Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri pepe. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

PEPE, (pituruhnews.com) - Warga desa Pepe berduyun-duyun terjun ke pintu pembuangan air di desa Pepe, untuk mengikuti tradisi "Gubyeg Iwak" (cari ikan bersama-sama) di perairan antara Wonosari (Kemiri) yang menghubungkan beberapa desa seperti desa Prigelan, Pituruh,Tunjungtejo dan Pepe.

Tradisi ini sudah turun temurun digelar setiap musim panen tiba, biasanya warga sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini, kenapa ? Karena ini menjadikan tali persaudaraan antar warga khususnya desa Pepe. 
Antusias warga pada saat gubyeg
"Gubyeg ini sedikit ada kendala pada saat pembukaan pintu air, pintu air tersebut lama tidak dibuka, dan pada saat akan membuka membutuhkan waktu yang cukup lama kurang lebih satu jam, karena pintu air sudah agak berkarat, " ujarnya

Tidak hanya warga desa Pepe saja yang ikut gubyeg ini, ada 2 desa yang ikut memanen ikan yang ada di sungai ini yaitu desa Sekartejo dan Tunjungtejo. Hasil penangkapan ini warga mendapatkan ikan seperti gabus, melem, tawes dan nila.
warga menangkap ikan
Kepala Desa Pepe Ngadino mengungkapkan, gubyeg mempunyai arti mencari ikan secara bersama-sama semua warga desa terjun ke sungai.

Gubyeg ini merupakan tradisi yang sudah berjalan dari dahulu, biasanya digelar menjelang panen maupun sesudah panen. Peserta yang ikut tidak hanya satu desa, kurang lebih ada 3 sampai 4 desa yang ikut gubyeg ini.

Tujuan lain acara ini membuang air yang ada di lingkup sungai, supaya tanaman padi tidak terendam air secara berkelanjutan menjelang musim panen, melihat hal terserbut warga memanfaatkan untuk berduyun-duyun mencari ikan. Yang biasanya sudah dinanti-nanti oleh warga sekitar, " ucapnya Selasa, 09/07/2019 siang.
Menangakap dengan jaring
Berharap pintu air yang ada disini bisa diperbaiki, supaya aliran air bisa terkontrol dan masyarakat bisa terus melestarikan tradisi ini dengan secara bekelanjutan, " pungkasnya.

Warga pada saat menangkap ikan ini menggunakan seser ataupun jaring (jodang) untuk memudahkan, " tutupnya. (nj-pr-lt)

Pemotongan Pita Peresmian Kampung KB di Desa Pepe / Foto Luthfi

PEPE, (pituruhnews.com) - Dua desa di Kecamatan Pituruh dinobatkan menjadi Kampung KB. Desa tersebut yaitu Desa Pepe dan Ngandagan menjadi Kampung KB yang ke 28 dan 29 di Kabupaten Purworejo. Peresmian dua desa tersebut menjadi Kampung KB dilakukan oleh Camat Pituruh Siti Choeriyah, S. STP MM di Balai Desa Pepe,  Kamis, 08/11/2018.

Dalam  pencanangan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kependudukan Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsosdukkbppa) Kabupaten Purworejo Dr. Kuswantoro, Kabid KB Saroni, S.Pd. MM, Kasi Advokasi KIE Made Sri Wardani, Kapolsek Pituruh AKP Jumani Jumantoro, dan Danramil Pituruh Kapten Inf Maryono, sertan tamu undangan.
Foto Bersama yang hadir dalam Pencanangan Kampung KB / Foto Ltf
Kepala Dinsosdukkbppa Dr. Kuswantoro mengatakan, tujuan dari pembentukan Kampung KB ini, agar masyarakat desa setempat dapat mandiri, sehingga bisa meningkat kesejahteraanya.

Selain dengan adanya pembentukan Kampung KB ini memiliki 8 fungsi keluarga dengan baik. Fungsi tersebut yaitu di bidang keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, sosialisasi dan pendidikan, reproduksi, serta lingkungan.

"Kalau dalam 8 fungsi keluarga itu dapat terlaksana nantinya kesejahteraan masyarakat akan meningkat,"kata Kuswantoro.

Kampung KB ini dimulai berdiri sejar tahun 2018 dan pada akhir 2018 ditargetkan bisa terbentuk 40  Kampung KB di Kabupaten Purworejo.

"Pada tahun 2016 terbentuk 1 Kampung KB, tahun 2017 terbentuk 16, dan tahun 2018 ini ditargetkan 23 Kampung KB, " jelas Kuswantoro.  
Dalam pencapaian target pembentukan Kampung KB ini, membutuhkan partisipasi dari lintas sektor dan dinas terkait. "Dengan harapan tidak berhenti hanya pada pencanangan saja tapi harus ada tindak lanjut, " Ujarnya.

Pemukul Gong Kampung KB Resmi di Buka / Foto Ltf
Sementara itu, Kepala Bidang Keluarga Berencana Saroni,S.Pd,MM mengatakan, pembentukan Kampung KB berdampak positif bagi kesejahteraan warganya. 

Dicontohkan, sebelum menjadi Kampung KB Desa Ketawangrejo Kecamatan Grabag masuk kategori desa tertinggal. Sekarang setelah menjadi Kampung KB menjadi desa maju dan banyak kegiatannya bahkan bisa meraih banyak penghargaan.

"Terakhir sebagai juara III dalam Lomba TNI Manunggal KB Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Tengah, "kata Saroni. 

Desa yang dulu tertinggal, kini sudah maju setelah menjadi Kampung KB, yaitu Desa Wonorejo Kulon Kecamatan Butuh. "Terakhir mendapatkan juara I Lomba PHPS Tingkat Kabupaten Purworejo dan berhak maju ke tingkat provinsi, " Ucap Saroni.

Pencanangan Kampung KB ini, juga dilaksanakan pelayanan KB gratis dan berhasil menjaring 53 aseptor. 

Penulis : Ltf
Edito : ALK
Advertisement


PEPE, (pituruhnews.com) Nasib naas yang dialami Anang Agung Sugondo, SE (36) warga Kriyan Hargo Kokap, Kulonprogo, pengemudi truk nopol AB 8254 BY, bermuatan telur puyuh dan pakan burung puyuh yang akan dibawa ke Wonosobo.

Kejadian pada Selasa, 04/09/2018 pukul 13.30 WIB berlokasi di Jalan Pituruh-Klepu, tepatnya Desa Pepe, Pituruh.


Menurut keterangan dari Aiptu Wisnu Kundratmoro, kronologi kejadian bermula pada saat dikemudikan Anang ban depan kanan truk mengalami pecah, akhirnya oleng terjun ke parit sawah, dugaan karena kondisi ban yang sudah halus atau bisa juga karena kelebihan muatan, truk tersebut dari arah Klepu hendak ke Wonosobo.


Kecelakan ini merupakan kecalakaan tunggal, penangan ini juga langsung di bantu dari pihak Polsek Pituruh, dan menghubungi mobil derek, langsung di ganti ban dan langsung melanjutkan perjalanan, dari kecelakaan ini tidak ada korban jiwa. 

"Namun kerugian yang ditafsir mencapai 1,5 juta". jelasnya


TUNJUNGTERJO, (KORANPURWOREJO.COM)-INFOGRAFIS Sebagai bagian dari  keterbukaan penyelenggaraan keuangan Desa, hingga bulan ke Juli 2018, masih banyak yang belum dipasang di berbagai kantor desa. Padahal keterbukaan keuangan desa dianjurkan oleh Bupati Agus Bastian SE, MM  sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan.
Dari pantauan wartawan, di wilayah 16 Kecamatan yang ada, Infografis seperti terabaikan oleh para Kades. Hanya sebagian saja yang sadar dan memasang Infografis tersebut. 

Wakil ketua DPRD II Purworejo, Yophi Prabowo, SH saat dihubungi wartawan , mengatakan,  Pihaknya sudah tahu jika banyak  Kades yang mengabaikan ajakan keterbukaan melalui Infografis. Justru saat terabaikan malahan bisa memanen resiko. 
 " Infografis itu kewajiban bagi Kades untuk terbuka dalam pengelolaan keuangan desa. Di infografis itu harus terpampang jelas bagi publik,  mengenai keuangan desa " Ungkap Yophi.

"Kades yang tidak terbuka keuangannya, akan mengandung resiko bagi dirinya. Sebab uang yang dikelola bukan milik Kades " tandas Yophi.

Menanggapi ada Kades Kemiri yang dilaporkan warganya Di Kejaksaan, baru baru ini. Yophi menyarankan, keterbukaan harus dikedepankan para Kades.
Wagino Kades Desa Pepe dan Suhariyono Kades Desa Tunjungtejo Kecamatan Pituruh. Paling dulu memasang Infografis (foto S. Tirta) 

" Untuk menghindari resiko keuangan, akan lebih baik, Kades harus menempuh keterbukaan. Menampilkannya pada Infografis. Termasuk berapa uang yang masuk berikut pertanggunjawaban penggunaannya " Tambah Yophi Prabowo.

Masih menurut Yophi.
Setidaknya harus ada dua  Infografis. 
1)  Infografis APBD Des. 
2 ) Infografis Pertanggungjawaban penggunaan.
Karena didalam infografis disebutkan sumber keuangan desa. Seperti 1. Pendapatan Desa, 2 Dana Desa, 3 ADD, 4. Bagi hasil Pajak Daerah, 5. Bantuan  Propinsi , bahkan mungkin bisa ditambah info kekayaan desa.

Ketua Polosoro Kabupaten Purworejo Dwi Dharmawan  saat dihubungi  Senin ( 16/7), membenarkan, bahwa Infografis adalah kewajiban bagi para Kades, untuk terbuka dalam keuangan. Saat ditanya kenaapa masih banyak Kades yang tidak melaksanakan. Dharmawan, menduga banyak Kades yang hanya lulusan SMP, tidak tahu Komputer. Sehingga dimungkinkan kurang paham aplikasinya. 
" Bisa jadi  para pendamping desa yang sudah di bayar oleh Kementrian Desa, ternyata  lamban, tidak melakukan percepatan yang di butuhkan pihak desa.
Atau bisa sebaliknya , Ungkapnya.
Namun  Dharmawan,  sangat menyayangkan jika masih ada Kades yang belum memasang infografis keterbukaan keuangan desa. Pihaknya mengajak untuk segera mewujudkannya. Karena rakyat sekarang sudah pintar pintar.
Yophi Prabowo SH. Wakil Ketua DPRD Purworejo menghimbau Kades untuk terbuka, untuk menghindari resiko (foto S. Tirta) 

Tanggapan akan  pentingnya Infografis bagi keterbukaan keuangan desa, wartawan KoranPurworejo.Com menemui Kades Desa Pepe Wagino dan Suharyono Kades Tunjungtejo Kecamatan Pituruh.
Wagino mengaku, dirinya paling dulu ( cepat )  memasang  infografis. 

" Saya sangat suka sekali dengan diwajibkannya memasang infografis. Karena Rakyat jadi tahu rencana dan penggunaan uang desa. Semua terpampang jelas. Saya justru tidak punya beban. Karena semua warga jadi tahu " kata Wagino.

Sementara Kades Tunjung Tejo, Pituruh, Suhariyono juga mengaku sangat senang dengan adanya kewajiban Infografis. 

" Rakyat jadi tahu sumber dana dan penggunaannya. Bahkan jika ada kekurangan, rakyat bisa membantu. Karena semua sudah transparan, jadi tidak ada yang suudhon.  Kami bekerja jadi tidak ada beban, karena semua sudah transparan. Rakyat jadi tahu program desa dan besaran biayanya.  Pertanggungjawabannya pun kami buatkan Infografisnya" Ungkap Suharyono yang seorang Sarjana Komputer.( S.Tirta)

 Cegah Banjir, Komunitas Ini Pasang Kalimat Penyadaran di Anakan Sungai Wawar Gebang
 Puluhan anggota KPS Tirtajaya bersama warga melakukan pemasangan papan penyadaran di sepanjang aliran anakan Sungai Wawar .


Purworejo,(purworejo.sorot.co)--Bencana banjir kerap melanda wilayah Kecamatan Pituruh, khususnya daerah yang berdekatan dengan aliran sungai membuat keprihatinan bersama. Kondisi tersebut disikapi oleh Komunitas Peduli Sungai (KPS) Tirtajaya Purworejo yang bersekretariat di Jalan Pituruh -Klepu KM 2 dengan menggelar aksi edukasi di sepanjang aliran anakan Sungai Wawar Gebang, Minggu (10/12/2017) sore.
Aksi dilakukan secara santun dan tertib dengan memasang papan atau banner ukuran 60 x 80 Cm bertuliskan kalimat-kalimat penyadaran. Beberapa diantaranya yakni SUNGAI BUKAN TEMPAT SAMPAH, SUNGAIMU NADI KEHIDUPANMU, MENCINTAI SUNGAI MENCINTAI KEHIDUPAN, dan SUNGAI SIMBOL MARTABATMU.
Koordinator aksi, Gunadi Suprapto mengatakan, gerakan peduli sungai kali ini melibatkan 30 orang dari elemen Karang Taruna, petugas operasional pengairan ( TP-OP ), serta anggota peduli sungai. Untuk penulisan kalimat penyadaran, pihaknya melibatkan Seniman Sastra Purworejo yang juga Ketua KPS Tirtajaya, Sumanang Tirtasujana.
Dalam aksi ini, sekitar 100 banner dipasang di bahu tanggul yang melintasi 7 desa. Mulai dari hulu Desa Kalikotes, Kesawen, Ngandagan, Karanganyar, Pituruh, Tunjung Tejo sampai Desa Pepe.
Tulisan-tulisan yang ada di dalam papan atau banner bersifat mengajak dan memberi penyadaran secara santun bagi setiap orang yang membaca,” kata Gunardi.
Tenaga lapangan pengairan setempat, Kholil Udin, mengungkapkan bahwa aksi edukasi dilakukan karena sampah rumah tangga di sejumlah sungai wilayah Kecamatan Pituruh sangat memprihatinkan. Kondisi itu disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya fungsi sungai. 
Itu yang menyebabkan persawahan Desa Prigelan, Pituruh, Sikambang dan Desa Pepe sering banjir, ungkapnya.
Sementara itu, Sumanang Tirtasujana mengaku bahwa aksi edukasi bukan baru kali ini dilakukan. KPS Tirtajaya kerap mengedukasi masyarakat dalam berbagai kesempatan. Bahkan, kepedulian KPS Tirtajaya pernah mendapatkan penghargaan Juara III Tingkat Jateng pada tahun 2016.
Baru-baru ini kami juga diundang Konggres Sungai Indonesia III di Banjarmasin,” sebutnya.
Sumber Repost : Purworejo.sorot.co





PITURUH, Komunitas Peduli Sungai (KPS) Tirtajaya Purworejo, yang bersekretariat di Jalan Pituruh-Klepu Km 2, Minggu (10/12) pagi melakukan gerakan edukasi masyarakat di sepanjang aliran anakan Sungai Wawar Gebang.
Edukasi tersebut berupa pemasangan banner ukuran 60 x 80 cm bertuliskan slogan penyadaran, seperti Sungai Bukan Tempat Sampah Sungaimu Nadi Kehidupanmu, Mencintai Sungai Mencintai Kehidupan dan Sungai Simbol Martabatmu.
Kordinator Lapangan Gunadi Suprapto, menjelaskan, pesan-pesan itu dibuat oleh seniman sastra  Sumanang Tirtasujana. Isi pesannya bersifat mengajak dan memberi penyadaran secara santun bagi setiap orang yang membaca. 
Puluhan banner tersebut dipasang di bahu tanggul yang melintasi 7 desa. Yakni dari hulu Desa Kalikotes, Kesawen, Ngandagan, Karanganyar, Pituruh, Tunjung Tejo sampai Desa Pepe. 
Gerakan adukasi yang melibatkan 30 orang dari elemen Karang Taruna, petugas operasional pengairan (TPOP) serta anggota peduli sungai, telah memasang sedikitnya 100 banner.
Menurut Kholil Udin, tindakan tersebut dilakukan, karena sampah rumah tangga di sungai-sungai wilayah Kecamatan Pituruh sangat memprihatinkan. 
"Itu yang menyebabkan persawahan Desa Prigelan, Pituruh, Sikambang dan Desa Pepe sering banjir,"tandasnya.
Udin menilai, kesadaran masyarakat tentang pentingnya fungsi sungai masih sangat rendah.
Dijelaskan, Peduli Sungai TirtaJaya yang di ketuai seniman Sumanang Tirtasujana, yang berbeskamp di Pituruh ini telah berulangkali mengeduksi masyarat. Pada tahun 2016 komunitas itu meraih Juara III Tingkat Jateng. Baru baru ini juga diundang Kongres Sungai Indonesia III di Banjarmasin. (STS)

Sumber Repost : Purworejonews.com

Pepe - Selasa, (24/10/2017) di halaman rumah bapak Sumino RT.02/01 Desa Pepe Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo telah di laksanakan hiburan kuda kepang dalam rangka hajatan pernikahan putranya, hiburan kuda kepang “Turonggo Seto” dari Desa Kalikotes adalah kesenian yang sering tampil di acara hajatan di wilayah Kecamatan sehingga warga masyarakat di samping sebagai undangan juga ikut menikmati hiburan di tambah dengan penonton dari luar daerah .
Aiptu Paryono di Desa binaanya bersama Babinsa dan perangkat Desanya antisipasi keributan yang biasa sering terjadi sehingga seperti sebelum acara pertunjukan dimulai sudah menjadi kewajiban sebagai anggota Polri mengingatkan kepada penonton agar joget tidak sambil merokok apalagi mengkonsumsi minuman beralkohol yang tentunya akan membuat joget berlebihan yang dapat memicu terjadinya keributan di panggung, joget boleh tapi secara bergantian harapan hiburan berjalan lancar dan aman mari kita ciptakan situasi yang kondusif imbuh nya


 
PITURUH, (pituruhnews.com) - Laporan Hasil Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Dikecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo Tahun 2019. Kamis, 31/1.

DESA NO NAMA CALON KADES TANDA GAMBAR PEROLEHAN SUARA
1 Pangkalan 1 Maskun Padi 29


2 Ribut Riyadi Ketela 135


3 Nur Said Jagung 36
2 Kaligondang 1 Poniman Padi 175


2 Sagiri Ketela 241


3 Wagirin Jagung 103
3 Kalimati 1 Mujiyono Foto Calon 226


2 Suratno Foto Calon 254


3 Paino Foto Calon 13
4 Luwenglor 1 Rusmiyati Padi 459


2 Bunyamin Ketela 301
5 Somogede  1 Nimran Padi 140


2 Tukiman Ketela 330


3 Wagimin Jagung 269


4 Siyo Budiyono Kelapa 135
6 Tersidilor 1 Mujianto Padi 29


2 Sumedi Ketela 521


3 Ngadiso Jagung 331
7 Waru 1 Rosi Al Fitri Padi 74


2 Sudaryanto Ketela 175
8 Girigondo 1 Nur Sahid Foto Calon 645


2 Subarkah Foto Calon 615


3 Suwarto Foto Calon 412
9 Prapagkidul  1 Mahmudin Foto Calon 195


2 Kasiyem Foto Calon 254
10 Polowangi 1 Nurida umiyati Utami Foto Calon 136


2 Sairan Foto Calon 126


3 Catur Jawoto Foto Calon 9












11 Kesawen 1 Zumrotus Solichah Padi 176


2 Mohamad Wahidin Ketela 251


3 Setiyaji Jagung 40
12 Karanggetas 1 Senen Foto Calon 264


2 Wagiyono Foto Calon 278
13 Sawangan  1 Sugiri Padi 484


2 Sisum Ketela 383
14 Pekacangan  1 Dra. Istibaiyah Foto Calon 288


2 Drs. Supardjo Foto Calon 345
15 Tersidikidul 1 Rahmat Rajiyo Padi 127


2 Yanti Eko M Ketela 77
16 Blekatuk 1 Maulud Mulyono Padi 96


2 Rachmat Ari N,S.Sos.I Ketela 108
17 Kendalrejo 1 Wahyu Budiono Padi 389


2 Sutoyo Ketela 532
18 Tunjungtejo 1 Suhariyono, S.Kom Foto Calon 464


2 Endah Ratnawati Foto Calon 17
19 Sambeng 1 Baruno, S. IP Foto Calon 139


2 Dwi Pramono Foto Calon 102


3 Yudha Firmansyah Foto Calon 20
20 Keburusan  1 Amad Baderi Padi 271


2 Suroyo Ketela 359
21 Luweng Kidul  1 Muhasim Padi 291


2 Marwiyah Ketela 111
22 Megulungkidul 1 Wahyuning Rusmiati Padi 290


2 Muh Saefudin Ketela 5


3 Malik Khairul Anam, S.Pd. Jagung 680
23 Ngandagan 1 Tentrem Winarni Padi 259


2 Petrus Paulus Perasojo Ketela 78


3 ST. Subroto Jagung 15


4 Bagiono Kelapa 286


5 Sugiyono Kacang 33


















24 Semampir  1 Susanto Foto Calon 152


2 Thewut Sutejo Foto Calon 97
25 Karanganyar 1 Suyono Padi 297


2 Bambang TA Ketela 47
26 Kedungbatur  1 Alex Suryo Adi Putro Padi 46


2 Sudarti Ketela 138
27 Pepe  1 Ngadino Padi 173


2 Hari Setyoko Ketela 124
28 Kembangkuning 1 Mualip Foto Calon 18


2 Basuki Foto Calon 91


3 Supriyati Foto Calon 178
29 Megulunglor 1 Parnomo Foto Calon 265


2 Karsono Foto Calon 110


3 Haryadi Foto Calon 237
30  Dlisen Wetan  1 Rahmat Basuki Padi 228


2 Suparjo Ketela 283
31  Ngampel 1 Ardani Padi 141


2 Wahid Trisno Hadi Ketela 373


3 Tupon Jagung 526
32  Kalijering 1 Suroyo,S.Pd Padi 597


2 Kasimun Ketela 477
33  Brengkol 1 Bibit Turasmi Foto Calon 843


2 Suprapto Foto Calon 624
34  Petuguran 1 Subur Padi 119


2 Tutur Haryono Ketela 77


3 Kamim Marito Jagung 206
35 Prapaglor 1 Heti Kusnani Padi 659


2 Muhyani Ketela 557
36  Sumber 1 Triyono Foto Calon 347


2 R. Sugiyanto Foto Calon 152
37  Wonosido 1 Sutopo Padi 348


2 Pono Ketela 277


















38  Sekartejo 1 Pujiono Padi 366


2 Ismanto Ketela 42
39  Dlisenkulon 1 Sukarman Padi 171


2 Kartiningsih Ketela 43




DESA JUMLAH DPT JUMLAH HADIR JUMLAH TDK HADIR SUARA SAH SUARA TDK SAH
1 Pangkalan 241 202 39 200 2














2 Kaligondang 690 559 131 519 40














3 Kalimati 563 499 64 493 6














4 Luwenglor 960 769 191 760 9







5 Somogede  1189 881 308 874 7





















6 Tersidilor 1027 893 134 881 12














7 Waru 291 252 39 249 3







8 Girigondo 2140 1687 453 1672 15














9 Prapagkidul  543 461 82 449 12







10 Polowangi 316 276 40 271 5




























11 Kesawen 632 518 114 467 51














12 Karanggetas 718 558 160 542 16







13 Sawangan  1068 874 194 867 7







14 Pekacangan  729 646 83 633 13







15 Tersidikidul 250 206 44 204 2







16 Blekatuk 237 208 29 204 4







17 Kendalrejo 1138 932 206 921 11







18 Tunjungtejo 609 499 110 481 18







19 Sambeng 311 267 44 261 6














20 Keburusan  760 648 112 630 18







21 Luweng Kidul  622 440 182 402 38







22 Megulungkidul 1180 999 181 975 24














23 Ngandagan 807 684 123 671 13

















































24 Semampir  288 250 38 249 1







25 Karanganyar 438 344 94 342 2







26 Kedungbatur  250 189 61 184 5







27 Pepe  329 299 30 297 2







28 Kembangkuning 324 288 36 287 1














29 Megulunglor 697 622 75 612 10














30 Dlisen Wetan  560 515 45 511 4







31 Ngampel 1355 1056 299 1040 16














32 Kalijering 1530 1091 439 1074 17







33 Brengkol 1877 1494 383 1467 27







34 Petuguran 441 408 33 402 6














35 Prapaglor 1531 1233 298 1216 17







36 Sumber 577 506 71 499 7







37 Wonosido 938 634 304 625 9




























38 Sekartejo 564 419 145 408 11







39 Dlisenkulon 286 221 65 214 7












Diberdayakan oleh Blogger.