Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri umkm. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan


PITURUH, (pituruhnews.com) - Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah Kecamatan Pituruh, melaksanakan Sosialisasi, Pelantikan Ketua dan Pengurus Forum UMKM, bertempat di Gedung IPHI Kecamatan Pituruh, Rabu, 24/04/2019.

Acara sekaligus pelantikan pengurus UMKM, dihadiri 30 pelaku usaha di kecamatan Pituruh, serta Camat Pituruh yang diwakili oleh Tuti Ariyani C, Pendamping UMKM Widianto.
Penandatanganan SK UMKM
Sosialisasi dan Pelantikan UMKM ini bertemakan "Pengembangan Usaha Berbasis Orientasi Kepada Pelanggan" mengundang narasumber Politeknik Sawunggalih Kutoarjo yaitu Agus Fitri Yanto, SE, MM.

Ketua UMKM Pituruh Sabar, mengungkapkan berharap buat pengurus semakin semangat, adanya forum ini merupakan menjadikan wadah sarana dan prasarana tukar informasi, dengan harapan semakin maju dan berkembang usahanya.

"Untuk pelaku usaha, dalam menjalankan produksinya harus lebih fokus, tekun, supel dan meningkatkan pelayanan terhadap konsumen," Ungkapnya.
Saat sosialisasi UMKM
Widianto selaku pendamping UMKM mengatakan, dengan kepengurusan umkm yang baru, diharapkan anggota umkm di Pituruh dapat lebih maju, berkembang variatif.

"Forum umkm ini bisa menjadikan wadah pertukaran informasi dari masing-masing pelaku usaha, sehingga pelaku usaha bisa mengembangkan wawasan tentang penawaran produknya, serta  dengan majunya umkm dapat  meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di kecamatan Pituruh, " Ucapnya.
Foto Bersama Pendamping UMKM dengan Narasumber
Sementara itu, Agus Fitri Yanto mengungkapkan, forum UMKM Kecamatan Pituruh merupakan wadah untuk saling membangun dan memperluas jejaring, guna pengembangan UMKM ke depan.

Sudah banyak UMKM di wilayah Pituruh mampu tumbuh kembang dengan baik, bahkan beberapa cukup fantastis. Sebagai contoh, beberapa produk sudah mampu masuk ke toko modern di berbagai kota.

"Hal seperti ini tentunya harus menjadi penyemangat bagi UMKM untuk lebih meningkatkan kualitas produknya sehingga semakin maju semakin luas pemasarannya," Imbuhnya. (ltf)


KEMIRI, (pituruhnews.com) Sektor UMKM yang memiliki pola usaha yang bersifat unik, yaitu lebih banyak dikerjakan dalam lingkup sektor informal. Pemerintah Kecamatan Kemiri dalam mendukung dan memajukan usaha mikro kecil dan menengah dapat dibilang sangat serius.

Pada Rabu, 17/10/2018 Pemerintah Kecamatan Kemiri melaksanakan kegiatan yaitu Pengukuhan Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) "KEMBANG" dengan bertema "Kemiri Bangkit", yang bertempat di Pendopo Kecamatan Kemiri.

 
 Camat Kemiri pada saat Pengukuhan

Pengukuhan UMKM ini langsung dikukuhkan oleh Camat Kemiri  bapak Fatqur Rochman, S.Sos sebagai wadah dalam menghadapi tantangan ekonomi globlal. Forum UMKM sangat berkontribusi dalam menopang sistem perokonomian di Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh Dinas perdagangan dan UMKM,  Forkompimcam Kemiri,  Kepala UPT atau Dinas Teknis dilingkungan Kecamatan Kemiri, BUMN/BUMD di lingkungan kecamatan kemiri,  Perwakilan kepala desa se-kecamatan Kemiri dan para pelaku UMKM di lingkungan Kecamatan kemiri.

Pameran produk UMKM

Forum ini mempunyai visi, yaitu Menjadikan Usaha Mikro Kecil Menengah Kecamatan Kemiri Yang Mandiri, Berkualitas Dan Berdaya Saing, Dan misinya Forum ini, yaitu Mendorong terwujudnya iklim usaha yang kondusif  bagi UMKM Kecamatan Kemiri, Membangun UMKM yang tangguh melalui peningkatan kapasitas usaha, inovasi dan kreatifitas, Membantu UMKM memperoleh akses pemasaran, penguatan SDM, Teknologi dan Pendanaan, Mendorong tumbuhnya wirausahawan baru yang unggul dan berdaya saing tinggi, Mendorong perkuatan Lembaga-lembaga Pembinaan dan Pendidikan UMKM.

Untuk lebih menunjukkan eksistensi UMKM yang ada dikecamatan Kemiri, dalam forum tersebut juga memamerkan hasil produknya, seperti alat batik tulis, makanan ringan, kerajinan Kaligrafi dari kayu, tape, beras, aneka olahan dari ketela. Itu semua membuktikan bahwa geliat UMKM Kecamatan Kemiri nampak nyata dan semangat. 

 "Sebagai wadah bagi para pelaku UMKM,  untuk saling sharing berbago pengalaman dalam pengembangan usahanya" Katanya Heri Akhtifudin sebagai Ketua Forum UMKM Kecamatan Kemiri.

Sementara itu,  Sekcam Kemiri Bangun Erlangga "mengungkapkan sangat mendukung dengan dikukuhkannya Forum UMKM Kecamatan Kemiri "KEMBANG", harapannya UMKM Kemiri akan semakin berkembang,  tidak hanya dari  produk dan pemasarannya, namun kalau mau maju dan berkembang, ya harus bersatu dan bekerjasama". Ujarnya
Advertisement

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Sebanyak 31 produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal khas Kabupaten Purworejo masuk dalam pemasaran ritel modern Alfamart. Peluncuran pemasaran secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, bersama Deputy Branch Manager Alfamart, Dede Jaya Wardhana, di Toko Alfamart Alun-Alun Purworejo, Kamis 20 Juni 2019 pagi.

Hadir Dinas Koperas Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Purworejo Gandi Budi Supriyanto, pimpinan instansi terkait, para Pelaku UMKM Purworejo.

Yuli Hastuti mengatakan bahwa keberadaan UMKM tidak hanya turut mengembangkan berbagai potensi daerah Purworejo, melainkan juga turut mendukung dinamisasi positif perekonomian daerah dan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat. UMKM dengan semangat kerja kewirausahaan dan posisi strategisnya, secara berkelanjutan terus berperan aktif memperkuat Ekonomi Kerakyatan di Kabupaten Purworejo khususnya.
Sambutan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti
Menurutnya Pemerintah Daerah memiliki banyak UMKM binaan, mulai dari olahan makanan, handycraft, batik, dan sebagainya yang tersebar di 16 kecamatan. Namun, ada beberapa permasalahan yang dialami UMKM Purworejo. Tiga diantaranya yakni dapat memproduksi tetapi kesulitan pemasaran, produk UMKM sulit masuk pertokoan modern, dan ide penjualan dan metode pemasaran sebagian besar masih menggunakan cara tradisional.

“Terkait hal tersebut, dengan adanya launching produk UMKM Kabupaten Purworejo di toko modern Alfamart, diharapkan menjadi salah satu solusi kongkrit dalam mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi. Saya berharap produk UMKM ini bisa ditempatkan pada wadah/display yang strategis, setidaknya di semua toko Alfamart yang ada di Kabupaten Purworejo,” katanya.

Lebih lanjut Yuli Hastuti meminta agar pelaku UMKM terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk yang sudah dipajang di toko modern Alfamart. Sehingga konsumen akan merasa puas membeli produk yang dihasilkan UMKM, yang akan memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM itu sendiri maupun citra Alfamart sebagai etalasenya.

“Dengan demikian, kerjasama ini akan berkembang menjadi kerjasama yang saling menguntungkan satu sama lain,” tandasnya.
Acara Peluncuran Produk Lokal Purworejo
Deputy Branch Manager Alfamart, Dede Jaya Wardhana, menyebut Alfamart sangat terbuka terhadap produk-produk lokal untuk dapat dipasarkan di toko-toko Alfamart. Peluncuran produk kali ini merupakan wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam upaya mengembangkan UMKM dan menciptakan sinergi yang baik dengan pengusaha kecil untuk bisa berkembang.

“Sebelumnya produk-produk yang masuk ini telah melalui proses seleksi dan penilaian dari Dinas KUKMP Purworejo dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Sementara ini memang baru di beberapa Alfamart di pusat kota, tapi ke depan akan mengisi di semua toko yang ada di Kabupaten Purworejo,” sebutnya.

Gandi Budi Supriyanto mengungkapkan bahwa semula ada 60 produk UMKM yang masuk penilaian dan setelah diseleksi lolos 31 produk. Seleksi yang dilakukan antara lain meliputi komitmen pelaku UMKM dalam hal konsistensi pemasaran, produk memiliki batas kedaluwarsa, dan memenuhi kualitas kelayakan pasar.

“Proyeksi kita sisa dari 60 produk yang terseleksi ini bisa meningkatkan komitmen, memperbaiki kualitas kemasan, dan kelayakan pasar. Kita berharap semua produk nanti bisa masuk ritel modern,” ungkapnya.
Pelanggan saat memberli Produk
Sementara itu Noviyanti pemilik Sagon Coklat mengungkapkan, merasa sangat bangga produk inovasinya bisa ikut masuk di retail modern, karena ini merupakan langkah awal dan motivasi untuk komitmen memproduksi dan menjalankan usaha.

"Saya berharap bisa masuk ke seluruh alfamart dikabupaten Purworejo. Untuk teman-teman UMKM semoga selalu laris produknya, terus bisa berkembang ke jaringan pemasaran yang lebih luas lagi dan selalu eksis untuk produk purworejo, " pungkasnya. (lt)

Stand Kawedanan Pituruh, Kemiri, Bruno saat dikunjungi oleh Ibu Agus Bastian / Foto Camat Pituruh

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Expo ke lima Purworejo kembali digelar yang bertempat di kawasan Pendopo Kabupaten Purworejo. Terdapat sebanyak 173 stan yang memamerkan produk unggulan dan expo ini berlangsung hingga 4 November 2018, Expo dibuka Rabu, 31/10/2018.

Bukan hanya produk unggulan asli khas Kabupaten Purworejo yang ada di Expo Romansa Purworejo 2018, Expo ini juga memamerkan produk unggulan skala nasional dan sedikitnya delapan Provinsi dan delapan stand Kementrian di Indonesia.

Dalam expo ini memamerkan berbagai produk unggulan, kreatif produk lokal dan aneka produk. Romansa Expo ini juga menampilkan seni budaya untuk melengkapi kemeriahan kegiatan berjalannya expo tersebut, pengunjung akan disuguhi berbagai macam kegiatan seperti pentas seni budaya, festival kuliner, pentas musik, serta beragam kegiatan lomba lainya.
Bupati Purworejo saat membagi sembako / Foto Ayonk

Bupati Purworejo, Agus Bastian menyampaikan dalam sambutannya, expo ini merupakan salah satu event yang tidak hanya sebagai wadah menampilkan potensi daerah khusunya Purworejo. Kegiatan expo ini juga mampu menjadi peluang usaha dan para lokomotif bisnis.

“Selain sebagai wadah pengembangan UMKM, kegiatan ini menjadi hiburan bagi masyarakat Purworejo,” ujarnya.

Dengan adanya pementasan seni budaya lokal maupun aneka produk unggulan di setiap kecamatan yang ada di Purworejo, Bupati berharap dalam event ini menjadi wahana pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah.

"Adanya event ini, para pelaku usaha dan konsumen bisa mampu bersaing selain di daerah sendiri, namun bisa bisa go internasional. Dengan harapan bisa berinteraksi langsung untuk saling bertukar informasi dan melakukan transaksi,” ujarnya.

Stand Kawedanan Pituruh, Kemiri, Bruno 

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Tengah, yang diwakilkan oleh Kepala Biro Perekonomian Setda, Budiyanto menyampaikan mampu menekan dan mengoptimalkan para pelaku usaha yang melalui potensi yang ada, termasuk dengan kemajuan dalam proses pemasaran produk yang dimilikinya melalui internet. dengan diharapkan bisa menambah wawasan lebih luas di bidang pemasaran.

"Di era milenial ini semua pemasaran produk bisa dijual dengan mudah, bisa dengan online maupun offline. Dengan muncul produk lokal, seperti UMKM tidak mengikuti perkembangannya maka akan tertinggal" ungkapnya.

Di Expo Romansa Purworejo 2018 ini dibagi menjadi beberapa lokasi, mulai dari produk UMKM sampai dengan produk nasional.

Produk lokal yang dipamerkan yaitu mengambil di tiap-tiap kecamatan yang di bagi menjadi beberapa blok kawedanan. seperti blok kawedanan Pituruh, Kemiri, Bruno juga memamerkan produk unggulannya. kawedanan tersebut meliputi 16 kecamatan.
Foto Bu Camat di Background Romansa Purworejo 2020

Sementara itu, Camat Pituruh Ibu Siti Choeriyah juga hadir pada saat pembukaan mengatakan, "bahwa UMKM yang dimiliki disetiap kecamatan, dengan adanya Expo bisa menjadi ajang promosi dan bisa di kenal oleh masyarakat umum," Katanya.

UMKM yang ada di stand Kawedanan Pituruh, Kemiri, Bruno sebanyak 29 produk unggul. dengan harapannya ikut event ini bisa menjadi branding disetiap kecamatan dan di expo juga terdapat spot foto dengan background Romansa Purworejo 2020.

Penulis : Luthfi
Editor : ALK


TERSIDILOR, (pituruhnews.com) Dalam Rangka Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Pembangunan dan Kemasyarakatan, Desa Tersidlor melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah tahun 2018, bertempat di Aula Desa Tersidilor, Senin, 22/10/2018.

Acara ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Purworejo, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bagian Pemerintahan, Kodim/0708 Purworejo, Polres Purworejo, Kejaksaan Purworejo, Pengadilan Purworejo, DPRD Kabupaten Purworejo, DINKUKMP Kabupaten Purworejo, Forkompimca Pituruh, dan Pelaku Usaha di Desa Tersidilor, serta ikut hadir Paguyuban UMKM dikecamatan Pituruh yang diketuai oleh bapak Sabar


UMKM yang sudah berjalan di Desa Tersidilor, yaitu Kepo Banan Chips, Sari Rasa Sambel Pecel, Kripik Kulit "Dwi Guna", Peyek Kacang, Sagon "Dwi Tunggal" dan masih banyak produk unggulannya.

Mayoritas warga yang ada di Desa Tersidilor dan sekitarnya adalah Petani, selain petani juga memanfaatkan potensi lokalnya, seperti kacang hikau, kelapa, dan pisang. Dengan memanfaatkan potensi yang ada, warga Tersidilor dan sekitarnya bisa menambah ekonominya selain dari hasil taninya, seperti pengembangan potensi sekitar.


Munculnya UMKM yang ada di Purworejo, bisa menambah ekonomi warganya, pada tahun  2020 adanya isu strategi yaitu dengan di bangunnya Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Otorita Candi Borobudur dan Bendungan Bener.

"Diharapkan dengan adanya UMKM bisa menjanjikan hasilnya, serta pengemasannya dibuat menarik dan unik, dan juga strategi pemasaran produknya, dengan pendampingan modal dari DINKUKMP Kabupaten Purworejo" Ujar Gandi.


Sementara itu, Vivin Suryandari Feriyani, SSTP,MM mengungkapkan dengan berbagai macam permasalahan yang ada di daerah terkait dengan UMKMnya bisa kami fasilitas untuk kedepannya bisa lebih maju.

Entreprenuer Muda Saat di Temui Crew Pituruh News / Foto Mas Pur
KALIGLAGAH, (pituruhnews.com)-- Potensi UMKM terus bermunculan di wilayah Kemiri. Salah satunya adalah Yusuf Arifin (22) pemuda Desa Kaliglagah Kecamatan Kemiri yang baru saja lulus kuliah tertantang di Entreprenuer ini memiliki usaha Jahe dan Kopi. Usaha ini terbiang baru seumur jagung karena baru aktif sekitar 4 bulan. Sementara usahanya ini  baru fokus pada jahe dan kopi namun untuk planing kedepan setelah semua proses berjalan dengan lancar akan ada tambahan produksi untuk bumbu masakan. Sabtu, 10/11/2018.

Bahan baku olahan jahe dan kopi ini diperoleh dari kebun yang ada dilingkungan, kebon jahe terletak dekat arah Desa Wonosido dan Purbayan termasuk kopi. 
Produk Jahe dan Kopi Kaliglagah / Foto Mas Pur
Dalam sehari Yusuf Arifin dapat memproduksi 3 kg serbuk jahe, agar rasanya menjadi lebih nikmat serbuk jahe tersebut ditambahkan gula sebagai pemanis dan penyeimbang rasa.  Sedangkan untuk kopi diproduksi tidak menentu menyesuaikan pesanan dari pelanggan dan juga menyesuaikan hasil panen. Biasanya 2/3 hari sekali. Kopi yang diproduksi terdiri dari 2 jenis yaitu kopi lokal dan kopi robinson. Perbedaan dari kedua kopi tersebut terletak pada rasa dan aromanya. Untuk kopi robinson berasa sangit dan aromnya tidak terasa sedangkan untuk kopi lokal lebih menyengat aromanya.

Penjualan jahe dan kopi ini sudah memanfaatkan media sosial dan juga e-commerce seperti bukalapak dan tokopedia. Namun juga melayani pembelian secara langsung. Untuk pemasaran tidak hanya di wilayah Pituruh dan Kemiri saja namun sudah menembus luar provinsi seeru Jawa Barat, Jakarta, Bekasi, Depok, dan wilayah sekitarnya  bahkan pengiriman paling jauh sudah sampai ke Kalimantan Tengah. Satu kemasan jahe dijual seharga Rp 20.000,- sedangkan satu kemasan kecil kopi berukuran 100gr dijual seharga Rp 10.000,-. Namun jika pelanggan membeli langsung  500gr maka pelanggan hanya perlu membayar Rp 38.000,- saja. 

Produk Kopi asli Kaliglagah / Foto Mas Pur
Yusuf Arifin mengungkapkan "Dengan produksi olahan jahe dan kopi ini dapat membantu mendongkrak ekonomi daerah dengan jalan pertama menggunakan UMKM. Ketika UMKM sudah berjalan maksimal dan  nama produk kita sudah dikenal oleh masyarakat selanjutnya akan dibuat koperasi. Yang mengelola adalah kita sedangkan masyarakat menyediakan bahan bakunya."
Produk Jahe / Foto Mas Pur
Entreprenuer muda ini sedang menguji coba pembuatan kue butter coocies jahe yaitu sisa perasan jahe/ampas jahe.

Penulis : Bayun 
Reporter : Mas Pur
Editor : ALK

PITURUH, (pituruhnews.com) - Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1440 H tinggal menghitung hari, bingung mau cari tempat untuk beli produk makanan untuk hari raya ?

Zoefa Snack menyediakan aneka oleh-oleh khas Purworejo, berlokasi dijalan Pituruh-Brengkol (Barat Polsek Pituruh Kios K-5 Selatan Jalan) menyediakan berbagai produk makanan yang dikembangkan oleh
Usaha Mikro Kecil Menengah di kabupaten Purworejo. Senin, 27/05/2019.

Produk yang dipasarkan, meliputi usaha yang berasal dari kabupaten Purworejo seperti Pituruh Kemiri, Kutoarjo, Butuh dan Bayan. Kurang lebih ada 20 produk umkm yang dijual di Zoefa Snack.
Zoefa Snack Pusat Oleh-Oleh Khas Purworejo
Uswatun Mufti, pemilik usaha Zoefa Snack mengatakan, bahwa pelaku UMKM ingin mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar dengan membantu memasarkan produk yang mereka miliki dengan cara saling bermitra sesama pelaku usaha.

Karena sebentar lagi memasuki hari raya idul fitri, diharapkan untuk warga masyarakat Pituruh khususnya bisa membeli produk daerahnya sendiri, apalagi untuk perantaun yang pulang dari kota Produk daerah ini bisa untuk dijadikan oleh-oleh dibawa ke perantauan.

"Pelanggan Zoefa Snack ini bisa via online seperti facebook, instagram dan whatsaap. Harga yang ditawarkan bersaing yang pasti lebih murah dari tempat lain, " ucapnya. (ltf)

Budi Susilo saat memberikan materi kepada peserta / foto Putri
BANYUURIP, (pituruhnews.com) - Chef Budi Susilo seorang kepala desa Pamriyan membuka kelas memasak dalam acara Purworejo Food Fest di Gedung Jati Indah Banyuurip, Sabtu, (19/1).

Purworejo Food Fest ini menyediakan 1000 makanan gratis, 45 pelaku usaha UMKM kuliner, Asia & Western Food, Musik Akustik, DJ Set, Holi Party, Mukbang, Games, Stand Up dan kelas memasak.

Kelas ini mengenalkan masakan Italia : Dondezo Italianesia Pizza, Thailand : Crispy Fried Fish With Green Papaya Salad, Jepang :  Hibachi Steak, China : Stir Fried Octopus. Kelas masak diikuti 20 peserta, yang setiap peserta membayar   pendaftaran 35.000.
Materi yang di sampaikan ke peserta / foto Imam
Budi Susilo, mengatakan saya sangat mendukung dan senang sekali dengan adanya acara seperti Purworejo Food Fest ini. Kalau bisa  lebih sering diadakan.

Dengan tujuan utama mengembangkan dan menggerakkan sektor ekonomi melalui bisnis kuliner.

"Untuk menggali kuliner pusaka yang ada di wilayah kabupaten Purworejo dengan menghadirkan pelaku UMKM," Ujarnya.

Walaupun cukup lama absen dari dunia kuliner, dikarenakan Budi Susilo saat ini masih menjabat sebagai Kepala Desa Pamriyan. "Ini baru pertama kalinya eksen di dunia kuliner lagi di acara Purworejo Food Fest" Ujarnya.
Budi Susilo saat memasak / foto Imam
"Melihat semangat teman-teman muda bergerak didunia kuliner, saya pun terpanggil mengasah pisau dapur saya ikut ambil dalam acara tadi," Ucap Budi Susilo saat ditemui crew pituruhnews.com, Sabtu Sore, (19/1).

Pada kesempatan ini Budi Susilo mengenalkan masakan Japanese, Italian dan Thailand. "Dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar rumahnya" Ujarnya.

Dilingkungan kita sangat kaya akan ragam masakan daerah, namun cenderung dalam acara-acara bazar, festival kuliner banyak makanan yang disajikan dengan menggunakan olahan/beku yang menjadi nilai minus dari bahan yang segar.

"Sebenarnya olahan seperti itu kurang sehat jika dikonsumsi bagi tubuh," Jelasnya.
Chef Budi Susilo saat menggoreng / foto Imam
Berharap kedepan melalui acara ini banyak kuliner bermuculan dengan makanan berbahan segar, bergizi dan khas kuliner yang asli dari Purworejo.

Sementara itu peserta kelas memasak Lia, mengatakan dengan melalui kelas masak ini bisa menambah saudara dan juga tambah wawasan dibidang kuliner.

"Walaupun hanya sebentar, banyak ilmu yang didapat dikelas memasak ini," Tutupnya.
Foto Peserta Kelas Memasak / foto agam
Purworejo Food Fest ini digelar selama dua hari, pada tanggal 19 sampai 20 Januari 2019. Pada tanggal 20 Januari akan digelar Holi Party yang dimulai pada pukul 14.00 WIB.

Penulis : ltf
Editor : ALK

KEMIRI, (pituruhnews.com) -  Berlokasi di Taman Wisata Curug Kaliurip, Desa Kaliurip Kemiri, Komunitas Medsos "Kemiri Mbolang" yang berkerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Kemiri menggelar pelatihan Workshop bertema Pemanfaatan Media Sosial Untuk Meningkatkan Potensi dan Produktifitas Masyarakat.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada, Kamis, 07/11/2019. Diikuti sekitar 50 penggiat media sosial, pemuda dan tokoh warga Kecamatan Kemiri, Pituruh dan Bruno. Pelatihan menghadirkan praktisi bisnis online Purworejo Gusta Fitriawan, jurnalis MNC tv Joe Hartoyo dan wartawan Kedaulatan Rakyat Jogja Jarot Sarwosambodo.
penyampai dari narasumber
Dalam penyampaian ketiga narasumber menjelaskan tentang sisi positif dan negatif media sosial, serta pemanfaatannya untuk meningkatkan kesejahteraan. Pada penyampaiannya, pemateri teknik pemanfaatan media sosial untuk sarana berbisnis. 

Antara lain, memanfaatkan platform Instagram, Facebook, Youtube dan Blog. Mereka mengajarkan pemanfaatan medsos secara gratis untuk menjalankan usaha

Ketua panitia Kukuh Purwono mengatakan, pelatihan tersebut merupakan upaya komunitas untuk mengangkat nama tiga kecamatan di dalam jejaring medsos. 

"Masih ada yang menganggap medsos hanya untuk iseng belaka, padahal ada banyak sekali manfaaatnya. Namun, belum semua melirik potensi medsos," ungkap Kukuh.

Kegiatan diikuti perwakilan UMKM, karang taruna, sekretaris desa, pendamping desa, pegiat media sosial seperti Media Online Pituruh News, Cepedak News, Kulowarga Kemiri, dan pelajar SMA/SMK.

"Kami mengundang semua elemen, baik kalangan milenial maupun pada pemangku kebijakan tingkat desa," ucapnya.

"Pelatihan, kata Kukuh, bisa membuka wacana tentang pentingnya media sosial dan bisa bijaksana dalam memanfaatkannya. Peserta juga diingatkan untuk tidak terjebak dalam penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian. " imbuhnya.
praktisi bisnis online Purworejo Gusta Fitriawan
Sekcam Kemiri Bangun Erlangga mewakili Camat Kemiri mengatakan, kegiatan Workshop Pemanfaatan Media Sosial untuk meningkatkan potensi dan produktivitas masyarakat di Taman Wisata Curug Kaliurip Kecamatan Kemiri.

"Dalam kegiatan ini kami memberikan apresiasi kepada teman teman komunitas kemiri mbolang (KEMBOL) yang telah menginisiasi kegiatan workshop pemanfaatan media sosial dalam rangka mendorong kebersamaan dalam upaya promosi dan pengembangan potensi wilayah dan produktivitas masyarakat di bernagai bidang, " ucapnya.

"Hal ini mengingat saat ini, kita sudah memasuki era milenial dimana teknologi komunikasi khususnya internet semakin mewarnai berbagai aspek kehidupan masyarakat, " imbuhnya.

"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat secara umum, dan para penggiat media sosial dan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam hal ini medsos secara bijak, sehingga keberadaan media sosial lebih memberikan kemanfaatan bagi kemajuan bukan menjadi ancaman, " pungkas Bangun.

Reporter : Purnomo
Editor : Luthfi

PITURUH, (pituruhnews.com) - Gebyar Pentas Kesenian Rakyat, acara "Pituruh Expo 2019", dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, digelar sejak tanggal 17 sampai 24 Agustus 2019.

Selain menampilkan kesenian lokal dari Pituruh, pituruh expo kali ini juga menampilkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dari awal expo ini di buka, telah banyak kesenian yang tampil, mulai dari kesenian tari tradisional, ndolalak, kuda kepang, musik keroncong, dangdut, dan kesenian sholawat Jamjaneng.
Vokalis Janjaneng 
Pada Kamis, 22/08/2019 sesuai jadwal pukul 21.00, kesenian sholawat jawa Jamjaneng "Nurul Huda" dari Megulunglor ikut berpartisipasi dalam acara Pituruh Expo 2019. Jamjaneng ini diketuai atau disepuhi oleh bapak Muh Yasir.

Dikatakan, Muh Yasir bahwa kesenian jamjaneng ini merupakan kesenian peninggalan Sunan Kalijogo. Yang sampai saat ini tetep terjaga dan lestari, tidak khusus bagi warga desa Megulunglor yang ikut melestarikannya.

"Grup kesenian jamjaneng Nurul Huda desa Megulunglor, merasa sangat senang bisa ikut berpartisipasi memeriahkan Pituruh Expo 2019. Personil Jamjaneng yang ikut tampil di Pituruh Expo ini sebanyak 10 orang. " katanya.
Penampilan Janjaneng Nurul Huda
Lantunan lagu yang dibawakan oleh Jamjaneng ini yaitu dengan makna menceritakan sejarah kanjeng nabi Muhammad SAW dituangkan dengan irama jawa.

"Berharap untuk generasi muda ikut berperan menjaga dan melestarikan kesenian Jamjaneng dengan mencintai sholawat jamjaneng. Untuk pemuda atau orang yang ingin belajar bisa datang ke Megulunglor, karena setiap malam minggu rutin mengadakan latihan," ujarnya

"Khusus di kecamatan Pituruh kurang lebih ada 6 desa yang mendirikan grup kesenian jamjaneng, mulai dari desa Girigondo, Brengkol, Sikambang, Kalikotes, Sawangan, dan Megulunglor, " pungkasnya. (pr-ph)
Advertisement

KALIKOTES, (pituruhnews.com)-- Raut wajah bahagia terpancar dari salah satu keluarga Ibu Salamah dari Desa Kalijering saat mengambil hadiah sepeda gunung dari program promo cake hantaran di Eco Master Bakery, Kamis (1/08/2019) pagi. Ibu Salamah berhak mendapatkan sepeda tersebut karena telah membeli 1000 box cake di Eco Master Bakery.

Eco Master Bakery sendiri merupakan salah satu UMKM yang ada di Kecamatan Pituruh tepatnya di ujung barat Desa Kalikotes RT 03 RW 01 berbatasan dengan Desa Prapag Lor yang . Eco Master Bakery berdiri sejak tahun 1995 dan bergerak di bidang makanan khususunya roti dan kue (aneka cake ultah, aneka kue kering, aneka kue hantaran , dsb.) Saat ini Eco Master Bakery dikelola oleh Tri Cahyo Wicaksono (28) dan sudah memiliki nomor PIRT 3063306010211-24.

Tahun ini Eco Master Bakery sedang berkembang cukup pesat terbukti dengan semakin banyak pesanan setiap bulannya. Saat Triwulan 2 kemarin tercatat ada 11.155 pesanan sedangkan pada awal Triwulan 3 sudah masuk pesanan sebanyak 10.695 box cake (sampai dengan berita ini diterbitkan).

Rasa yang lezat serta harga yang murah menjadi daya tarik bagi pelanggan di Eco Master Bakery ini. Selain itu per tanggal 5 Juli hingga 10 Agustus 2019 sedang berlangsung Promo yang sangat menarik yakni pelanggan akan mendapatkan Sepeda Gunung apabila memesan 1000 box cake di Eco Master Bakery. Selain itu pelanggan masih dimanjakan dengan bonus berupa cashback s dan juga gratis roti pilihan untuk tambahan di acarannya.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk inovasi terbarunya, Eco Master Bakery menawarkan Undangan yang menjadi satu paket dengan kardus rotinya sehingga para pelanggan tidak perlu repot membeli undangan untuk dimasukan ke dalam kardus roti. Apakah itu saja? Tentunya tidak ! Masih ada bonus Wedding Cake juga sebagai pelengkap pesta pernikahan anda. Dan semua itu dikirim gratis!
produk eco master bakery
Sejak awal tahun ini memang Eco Master Bakery sedang membenahi pemasarannya, hal ini dibuktikan dengan pengelolaan akun Facebook dan juga instagram yang selalu aktif memposting dagangannya dan juga  saat pengiriman. Selain itu turut pula dilakukan inovasi dalam pengemasannya yakni berupa tampilan kardus box baru agar lebih menarik dan elegan.

"Alhamdulillah ada peningkatan order yang cukup banyak dan kami sedang berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar kami khususnya melalui media sosial. Selain itu pada setiap triwulanya kami akan memberikan kejutan promo menarik kepada palanggan kami. Tentunya kami menerima segala kritikan terhadap produk kami agar kedepanya kualitas produk kami semakin meningkat  sehingga penjualan kami pun semakin meningkat" ujar Cahyo Jum'at, 02/08/2019 sore.

Bagi pembaca yang penasaran dengan produk cake dan berbagai promo menarik dari Eco Bakery bisa mengunjungi laman facebook Eco Bakery dan instagram @eco_master_bakery atau bisa menghubungi WA dengan nomor 082324773790 untuk konsultasi hantaran dan pemesanan. Bagi kamu yang ingin tester sebelum memesan akan diberikan gratis!

Stand Pameran UKM Purworejo
YOGYAKARTA, (pituruhnews.com) - Pameran Produk Kreatif dan Investasi Daerah "Gelar Produk Kreatif dan Investasi Daerah atau GPKN EXPO 2019", digelar selama tiga hari 14 sampai 17 Maret 2019 bertempat di Jogja City Mall - Yogyakarta.

Expo ini menampilkan produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Lampung, Riau, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Produk unggulan UKM Purworejo
Dalam kesempatan ini produk unggulan dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo juga ikuti diexpo ini, dengan menampilkan produk dari beberapa kecamatan di Purworejo, seperti Dagadung Zoefa (Pituruh), Sagon Yuri (Purwodadi), Gula Jahe (Bruno), Jahe bakar (Pangen), Berkah Peyek AFP (Kemiri), Bumbu Pecel Mak Jaenab (Grabag), Kriptung (Bener), Kacang Bawang Spring Food (Mranti), Arum Manis Jadul (Bruno).

Uswatun Mufti selaku Owner dari Dagadung Zoefa mengaku sangat senang produknya bisa ikut Gelar Produk Kreatif dan Investasi Daerah atau GPKN EXPO 2019 di Yogyakarta. Semoga dengan ikutnya expo ini bisa memberikan dampak positif khususnya UMKM yang ada dikabupaten Purworejo bisa dikenali masyarakat luas.

"Seneng bisa dibawa dan dipromosikan diskala Nasional oleh Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo, " Ucapnya Uswatun , Sabtu, (16/03/2019).
Produk Berkah Payeh AFP
Hal sama juga disampaikan oleh Owner Berkah Peyek AFP, Ratri mengatakan kesempatan seperti tidak setiap saat ada, dengan menampilkan produk unggulannya bisa membawa nama baik Purworejo dikancah Nasional khususnya.


PITURUH, (pituruhnews.com) - Upaya mengembangkan potensi lokal, untuk mewujudkan masyarakat mandiri, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan penumbuh dan pengembangan wirausaha baru yaitu produk madu tawon klanceng, Kamis, 7/1.

Pelatihan ini di gelar selama 3 hari, dari tanggal 06 sampai 8 Februari 2019. Dihari kedua pelatihan dihadiri oleh anggota DPRD Jawa Tengah  Dr. H Ferry Firmawan, ST, MT, Ketua PKK Kabupaten Purworejo Fatimah Verena Bastian, Camat Pituruh Siti Choeriyah, STP, MM, Kepala Desa Pituruh Akhmad Anwar.

Dalam pelatihan ini peserta di ajarkan cara membudidaya tawon klanceng mulai dari teori sampai praktek pengaplikasian tawon klanceng.
Penyerahan Madu Klanceng / Lut
Ferry mengatakan, diharapkan dengan terselenggaranya pelatihan ini senantiasa bagi para penggiat UMKM, menjadikan motor penggerak ekonomi kerakyatan.

"Mampu berdikari dan menjadi pelopor bagi warga masyarakat dilingkungan sekitar," Ucapnya. (lt)

Berjalannya Acara MAD / Foto pur
PITURUH, (pituruhnews.com) - Bertempat di Aula Kecamatan Pituruh, Badan Kerjasama Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (BKDAPM) menyelenggarakan Musyawarah Antar Desa (MAD) dengan Pelaporan Kegiatan Kelembagaan Tahun Anggaran 2018 dan Rencana Kegiatan Tahun Anggaran 2019, Rabu, 6/2.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinpermades Kabupaten Purworejo Anas Naryadi, SH.MM, Camata Pituruh Siti Choeriyah, S.STP MM, Danramil/09 Pituruh Kapten Infanteri Maryono, serta perangkat desa se-kecamatan Pituruh.
Peserta MAD / Foto Pur
Siti Choeriyah mengatakan, tujuan diadakannya Musyawah Antar Desa ini yaitu penyampaian pertanggungjawaban terhadap dana amanah pemberdayaan masyarakat yang dulu disebut PNPM yang sudah di amanahkan terhadap desa.

"Berharap dengan adanya dana amanah ini bisa meningkatkan  kesejahteraan masyarakat, jadi masyarakat bisa menjadi lebih berinovasi dalam perencanaan pembuatan tahun 2019. Diharapkan bisa bersaing terhadap simpan pinjam dan bersaing dibidang lainnya" Ujar Siti.
Pelaksanaa MAD / Foto pur
Anas Naryadi menambahkan, dengan adanya dana amanah pemberdayaan masyarakat (DAPM) bisa berkembang dan bekerjasama dengan 49 desa yang ada dikecamatan Pituruh.

"Selain SPP, juga ingin ngajak desa-desa supaya tumbuh perekonomian secara produktif. Dengan membentuk kelompok masyarakat, agar desa mempunyai produk unggulan (ovop), kami siap mengawal dengan pelatihan Kewirausahaan, juga bisa kerjasama untuk kemasan dan pemasaran," Ujar Anas.

"BKADPM juga mempunyai toko yang menyediakan peralatan kantor yang mungkin bisa dibutuhkan Desa, Juga siap memasarkan produk-produk UMKM yang ada dimasing-masing kecamatan," Imbuhnya. (ltf)
Diberdayakan oleh Blogger.