUH, (pituruhnews.com) - Dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73, Polsek Pituruh mengadakan Giat Bakti Sosial di tiga desa di kecamatan Pituruh, Kamis, (04/07) pagi pukul 10.00 WIB.

Kegiatan giat bakti sosial ini dengan memberikan sejumlah bantuan berupa sembilan bahan pokok. Yang ditujukan ke tiga desa, yaitu Desa Tunjungtejo, Brengkol dan Kalikotes.
penyerahan bantuan kalikotes
Untuk desa Kalikotes diterima oleh Jemu, pekerjaan buruh tani, alamat rt/rw 01/01, Desa Kalikotes, Desa Tunjungtejo diterima oleh Ratinem warga rt/rw 03/01, Dukuh Njetak, Desa Tunjungtejo sedangkan untuk desa Brengkol terima oleh Ribut, warga dukuh rt/rw 02/02, desa Brengkol, Kecamatan Pituruh.

Kapolsek Pituruh Iptu Sapto Hadi, S.Pd, S.H.M.H mengungkapkan, dimomen yang spesial ini, dalam rangka memperingati hari ulang tahun Bhayangkara ke-73 ini berharap Polri semakin dekat dengan masyarakat.
penyerahan bantuan Tunjungtejo
"Dan peduli terhadap masyarakat, sehingga Polri semakin dicintai masyarakat sekitar khususnya di wilayah kecamatan Pituruh, " ucapnya.

Tim Voli Saat Pemanasan / Foto Mas Pur
KALIKOTES, (pituruhnews.com) Turnamen Persahabatan Bola Voli yang diselenggarakan oleh sesama pecinta olahraga bola voli se-kabupaten Purworejo, bertempat di Desa Kalikotes, Pituruh, Purworejo, Senin, 05/11/2018.

Turnamen ini diikuti oleh 13 tim bola voli yang terdiri dari beberapa desa di Kabupaten Purworejo antara lain Desa Kruyo Kulon , Somogede , Kalimati , Josari , Ulap-Ulap , Kalijering , Semayu , Megulung Kidul , Tasikmadu , Pangkalan , Kalikotes A , Kalikotes B dan Paitan.
 
Foto Bersama Kedua Team / Foto Mas Pur
Dua team yang berhasil melaju ke partai puncak yaitu team dari Desa Pangkalan dan Desa Semayu, pada partai puncak tersebut team dari Desa Pangkalan berhasil mengalahkan team dari Desa Semayu dan memastikan diri menjadi Penyandang Juara 1 dengan skor 3-1 (set pertama 25-18, set ke-dua 18-25, set ke-tiga 27-25, dan set ke-empat 25-21)

"Hadiah yang di terima oleh kedua team berupa uang pembinaan, untuk juara 1 berhak  mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp.400.000 dan untuk juara 2 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp.300.000," Ujar Eka.

Selain untuk mempererat tali silahturahmi, Harapan dari diadakan turnamen ini yaitu dapat memajukan bola voli daerah untuk ke jenjang yang lebih tinggi hingga Nasional.

Penulis : Mas Pur
Editor : ALK

Terkait Kisruh Pilkades Kalikotes, Ini Tanggapan Bupati 

Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Menanggapi laporan warga atas dugaan transaksi politik uang dalam Pilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, pada Jumat (10/11/2017) sore kemarin, Bupati Purworejo Agus Bastian angkat suara. Agus Bastian menilai hal itu sebagai bentuk respon sekaligus solusi adanya dugaan kasus tersebut.
Dalam surat jawaban atas pengaduan yang tertanggal 16 November 2017 tersebut, Bupati menjelaskan bahwa pengaduan yang diajukan termasuk dalam pelangaran ingkar janji atau wanprestasi. Kesepakatan tersebut telah dibuat oleh semua calon kepala desa dalam pemilihan kepala Desa Kalikotes. Sehingga proses penyelesaian kasus ini tidak bisa diterapkan melalui peraturan daerah Kabupaten Purworejo Nomor 12 Tahun 2015 yang mengatur tentang pemilihan kepala desa.
Alhasil sengketa bisa diselesaikan melalui peraturan perundang-undangan yang mengatur perihal ingkar janji atau wanprestasi. Bupati menganggap bahwa panitia tingkat desa telah melakukan proses pemilihan kepala desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara anggota komisi A DPRD Purworejo Toha Mahasin mengatakan, kalau mengacu pada regulasi yang ada secara normatif , tanggapan Bupati memang sudah betul. Pemerintah Daerah dan DPRD berdiri di atas pijakan ketentuan normatif. Perjanjian antar calon adalah fakta yang dibentuk secara formil sehingga berada di luar ketentuan perda.
"Jadi wajar saja Bupati menanggapi seperti itu. Sehingga tak terlalu keliru mengambil sikap letterlijk," jelasnya,Minggu,(19/11/2017).
Toha menambahkan, sebenarnya jika tidak malas mencarikan solusi atas pengaduan warga tersebut, Bupati bisa mengurai persoalannya untuk kemudian disinggungkan dengan regulasi yang ada. Sehingga ada edukasi kepada masyarakat tentang larangan dan bahaya money politic. 
Selain itu, sekaligus memediasi terhadap mereka yang bersengketa, pungkasnya.

Reporter : Dana
Sumber Repost : purworejo.sorot.co

 

PURWOREJO, – Puluhan warga Desa Kalikotes Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo mendatangi kantor Setda Purworejo, Jumat (11/10). Kedatangan mereka menuntut kejelasan hukum terkait hasil pilkades. Mereka menganggap hasil pilkades yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu tidak sah karena ada salah satu calon yang mengingkari kesepakatan bersama. Puluhan warga tersebut berasal dari tiga perwakilan calon kades, ketua BPD dan panitia pemilihan kades. Setelah bernegosiasi akhir 5 perwakilan warga diterima untuk menyampaikan tuntutan.

Suryanto (39) salah satu peserta demo mengatakan, pemilihan sekdes di Desa Kalikotes pada 30 Oktober 2017 diikuti oleh 4 peserta, yakni Muhammad Yuwono, nomor urut 1, Sabar, nomor nurut 2, Supriyanto, nomor urut 3, dan Heri Sutoto, nomor urut 4. Setelah penetapan calon, panitia pemilihan dan BPD mendapat laporan jika calon nomer 2, Sabar membagi uang kepada warga senilai Rp 75 hingga 100 ribu per warga. Atas laporan tersebut Sabar mendapat teguran dan diminta menarik kembali uang yang sudah dibagikan.
Agar peristiwa serupa tidak terulang, panitia, BPD, dan 4 calon kemudian membuat kesepakatan bersama yang intinya dalam pemilihan sekdes dilarang politik uang. Disepakati bagi peserta yang melanggar secara otomatis gugur. Dalam penanda tanganan kesepakatan bermaterai itu dihadiri oleh Polsek Pituruh.  

Namun demikian, meski sudah Ada kesepakatan bersama ternyata Sabar tetap membagi-bagi uang kepada warga hingga hari pemilihan. Akhirnya Sabar yang menjadi pemenang dalam pemilihan kades dengan memperoleh 610 suara. Disusul Muhammad Yuwono 489 suara, Heri Sutoto 155 suara, dan Supriyanto 149 suara. Dengan hasil tersebut warga tidak kemudian malam itu juga mendatangi kecamatan untuk meminta solusi. “Namun karena tidak keputusan yang pasti kemudian kami datang kesini untuk menuntut kejelasan kasus tersebut, “kata Suryanto.

Sementara itu, Supriyanto, perwakilan warga yang melakukan pertemuan dengan Setda Purworejo dan Bapermedes mengatakan, dari pertemuan tersebut disimpulkan bahwa secara perda pilkades di Desa Kalikotes sudah sesuai aturan. Namun demikian bila mengacu pada kesepakatan bersama telah terjadi pengingkaran. Dengan dasar itu warga menuntut pilkades dibatalkan karena cacat hukum. “Namun setda dan Bapermedes menyarankan agar menuntut pada persoalan pengingkaran kesepakatan bersama yang telah dibuat bersama para calon, “kata Supriyanto. (War).

 

Diberdayakan oleh Blogger.