Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri pendidikan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Banyak sekali yang beranggapan bahwa pendidikan sekolah adalah salah satu pemicu untuk keberhasilan seseorang. Jika orang tersebut tidak mempunyai pendidikan maka orang tersebut tidak bisa berhasil.

Mengapa pendidikan mengacu pada keberhasilan? Karena pendidikan dituntut untuk berfikir bagaimana menjadi sukses dalam situasi yang sangat terpuruk, sehingga berfikir akan jauh lebih baik dari yang sebelumnya.

Komitmen dan tanggung jawab yang diajarkan menjadikan pelajar harus benar-benar serius dan tekun dalam menuntut ilmu agar dapat mencapai keberhasilan yang sempurna dimasa yang akan datang.  

Lalu bagaimana masa depan bisa mengacu pada pendidikan  untuk meraih masa depan lebih baik? Karena ilmu didapatkan dari pendidikan, dan hasil dari menuntut ilmu melalui pendidikan akan dibawa pada masa depan untuk menghadapi persoalan-persoalan pada kehidupan. Apalagi kehidupan sosial yang setiap hari berubah-ubah argument.

Kesadaran dalam mencari ilmu haruslah ada sejak dini karena untuk meraih keberhasilan dimasa yang akan datang, agar kehidupannya kelak tercukupi tidak kurang harta dan tidak miskin ilmu pendidikan.

Upaya-upaya untuk selalu waspada terhadap apapun dan siapapun,berjuang menuntut ilmu agar terhindar dari perkara penipuan, karena suksesnya orang berilmu sangat jauh beda dengan orang yang tidak pernah menuntut ilmu contohnya dalam segi ekonomi kehidupan individu.

Faktanya banyak orang sukses banyak motivator-motivator yang lahir dari kalangan menengah ada juga dari kalangan bawah namun mereka tidak menyerah begitu saja, mereka berjuang keras dipendidikan untuk menuntut ilmu lalu meraih keberhasilan yang memuaskan, oleh sebab itu kalangan menengah dan kalangan bawah kebanyanyak dimasa yang akan datang sukses dan berhasil berkat kerja keras mereka sendiri. Hal ini menjadi perubahan besar dalam kehidupan.

Menuntut ilmu tidak pandang usia muda atau tua, semuanya bisa menuntut ilmu. Peran menuntut ilmu lagi dan lagi haruslah dengan niat dan komitmen dalam tanggungjawab karena sudah jelas ketinggalan informasi dan tidak bisa menyesuaikan diri dimasa depan akan menimbulkan masalah-masalah baru bagi generasi kita, itulah mengapa masa depan harus diiringi dengan pendidikan yang berkualitas.

Karena seseorang tidak akan tahu seperti apa dan menjadi apa seseorang dimasa depan? Maka carilah ilmu sebanyak-banyaknya dengan niat yang baik untuk bekal dimasa yang akan datang, ini semua untuk mencegah hal buruk dimasa yang akan dating kelak.

Dan peran yakin akan diri sendiri untuk mengubah masa sekarang menjadi lebih baik adalah proses menuju masa depan yang baik. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap tindakan harus diiringi dengan kegigihan, kerja keras, dan niat yang kuat untuk mecapai keberhasilan yang sempurna. Jika dalam perjalanan mengalami kegagalan jangan putus asa, bangkitlah dan terus berjuang karena kegagalan adalah proses keberhasilan.   

Karya Mahasiswi UMP : 
Nama: Emitha Prihartini
Prodi: PGSD/ 3B Universitas Muhammadiyah Purworejo
TTL: purworejo, 22 juli 2001

Di era saat ini mau tidak mau, suka tidak suka perkembangan teknologi sudah sangat deras, tidak hanya dalam bidang trasportasi, belanja,,maupun pekerjaan. Teknologi saat ini telah merambah dalam pendidikan, yang kita kenal dengan metode e-learning. Fakta lapangan mengatakan pengembangan pendidikan dengan berbasis digital lebih menitik beratkan pada peningkatan IQ anak. Sedankan dalam peninggkatan karakter anak belum dapat tercapai. Pendidikan e-learning cenderung membentuk karakter anak menjadi individualis, tidak mandiri, dan tidak respek terhadap lingkungan sekitar. Padahal pendidikan karakter merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh anak. Karena hal ini menjadi dasar sikap dan mental anak dalam pengaplikasian teknologi.

Selain itu pengamplikasian teknologi pendidikan digital membuka peluang anak mengakses konten negativ yang dapat merusak karakter. Maka dari itu kita perlu membentengi anak dari negativ perkembangan teknologi. Hal ini dapat dimulai dari keluarga terlebih dahulu. Orang tua harus memiliki pemahaman yang kuat tentang Digital Parenting,yaitu pemahaman pendidikan teknologi digital yang baik. Agar anak terbebas dari konten-konten negativ seperti radikalisme dan hate speech (ujaran kebecian).

Selain keluarga peran masyarakat juga diperlukan. Untuk meminimalisir pemakaian digital pada anak maka diperukan suatu pengganti yang dapat mengalihkan anak dari digital seperti, interaksi langsung secara nyata (tatap muka) dengan anak-anak lainya. Dengan demikian kegiatan digital anak dapat dinonaktikan. Selain itu dengan kegiatan ini anak terhindar dari ancaman individualisme, hidup dalam dunia digitalnya sendiri. 

Penggunaan teknologi digital pada pendidikan secara berlebihan dapat menurutkan tingkat liteasi pada anak. Anak lebih menyukai melihat konten pendek atau video infografis. Padahal generasi berkulitas harus tetap memiliki kemampuan menguasai material dalam bentuk teks.

Dalam lingkup sekolah pemerintak telah mmasukkan pembelajan TIK (Teknologi Informasi Dan Komusikansi). Tujuannya adalah menjadikan anak tidak hanya sebagai konsumen melainkan dapat berperan menjdi produsen yang baik dan bermanfaaat.

Dengan demikian, agar anak dapat mengikuti arus perkembangan digital dengan karakter yang baik diperlukan kerja sama dari semua pihak baik keluarga maupun sekolah.

Karya Mahasiswi UMP :
Nama: Sofiyatus Sholikhah
Tempat, Tanggal Lahir: Magelang, 09 November 1999
Alamat: Ngandongan, Kalisalak, Magelang

Advertisement

Upacara Hari Pendidikan Nasional

PITURUH, (pituruhnews.com) Selasa, 02/05/2018 Bertepatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), Pemerintah Kecamatan Pituruh menyelenggarakan Upacara Bendera Merah Putih di Halaman Kantor Kecamatan Pituruh, dengan Inspektur Upacara Sekcam Bapak Eko Setyo Husodo.STP. dalam upacara ini mengusung tema “Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan” pendidikan yang merata dan  berkwalitas .

Upacara di hadiri Kapolsek Pituruh Akp Junani Jumantoro, Danramil Kapten Inf Aryadi, Instansi Se Kecamatan Pituruh, dan juga ikut serta sekolah SD, SMP/Mts, SMA/SMK. 300 peserta undangan.

Dalam penyampaiaanya Sekcam Eko Setyo Husodo, STP memberikan amanat mengaspirasi pada semua pihak dalam memakna hari pendidikan nasional, dimana berperan aktif untuk mencerdaskan generasi muda di dunia pendidikan.

MEGULUNGLOR, (pituruhnews.com)Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami yang digelar oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam Kecamatan Pituruh Pada Kamis, 12/09/2019.

Kategori yang diperlombakan antara lain lomba cerdas cermat, sholat, adzan, hifzil, tilawah, khat, kaligrafi, khitabah dan macapat. Lomba ini juga menampilkan kesenian rebana dari SD Kembangkuning.

Ketua Panitia Kelompok Kerja Guru (KKG) Slamet Fachruri, S.Pd.I pada saat ditemui crew pituruhnews.com, Sabtu, 14/09/2019 mengatakan bahwa dengan diadakannya lomba mapsi ini, bisa meningkatkan kemampuan guru dan siswa.

Slamet menambahkan lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami tahun 2019 ini berbeda denga tahun sebelumnya, perbedaannya yaitu pada  lomba PAI dan BTQ dikerjakan secara online dengan menggunakan laptop.
Penampilan rebana SD Kembangkuning
Lomba ini dibuka langsung oleh Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan Pituruh Kusbandono S.Pd.MM.Pd. Bertempat di Serambi Masjid At-Tauhid Desa Prapagkidul, Kecamatan Pituruh.

Dalam sambutannya Kusbandono S.Pd.MM.Pd mengatakan bahwa sangat mengapresiasi atas diadakannya lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami ini.

"Dengan diadakanya lomba ini bisa memberikan dampak positif terutama bisa mencetak generasi yang berprestasi dan religius, " katanya.

Dari beberapa peserta yang mengikuti lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami, pemenang untuk beberapa kategori yaitu untuk kategori putra lomba cerdas cermat dimenangkan oleh SD Luwenglor, Wonoyoso, Kendalrejo, sholat dimenangkan Luwenglor, Prapaglor 1, Tasikmadu, Adzan dimenangkan Kendalrejo, Blekatuk, Girigondo,  hifzil dimenangkan Tasikmadu, Kendalrejo, Megulunglor, tilawah dimenangkan Prapaglor 1, Tapen, Kalikotes, Khat dimenangkan Kalikotes, Pituruh, Luwenglor, kaligrafi dimenangkan  Girigondo, Prapaglor 1, Sikambang, khitabah dimenangkan oleh Prigelan, Kalikotes, Sumber dan macapat dimenangkan Kaligintung 2, Pituruh, SD Sigenuk.
Peserta Lomba
Sedangkan kategori putri lomba cerdas cermat dimenangkan oleh SD Somogede, Sikambang, Ngandagan, salat Megulunglor, Sutogaten, Pekacangan, hifdzil SD Luwenglor, Megulunglor, Tersidilor, tilawah Kalikotes, Sikambang, Kendalrejo, khat Prapaglor 2, Luwenglor, Kalikotes, kaligrafi Kalikotes, Tersidilor, Pekacangan, khitabah Megulunglor, Prigelan, Kalikotes dan macapat SD Megulunglor, Sikambang, Prigelan.

"Untuk peserta yang mendapatkan prestasi juara, rencananya pada tanggal 05 Oktober 2019 akan mewakili kecamatan ditingkat kabupaten, " pungkasnya.

PITURUH, (pituruhnews.com) - Sebanyak 1315 peserta didik usia dini, yang terdiri anak didik, pendidik dan wali murid mengikuti kegiatan Launching Senam Ceria "AISUMAKI" (Anak Indonesia Suka Makan Ikan) dan sekaligus peringatan ulang tahun Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Pituruh, di Lapangan Widoro Desa Pituruh, Jum'at, 18/10/2019.

Acara ini dihadiri oleh Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP , Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan Pituruh Kusbandono S.Pd.MM.Pd, Kepala Desa Pituruh Akhmad Anwar, Pengurus Himpaudi Kabupaten Purworejo Hestyningtyas, Dr. Beta UPT Puskemas Pituruh Bidang Organisasi dan wali murid peserta didik usia dini.
Sambutan Camat Pituruh
Dalam sambutannya Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP mengucapkan selamat hari ulang tahun Himpaudi ke 14, semoga peran dalam pelaksanaan pendidikan paud bisa lebih meningkat, himpaudi ini merupakan sebagai wadah memperjuangkan aspirasi anggota peserta didik.

Menyedri peran vital Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pemerintah senantiasa meningkatkan perhatian dan mendorong semua stakeholder untuk ikut berperan dalam mengajarkan pendidikan ana usia dini, ini termasuk mengupayakan peningkatan alokasi dana untuk pelaksanaan paud dan peningkatan kesejahteraan guru.

"Saya berharap dihari ulang tahun Paud ini, dengan diisinya flashmoob senam sehat Aisumaki (Anak Indonesia Suka Makan Ikan) dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai sumber utama protein dan omega 3 sebagai salah satu makanan utama anak-anak usia emas, sehingga kecukupan gizi terpenuhi. Dan untuk stunting atau kekurangan gizi tidak dialami anak-anak sebagaimana tema kali ini yaitu Generasi Cerdas Suka Makan Ikan Menuju Jawa Tengah Bebas Stunting, " ucapnya.
makan ikan bareng
Ditambahkan, Ketua Panitia HUT HIMPAUDI Cabang Pituruh Sri Suliyani semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan motivasi kepada anak-anak usia dini, wali murid, masyarakat dan pihak terkait tentang pentingnya mengkonsumsi ikan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan kecerdasan anak-anak Indonesia, sehingga dapat mencegah dan menurunkan angka stuntingdi Indonesia.

"Saya berharap kepada pemerintah dapat menyeimbangkan harga ikan, sehingga masyarakat kalangan menengah kebawah bisa menjangkau dan mengkonsumsi ikan. Dan pemerintah tergugah untuk bisa memperhatikan kesejahteraan kami para pendidik paud, yang mana juga sebagai kader posyandu yang menjadi ujung tombak dalam menangani stunting di Indonesia, " pungkasnya.

Penulis : Luthfi

Guntur membantu ayahnya menjemur gabah. (Foto : Jarot Sarwosambodo)
PURWOREJO, KRJOGJA.com - Guntur Laksono (18) melangkah tegap menuju Mapolres Purworejo. Ia memberi hormat ketika berpapasan para seniornya. Sampai di ruangan satuan Sabhara, sikap kakunya melunak, langsung bercengkerama dengan teman seangkatannya.
Pemuda warga RT 01 RW 01 Desa Sikambang Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo itu bukan apa-apa setahun lalu. Ia masihlah anak ingusan yang baru menyelesaikan pendidikannya di SMK Negeri 1 Purworejo.
Tidak ada yang menyangka ia bakal menjadi polisi. Terlebih melihat latar belakang keluarganya yang hanya buruh tani. Memang banyak kisah pemuda-pemudi miskin sukses menjadi polisi, tetapi tampaknya belum cukup membuka mata sebagian bahwa anak keluarga tidak mampu pun bisa jadi penegak hukum.
"Banyak yang menyangsikan, ada tetangga bilang, harus pakai uang pelicin yang besar atau tidak mungkin diterima kalau tidak direkomendasi pejabat," tutur Guntur kepada KRJOGJA.com, Senin (19/03/2018).
Menjadi polisi adalah cita-cita Guntur sejak kecil. Namun ia sempat mengurungkan niatnya karena banyak anggapan miring tentang seleksi masih pendidikan Polri. Niatan itu kembali muncul setelah lulus SMK.
“Saya ingin kuliah, tapi orang tua tidak mampu biayai. Saya bingung sampai lihat spanduk penerimaan Polri di Polres Purworejo," tuturnya.
Guntur menyampaikan niatan itu kepada orangtuanya, pasangan Paryono dan Helmi. Awalnya keduanya khawatir dengan anggapan miring itu. Pasangan itu hanya buruh tani yang menggarap sawah kerabat dan milik desa. Penghasilan Paryono sebagai perangkat desa juga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun karena tekad Guntur begitu kuat, hingga Paryono akhirnya mengizinkan. Guntur mendaftar Polri secara online memanfaatkan fasilitas wifi milik kantor desa.
Rangkaian tes administrasi, fisik dan mental dijalani. Guntur pun lolos dan mulai menjalani pendidikan di SPN Purwokerto. "Keluar uang hanya untuk fotokopi, beli materai dan transportasi ke Mapolda Jateng. Tidak ada serupiahpun yang dikatakan masyarakat sebagai uang pelicin, betul-betul tanpa pungutan," tegasnya.
Ketika menjalani pendidikan, musibah menimpa. Ibu Guntur, Helmi meninggal dunia karena sakit gagal ginjal yang sudah bertahun-tahun diderita. Guntur hampir saja putus asa. Namun wejangan ayah dan nasib adiknya Padmasari menjadi penyemangat untuk terus maju. Akhirnya tujuh bulan pendidikan terlewati dan Guntur dilantik menjadi polisi.
Sepulang pendidikan, Guntur memanfaatkan waktu cuti untuk membantu ayahnya di sawah. Aktivitas itu sudah biasa dilakukan sejak Guntur masih usia SD. "Pulang sekolah istirahat makan, lalu berangkat menyusul bapak ke sawah. Setelah jadi polisi pun, saya akan tetap kesawah," ucapnya.
Hal lain yang dilakukan adalah berkunjung ke pusara almarhumah ibunya. Ia bersimpuh, meminta maaf belum bisa membahagiakan ibu hingga akhir hayatnya. "Saya di pusara berjanji untuk menjadi polisi yang amanah, mengayomi masyarakat, jujur dan bekerja dengan baik," ujarnya.
Penyesalan muncul karena Guntur berharap keberhasilannya menjadi polisi bisa menyemangati ibunya untuk sembuh. "Namun Tuhan berkehendak lain, ibu wafat sebelum melihat saya berhasil jadi polisi," ungkapnya.
Guntur bertekad untuk tetap membahagiakan ibunya. Ia berniat menyisihkan sebagian penghasilannya untuk disedekahkan atas nama ibunya. Guntur juga berniat membantu perekonomian keluarga, termasuk membiayai adiknya hingga lulus SMA dan hidup mandiri. (Jas)

Sumber : krjogja.com

KALIKOTES, (pituruhnews.com) - Tema IHT Pembelajaran SMA Negeri 10 Purworejo yang dipilih oleh Tim Kurikulum menjadi fokus utama yang diharapkan menjadi pematik bagi segenap pendidik dan tenaga pendidik. 

In House Training yang dirancang sesuai dengan program kerja sekolah, dengan dilaksanakan pada tanggal 19 sampai 20 Desember 2019, dimulai dari pukul 07.00 sampai pukul 15.30 sore, bertempat di Aula SMA N 10 Purworejo.

"Alhamdulillah, pelaksanaan IHT hari pertama dan kedua berjalan dengan sangat baik. Seluruh bapak dan Ibu guru, serta karyawan sigap mengikuti kegiatan tersebut. " Kata Yuni, Jum'at Sore, 20/12/2019.
sambutan kepala sekolah SMA N 10 Purworejo
Kegiatan ini sejalan dengan surat edaran dari Cabang Dinas Pendidikan tentang waktu efektif ASN bekerja atau mengabdi. Anak didik libur akhir semester 1, pendidik tetap berusaha mendarmabaktikan diri dengan melaksanakan evaluasi diri pembelajaran semester 1 dan merancang pembelajaran yang lebih baik untuk semester 2. 

Kepala SMA Negeri 10 Purworejo, Dra. Setyo Mulyaningsih, M.Pd. BI  pada saat membuka kegiatan IHT hari pertama memaparkan bahwa evaluasi pelaksanaan program dan memaparkan sosialisasi ini merupakan program yang akan dilaksanakan pada semester 2 sesuai dengan Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Pendidikan.

"Dialog interaktif dan usulan-usulan ide brillian dari Bapak dan Ibu Guru serta karyawan diterima dengan bijak. Semua tentu saja berada dalam satu visi, misi dan tujuan yang sama yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. " katanya.
penyampian materi
Sementara itu, Dra. Sri Sujarotun, M.Pd narasumber Pengawas SMA mengatakan bahwa dalam menguatkan tentang perencanaan program pembelajaran dengan pendekatan dan model pembelajaran yang sesuai rancangan Pendidikan Abad 21.

"Termasuk di dalamnya membahas kebijakan terbaru dari Mas Menteri Pendidikan. Dialog interaktik dan penerapan latihan penyusunan RPP pun disikapi oleh peserta IHT dengan antusias, " ucapnya.

Penulis : Ibu Yuni
Editor : Luthfi

Foto Bersama Anggota IKP / Foto ALK
NGAMPEL, (pituruhnews.com) - Dalam rangka memperingati Hari Ibu Tahun 2018, Ikatan Keluarga Pendidikan (IKP) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan (KPPK) Pituruh menggelar Lomba Senam Gemu Famire dan Merias Tumpeng (Non Beras) di Gedung KPRI Desa Ngampel, Sabtu, 15/12/2018.

Senam Gemu Famire ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang meliputi Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan (KPPK) Pituruh dan Pengawas. Acara ini dihadiri oleh Ketua Ikatan Keluarga Pendidikan Sri Rohani.
Foto Tumpeng / Foto ALK
Lomba ini bertemakan "Bersama ibu yang hebat tercipta keluarga mandiri, kuat, harmonis dan sejahtera".

Retno Hertiningsih, mengatakan dengan adanya kegiatan memperingati hari ibu ini, bisa bermanfaat menambah persaudaraan dan menjalin kekeluargaan antara anggota Ikatan Keluarga Persatuan.

Penulis : ltf
Editor : ALK


PITURUH (KORANPURWOREJO.COM) -- SELAMA tiga hari berturut turut Senin hingga Kamis ( 4-7 Juni 2018 ), siswa SMA Negeri 10 Purwotejo, mengikuti kegiatan Pesantren Kilat di Daarut Tauhid, Jatiwero, Pituruh,  Purworejo.
Niken Wahyuni Mpd, Kepala Sekolah SMA Negeri 10 kepada wartawan menjelaskan.  Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 350 peserta didik kelas X dan XI. 

" Ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti Siswa. Karena ini bagian dari kegiatan menimba ilmu di luar Sekolah / masyarakat " Ungkap Niken Wahyuni.
Suasana Siswa saat menimba ilmu di Pondok ( foto dok ).

Masih menurut Niken Wahyuni Mpd, Bahwa dalam TriLogi Pendidikan di sebutkan, untuk memperoleh ilmu, anak didik bisa dimulai dari Pendidikan Keluarga, Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Masyarakat. Nah.. dalam kegiatan Pesantren ini, siswa mendapat ilmu dari lingkungan masyarakat. Utamanya dari para ahli agama " Tandas Niken Wahyuni.

Oleh karenanya Acara yang berlangsung dari hari Senin tanggal 4 - Kamis, 7 Juni 2018 tersebut. Maka siswa selama di Pondok diberikan ilmu terapan oleh para Ustad dan Ustadzah  Pondol Da'aurut Tauhid Jati Wero Pituruh.
Niken Wahyuni M. Pd, inisiasinya didukung para ulama para ulama Ponpes (foto S. Tirta) 

Kegiatan yang dilakukan diantaranya ,  tarawih bersama, tadarus, olahraga, mengaji kitab Fasholatan, serta  pelatihan pengurusan jenazah.

" Ilmu ilmu keagamaan yang berkait dengan ilmu terapan seperti cara memandikan jenazah, serta bagaimana mengkhafaninya, adalah sebuah pengalaman empirik yang tak ternilai bagi siswa. Sebab sangat mungkin, ada anggota keluarga, yang hendak me andikan jenazah saudaranya sendiri. Jadi sudah tahu kaidah kaidahnya secara benar ", tandas Niken Wahyuni.

 Tadi malam dilakukan penutupan yang juga diisi ceramah oleh Kyai  Thoifur, sekalian peringatan Nuzulul Quran.
Dalam ceramahnya, Kyai Thoifur , sangat menyambut positif atas program yang dilaksanakan Kepala Sekolah SMA 10 Purworejo. 

" Saya sangat mendukung kegiatan Siswa SMA  Masuk Pondok ini. Pasalnya menuntut ilmu itu tidak melulu hanya di sekolah Formal. Pondok pesantren juga merupakan kantongnya sumber ilmu " Tandas Kyai Thoifur..

Adapun tujuan kegiatan  siswa masuk pondok, dijelas Niken Wahyuni, yaitu untuk mengisi bulan Ramadhan dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik ( siswa)  untuk mendalami  kehidupan keagamaan di pondok. Sekaligus menyerap ilmu terapan , yang berkait dengan pengejawantahan perilaku relligiusitas kehidupan sehari hari. ( S.Tirta)

 Sejumlah Temuan Mencengangkan Warnai Sidang Gugatan Seleksi Sekdes Pituruh

Purworejo, (purworejo.sorot.co)--Lanjutan sidang gugatan seleksi Sekretaris Desa (Sekdes) Pituruh, Kecamatan Pituruh di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo kian memanas, Jumat (17/11/2017). Beberapa fakta baru terungkap dalam persidangan yang melibatkan Faizal Muchsinun Najib dengan panitia Seleksi Sekdes.
Yang mencengangkan, sejumlah bukti adanya praktik manipulasi surat keterangan yang dibuat justru oleh panitia. Surat keterangan tersebut berisi pengakuan kesedian peserta Sekdes atanama Faizal Muchsinun Najib atas kehilangan 8 nila yang dihilangkan panitia. Surat keterangan tersebut ditandatangani Ketua Panitia Pelaksana Seleksi Sekdes Pituruh Joko Prihanto.
Surat tersebut juga diberitaacarakan dengan mencantumkan nama sejumlah warga sebagai saksi. Saat bukti tersebut ditunjukkan kepada majelis hakim tunggal, Samsumar, terungkap pula surat pernyataan yang diberitaacarakan dan distempel itu juga tidak tertera tanggalnya.
Sementara itu, Joko Prihantoro yang ditemui usai mengikuti sidang kemarin membenarkan surat pernyataan tersebut. Namun saat dikonfirmasi lebih jauh, Joko meminta media untuk meminta keterangan kepada kuasa hukumnya.
"Tapi coba nanti saya tanyakan dulu kepada kuasa hukum," kata Joko.
Sidang ketiga gugatan terkait seleksi Sekdes Pituruh itu dihadiri Kuasa hukum dari Joko Prihanto, Wiyono Budi Santoso dan Purnomo Aji selaku staf di lingkungan pemkab Purworejo. Sebagai wakil tergugat. Sedangkan dari kubu penggugat dihadiri Faizal serta penasihat hukumnya, Didik Prasetya Adi dan Joko Triyanto. Kerabat serta warga Pituruh juga turut serta dalam sidang tersebut. 
Dalam sidang itu menghadirkan dua saksi yakni Wahyu Wardono dan Sawida Nur Saleh. Masing-masing ditanya hakim seputar proses pelaksanaan seleksi Sekdes Pituruh dan hilangnya poin delapan yang digugat Faizal. Masing-masing saksi pun mengungkapkan dari proses seleksi administrasi, pembobotan pendidikan dan pengabdian, hingga tes tertulis, pidato, dan tes komputer, masih ada poin tersebut.
"Tapi entah mengapa pas rekapitulasi akhir tidak ada poin delapan untuk bobot pendidikan Faizal. Padahal seleksinya menggunakan sistem gugur," jelas Sawida Nur.
Faizal yang ditemui usai mengaku merasa dikebiri dengan adanya surat pernyataan tersebut. Terlebih menyertakan warga yang dijadikan saksi dalam pembuatan berita acaranya.
"Mestinya kalau pernyataan saya menerima itu dari saya kan yang tanda tangan saya, lha ini tidak. Dan pencantuman warga sebagai saksi itu korelasinya apa, lha wong saya tidak pernah menyatakan legawa dan tidak ada pernyataan seperti itu," terangnya.
Meski terdapat bukti demikian, Wiyono selaku kuasa hukum tergugat menyampaikan penghapusan poin delapan itu tidak menyalahi hukum dan aturan. Mengingat, hal itu dilakukan setelah ada protes dari sejumlah pihak terkait penggunaan surat keterangan lulus (SKL) yang telah disahkan panitia.
Diketahui, poin delapan yang dihilang itu merupakan poin pendidikan Faizal yang sebelumnya telah ditetapkan oleh panitia pelaksana. Nilai tersebut hilang setelah SKL yang digunakan Faizal dinyatakan tidak sah sebagai bukti lulus pendidikan sarjana strata satu.

Reporter : Mukti Ali
Sumber Repost : purworejo.sorot.co 
Advertisement

NGAMPEL, (pituruhnews.com) - Bertempat di Gedung KPRI Desa Ngampel, pada Senin, 30/10/2019 telah dilaksanakan Peringatan Tahun Baru Hijriyah dan Santunan Anak Yatim.

Kegiatan ini digelar oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dibawah pimpinan Suparno , S.Pd. Acara ini dihadiri oleh  Bupati  Purworejo diwakili Drs. Pram Prasetya Ahmad. M.M, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP, Kapolsek Pituruh diwakili Karyono, Danramil 09 Pituruh Kapten Infanteri Maryono, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Purworejo, Koordinator PPK Pituruh dan Pengawas TK/SD,serta guru SD/MI Se-kecamatan Pituruh,  dan perwakilan 1 anak yatim dari masing2 SD/MI.
Tamu Undangan
Sebanyak 169  siswa yatim piatu dari SD dan MI dikecamatan Pituruh. Dengan mendapatkan bantuan santunan uang 200.000, jumlah total 33.800.000 berasal dari donasi guru SD/MI kecamatnPituruh dan Kas BAZ PPK kecamatan Pituruh.

Acara ini diisi oleh KH. Abdul Haq dari Kalimiru, Bayan,Purworejo. Dalam ceramahnya KH Abdul Haq menyampaikan hikmah menyantuni anak yatim, serta amalan sunnah dibulan Muharram dan juga tips cara membina keluarga sakinah.
KH Abdul Haq
Suparno ,S.Pd mengatakan terimakasih kepada donatur atas terselenggaranya acara ini, kegiatan ini merupakan yang ke-10 kalinya.

"Berharap kegiatan santunan anak yatim setiap tahun bisa mengundang anak yatim lebih banyak lagi, " ucapnya.

Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP menambahkan mengucapkan selamat tahun baru 1441 H untu keluarga besar Pelayanan Pendidikan Kecamatan Pituruh, semoga tahun ini menjadi lebih baik lagi utamanya peran sebagai ujung tombak pendidikan yang membentuk karakter generasi penerus bangsa.

"Saya terimakasih juga untuk kegiatan santunan anak yatim, Insya Allah sangat bermanfaat dan akan menjadi pengingat anak-anak bahwa berbagi itu indah, " pungkasnya

Penulis : Luthfi


PRIGELAN, (pituruhnews.com) - Dalam pendidikan formal di sekolah kurikulum memiliki peranan yang sangat strategis dan menentukan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Kurikulum memiliki banyak peranan, Oemar hamalik.

Peran tersebut antara lain peranan konservatif, kreatif,kritis dan evaluatif. Demi meningkat peran ini Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Pituruh yang di Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan Pituruh oleh Kusbandono, S.Pd, MM Pd , pada Kamis, 15/11/2018 melaksanakan Diklat Kurikulum 2013 yang bertempat di SD N Prigelen selama 2 hari yaitu 15 November sampai 17 November 2018.
Proses Paparan Materi Kurikulum 2013 / Foto Mas Pur
Diklat ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ke-73 yang bertepatan pada tanggal 25 November 2015. Guru yang mengikuti diklat ini guru kelas 2 dan guru kelas 5 sebanyak 80 orang yang masing-masing dibagi menjadi 40 orang.

Tujuan diadakan diklat ini yaitu meningkatkan kompetensi guru dibidang pembelajaran, yang berdasarkan pasal 3 ayat (2) Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan kurikulum 2013. 
Pembelajaran materi / Foto Mas Pur
Meningkatkan kualitasnya dalam mendidik peserta didik dengan kurikulum 2013, sehingga pembelajarannya lebih meningkat dan kinerjan semakin profesional.

"Kecamatan Pituruh memiliki prestasinya, selama dua tahun ini Kecamatan Pituruh selalu menduduki rengkin pertama. Dengan diadakan diklat ini diharapkan bisa mempertahankan prestasi yang membanggakan" Ujar Bejo Suryono.

Penulis : ltf
Editor : ALK

Bupati Purworejo Foto Bersama di Australia


Purworejo (pituruhnews.com) - Purworejo terus berupaya keras untuk memajukan daerahnya terutama dalam menyambut New Yogyakarta International Airport (NYIA) dan pengembangan kawasan selatan. Minggu, 28/10/2018.

Upaya tersebut di antaranya dengan melakukan kerja sama dan penjajagan kerja sama dengan beberapa pihak di Australia (24 s.d 27 Oktober  2018).
Foto Penyerahan MoU di Australia
Selama kunjungannya di Australia, bupati Purworejo Agus Bastian, S.E, M.M yang didampingi Ketua DPRD Luhur Pambudi, S.T, M.M dan Sekda Drs. Said Romadhon, telah menandatangani MoU dengan ACPET (Australian Council for Private Education and Training) untuk peningkatan SDM melalui pendidikan vokasi. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Mr. Andrew Shea selaku National Board Director of ACPET dan dihadiri sejumlah anggota ACPET dan disaksikan oleh Zainal Arifin, Ph.D dari Konsulat Jenderal RI untuk Melbourne dan Pemerintah Australia.

Bupati Purworejo juga melakukan pertemuan intensif dengan Dr. Steve U.Chun selaku CEO Menzies Institute of Technology.

Pihak Menzies berminat melakukan investasi di bidang pendidikan vokasi khususnya teknik dan kesehatan di Purworejo dan akan segera datang ke Purworejo. Pada kesempatan lain, Bupati Purworejo juga menawarkan kerja sama dengan Paulo Gallo selaku CEO PNORS Group of Companies.

PNORS Group of Companies bergerak di bidang industri perkayuan international, teknologi kesehatan dan IT. Dalam waktu dekat PNORS juga akan segera berkunjung ke Purworejo untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut.

Delegasi Purworejo juga bertemu dengan Peter Craven, President Australia Indonesia Business Council Tasmania.
Pada kunjungan tersebut beliau juga bertemu dengan pengusaha perkapalan Katamaran dan pelabuhan Marina untuk penjajagan investasi pelabuhan laut dalam.


Penulis : Bay
Editor  : Atika Ayuning Tyas


MEGULUNGLOR, (pituruhnews.com) Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam SD Se-kec amatan Pituruh, mengadakan kegiatan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD Ke 21 tahun 2018. Kegiatan lomba ini dilaksanakan di SD N Megulunglor dan Masjid Jami' At-Tauhid Desa Prapagkidul, pada Rabu, 03/10/2018.


Peserta lomba ini diikuti berjumlah 365 anak yang di bagi menjadi 18 cabang perlombaan. Lomba Mapsi ini di buka oleh Koordinator Pelayanan Pendidikan Kecamatan (PPK) Pituruh bapak Kusbandono,S.Pd.MM.Pd, yang ditandai dengan pemukulan bedug.

Dalam sambutannya Kusbandono,S.Pd.MM.Pd, menyampaikan bahwa dengan jumlah peserta yang banyak, berarti menunjukkan bahwa keberhasilan mendidik siswa-siswinya.

Selain itu juga disampaikan oleh Pengawas PAI Drs. H. Musyawarin M.S.I, mengatakan bahwa dengan adanaya kegiatan MAPSI ini sebagai tolak ukur kegiatan TPQ di masyarakat, serta menciptkan generasi milenial penerus bangsa.


Juara I umum diraih oleh SD N Megulunglor dengan 3 emas 2 perak dan 1 perunggu, dan juara II disusul SDN Pituruh dengan 3 emas 1 perak 3 perunggu, sedang  peringkat ke III SDN 1 Prapaglor dg 2 emas 1 perak dan 1 perunggu, dan untuk juara I akan dikirimkan ketingkat Kabupaten,  yang direncanakan pada tanggal 20 oktober 2018 nanti.



PURWOREJO (pituruhnews.com) Group Satin Care, salah satu group keungan mikro yang cukup besar didunia jajaki potensi kerjasama dengan Pemkab Purworejo. Rintisan kerjasama diawali dalam pertemuan Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dengan Kepala Kantor Group Satin Care Singapura Miss Sangeet Growar bersama mitra kerja Mr Tang dari Singapura di salah satu hotel di Yogyakarta, Rabu siang (19/9). 

Dalam kesempatan itu, Bupati Purworejo didampingi Kepala Dinas KUKMP, Direktur Bank Purworejo, Direktur BKK Butuh, Direktur  BPR BKK Purworejo, Pimpinan Bank Jateng Cabang Purworejo, Kabag Pemerintahan, Kabag Humas dan Protokol, Kabag Perekonomian dan Kabag Umum. Sedangkan pihak Group Satin Care didampingi George Iwan Marantika. 

Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka membangun potensi kerjasama dibidang keuangan mikro, bidang pendidikan keuangan mikro dan promosi produk-produk Purworejo. Namun, saat ini yang akan menjadi fokus utama adalah kerjasama dibidang pendidikan keuangan mikro dan promosi Purworejo ke berbagai tempat didunia, antara lain Singapura dan India. 



Tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan kerjasama di bidang lain, seperti pengembangan inkubasi atau inovasi bagi para pelaku usaha rintisan (startup). Pertemuan ini merupakan yang pertama kali dilakukan, dan akan ditindak lanjuti dengan pertemuan berikutnya untuk membahas kelanjutan kerjasama.

Bupati Purworejo menyambut baik penjajakan kerjasama Group Satin Care dengan Pemkab Purworejo. Dirinya berharap kedepan dapat dilakukan kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. 
Pada tanggal 10 Oktober 2018 mendatang, juga direncanakan delegasi Australia akan berkunjung ke Purworejo dengan membawa perwakilan 17 perguruan tinggi Australia. Kedatangan mereka untuk memetakan kebutuhan skill untuk meningkatkan SDM Purworejo. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut rintisan kerjasama Australia dengan Pemkab Purworejo dibidang pendidikan beberapa waktu lalu.


Berbagai kerjasama dengan beberapa investor luar negeri memang terus dirintis oleh Pemkab Purworejo. Kabupaten Purworejo memang dinilai menarik oleh para investor, salah satunya karena faktor infrasruktur yang dekat dengan pengembangan bandara NYIA. Selain itu, investor juga melihat Bupati Purworejo yang visioner serta memiliki jaringan yang luas, yang sudah cukup dikenal secara nasional maupun global sehingga mengundang berbagai komunitas di dunia untuk datang dan ingin menjalin kerjasama dengan Purworejo.Kabag Humas dan Protokol Setda (ltf)

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Masih terbatasnya informasi mengenai jenjang perguruan tinggi untuk  pelajar maupun orangtuanya tidak jarang  mengakibatkan kekeliruan dalam memilih jurusan maupun program studi, sehingga berdampak pada kurang optimalnya perkembangan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Berkaca dari hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Purworejo mengadakan Expo Universitas 2020. Gelaran Expo Universitas ini memang bukan yang pertama namun sudan memasuki gelaran  yang ke sebelas kalinya. 

Pada penyelenggaraan kali ini, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, S.H. berkesempatan untuk menghadiri dan membuka Expo Universitas 2020, di aula SMK Negeri I Purworejo, Sabtu (11/1/2020). Expo Universitas ini diikuti 31 stand perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Indonesia. Dalam sambutannya Wakil Bupati mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas sumberdaya manusia di era globalisasi sekarang ini, merupakan tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sehingga jenjang pendidikan tinggi yang pada beberapa dekade lalu baru bisa diikuti oleh segelintir orang, dewasa ini sudah menjadi kebutuhan yang akan sangat menentukan masa depan seseorang. 
sambutan wakil bupati
“Dengan persaingan yang semakin ketat, lulusan SMA sederajat yang tidak memiliki ketrampilan khusus, nyaris tidak lagi mendapat tempat, kecuali sebagai buruh atau pekerja,” katanya.

“Dengan penyelenggaraan Expo Universitas 2020 yang terus berkesinambungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi siswa-siswi yang akan melanjutkan studinya ke jenjang pendidikan tinggi, sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya masing-masing,” pungkasnya.

Reporter : Bay
Diberdayakan oleh Blogger.