Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri ekonomi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan



PURWOREJO, (pituruhnews.com) Dalam Rangka Peringatan Hari Koperasi (HARKOP) Ke 71 sekaligus juga dalam rangka Harganas XXV dan Hari Anak Nasional Tahun 2018. Menyelenggarakan Pameran Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) dengan mengenalkan dan sekaligus pelaku ekonomi kerakyatan perlu terus didorong secara masif dan terstruktur, sehingga mampu menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan mandiri berbasis pada ekonomi kerakyatan. Senin, 23/07/2018 bertempat di Jalan Depan Pendopo Kabupaten Purworejo.

Pameran ini dibuka dari Senin, 19 Juli sampai Rabu, 25 Juli 2018, dengan menampilkan 40 stand KUMKM dari 16 Kecamatan di Purworejo dengan diikuti mulai dari stand kecamatan, perguruan tinggi, Badan Usaha Milik Negara dan Daeray (BUMN/BUMD), dan pelaku usaha lainnya.

Salah Satunya Kecamatan Pituruh dari PKH Pituruh Agung Fitoyo Wibowo, Amd menjelaskan dalam pameran Hari Koperasi (HARKOP) Ke 71 dengan mengenalkan produk unggulan yaitu dari Program Keluarga Harapan (PKH) Pituruh memamerkan produk binaan, dari kecap salwa Desa Luwengkidul, keripik pisang "KEPO'' dan bumbu pecel sari rasa desa Tersidilor, keripik talas rukun jaya Desa Wonoyoso, Jipang Sri rejeki Desa Luwenglor, dan kerupuk ketala upik cempaka desa sawangan. jelasnya.

Dan ikut serta juga Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yaitu Kopi Robusta DesaPamriyan, Aneka Snack Dagadung Zoefa Pituruh, dan juga kerajinan Jinetri Original Rudraksha Pamriyan.

Sementara itu dalam pertemuannya dengan wartawan Purworejo, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Purworejo Gandi Budi Supriyanto SSos menuturkan untuk meningkatkan produk unggulan yang ada di Kabupaten Purworejo. dengan adanya pameran yang sekaligus HUT HARKOP Ke-71, maka Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Kabupaten Purworejo dengan menyelenggarakan Pameran supaya bisa mengangkat kembali potensi KUMKM di Purworejo dengan tidak lain "Kita akan terus mendorong produk UMKM melalui berbagai uapaya, agar potensi ini dapat terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat" jelasnya (ltf)

KALIKOTES, (pituruhnews.com) - Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, 40 anggota PKK Desa Kalikotes mengikuti pelatihan Membatik selama dua hari, hari Kamis, 26/12/2019 dan Jum'at, 27/12/2019.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kalikotes, dengan mengundang narasumber Dyah Wahyu Ristyani, S.Pd pemilik Batik Dewa kesambi Loano.
pelatihan membatik
Kepala Desa Kalikotes Sabar, melalui Sekretaris Desa Kalikotes Rr Sri Wahyu mulyaningsih,S.Pd mengatakan bahwa dengan diselenggarakan pelatihan membatik ini bisa untum meningkatkan sumber daya manusia warga desa Kalikotes khususnya.

"Ibu-ibu pkk yang mengikuti pelatihan ini sangat senang, karena pelatiahan bisa untuk menambah wawasan ketrampilan ibu-ibu PKK, semoga usai pelatihan ini, bisa diterapkan dan dilanjutkan agar nantinya bisa menambah ekonomi," ucapnya.

"Sebenanya pelatihan diselenggarakan hanya satu hari, karena proses membatik cukup sulit, akhirnya pemdes jadwal pelatihan ditambah menjadi dua hari, " imbuhnya.
proses penjemuran
Diungkapkan, Dyah Wahyu Ristyani, S.Pd narasumber pelatihan membatik bahwa antusiasme peserta yang mengikuti pelatihan membatik sangat tinggi yang bertujuan untuk mengembangkan desanya menjadi desa yang maju.

"Pelatihan ini bisa untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan. Melalui pelatihan pemerintah juga bisa mencanangkan untuk mendirikan sebuah gerai yang bisa digunakan untuki display produk batiknya." Ucapnya.
foto bersama
"Karena peserta membatik ini sangat antusias dalam bertanya materi, mereka juga berkeinginan ke workshop Batik Dewa kesambi Loano untuk mendapatkan pendalaman materi, " katanya.

"Karena waktu sangat terbatas, saya cuma sekilas memberikan materi membatik dan langsung praktik, mulai dari mola, nyanthing, nyolet, nutup, ngelir, nglorot dan menjemur. " pungkasnya.

Penulis : Luthfi
Advertisement

Camat Pituruh Saat Blusukan / Foto Sekcam Pituruh Yudi

PITURUH, (pituruhnews.com) - Diwaktu sela-sela kesibukannya dikantor, Camat Pituruh Ibu Siti Choeriyah, S STP, MM yang ditemani oleh Sekretaris Kecamatan Pituruh Bapak Yudi Agung Prihatno,S.STP menyempatkan waktunya untuk kegiatan Monitoring Evaluasi Pembanguan di area puncak Kecamatan Pituruh, pada Rabu, 24/10/2018.

Tujuan Monitoring Evaluasi Pembanguan ini dua desa, yaitu Desa Wonosido dan Pamrihan. Dalam kunjungannya Camat Pituruh dengan didampingi Kepala Desa Wonosido dan Pamrihan meninjau beberapa tempat yang dilakukan Pembangunan jalan rabat beton, pembangunan PAUD, Gedung Serbaguna, Kebon Kopi, Gedung BUMDES di Pamriyan dan Potensi Wisata di Wonosido.


Pituruh ini memiliki banyak ciri khas dan banyak potensi yang perlu digali, seperti kopi yang dimiliki Desa Pamrihan dan Wonosido. Diharapkan dengan adanya kopi tersebut bisa menambah ekonomi warganya.

"Dengan adanya potensi yang dimiliki dua desa, Camat Pituruh sangat mendukung, cuma untuk pihak pemerintah desa perlu memperhatikan lebih untuk pengembangan potensi yang ada." Katanya Camat Pituruh Siti Choeriyah, S STP, MM



Adanya sosial media, kaum milenial bisa ikut serta mengenalkan produk kopi yang di miliki Pituruh. Selain itu juga potensi kebun kopi yang dimiliki kurang lebih seluas 20 hektar yang ada saat ini, masih perlu sentuhan untuk mengoptimalkan hasilnya mulai dari inovasi tanaman, perawatan dan pengelolaan yang baik. Termasuk cara pemanenan dan pasca panen yang tepat. Kopi yang ditanam di Pamrihan adalah jenis Kopi Robusta.

"Dengan harapannya kopi ini bisa menjadi komoditas unggulan dan salah satu peluang usaha yang dikelola BUMDES nantinya" Ujar Yudi.

Selain itu pada saat ditemui crew Pituruhnews.com, Camat Pituruh Siti Choeriyah, S STP, MM mengajak untuk bisa berkunjung dan ngopi bareng disana.

Karena di Pamrihan sudah ada semacam cafe untuk ngopi, Camat Pituruh mengusulkan untuk membuat spot-spot berfoto di pinggir jalan dengan background gunung dan sawah. dan berharap dengan adanya kopi ini bisa mengikuti event kopi supaya kopi yang dimiliki Pamrihan dan Wonosido dapat dikenal oleh masyarakat pada umumnya.

Pada kunjungan ini juga ditemani oleh Kasi Ekonomi Pembangunan dan juga Pendamping Desa. (ltf)

Penulis : Luthfi
Editor : ALK 


TERSIDILOR, (pituruhnews.com) Dalam Rangka Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pembangunan dan Kemasyarakatan, Desa Tersidlor melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah tahun 2018, bertempat di Aula Desa Tersidilor, Senin, 22/10/2018.

Acara ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Purworejo, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bagian Pemerintahan, Kodim/0708 Purworejo, Polres Purworejo, Kejaksaan Purworejo, Pengadilan Purworejo, DPRD Kabupaten Purworejo, DINKUKMP Kabupaten Purworejo, Forkompimca Pituruh, dan Pelaku Usaha di Desa Tersidilor, serta ikut hadir Paguyuban UMKM dikecamatan Pituruh yang diketuai oleh bapak Sabar


UMKM yang sudah berjalan di Desa Tersidilor, yaitu Kepo Banan Chips, Sari Rasa Sambel Pecel, Kripik Kulit "Dwi Guna", Peyek Kacang, Sagon "Dwi Tunggal" dan masih banyak produk unggulannya.

Mayoritas warga yang ada di Desa Tersidilor dan sekitarnya adalah Petani, selain petani juga memanfaatkan potensi lokalnya, seperti kacang hikau, kelapa, dan pisang. Dengan memanfaatkan potensi yang ada, warga Tersidilor dan sekitarnya bisa menambah ekonominya selain dari hasil taninya, seperti pengembangan potensi sekitar.


Munculnya UMKM yang ada di Purworejo, bisa menambah ekonomi warganya, pada tahun  2020 adanya isu strategi yaitu dengan di bangunnya Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Otorita Candi Borobudur dan Bendungan Bener.

"Diharapkan dengan adanya UMKM bisa menjanjikan hasilnya, serta pengemasannya dibuat menarik dan unik, dan juga strategi pemasaran produknya, dengan pendampingan modal dari DINKUKMP Kabupaten Purworejo" Ujar Gandi.


Sementara itu, Vivin Suryandari Feriyani, SSTP,MM mengungkapkan dengan berbagai macam permasalahan yang ada di daerah terkait dengan UMKMnya bisa kami fasilitas untuk kedepannya bisa lebih maju.

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Suatu organisasi seperti koperasi harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Jika tidak maka akan tergilas oleh adanya perubahan lingkungan. Koperasi era revolusi industri 4.0 juga mangharuskan koperasi untuk dapat beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa dinamis tersebut.

Hal itu dikatakan Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Serba Usaha (KSU) Mikat Al Khidmah yang dikelola PCNU Kabupaten Purworejo, Sabtu (22/02/2020). Turut mendampingi Kabag Kesra Drs H Fatkhurrohman MM, Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama SSTP MM dan Camat Purworejo Sudaryono Ssos.

Bupati melanjutkan, langkah awal yang perlu dilakukan dalam transformasi koperasi adalah membangun karakter kreatif dan inovatif bagi insan penggerak koperasi. Kreatifitas mengharuskan insan koperasi dapat berpikir berbeda dibandingkan insan yang lain, sedangkan inovatif mengharuskan insan koperasi dapat bertindak berbeda dengan insan yang lain. 
rapat 
"Dengan insan yang kreatif dan inovatif akan dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Dengan berbagai upaya dan dukungan semua pihak, eksistensi koperasi akan semakin kokoh sebagai pilar ekonomi kerakyatan di negeri," katanya.

Menurutnya, keberhasilan koperasi bukan hanya ditentukan oleh pengurus, namun sangat ditentukan oleh peran aktif dari masing-masing anggota. 

"Pengurus koperasi harus dapat melakukan terobosan baru untuk menambah produk-produk layanan yang sudah ada, baik bersifat komersial maupun bentuk-bentuk layanan yang bersifat sosial," ujarnya.
tamu undangan
Bupati menambahkan, Nahdlatul Ulama (NU) telah banyak memberikan sumbangsih dalam berbagai bidang kepada bangsa ini. 

"Terutama dalam membangun SDM Islami melalui bidang pendidikan, dimana kita bisa melihat bagaimana pondok-pondok pesantren," tuturnya.

Selain itu, NU juga berperan dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan umat, termasuk melalui koperasi-koperasi yang didirikan di berbagai tempat. Termasuk KSU Mikat Al Khidmah yang dikelola PCNU Kabupaten Purworejo ini. 

"Modal sebesar 28,5 miliar yang saat ini dimiliki oleh KSU Mikat Al Khidmah sungguh luar biasa besar. Mungkin kedepan dapat memberikan pinjaman untuk ibadah umroh. Saya rasa ini terobosan yang cukup baik dilakukan.  Saya yakin, kebersamaan akan meneguhkan semangat untuk membangun NU dan seluruh anggotanya agar dapat hidup sejahtera," imbuh Bupati.
sambutan bupati Purworejo
Sementara itu, Manager KSU Mikat Al Khidmah Ardian irfansya, SE mengatakan bahwa rapat tahunan tutup buku tahun 2019 KSU Mikat Al Khidmah, merupakan  pertanggungjawaban resmi sesuai dengan undang-undang semua koperasi harus mengadakan rapat anggota tahunan.

KSU Mikat Al Khidmah berdiri sejak tahun 2008 higga sampai saat ini sudah berusia 12 tahun, dengan anggota mencapai kurang lebih 2720 anggota.

"Saya berharap untuk semua anggota KSU Mikat Al Khidmah kedepan kepada anggota untuk lebih aktif terhadap simpanan pokok, wajib, sukarela, ataupun pembiayaannya. " ucapnya.

"Bagi  warga masyarakat Nahdlatul Ulama, diharapkan usegera bergabung dengan koperasi kami, karena koperasi kami merupakan lembaga resmi di bawah naungan Nahdlatul Ulama PCNU kabupaten Purworejo. " tambah Ardian.
pengurus KSU Mikat Al Khidmah
Rapat tahunan tutup buku tahun 2019 ini sekaligus reorganisasi pengurus KSU Mikat Al Khidmah, karena di setiap AD/ART dilaksanakan setiap  3 tahun sekali.

"Reorganisasi kali ini merupakan yang kelima sejak didirikannya KSU Mikat Al Khidmah. " imbuhnya.

"Pemilihan ketua pengurus KSU Mikat Al Khidmah dilaksanakan secara aklamasi yang terpilih H. Slamet Widodo, SE beliau merupakan wakil ketua KSU Mikat Al Khidmah tahun kemarin. " pungkasnya.

SOMOGEDE, (pituruhnews.com) - Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Pituruh melaksanakan kegiatan pemberdayaan sosial Penanaman Seribu Pohon Alpukat "Menanam Satu Pohon, Menumbuhkan Seribu Kebaikan" di Desa Somogede, Kecamatan Pituruh, Rabu, (05/02).

Arif Rohman Muis, SE,.MM koordinator PKH Wilayah II Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa dengan adanya penaman seribu pohon alpukat ini, akan mendorong masyarakat untuk mengembangkan pohon alpukat di Desa Somogede.

"Melalui penanaman pohon alpukat ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dibidang pertanian, supaya masyarakat berdaya mempunyai usaha, untuk meningkatkan perekonomian " ucapnya.
camat Pituruh menanm
Yudhie Agung Prihatno camat Pituruh menambahkan, bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan salah satu terobosan dari PPKH Kecamatan Pituruh, bagaimana menciptakan suatu program yang masih berkaitan dengan penggentasan kemiskinan yaitu penanaman pohon alpukat.

"Penanaman pohon alpukat diharapkan bisa menjadi stimulan, pohon ditanam di lingkungannya masing-masing, kemudian tumbuh menjadi besar, nantinya bermanfaat untuk penghijauan dan ketika sudah berbuah bisa menjadi salah satu penghasilan tambahan. Sehingga diharapkan nantinya bisa meningkatkan perekonomian warga khususnya penerima pkh di Desa Somogode Ini, " ucapnya.

"Penanaman sebanyak 1.000 pohon alpukat, cocok untuk ditanam di daerah pegunungan, sesuai kajian dinas pertanian " tambahnya.

"ini merupakan suatu terobosan yang bagus karena program pemerintah begitu banyak untuk pengentasan kemiskinan mulai dari rumah tidak layak huni, bantuan pangan non tunai. Ini suatu hal yang baru bagaimana melestarikan alam dan meningkatan pendapatan, dimana masyarakat Desa Somogede salah satu mata pencaharian adalah petani, imbuhnya.

"Kegiatan pemberdayaan sosial ini dibiayai dengan dana khas kelompok penerima PKH, di bantu oleh pendamping PKH dan TKSK Kecamatan Pituruh. Setiap peserta PKH menerima bibit pohon ini gratis, biaya ini merupakan dana yang dikelola oleh PKH,  jadi dikembalikan kepada para penerima manfaat. " ucapnya.

"Terobosan-terobosan ini perlu dikelola dengan baik, ide-ide apapun itu tentu saja sepanjang dengan kajian yang sudah mencukupi ini bisa diterapkan di mana saja. Dengan kepedulian semua stakeholder yang ada karena ini bersifat stimulan, mulai dari jajaran Pemerintah desa, Kecamatan, Kabupaten dan naik ke atas termasuk para pendamping pendamping PKH dan pendamping Desa, " tambah Yudhi.
5 anggota pkh yang mundur
Ia juga menambahkan melalui penanaman ini bisa bersama-sama bagaimana mendukung mengawasi memonitoring kegiatan, terutama bantuan yang sudah diberikan kepada masyarakat agar benar-benar bisa dijaga, nantinya tumbuh dengan baik dan bisa menjadi salah satu alternatif pendapatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Hari ini sudah ada 5 anggota PKH graduasi dari kepesertaan PKH  secara sukarela,  karena sudah meningkat perekonominya, kegiatan penanaman pohon ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian sehingga tingkat graduasi semakin banyak dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah, " imbuhnya.
proses penanaman
Arif Rohman Muis, SE,.MM juga menambahkan bahwa kegiatan ini perlu ditingkatkan karena tujuan dari program PKH ini mengentaskan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kalau Penerima sudah graduasi (penggentasan) ini maka kemiskinan di kabupaten Purworejo menurun, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

"Dengan adanya anggota PKH yang sudah graduasi, anggota PKH sudah siap untuk mempunyai kehidupan yang lebih baik, jangan sampai mereka graduasi tapi beberapa waktu kemudian diambil kembali, " ucapnya.

"Penanaman pohon alpukat ini tidak hanya di Desa Somogede saja, diharapkan bisa dilaksanakan ditempat lainnya. Agenda sejenis yaitu penanaman pohon juga sudah dilaksanakan di Kecamatan Kaligesing, Desa ketawang, Kutoarjo, " imbuh Arif.

"Desa Somogede ada 5 orang yang mengundurkan diri dari PKH, Untuk jumlah anggota PKH se-kabupaten Purworejo sendiri sebanyak 280 anggota yang mengundurkan diri, " tambahnya.

"Kegiatan Pemberdayaan sosial  diperlukan sinergisitas dari berbagai pihak, karena untuk menurunkan angka kemiskinan sendiri perlunya ada kolaborasi antar pemerintah desa, kecamatan, bahkan kabupaten, " ucap Arif.
foto bersama
Sementara itu, Kepala Desa Somogede Tukiman mengatakan sangat berimakasih karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk warga masyarakat desa Somogede.

"Dengan adanya penanaman pohon alpukat ini bisa untuk ketahanan air, dan jika sudah panen bisa untuk menambah ekonomi warga desa Somogede khususnya penerima bantuan PKH, " ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya program PKH ini, warga masyarakat Somodege ini merasa terbantu, dan ada beberapa anggota PKH sendiri sudah ada yang berani mengundurkan diri karena merasa bagus ekonominya.

Komariyah anggota PKH Desa Somogede menyatakan mundur dari kepersertaan PKH karena perekonomian sudah meningkat.

"Dengan adanya program PKH ini sangat membantu, melalui PKH warga masyarakat yang kurang mampu, ekonominya dapat terpenuhi, " tutup Komariyah.

Reporter : Purnomo
Editor : Luthfi Bay

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - “Revitalisasi Gerakan Pemuda Ansor Maju Satu Barisan di Era Milineal” , tema tersebut sangat cocok diangkat oleh Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo dalam pelantikan yang dilanjutkan dengan rapat kerja PAC GP Ansor Purworejo pada hari Sabtu malam Ahad 25 Januari 2020 di Jackman Coffee Purworejo

Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh NU dan tokoh masyarakat serta pengurus MWC NU Kecamatan Purworejo antara lain KH Hamid Ak , KH Masduki Ch , KH Athoillah , H Muh Dahlan , K Daeroni , K Anang Mustofa MQ dll

Dari jajaran Forkompimcam Purworejo hadir pula Camat Purworejo , Sudaryono , S.Sos dan Fajar mewakili Kapolsek Purworejo.

Acara di awali dengan bacaan alquran , mahallul qiyam bacaan kitab albarzanji , bacaan tahlil dan menyanyikan lagu kebangsaan , mars ansor dan mars banser.
paska deklarasi
Sahabat Latif Akhadi SE , sekretaris PAC GP Ansor Purworejo sekaligus Ketua Panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kesuksesan acara pelantikan ini termasuk kepada pemilik Jackman Coffee Suara Merdeka, Bapak Joko yang telah bersedia bekerjasama dalam menyediakan tempat pelantikan dan rakerancab.

H Muhammad Haekal , S.Pd.I Wakil Sekretaris PW GP Ansor yang hadir mewakili sahabat H Solahudin Aly Ketua PW GP Ansor Jawa Tengan setelah memimpin jalannya pelantikan dengan pengucapan janji pengurus baru dalam sambutannya menyampaikan pentingnya GP Ansor tetap setia , kompak dan berkhidmah dengan minimal memegang tiga hal , yaitu :
Yang pertama , GP Ansor harus selalu aktif dalam pergerakan untuk menggerakkan masyarakat. Diharapkan pengurus dan kader Ansor maupun Banser melalui pengurus PAC dan ranting , Satuan Koordinasi Rayon Banser , Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor , Bidang Kaderisasi , Badan Ansor Anti Narkoba , Lembaga Bantuan Hukum Ansor , Ekonomi , Seni Budaya , Sosial Kesehatan dan Bidang Informasi Media dan Komunikasi benar benar dapat dirasakan manfaatnya oleh anggota dan masyarakat pada umumnya.

Yang kedua , aktif dalam pergerakan untuk menjaga dan mensyiarkan Islam Aswaja An Nahdliyyah yang mempunyai pandangan dan sikap toleran , berimbang dan cerdas berada ditengah tengah.

Sedangkan pesan ketiga yang disampaikanya bahwa GP Ansor bersama perangkatnya mempunyai struktur organisasi yang terbentuk dari Pusat , Wilayah , Cabang , Anak Cabang dan Ranting. Untuk Kabupaten Purworejo sudah berdiri 16 PAC atau sejumlah 16 kecamatan yang ada, diharapkan selalu meningkatkan khidmah dan menjunjung tinggi marwah organisasi serta tetap menggerakan kaderisasi formal ataupun non formal baik di Ansor , Banser maupun Rijalul Ansor

Kepengurusan GP Ansor dalam satu kesatuan dibawah komando pimpinan dan naungan Nahdlotul Ulama di minta senantiasa setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Purworejo , sahabat Imam Jauhari , S.Pd.I dalam sambutanya juga mengharap kebersamaan dan sinergitas pengurus ditingkat kecamatan dan pimpinan ranting GP Ansor se Kecamatan Purworejo.

“Kami mohon doa dan dukungan para kiai , pejabat pemerintah , banom nu dari unsur muslimat NU , fatayat NU , IPNU dan IPPNU khususnya dan segenap pengurus GP Ansor baik tingkat cabang maupun wilayah ” kata Imam di sela sela sambutanya.

Imam menyadari bahwa tantangan generasi muda saat ini tidaklah mudah bahkan semakin berat , maka dirinya berharap kepengurusan baru ini yang merupakan kelanjutan dari kepengurusan yang lama dibawah kepemimpinan sahabat Naufal Abdillah Alhafidz yang sekarang duduk sebagai wakil ketua PC GP Ansor Purworejo , dapat semakin maju dan berkarakter.

” Hal yang sudah baik mari kita pertahankan , dan yang belum tercapai di kepengurusan lama mari bersama sama kita realisasikan ” ucapnya dengan semangat.

Sementara itu sahabat Zulfikar , Ketua PAC MDS Rijalul Ansor Purworejo juga berharap kedepan program kerja Rijalul Ansor dalam hal pemahaman dan pendalaman ajaran aswaja NU dapat di jalankan bersama.

H Wahyudi , Kepala Satuan Koordinasi Rayon Banser Purworejo optimis , Insya Allah kedepan Banser Purworejo dengan militansi , loyalitas dan korsa serta bimbingan para senior dapat semakin baik dan siap mengawal kiai , habaib , NU dan NKRI dibawah komando pimpinan GP Ansor yang makin solid.

Ketua PC GP Ansor Purworejo , Sahabat Khabib Anwar mengapresiasi terobosan dari Pengurus PAC GP Ansor Purworejo dalam penyelenggaraan acara ini dengan memilih tempat yang agak berbeda dari biasanya , yaitu di area publik Jackman Coffee dengan harapan bisa lebih menyentuh kalangan milineal meski tetap tidak menghilangkan ciri khas karakter ansornya.

Dalam penyampaian arahan jelang rakerancab , Khabib Anwar berpesan bahwa penyusunan program kerja yang dimusyawarahkan bersama itu penting untuk guide perjalanan organisasi.

Tapi kesabaran , keuletan, kekompakan dan sinergi dalam menjalankan program kerja tersebut tentu juga tak kalah penting.

” Insya Allah siap, semoga semua pengurus , kader dan anggota diberi kekuatan , lindungan dan pertolongan dari Allah swt , ” pungkas sahabat Wawan , Bendahara PAC GP Ansor Purworejo ketika ditanya kesiapanya mewakili pengurus oleh ketua PC.

Acara diselingi dengan hiburan Band lokal Purworejo dan di akhiri dengan menyanyikan lagu kemesraan bersama sama oleh H Tashilul Manasik , Husni Laiq , Abdul Hamid , Heri Bejo , Niam , Heri Keseneng , Naufal Abdillah termasuk oleh perwakilan pengurus GP Ansor Kecamatan Loano , Banyuurip , Bayan , Bener , Kaligesing yang hadir sebagai tamu undangan. (lt)

Semilir angin menerpa wajahnya yang basah. Terduduk lemas di belakang pesantren sambil membawa sebuah kertas. Kertas yang berisi tagihan pembayaran syariah pesantren. Sungguh lelah dirinya memikirkan hal semacam itu, walaupun ibunya selalu mengatakan untuk tidak perlu memikirkan masalah uang. Seharusnya dirinya tak perlu belajar keluar kota, seharusnya dirinya membantu ibunya saja berjualan kue kering keliling. Tak ada gunanya menyesal. Ia menyimpan kertas itu ke dalam sakunya beranjak untuk kembali ke pesantren.

Kayla Azzahra, itulah nama yang diberikan ayahnya untuknya. Ayahnya sudah  pergi karena sebuah penyakit. Tinggal ia dan ibunya yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Ayahnya hanya mewariskan sebuah ilmu. Orang berilmu tak akan jatuh ke jurang kehinaan, itulah yang ayahnya katakan. Kayla percaya itu . Allah selalu menolong orang orang yang berilmu lagi beriman.

Malam ini di pesantren ada jadwal pengajian kitab kuning. Sudah satu bulan dirinya berada di pesantren. Dirinya juga mendapat teman yang baik. Raisa namanya. Mereka sama-sama lulusan sekolah umum yang baru saja terjun di pesantren. Jadi ilmu mereka tentang agama sangatlah minim. Mereka  selalu kompak dalam mendalami ilmu agama dan umum.

“ Ukhti, anti tahu alasan mengapa madrasati dibaca kasroh? Mengapa tidak dibaca fathah atau dammah ? “ Raisa menunjukan sebuah kalimat dalam Bahasa Arab.

“ Coba anti perhatikan. Sebelum kata madrasati ada huruf jer ‘fi’. Setiap kata yang didahului oleh huruf jer  dibaca kasrah. “ Raisa mengangguk paham. Begitulah mereka, saling membantu untuk meraih kesuksesan bersama. Persahabatan yang indah.

Waktu menunjukkan pukul 23.15. Semua santri sudah tidur kecuali Kayla. Ia selalu  begitu, belajar hingga lupa waktu . Raisa sudah mengingatkah agar tidak terlalu sering begadang. Tapi Kayla adalah orang yang keras kepala. Dirinya tetap belajar selagi matanya masi kuat terjaga. Ia sedang menghafalkan nadzom kitab talimul mutaalim.

Alalatanalul ilma illa bisittatin Saunbika ‘ammajmu’ihabi bayani
Dzakain wahirsin wastibarin wa stibarin wa bulghotin  wa irsyadil ustadzi wa tuli zamani
Raisa pernah mengatakan sebuah kata kata bijak yang ada di dalam kitab talimul mutaalim . ‘ Pelajar akan terbang bersama cita-citanya seperti halnya burung yang terbang bersam sayapnya. Ia punya satu cita-cita, cita-cita yang teramat tinggi baginya. Bermimpi ntuk menjadi seorang peneliti .  Ia sangat ingin menjadi ilmuwan. Semoga mimpinya kelak terwujud . Kayla menutup kitabnya dan memejamkan mata. Berdoa semoga hari ini esok ada harapan baru untuk memulai mimpinya.

Para santri memasuki ruang kelas untuk memulai pembelajaran. Kayla memiliki sebuah penelitian yang ia garap bersama Raisa. Penelitian mengenai aplikasi pembelajaran AR ( Augmented Reality) untuk anak SD sederajat. Aplikasi itu sederhana saja, hanya macam – macam binatang yang diaplikasikan dalam 3D. Namun secara tidak langsung aplikasi ini membantu para siswa dalam memahami binatang –binatang yang tidak mungkin dilihat jika tidak pergi ke kebun binatang. Mereka membuat produk itu selama berhari-hari. Banyak sekali kendala yang mereka hadapi saat membuat aplikasi itu. Mulai mengurus proposal, uji coba produk ke berbagai sekolah dasar, hingga pengurusan pengiriman produk ke lembaga yang menyelenggarakan perlombaan.

“ Raisa, coba desain dulu gambar gajahnya, nanti aku yang edit. “ Kayla menunjukkan buku rancangan penelitian mereka. Raisa pun mengangguk paham.

Sebelum tercetus aplikasi  AR, mereka mengkaji hambatan yang dihadapi oleh anak-anak masa masa pengenalan. Anak-anak pada masa pengenalan yang memiliki orang tua kaya sangatlah beruntung, mereka bisa melihat bentuk binatang –binatang besar secara langsung. Namun, bagaimana nasib anak-anak masa pengenalan yang hidup dalam mirisnya perekonomian? Bisa melihat gambar singa saja sudah sagat senang. Lalu bagaimana mereka tahu bentuk nyatanya? Aplikasi AR mampu menjawabnya. Tak perlu ke kebun binatang, binatang-binatang dalam bentuk 3D terlihat begitu nyata.  Pembelajaran seperti itu lebih disenangi siswa. Mereka sudah melakukan uji coba ke SD Watoniyah.

“Assalamualaikum adik-adik.” Kayla dan Raisa mulai membuka pembelajaran . Para siswa tampaknya sangat antusias.

“Waalaikumsalam kakak cantk.” Mereka tersenyum geli mendengar sebutan itu.

“Hari ini, kakak mau mengenalkan sesuatu yang baru. Dijamin kalian pasti suka. Tapi sebelumnya kakak mau Tanya , siapa di sini yang sudah pernah pergi ke kebun binatang?” Beberapa anak mengangkat tangan. Tetapi banyak yang menyembunyikan tangannya di balik kolong meja. Entah karena malu mengakui atau memang belum pernah pergi ke kebun binatang. Tapi sepertinya kemungkinan kedua lebih logis. Mereka memang belum pernah ke kebun binatang.

“ Tidak masalah bagi yang belum pernah. Karena setelah ini kakak akan mengajak kalian melihat binatang-binatang yang ada di kebun binatang. Siapa mau?” Para siswa serempak menjawab dengan kompak. Kayla sudah siap untuk menerangkan cara kerja aplikasi AR yang mereka buat. Para siswa sangat antusias dan bersemangat.

“ Ternyata bentuk landak begitu ya kak. Bulunya serem, ada durinya.” Salah satu siswa begidik ketakutan. Senyata itulah gambaran binatang-binatang yang terpampang dalam bentuk 3D. Sistem Kerjanya adalah menggunakan kartu yang kemudian di scan menggunakan gadget. Uji coba aplikasi mereka sukses. Tinggal ke tahap berikutnya, pengajuan proposal pengikutan lomba.

Setelah pembelajaran  selesai mereka menemui salah satu guru kesiswaan untuk mengajukan proposal, Pak Lukman namanya . Kayla dan Raisa mengira proposal tersebut akan diterima dengan senang hati. Tetapi ekspetasi mereka tidak sesuai dengan realita. Bukan main marahnya Pak Lukman. Beliau menganngap mereka tidak mengikuti prosedur. Seharusnya mereka mengajukan proposal terlebih dahulu sebelum melakukan uji coba. Jika mereka mengajukan proposal terlebih dahulu mereka akan mendapat guru pembimbing. Setelah memberi tahu prosedur yang benar, Pak Lukman akhirnya menyejutui dan memberikan guru pembimbing yang andal. Beliau juga mendukung keikutsertaan mereka dalam lomba peneliti muda.

“ Ya sudah kalian lanjutkan pekerjaan kalian. Semoga sukses di perlombaan internasional nanti. Emm.. untuk Kayla, bapak mau bicara sebentar. Untuk Raisa,silakan bisa meninggalkan ruangan bapak. “ Raisa menunggu  di luar, dirinya tak bermaksud menguping, tetapi suara Pak Lukman terlalu keras hingga ia mendengarnya.

“ Kayla, bilang sama ibu ya. Jangan terlalu lama menunggak pembayaran syariah. Setelah melihat semangat belajarmu yang tinggi, bapak akan usahakan untuk mendaftarkan namamu ke dalam beasiswa siswa berprestasi. Tapi ini bukanlah hal yang mudah. Saat kamu sudah menerima beasiswa  itu, nilaimu harus selalu bagus. Jika nilaimu turun sedikit saja dari syarat yang ditentukan, kamu akan membayar ganti rugi. Beasiswa ini sangatlah berisiko, tapi juga menguntungkan. Jika kamu merasa mampu bapak akan mendaftarkan namamu. Kabari bapak jawaban secepatnya. “Kayla mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Saat dia keluar dari ruangan Pak Lukman, ia melihat Raisa yang masih menunggunya.

“Ambil beasiswa itu, Kay. Jangan takut!” Raisa berusaha meyakinkan sahabatnya. Dirinya mulai bimbang. Bagaimana jika dirinya gagal ? Berapa ganti rugi yang harus dibayarnya ? Tetapi bila dirinya berhasil, beasiswa itu akan meringankan beban ibunya. Ia memilih mengambil beasiswa itu . Mungkin beasiswa itu adalah bantuan yang dikirim Allah untuknya. Masalah biaya selesai,ia tak perlu pusing memikirkan al itu. Sekarang dirinya bisa  fokus belajar dan berprestasi.

Kayla dan Raisa akan menghadiri perlombaan peneliti muda di ibu kota. Mereka harus melakukan yang terbaik. Mulut mereka sibuk melantunkan doa sebelum memasuki ruangan presentasi produk. Mereka sangat gugup saat mengetahui juri-jurinya adalah peneliti andal yang melegenda di tanah air. Roobishyrahli sodri wayassirli amri wahlul ‘uqdatam milli sani yafqohul qouli. Mereka mulai memaparkan hal yang melatar belakangi pembuatan aplikasi AR, menjelaskan hasil penerapan aplikasi mereka lakukan, dan menjelaskan cara menggunakan aplikasi tersebut. Dua juri berdiri dan bertepuk tangan tepat saat mereka menyelesaikan presentasi mereka. Segala puji syukur mereka ucapkan kepada Allah SWT.

Satu bulan kemudian setelah perlombaan, mereka menunggu dengan cemas. Bagaimana hasilnya? Tiba-tiba mereka di panggil oleh Pak Royan yang membimbing mereka dalam proses pemuatan aplikasi AR. “ Selamat kalian juara satu. Persiapkan diri kalian karena tiga besar akan dikim ke Singapura.” Betapa terkejutnya mereka. Mereka serempak melakukan sujud syukur. Apa yang ayahandanya katakan benar., orang berilmu tidak akan pernah jatuh ke jurang kehinaan.

Podium besar mulai terisi penuh oleh orang –orang berpakaian rapi. Setelah jas dan dasi seakan menunjukkan kepiawaian mereka. Para ilmuwan, para pengusaha hebat, dan pemimpin Negara yang turut menyambut para kontestan. Kayla dan Raisa sedari tadi terus mengucapkan doa. Sinar blitz mengenai mereka berkali-kali. Sungguh besar kuasa Allah. Bagaimana mungkin anak penjual kue kering keliling bisa berdiri di antara ilmuwan – ilmuwan ternama? Air matanya menetes haru, Raisa yang melihat itu memeluk erat sahabatnya. Sungguh berat kehidupan sahabatnya itu. Bukan orang pintar yang akan mendapatkan kesuksesan, bukan orang kaya yang akan meraih kemenangan, tetapi orang yang memiliki tekat dan semangat belajar yang tinggi adalah pemenang sekaligus pemegang penuh kesuksesan. Kayla dan Raisa, mereka memenangkan perlombaan itu.

“ Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT. Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung dalam proses menuju kemenangan ini. Terima kasih juga untuk sahabat saya yang telah berjuang bersama saya, meyakinkan saya akan sebuah pertolongan Allah, maju terus hingga sampai ke titik ini. Terlebih untuk ibu saya yang telah berkorban untuk putrinya. Tak ada kata yang pantas saya ucapkan untuk menggambarkan rasa cinta kepadamu. Kemenangan ini juga saya persembahkan untuk ayah saya. Semoga kemenangan ini memberikan semangat untuk terus mengejar mimpi. Teruntuk sahabatku, mari kita terus bergandeng tangan dalam menyusuri lorong-lorong kesuksesan. Persahabatan yang indah, aku bangga memiliki sahabat sepertimu.” Suara tepuk tangan menambah suasana haru. Raisa langsung memeluk sahabatnya. Membisikkan  sepatah kalimat yang membuat Kayla tersenyum.

Kini kau percaya kan, bahwa sukses tak mengenal materi ? Mereka hanya mengenal otak dan hati.

Cerita Karya : 
Nama : Khofifatun Rohmah
Tempat, tanggal lahir : Kebumen, 20 November 1999
Alamat : Rt 01 Rw 03 Jatimalang, Klirong , Kebumen

Banyak sekali yang beranggapan bahwa pendidikan sekolah adalah salah satu pemicu untuk keberhasilan seseorang. Jika orang tersebut tidak mempunyai pendidikan maka orang tersebut tidak bisa berhasil.

Mengapa pendidikan mengacu pada keberhasilan? Karena pendidikan dituntut untuk berfikir bagaimana menjadi sukses dalam situasi yang sangat terpuruk, sehingga berfikir akan jauh lebih baik dari yang sebelumnya.

Komitmen dan tanggung jawab yang diajarkan menjadikan pelajar harus benar-benar serius dan tekun dalam menuntut ilmu agar dapat mencapai keberhasilan yang sempurna dimasa yang akan datang.  

Lalu bagaimana masa depan bisa mengacu pada pendidikan  untuk meraih masa depan lebih baik? Karena ilmu didapatkan dari pendidikan, dan hasil dari menuntut ilmu melalui pendidikan akan dibawa pada masa depan untuk menghadapi persoalan-persoalan pada kehidupan. Apalagi kehidupan sosial yang setiap hari berubah-ubah argument.

Kesadaran dalam mencari ilmu haruslah ada sejak dini karena untuk meraih keberhasilan dimasa yang akan datang, agar kehidupannya kelak tercukupi tidak kurang harta dan tidak miskin ilmu pendidikan.

Upaya-upaya untuk selalu waspada terhadap apapun dan siapapun,berjuang menuntut ilmu agar terhindar dari perkara penipuan, karena suksesnya orang berilmu sangat jauh beda dengan orang yang tidak pernah menuntut ilmu contohnya dalam segi ekonomi kehidupan individu.

Faktanya banyak orang sukses banyak motivator-motivator yang lahir dari kalangan menengah ada juga dari kalangan bawah namun mereka tidak menyerah begitu saja, mereka berjuang keras dipendidikan untuk menuntut ilmu lalu meraih keberhasilan yang memuaskan, oleh sebab itu kalangan menengah dan kalangan bawah kebanyanyak dimasa yang akan datang sukses dan berhasil berkat kerja keras mereka sendiri. Hal ini menjadi perubahan besar dalam kehidupan.

Menuntut ilmu tidak pandang usia muda atau tua, semuanya bisa menuntut ilmu. Peran menuntut ilmu lagi dan lagi haruslah dengan niat dan komitmen dalam tanggungjawab karena sudah jelas ketinggalan informasi dan tidak bisa menyesuaikan diri dimasa depan akan menimbulkan masalah-masalah baru bagi generasi kita, itulah mengapa masa depan harus diiringi dengan pendidikan yang berkualitas.

Karena seseorang tidak akan tahu seperti apa dan menjadi apa seseorang dimasa depan? Maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya dengan niat yang baik untuk bekal dimasa yang akan datang, ini semua untuk mencegah hal buruk dimasa yang akan dating kelak.

Dan peran yakin akan diri sendiri untuk mengubah masa sekarang menjadi lebih baik adalah proses menuju masa depan yang baik. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap tindakan harus diiringi dengan kegigihan, kerja keras, dan niat yang kuat untuk mecapai keberhasilan yang sempurna. Jika dalam perjalanan mengalami kegagalan jangan putus asa, bangkitlah dan terus berjuang karena kegagalan adalah proses keberhasilan.   

Karya Mahasiswi UMP : 
Nama: Emitha Prihartini
Prodi: PGSD/ 3B Universitas Muhammadiyah Purworejo
TTL: purworejo, 22 juli 2001

MEGULUNGKIDUL, (pituruhnews.com)Ada pemandangan berbeda ketika melintasi jalan Pituruh-Brengkol pada peringatan HUT RI kali ini. Nampak berdiri kokoh gapura dengan desain unik nan menawan begitu memasuki batas Desa Megulung Kidul. Gapura ini terbuat dari bahan-bahan bekas yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadikan gapura ini terlihat artistik. Pembuatan gapura sudah dilakukan sejak awal agustus dan selesai dikerjakan pada Jumat, 16 Agustus 2019.

Gapura ini merupakan bentuk partisipasi warga Desa Megulung Kidul untuk ikut memeriahkan peringatan HUT RI yang ke-74. Selain itu pembuatan gapura ini dimaksudkan pula untuk mengikuti kompetisi unjuk kreativitas bertajuk 'Festival Gapura Cinta Negeri' dengan tema Cinta Negeri yang diadakan oleh pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kebanggaan terhadap budaya Indonesia dan menjaga nilai gotong royong antar warga. Lomba ini memperebutkan Piala Bergilir Presiden, dimana 10 (sepuluh) pemenang kategori umum dan 3 (tiga) pemenang kategori lembaga/instansi/perusahaan akan diundang ke Istana Merdeka untuk bertemu Presiden Republik Indonesia, dan menerima penghargaan secara langsung.
warga gotong royong memasang gapura
"Pemenang akhir terdiri dari 1 (satu) pemenang Gapura Terbaik dan 1 (satu) pemenang Gapura Terfavorit pilih netizen," bunyi radiogram Mendagri.

Malik Khairul Anam selaku Kepala Desa Megulung Kidul mengungkapkan apresiasi dan  terima kasih kepada masyarakat Megulung Kidul yang telah bahu membahu membangun gapura ini.
gapura cinta negeri terletak di perbatasan desa Megulungkidul dengan Pituruh
"Kami menyambut baik program pemerintah melalui festival gapura HUT RI ke- 74 sebagai salah satu bentuk rasa syukur dan cinta kita terhadap NKRI, semoga dengan adanya lomba gapura ini akan memunculkan bakat bakat seni dan kreativitas baru bagi anak-anak bangsa khususnya di Desa Megulung Kidul ini. Harapan kami tentunya bisa masuk 10 besar nasional," ujar Anam kepada Tim pituruhnews.com, Sabtu (17/8/2019). (by)
Advertisement

KALIKOTES, (pituruhnews.com) - Memanfaatkan limbah berbahan paralon bekas, pemuda desa Kalikotes ciptakan kerajinan lampu tidur bermotif unik dan keren.

Pemuda ini bernama Rotif Ismanto (23 th) warga rt 04 / rw 01, Dusun Samarata, Desa Kalikotes, Pituruh berhasil membuat karya yang cukup unik dan penghasilan dengan membuat lampu tidur (lampion).

Rotif Ismanto mengaku, awal mula membuat kerajinan tangan berbahan paralon ini, ketika ia melihat banyak paralon bekas dirumahnya tidak terpakai, lantas berpikir untuk memanfaatkan barang bekas tersebut menjadi suatu karya yang bernilaikan ekonomi.

Setelah itu berinisiatif mencari bagaimana cara memanfaatkan paralon ini, lalu melihat-lihat disosial media melalui Youtube, akhirnya tau bagaimana cara mengelola barang tersebut menjadi barang bermanfaat.

Tidak berpikir lama, ia langsung menemukan ide dengan membuat kerajinan tangan lampion ini dengan berbahan paralon bekas.
Karya Lampu tidur rotif
Bahan yang diperlukan untuk membuat lampu tidur ini paralon bekas berukuran 3 inchi, dengan panjang kurang lebih 30 centimeter sampai 50 centimeter, dikombinasikan bolam lampu 3 watt, kabel 1,5 meter, spidol dan lem.

"Bagi yang ingin pesan lampu tidur, bisa dengan motif dan desain sendiri. Tidak hanya berdasarkan ketentuan model yang saya buat, " ujar Rotif, Sabtu sore, 03/2019.

Harga yang ditawarkan untuk lampu tidur ini mulai dari 70.000 sampai 80.000 ribu rupiah, tergantung tingkat kesulitan desain yang dipesan. Karena setiap pemesanan motifnya berbeda-beda.

Hasil karya yang dibuat Rotif ini dipasarkan melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Whatshaap.
Hasil Karya Rotif
"Saya menekuni usaha ini kurang lebih berjalan baru sekitar dua bulan, dengan penghasilan 2 sampai 3 juta perbulannya, " ujarnya.

Hasil karya saya juga sampai ke Tanggerang, Blora, dan Jakarta, " imbuhnya.

"Tujuan membuka usaha ini, Rotif ingin mendapatkan penghasilan tambahan, untuk mengurangi beban orangtua, dengan melatih diri lebih mandiri. '' ucapnya

Berharap usaha saya ini semakin maju dan berkembang, agar dapat memberikan dampak positif dilingkungan sekitar dengan mengurangi limbah paralon bekas dan membuka lapangan pekerjaan untuk membantu memproduksi kerajinan tangan berbahan paralon bekas. " pungkasnya. (pr-lt)
Diberdayakan oleh Blogger.