Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri tapen. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Meninjau Lumbung Padi Desa Tapen

TAPEN, (pituruhnews.com) Demi mewujudkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tapen, Kecamatan Pituruh, Purworejo dengan melalui lumbung padi “Maju Makmur".

Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Evaluasi Penghargaan Adikarya Pangan Nusantara (APN) dengan langsung menurunkan juri yaitu Ir. Harsono, Ir. Agus Mugio untuk menilai kinerja lumbung padi di Desa Tapen, Kecamatan Pituruh.


Lumbung Padi "Maju Makmur" ini didirikan pada tahun 1998 dengan anggota di tahun pertama berjumlahkan 78 anggota.

Kurang lebih 20 tahun berjalan lumbung padi yang ada di Desa Tapen meningkat dua kali lipat berjumlah 148 anggota di tahun 2018.

"Kabupaten Purworejo memiliki 47 lumbung padi yang tersebar di 16 kecamatan. Kami memilih Desa Tapen ini untuk dijadikan Evaluasi Penghargaan Adikarya Pangan Nusantara karena perkembangannya bagus dari segi anggota dan perkembangannya. Mulai dari berdirinya lumbung sampai saat ini meningkat pesat, dengan usia 20 tahun berdirinya lumbung ini sangat luar biasa, dengan pengelolaan, organisasi kelembagaanya yang patut di apresiasi. Namun kalau pengelolaannya biasa, tidak mungkin bisa bertahan sampai saat ini. Untuk pengelolaan administrasinya juga selalu terbuka kepada semua anggotanya. Di Kabupaten Purworejo terdapat 3 tempat yang bagus untuk dijadikan evaluasi, namun dari pihak dinas memilih Desa Tapen" Ujar Kepala Bidang Pangan Kabupaten Purworejo Ibu Ir. Elly Nurul Setyawati, MM.


Kriteria penilaian diantaranya adalah kelengkapan administrasi, perkembangan, jumlah anggota dan solidaritas.

Acara evaluasi ini dihadiri oleh Kasi Ketersedian dan Kerawanan Pangan Kabupaten Purworejo bapak Pak Wakijan, SP, MAP, Ratih Asri, SP,  Camat Pituruh Ibu SIti Choeriyah, S.STP MM, Kepala Desa Tapen Supri Haryadi, dan anggota Gapoktan lumbung padi "Maju Makmur".

Dalam Evaluasi Adikarya Pangan Nusantara terdapat 7 kategori lomba, namun untuk Kabupaten Purworejo hanya mengusulkan 4 kategori, yaitu Lumbung Padi, Pengembangan Usaha Pangan, Pelopor Ketahanan Pangan, dan Olahan Pangan Lokal.


Kapala Desa Tapen Supri Haryadi menyampaikan terimakasih, karena dengan adanya Evaluasi Adikarya Pangan Nusantara untuk kategori lumbung padi. beliau sangat mendukung acara tersebut dengan harapan lumbung padi Desa Tapen ini semakin maju dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Tapen. Dengan terpilih menjadi perwakilan dari Kabupaten Purworejo ditingkat Provinsi, merupakan kebanggaan tersendiri bagi Desa Tapen khususnya, dan untuk Kecamatan Pituruh pada umumnya.

Hasil evaluasi ini akan diumumkan saat Hari Pangan Sedunia  pada tanggal 29 Oktober 2018 di Blora. (ltf-bay-njb)

TAPEN, (pituruhnews.com) - Sebanyak 118 peserta pecinta layang-layang mengikuti Lomba Layang-Layang di Desa Tapen, Kecamatan Pituruh, Minggu, 13/10/2019.

118 peserta pecinta layang-layang ini terdiri dari 5 peserta berasal dari Petanahan, Kabupaten Kebumen dan 6 peserta berasal dari Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.
penyerahan hadiah
Dikatakan, Kepala Desa Tapen Supri Haryadi lomba ini sudah digelar setiap tahunnya yang peserta lokalan biasanya peserta hanya diikuti tiga desa sekitar Tapen.

Namun pada tahun ini menggelar lomba open yang diikuti dua kabupaten, Purworejo dan Kebumen.

Lomba ini diselenggarakan oleh Karangtaruna "Dipa Jaya" Desa Tapen Kecamatan Pituruh. 
peserta sebelum menerbangkan layang-layang
"Lomba ini merupakan kreasi anak muda, dengan menjalin silahturrahmi pecinta layang-layang, ini akan diagendakan rutin setiap tahunnya, " ucap Supri.

Lomba Layang-layang dimenangkan oleh Aziz dari Petanahan mendapatkan uang binaan sebasar 2.000.000 dan tropi, juara kedua Rizal dari Petanahan uang binaan 1.250.000, untuk juara ketiga Danang dari Desa Tasikmadu, Pituruh uang 750.000, dan juara empat Agung dari Petanahan mendapatkan uang 500.000 dan tropi.

Penulis : Luthfi
Editor : Lt
Advertisement

Penghargaan dari Adikarya Pangan Nusantara (APN) / Foto Luthfi
TAPEN, (pituruhnews.com) - Kelompok Lumbung "Maju Makmur" Desa Tapen, Pituruh mewakili Kabupaten Purworejo mengikuti lomba Tingkat Provinsi di Blora mendapatkan peringkat II. Pada Rabu, 07/11/2018 melaksanakan tasyakuran sekaligus pertemuan rutin dan membahas upah buruhan.

Acara ini dihadiri oleh Camat Pituruh Ibu Siti Choeriyah, S.STP MM,  Danramil09/ Pituruh diwakili oleh bapak Riyana, Kapolsek Pituruh diwakili oleh bapak Sutadi, Kepala Desa Tapen Supri Haryadi, Tokoh Masyarakat dan juga semua anggota Kelompok Lumbung "Maju Makmur".

Dengan adanya lumbung padi "Maju Makmur" ini bisa mewujudkan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa Tapen, Kecamatan Pituruh, Purworejo.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Evaluasi Penghargaan Adikarya Pangan Nusantara (APN) pada 05 September 2018 dan diumumkan hasil evaluasi ini pada 29 Oktober 2018. Kelompok Lumbung "Maju Makmur " ini mendapat peringkat II dari 150 peserta di Blora.

Makin berkembang khususnya untuk Kelompok Lumbung Padi "Maju Makmur".

"Berharap adanya peluang baru selain padi, bisa mengembangkan mungkin untuk membeli kacang hijau sama kedelai untuk musim tanam tiga kali" Ujar Kades Tapen Supri Hariyadi.

Kelompok Lumbung "Maju Makmur" ini mendapatkan penghargaan berupa Adikarya Pangan Nusantara (APN) sebagai kategori pelaku ketahanan pangan (kelompok lumbung pangan masyarakat) dan uang sebesar 5.000.000 rupiah.

Penulis : Luthfi
Editor : ALK 

MEGULUNGLOR, (pituruhnews.com)Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami yang digelar oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam Kecamatan Pituruh Pada Kamis, 12/09/2019.

Kategori yang diperlombakan antara lain lomba cerdas cermat, sholat, adzan, hifzil, tilawah, khat, kaligrafi, khitabah dan macapat. Lomba ini juga menampilkan kesenian rebana dari SD Kembangkuning.

Ketua Panitia Kelompok Kerja Guru (KKG) Slamet Fachruri, S.Pd.I pada saat ditemui crew pituruhnews.com, Sabtu, 14/09/2019 mengatakan bahwa dengan diadakannya lomba mapsi ini, bisa meningkatkan kemampuan guru dan siswa.

Slamet menambahkan lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami tahun 2019 ini berbeda denga tahun sebelumnya, perbedaannya yaitu pada  lomba PAI dan BTQ dikerjakan secara online dengan menggunakan laptop.
Penampilan rebana SD Kembangkuning
Lomba ini dibuka langsung oleh Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan Pituruh Kusbandono S.Pd.MM.Pd. Bertempat di Serambi Masjid At-Tauhid Desa Prapagkidul, Kecamatan Pituruh.

Dalam sambutannya Kusbandono S.Pd.MM.Pd mengatakan bahwa sangat mengapresiasi atas diadakannya lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami ini.

"Dengan diadakanya lomba ini bisa memberikan dampak positif terutama bisa mencetak generasi yang berprestasi dan religius, " katanya.

Dari beberapa peserta yang mengikuti lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami, pemenang untuk beberapa kategori yaitu untuk kategori putra lomba cerdas cermat dimenangkan oleh SD Luwenglor, Wonoyoso, Kendalrejo, sholat dimenangkan Luwenglor, Prapaglor 1, Tasikmadu, Adzan dimenangkan Kendalrejo, Blekatuk, Girigondo,  hifzil dimenangkan Tasikmadu, Kendalrejo, Megulunglor, tilawah dimenangkan Prapaglor 1, Tapen, Kalikotes, Khat dimenangkan Kalikotes, Pituruh, Luwenglor, kaligrafi dimenangkan  Girigondo, Prapaglor 1, Sikambang, khitabah dimenangkan oleh Prigelan, Kalikotes, Sumber dan macapat dimenangkan Kaligintung 2, Pituruh, SD Sigenuk.
Peserta Lomba
Sedangkan kategori putri lomba cerdas cermat dimenangkan oleh SD Somogede, Sikambang, Ngandagan, salat Megulunglor, Sutogaten, Pekacangan, hifdzil SD Luwenglor, Megulunglor, Tersidilor, tilawah Kalikotes, Sikambang, Kendalrejo, khat Prapaglor 2, Luwenglor, Kalikotes, kaligrafi Kalikotes, Tersidilor, Pekacangan, khitabah Megulunglor, Prigelan, Kalikotes dan macapat SD Megulunglor, Sikambang, Prigelan.

"Untuk peserta yang mendapatkan prestasi juara, rencananya pada tanggal 05 Oktober 2019 akan mewakili kecamatan ditingkat kabupaten, " pungkasnya.

PITURUH, (pituruhnews.com) - Bertempat di Aula Kecamatan Pituruh, telah dilaksanakan musyawarah pembentukan kepengurusan POLOSORO Kecamatan Pituruh periode 2019-2025, Selasa, (16/07).

Acara ini dihadiri oleh Plt Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, 49 kepala desa se-kecamatan Pituruh.

Kandidat pengurus polosoro ada 7 yaitu Kades Sambeng, Tersidilor, Tapen, Sikambang, Sumber, Pituruh, Tunjungtejo. Pemilihan ini dengan menggunakan aklamasi musyawarah mufakat Ketua I : Suhariyono,  S. Kom, Ketua II: Supri Hariyadi, Sekretaris I : Trio Handoko, Sekretaris II : Malik Khoirul Anam, S. Pdi, Bendahara I :  kades kedung batur, Bendahara II : Kades Brengkol.

Ketua Pelosoro sebelum dijabat oleh Ketua Alm. Suparjo (Kades Dlisenwetan), pada periode ini digantikan oleh Suhariyono, S. Kom Kades Tunjungtejo. Sebelumnya pada hari Minggu, etiap gelondongan mengirim kandidat pengurus polosoro kecamatan.


Suhariyono mengungkapkan, kedepanya Polosoro kecamatan Pituruh bisa lebih solid itu keinginan utama saya, karena dengan solidnya sebuah organisasi insya allah untuk menjadi organisasi yg maju menjadi lebih mudah.

Ditambahkan Plt Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno mengucapkan, selamat atas reorganisasi yang telah berjalan dengan baik. Semoga dengan diadakannya reorganisasi Polosoro sebagai paguyuban sarana tukar informasi dimasing-masing desa.

Polosoro ini merupakan wadah untuk kepala desa dan perangkatnya sebagai paguyuban yang membawa sarana silahturahmi, tukar menukar informasi, memecahkan masalah dan memperjuangkan aspirasi dari masyarakat.

"Dinamika dalam suatu organisasi adalah hal yang wajar, diharapkan setiap anggota dapat menyukapi dengan baik, dan juga polosoro dapat sebagai sarana penghubung yang lebih efektif antara pemerintah daerah, khususnya kecamatan dengan desa, " pungkasnya.

Atlet Pesilat Pelajar Pituruh
BANTUL, (pituruhnews.com) - Ribuan atlet pencak silat meriahkan perhelatan Pencak Silat Yogyakarta Championship 5 tahun 2019 di Gedung Olahraga Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), perhelatan ini digelar selama dua hari dari tanggal 12 Maret - 13 Maret 2019. 

Pencak silat ini diikuti oleh 300 kontingen dari perguruan silat yang berasal dari Papua Barat, Medan, Sulawesi, hingga Kalimantan. Terbagi dari kategori usia dini (8 tahun), Sekolah Dasar (9-12), Pra Remaja/SMP dan remaja/SMA.
An'nisa Eka Oktaviana saat ditemui di Mts Ma'arif NU Pituruh / Foto Pur
Dua sekolah asal kecamatan Pituruh mengikuti perhelatan Pencak Silat Yogyakarta Championship 5 tahun 2019, yang terdiri dari kategori Pra Remaja SMP dan SMA. Diikuti oleh An'nisa Eka Oktaviana siswi Mts Ma'arif NU Pituruh mendapatkan juara I sebagai kategori tanding dengan meriah medali emas, piagam dan Handayani Herlambang siswa SMK Patriot Pituruh juara II sebagai kategori tanding meraih meriah medali perak, piagam.

An'nisa Eka Oktaviana mengaku sangat senang bisa mendapatkan medali emas dan piagam. "Berharap semoga ada generasi setelah An'nisa dengan jejak sebagai atlet pesilat ataupun di atlet lainnya. Bangga bisa mengharumkan nama sekolah, orangtua dan daerah". Ucap An'nisa, saat ditemui di MTs Ma'arif Nu Pituruh, Kamis, (14/03/2019).

Kejuaraan yang diikuti An'nisa dikategori tanding kelas G Putri bobot 49 kg, dan Handayani Herlambang dikategori tanding kelas D Putra bobot 53 kg, dengan Perguruan Tri Guna Sakti.
Handayani Herlambang saat ditemui crew Pituruh News di rumahnya Desa Tapen / Foto Pur
Handayani Herlambang mengatakan, pada saat bertanding mencari kekalahan ketika kalah ada semangat yang muncul, apalagi ketika menang bertambah rasa syukur kepada tuhan yang maha esa, bangga bisa mengharumkan nama sekolah dan orangtua.

Awal belajar silat Herlambang mengaku hanya iseng akhirnya tertarik dengan silat, dan mengikuti pertandingan ataupun perlombaan. "Perjuangan dan doa itu tidak akan menghianati hasil, karena usaha yang totalitas akan membuahkan hasil yang totalitas juga, Ucap Herlambang.

H. Ali Subhan selaku waka kesiswaan Mts Ma'arif NU Pituruh mengaku, sanggat bangga ada anak didik yang mendapatkan kejuaraan tingkat Nasional, semoga menginspirasi untuk anak-anak lain, sehingga dapat menjuara dikelas-kelas lain khususnya di kecamatan Pituruh.

 "Semoga kedapan prestasinya bisa ditingkatkan lagi" Tutupnya. (Pur-Ltf)

Foto Bersama dengan Pembina Pramuka / Foto Bay
MEGULUNGKIDUL, (pituruhnews.com) - Sebanyak 790 pramuka siaga dengan penuh semangat dan ceria mengikuti Pesta Siaga Gerakan Pramuka yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting Kecamatan Pituruh di Lapangan SD N Megulungkidul, Senin, 19/11/2018.

Pesta siaga ini diikuti oleh seluruh Sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Pituruh terbagi menjadi barung putra dan barung putri. Barung putra berjumlah 39 barung sedangkan barung putri berjumlah 42 barung. Pesta Siaga ini dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 14.00 WIB. Peserta yang mengikuti pesta siaga adalah mereka yang berusia 7-10 tahun. 
Lempar Bola ke Keranjang / Foto Mas Pur
Dalam acara pesta siaga ini peserta diuji pengetahuan dan keterampilannya oleh para yanda dan bunda di masing-masing kedai. Kegiatan pesta siaga ini menggunakanan format wide game yakni para peserta berkeliling ke setiap kedai untuk menyelesaikan tugas yang ada di setiap kedai dengan dipandu oleh kakak penggalang dari SMP. Adapun kegiatan pesta siaga ini antara lain hafalan doa pendek, PBB, lempar bola ke keranjang, ketrampilan dalam berpramuka (tali-temali, kompas, sandi) jatengku yang hebat, PBB, cinta tanah air, dan kegiatan lainnya.

Setelah melalui penjurian di seluruh kedai akhirnya diperoleh barung tergiat untuk putra yakni barung  tergiat I diraih oleh SD N Sutogaten (1004), tergiat II diraih oleh SD N Pituruh (990), tergiat III diraih SD N Megulungkidul (970), tergiat IV diraih oleh SD N Sipathi (946) , tergiat V diraih oleh SD N Tapen (939), dan tergiat VI diraih oleh SD N Ngandagan (923). Sedangkan untuk barung putri tergiat I oleh SD N Sutogaten (995), tergiat II diraih oleh SD N Megulungkidul (963), tergiat III diraih SD N Megulunglor (949), tergiat IV diraih oleh SD N Sipathi (908), tergiat V diraih oleh SD N Blekatuk (900), dan juara VI diraih oleh SD N Brengkol (886). 
Penyerahan Piala / Foto Bay
Dengan hasil ini maka SDN Sutogaten menyabet semua gelar sebagai barung tergiat I baik putra maupun putri. Selain itu barung tergiat I dan II baik putra maupun putri kan mewakili kwaran Pituruh untuk mengikuti pesta siaga ditingkat Kwarcab yang akan dilaksanakan ad bulan Februari/ Maret 2019 di Kwaran Bruno. 

"Tujuan diadakanya pesta siaga ini adalah mendidik generasi penerus bangsa untuk mencintai kesatuan dan persatuan bangsa" Ujar Purnomo salah satu panitia yang dihubungi crew pituruhnews.com.

Dengan adanya pesta siaga ini bisa menanamkan rasa persatuan dan kesatuan, khususnya untuk anak anak kita selaku generasi penerus bangsa, dan juga memupuk prestasi-prestasi yang ada pada diri anak.
Upacara Pesta Siaga Kwaran Pituruh Tahun 2018 / Foto Bay
"Pembina hanya membimbing, mengarahkan dan melatih pada anak didik kita" Ujar Purnomo.

Penulis : Ltf-Bay
Reporter : Mspr 


PITURUH, (pituruhnews.com) Forkompimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Pituruh sebagai wadah komunikasi antara pimpinan di daerah, menjaga kerukunan warga dan kerukunan antara umat beragama. pada Selasa, 04/09/2018 bertempat di Gedung Serba Guna Desa Pituruh, melaksanakan Kegiatan Pengisian Anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) se-Kecamatan Pituruh dengan masa jabatan 2018 sampai 2024.

Acara pengisian anggota BPD ini meliputi 49 Desa, yang masing-masing 44 desa anggota BPD berlumlah 5 orang yaitu Desa Blekatuk, DlisenKulon, Dlisen Wetan, Gumawangrejo, Kaligintung, Kaligondang, Kalijering, Kalimati, Karanganyar, Karanggetas, Keburusan, Kedung Batur, Kembangkuning, Kendalrejo, Kesawen, LuwengKidul, LuwengLor, MegulungKidul, MegulungLor, Ngampel, Ngandangan, Pamriyan, Pangkalan, Pekacangan, Pepe, Petuguran, Polowangi, PrapagKidul, Prigelan, Sambeng, Sawangan, Sekartejo, Semampir, Sikambang, Somogede, Sumber, Tapen, Tasikmadu, TersidiKidul, TersidiLor, Tunjungtejo, Waru, Wonosido, Wonoyoso, sedangkan untuk 5 desa anggota BPD berjumlah 7 orang yaitu DesaPituruh, Girigondo, PrapagLor, Kalikotes, Brengkol.


Pelantikan ini di hadiri oleh Kepala Dinpermasdes diwakili Bapak Puguh Triyatmoko, SH, MH, Camat Pituruh Ibu Siti Choeriyah, S.STP MM, Kapolsek Pituruh AKP Junani Jumantor, Danramil/09 Pituruh diwakilkan Pelda Sukadi, Kepala Desa se-Kecamatan Pituruh, Ketua/BPD periode 2012-2018, Ketua Panitia Pengisian BPD se-Kecamatan Pituruh, BPD yang terpilih masa jabatan 2018-2024 sejumlah 298 orang se-Kecamatan Pituruh, serta Tokoh Agama.


"BPD selaku mitra Kepala Desa harus bisa membawa dampak positif dan lebih baik, demi kemajuan desa sesuai dengan kewenangannya, bukan menjadi rivalnya kepala desa, dengan BPD yang baru ini untuk segera melaksanakan rapat pleno membentuk kepengurusan, dan memahami kewajibannya, dikarenakan desa akan mempunyai hajat besar yaitu Pemilihan Kepala Desa dari 39 Desa, dan salah satunya tanggungjawab BPD dalam penyelenggaraan Pilkades di tahun 2019." Jelas Camat Pituruh Ibu Siti Choeriyah, S.STP MM.


Kepala Desa dan BPD ini diharapkan bisa bersama-sama  berkerjasama untuk membangun desanya masing-masing. (ltf)


WARU, (pituruhnews.com) Minggu, 01/07/2018 Selain di gelar di Pituruh kota, acara arak arakan berkuda bagi santri yang khataman Al Quran, juga digelar di Desa Waru Kecamatan Pituruh. Arak arakan berkuda dan disertai berbagai atraksi kuda, jadi kebanggaan dan kegembiraan bagi para santri. Seperti diungkapkan Dhafa Bin Makmuri dari Desa Waru.

Bertempat di Halaman Masjid Al Anwar Desa Waru dalam rangka khataman khotmil qur'an dan di laksanakan arak arakan dengan diikuti 17 santri, 15 menaiki kuda, 2 dengan becak di hiasi, Group Dram Band dari SMK Nurussalaf Kecamatan Kemiri dan SMP PMB I Pituruh, dan 8 group kencreng di Pituruh.

Route arak arakan dengan mengelilingi jalan  Desa Tapen, Desa Wonoyoso, Desa Keburusan, Desa Semampir dan kembali ke halaman Masjid Al Anwar Desa Waru.

Kemudian dilanjutkan pengajian oleh Kyai Haji Abdul Haq Assaubary dari Kecamatan Bayan dengan tema ” Marilah kita tingkatkan ketaatan kita kepada Allah SAW dan Rosulnya”.



Acara itu di hadiri oleh Kapolsek Akp Junani Jumamtoro, Danramil Kapten Inf Aryadi, Kepala Desa Bpk Sukoco dan seluruh perangkat Desa Waru, serta 500 orang undangan dari lingkungan dan warga masyarakat Desa Waru adapun ketua penyelenggara pengajian Bpk Sudaryanto.

Pengamanan di pimpin Aiptu Basuki, Kasi Humas Aiptu Sugiyanto dan Bripka Bukhori dengan pengamanan sekaligus pengawalan  menggunakan mobil Backbond. dengan menyala lampu dan sirine di bunyikan membuat penonton di setiap penggal jalan atau di setiap perkampungan ramai oleh penonton pengamanan juga di perkuat oleh anggota Linmas dari mulai acara hingga selesai dalam kondisi aman , nyaman dan kondusif. (ltf-humasptr)


PITURUH, (pituruhnews.com) Setelah pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang serentak dilaksanakan pada Rabu, 27/06/2018. Pelaksanaan pencoblosan surat suara di 132 TPS di Wilayah Kecamatan Pituruh kotak suara. dengan pengawalan dibawah naungan Program Pegembangan Kecamatan (PPK), lalu dilakukan pemeriksaan keutuhan kotak suara, dan rekapitulasi penghitungan suara. pada Jum'at, 28/06/2018. Bertempat di Aula Kecamatan Pituruh.

Acara rekapitulasi penghitungan surat suara yang dilaksanakan oleh Program Pegembangan Kecamatan (PPK) oleh Ketua PPK Bapak Sutaryono.

Rekapitulasi ini dibuka oleh Camat Ibu Siti Choiriyah,S.STP.MM, yang juga dihadiri oleh Danramil Kapten Inf Aryadi, Kapolsek Akp Junani Jumantoro, Ketua PPK Bapak Sutaryono, Ketua Panwas Bapak Syukron Zaidin, dan seluruh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang terdiri dari 132 TPS dari 49 Desa di Wilayah Kecamatan Pituruh.

 Acara rekapitulasi
 
Pelaksanaan Rekapitulasi Kotak Suara dibagi dua tahap selama 2 hari. untuk tahap pertama dilaksanakan pada Jum'at, 28/06/2018 terdiri dari 71 TPS dari 33 Desa yaitu Kendalrejo, Kalimati, Pepe, Tunjungtejo, Sekartejo, Tersidilor, Tersidi kidul, Tasikmadu, Pangkalan, Sumber, Gumawangrejo, Keburusan, Wonoyoso, Tapen, Waru, Blekatuk, Dlisenwetan, Dlisen kulon, Semampir, Petuguran, Pekacangan, Karanggetas, Luwengkidul, Sambeng, Megulung kidul, Pituruh, Sikambang, Ngampel, Prigelan, Ngandagan, Karanganyar, Megulunglor, Prapagkidul.

Tahap kedua dilaksanakan pada Sabtu, 29/06/2018 terdiri dari 61 TPS dari 16 Desa yaitu Kembangkuning, Luwenglor, Brengkol, Girigondo, Prapaglor, Kalikotes, Kesawen, Kedungbatur, Polowangi, Kalijering, Somogede, Kaligondang, Kaligintung, Sawangan, Wonosido, Pamriyan.
 
Pelaksanaan Rekapitulasi 
 
Sementara itu, Ketua PPK Kecamatan Pituruh Bapak Sutaryono menjelaskan dalam tahapan pencoblosan surat suara sudah di lakukan di TPS, dan kotak suara yang sudah terkumpul di PPK sebanyak 132 kotak suara. sehingga dilakukan rekapitulasi tingkat PPK dengan beranggotakan 4 orang, yang di saksikan oleh Polsek Pituruh, Koramil Pituruh, Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang meliputi 43 Desa diwilayah Kecamatan Pituruh. (Ltf-Humasptr)
Advertisement

bagian piala festival seni siswa nasional


PITURUH, (pituruhnews.com) Demi mencetak generasi muda berbakat di bidang tarik suara, menulis cerpen maupun bidang lainnya. KPPK (Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan) yang di dulunya UPT (Unit Pelaksana Teknis) Kecamatan Pituruh menggelar suatu kegiatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional dan Festival Literasi Siswa Nasional Tingkat Kecamatan Pituruh. Pada Selasa, 17/04/2018 bertempat di SD N Pituruh.

Kegiatan ini diketuai oleh bapak Saino, S.Pd.SD selaku ketua penyelenggara acara Festival Lomba ini, dan dibuka oleh Kusbandono, SPD, Mpd selaku ketua PPK Kecamatan Pituruh.

Dalam Perlombaan ini dibagi dengan 9 kategori yaitu Seni Tari, Menyanyi Solo (Tunggal), Pantomim, Gambar Bercerita, Cerpen (Cerita Pendek), Baca Puisi, Cipta Syair, Cipta Pantum dan juga Mendongeng.

Perlombaan ini merupakan Tingkatan Sekolah Dasar (SD) dengan di ikuti 43 SD/MI.

Dari salah satu lomba yang di laksanakan yaitu menyanyi solo diikuti oleh 37 peserta. dengan penilaian juri dari semua peserta memamerkan unjuk kebolehan dengan menampilkan kemampuannya, Siswa SD N Pituruh mendapatkan juara I dengan perolehan nilai 4042, kategori yang di ikuti menyanyi solo, cipta syair, dan cipta pantun, juara II di sabet oleh SD N Blekatuk dengan lomba cerpan perolehan nilai 3857 dan juara III SD N Tapen dengan lomba pantomim peroleh nilai 3528.

foto bersama peserta loma FL2SN

Penilaian di ambil dari Segi Vokal, Ritme dan Penampil.

Galuh yang membawa piala juara I dari SD N Pituruh akan dikirimkan untuk mewakili kecamatan Pituruh dalam perlombaan di bidang yang sama, Pada tanggal 30 April 2018.

"Dalam penyampaiannya, guru pembimbingan Ibu Retno Hertiningsih mengungkapkan adanya acara ini adalah salah satu wadah yang perlu dipertahankan, dikarenakan akan memunculkan bibit yang berbakat di bidang tarik suara maupu  dibidang lainnya" ungkap Herti


Nama Desa/kelurahan 

(acara kumpul bareng CPP Pituruh dan PBAV Pituruh)

BEKASI, (pituruhnews.com) Demi menjalin silahturrahmi antar sesama perantau asal Pituruh. Dibawah naungan CPP Pituruh. Salah satu anggota berinisiatif mendirikan suatu komunitas baru yaitu Pituruh Bikers All Variant (PBAV) diketua oleh Dian Kurniawan Styaji Perantaun asal Desa Tapen, 

Pada Hari Sabtu, 17 Maret 2018 Bertempat di Taman Bunderan Kota Harapan Indah di Jln. Raya Bekasi Km No.28, Medan Satria, Pondok Ungu. Kota Bekasi, Jawa Barat 17132. Komunitas ini mengadakan pertemuan rutin untuk membahas suatu kegiatan, antara lain  kegiatan mudik bersama, Halal Bihalal, dan santunan anak yatim pada  Lebaran tahun ini di kampung halaman Pituruh.

(foto bersama CPP dan PBAV Pituruh saat KOPDAR)

"Dian Kurniawan S menyampaikan pada pertemuan rutin ini juga menggalang donasi seikhlasnya untuk mensupport dana kegiatan santunan anak yatim lebaran tahun 2018, rencana juga ada acara piknik bareng CPP Pituruh & PBAV ke Tempat Wisata di Jawa Tengah. dan kegiatan santunan anak yatim merupakan kegiatan rutin setiap bulan oleh CPP Pituruh" Pungkasnya




Pituruh
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPurworejo
Pemerintahan
 • Camat Ibu Siti Choeriya,STP,MM
Luas71 km²
Jumlah penduduk52.089 (tahun 2000)[1]
Kepadatan732 jiwa/km²
Desa/kelurahan49



Pituruh adalah sebuah kecamatan di Kabupaten PurworejoProvinsi Jawa TengahIndonesia. Kecamatan Pituruh berada disebelah barat dari wilayah Kabupaten Purworejo yang berbatasan langsung dengan dua kabupaten sekaligus yakni Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo. Jarak Kecamatan Pituruh dengan pusat Kabupaten Purworejo sekitar 24 kilometer melalui Kutoarjo. Luas wilayah Kecamatan Pituruh yakni 71 km² yang terbagi menjadi 49 Desa. Jumlah penduduk Kecamatan Pituruh hingga Tahun 2000 sebanyak 52.089 Jiwa dengan kepdatan penduduk 732 jiwa/km². Pusat pemerintahan Kecamatan Pituruh terletak di Desa Pituruh.

Desa/kelurahan

Batas-batas Wilayah

  1. Sebelah Barat : Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo
  2. Sebelah Timur : Kecamatan Bruno dan Kecamatan Kemiri
  3. Sebelah Utara : Kabupaten Wonosobo
  4. Sebelah Selatan : Kabupaten Kebumen dan Kecamatan Butuh

Geografi

Wilayah Kecamatan Pituruh secara umum terdiri dari dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian sekira 10-1.000 meter diatas permukaan air laut (Mdpl). Wilayah utara Kecamatan Pituruh yang berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo berupa perbukitan hingga pegunungan dengan titik tertinggi berada di Gunung Rawacacing (1.035 Mdpl) yang masuk wilayah Desa Pamriyan. Gunung-gunung lainnya diantaranya Gunung Pacet (840 m), Gunung Kembang (716 m) dan Gunung Bawuk (709 m). Sedangkan disebelah selatan berupa dataran rendah. Kecamatan Pituruh yang beriklim tropis dengan dua musim dalam satu tahunnya yaitu musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara 22 - 33 derajat Celcius. Sejumlah sungai yang melintasi Kecamatan Pituruh seperti Sungai Kedunggupit, Sungai Lesung, Sungai Kaligintung dan Sungai Sawangan.

Penduduk

Sebagian besar penduduk Kecamatan Pituruh berprofesi sebagai petani, buruh tani, Ibu Rumah Tangga, Wiraswasta dan PNS. Umumnya penduduk usia produktif pergi merantaau atau bersekolah ke kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek), Kota BandungKota SemarangKota SurabayaKota YogyakartaKota SurakartaPurwokerto dan sejumlah kota besar di luar pulau seperti SumateraBali, dan Kalimantan. Mayoritas penduduk Kecamatan Kemiri beragama islam. Jenjang pendidikan yang dicapai penduduk di wilayah ini adalah hingga Universitas meski sebagiaan besar tamatan Sekolah menengah pertama.

Sekolah

  • Tingkat TK
  1. Sekolah Taman Kanak-kanak berada hampir di setiap desa dengan jumlah maksimal terdapat 3 TK disetiap desanya.
  • Tingkat SD
  1. Sekolah setara sekolah dasar (SD) negeri berada disetiap desa. Desa yang memiliki lebih dari satu SD berada di Desa Prapag Lor, dan Desa Kaligintung.
  • Tingkat SLTP
  1. SMPN 20 Purworejo
  2. SMPN 40 Purworejo
  3. SMP PGRI Pituruh
  4. SMP PMB Pituruh
  5. SMP Muhammadiyah Pituruh
  • Tingkat SLTA
  1. SMAN 10 Purworejo
  2. SMA Muhammadiyah Pituruh
  3. SMK Patriot Pituruh

Sarana dan Prasarana

Kecamatan Pituruh dilintasi jalan Kabupaten yang menghubungkan beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo diantaranya ruas Pituruh - Kemiri yang juga menyambung ke ruas jalan provinsi Kabupaten Kebumen - Kabupaten Wonosobo dibagian barat maupun dengan ruas jalan penghubung Kutoarjo - Kecamatan Bruno - Kabupaten Wonosobo. Selain itu terdapat ruas Pituruh - Kecamatan Butuh yang melintasi jalan nasional Pulau Jawa. Sarana dan Prasarana pendukung lainnya baik formal maupun informal diantaranya:
  • Masjid
  • Mushola/ Langgar
  • Gereja
  • Puskesmas
  • Polsek
  • Koramil
  • Bank
  • Minimarket
  • Pasar Tradisonal
  1. Pasar Pituruh di Desa Pituruh
  2. Pasar Dlisen di Desa Dlisen Wetan
  3. Pasar Brengkol di Desa Brengkol
  4. Pasar Prapag di Desa Prapag Kidul
  5. Pasar Kenthu di Desa Kalikotes
  6. Pasar Wonoyoso di Desa Wonoyoso

Potensi

Kecamatan Pituruh memiliki banyak potensi mulai dari agribisnis meliputi pertanian dan peternakan maupun potensi pariwisata. Bahkan untuk menampung potensi dari berbagai wilayah di Kecamatan Pituruh digelar acara Pituruh Expo setiap tahunnya dan menjadi icon Kecamatan Pituruh. Dari sektor Pariwisata wilayah ini memiliki sejumlah potensi wisata diantaranya:
  1. Gunung Kembang di Desa Somogede[2]
  2. Air Terjun Pendowo di Desa Somogede
  3. Gua Gong di Desa Kesawen[3]
  4. Desa Wisata Pamriyan di Desa Pamriyan
  5. Gua Pencuk Peninggalan Ir. Soekarno di Desa Ngandangan
  6. Curug Putren di Kaligintung

Sumber : id.wikipedia.org

Diberdayakan oleh Blogger.