Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri pamriyan. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

PAMRIYAN, (pituruhnews.com) - Sebanyak 159 Siswa dan 16 Guru SMPK 2 Penabur Jakarta akan melaksanakan "Live In" di Desa pamriyan, mulai Jum'at, 27 September sampai 01 Oktober 2019.

Pemerintah Desa bersama warga Desa Pamriyan menyambut dengan penuh semangat dan tangan terbuka atas kedatangan Siswa siswi SMPK 2  PenaburJakarta.

Kegiatan “Live In” merupakan salah satu kegiatan tahunan dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Favorit ini. Selain kegiatan tahunan, Live In ini akan menjadi pelajaran berharga bagi siswa-siswi yang mengikutinya. 

Ada beberapa lokasi yang pernah digunakan Live In oleh SMPK 2 Penabur Jakarta ini, diantaranya Parakan Temanggung dan Karangnongko Klaten. Namun pada tahun 2019 SMPK 2 Penabur Jakarta akan melaksanakan "Live In" di Desa Pamriyan kecamatan Pituruh Kabupaten  Purworejo.

Warga Pamriyan akan menyambut kedatangan siswa-siswi SMPK 2 Penabur Jakarta, di Balai Desa Pamriyan. Sedikitnya 54 rumah warga yang akan ditempati siswa-siswi SMPK 2 Penabur ini.
Kepala Desa Pamriyan Budi Susilo
Kepala Desa Pamriyan, Budi Susilo mengatakan atas nama pemerintah Desa Pamriyan dengan adanya kegiatan Live In ini menyambut baik, dan tidak hanya pemerintah desa, namun seluruh warga Desa Pamriyan.

"Kegiatan ini selain bermanfaat bagi siswa siswi SMPK 2 Penabur, Desa Pamriyan juga diuntungkan dengan kedatangan tamu ini. " katanya Budi Susilo, Rabu sore, 24/09/2019.

"Kami akan memperkenalkan potensi alam, adat istiadat dan kesenian yang ada di Pamriyan. Desa Pamriyan tidak hanya dikenal di wilayah Purworejo, mudah-mudahan setelah Live In bisa sampai terkenal ke Jakarta. Dengan harapan siswa-siswi memperoleh banyak hal yang bisa dipelajari dari desa kami, " imbuhnya.
warga desa Pamriyan pada saat rapat menyambut siswa SMPK Penabur
Kepala Desa juga menambahkan bahwa kesenian yang ada di Desa Pamriyan, seperti Kuda Kepang, Seni Tayub, dan Dolalak. Tentu hal yang sangat asing bagi siswa siswi SMPK ini.

Bahwa potensi alam yang dipunyai Desa Pamriyan ini sangat melimpah, seperti hasil alamnya Karet, Kemukus, Vanili, Jemitri dan Kopi.

"Dengan tinggalnya siswa-siswi SMPK 2 Penabur selama 4 hari, berharap mereka bisa melihat, mengenal dan mempelajari potensi yang ada di Desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh. " tuturnya.

"Karena keramahan warga Pamriyan sebagai warga pegunungan masih memegang budaya jawa dan semangat gotong royong yang masih membumi di Desa kami. Tentu akan membuat mereka berpikir kapan berkunjung kembali ke Desa kami, " pungkasnya. (lt)

PAMRIYAN, (pituruhnews.com) - Saba Desa di Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh Purworejo, Rabu (20/11/2019), Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dan Wakil Bupati Yuli Hastuti SH makan nasi takir bersama dengan warga setempat. Bupati sangat terkesan dengan kebersamaan yang begitu terasa saat momen makan bersama itu.

"Acara ini adalah acara makan bersama yang jarang. Nasi takir kelihatannya sangat sederhana. Tetapi makan bersama adalah acara yang penting. Saya saja jarang makan bersama dengan keluarga. Bagi saya makan bersama harganya sangat mahal," kata bupati saat kegiatan sarasehan bersama bupati dalam rangkaian Bupati Saba Desa (BSD) di Gedung Serba Guna setempat.

Nasi takir sendiri merupakan cara makan yang khas dari Desa Pamriyan. Yakni sajian nasi, lengkap dengan sayuran tradisional dan lauk pauk khas desa yang disajikan dalam sebuah tempat yang terbuat dari daun pisang.
sambutan bupati
Pada setiap kegiatan BSD, bupati biasa menginap dirumah warga desa yang kondisinya sangat sederhana. Kali ini, bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Ibu Fatimah Verena Prihastyari SE menginap di rumah Ibu Siem. Sedangkan, Wakil Bupati Yuli Hastuti SH menginap dirumah Pak Manten Sutarman.

Sarasehan bersama Bupati Purworejo Desa Pamriyan mengusung tema “Pengembangan desa wisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat”.

Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan terima kasih kepada warga Desa Pamriyan karena telah disambut dengan baik. Dirinya bersama rombongan Pemkab Purworejo ingin melihat infrastruktur, program pembangunan yang ada didesa. Sejauh mana program yang telah dibuat dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya Desa Pamriyan. 

"Walaupun jauh, kita tetap merasa memiliki Desa Pamriyan. Kita ingin desa ini tetap dapat membangun sama seperti desa lain yang dekat dengan kota" tandasnya.
saat tanya jawab dengan warga
Bupati menambahkan, kedepan pemkab akan mengembangkan Desa Pamriyan karena desa ini memiliki potensi alam yang cukup bagus. Manurutnya, ada beberapa spot yang jika dikembangkan akan sangat bagus. 

selain itu juga terdapat produk lokal yang sudah dikenal masyarakat luar, diantaranta kopi, vanili dan beberapa hasil desa yang diminati daerah diluar Purworejo.

Bupati bersama seluruh OPD akan mendengarkan suara hati masyarakat Desa Pamriyan, sebetulnya apa yang dibutuhkan. Salah satunya yang soroti adalah jalan desa yang kecil.
saat acara sarasehan
"Insya Allah jalannya akan dilebarkan agar bisa papasan, dan diharapkan kedepan bisa lebih maju dengan banyaknya wisatawan yang akan berkunjung ke Pamriyan," imbuhnya.

Pada acara saresan itu bupati juga sempat berdialog dengan warga dan memberikan sebuah kuis atau pertanyaan, dan memberikan hadiah kepada warga yang berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan.

Kepala Desa Pamriyan Budi Susilo mengatakan, dirinya merasa sangat bangka karena bupati bersama seluruh rombongan Pemkab Purworejo berkenana hadir di Pamriyan. Dirinya berharap dengan hadirnya bupati ke desanya, Pamriyan kedepan akan lebih maju dan berkembang.
saat meninjau puncak tertinggi di Pamriyan
"Malam ini adalah malam yang luar biasa untuk saya pribadi, keluarga dan saudara saya masyarakat Desa Pamriyan karena pak bupati berkenan hadir ke desa kita. Kita disini biasa mengandalkan apa yang ada di alam. Kehadiran pak bupati merupakan sebuah berkah, saya percaya Desa Pamriyan akan lebih baik lagi," kata Budi.

Pada kegiatan saba desa ini, pemkab menyerahkan sejumlah bantuan diantaranya bantuan dari Baznas. Pada pagi harinya, Kamis (21/11/2019), bupati mengikuti kegiatan jalan sehat bersama warga setempat menuju Gardu Pandang salah satu puncak tertinggi di Desa Pamriyan. Juga dilakukan penanaman bibit tanaman dan tebar ikan di Sungai Serang. (hmspmkb)
Advertisement


PAMRIYAN, (pituruhnews.com) Sebagai wujud rasa syukur terhadap hasil panen yang melimpah. Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh menyelenggarakan Acara Merti Desa dengan mempersembahkan 5000 ingkung atau ayam panggang. Rabu, 18/07/2018.

Acara merti desa ini merupakan agenda tahunan yang selenggarakan setiap tiga tahun sekali. Namun merti desa ini sudah terselenggarakan ratusan tahun yang lalu. dengan menyajikan 5000 ayam panggang dan masih ada ritual khusus.

Merti Desa Pamriyan menjadikan daya tarik di dunia wisata. Desa Pamriyan menggelar acara tersebut dengan melakukan ritual khusus menyembelih ayam hingga 5000 ekor, dan tidak hanya Desa Pamriyan saja yang menggelar acara ini. Dengan diadakan tiga tahun sekali secara bergantian dari desa satu ke desa yang lain, diantaranya meliputi Desa Wonosido, Gunung Condong, Kemranggen dan Desa Karanggedang Bruno.


Ancak (ambeng) sebelum dibagikan kepada tamu undangan (foto Luthfi)

Hebatnya Tasyakuran Merti Desa di Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, bisa dibilang paling meriah dan unik.  Merti desa adalah tasyakuran panen yang dilakukan oleh seluruh masyarakat dengan mengadakan acara-acara yang menakjubkan guna untuk bersyukur kepada Allah atas rezki yang telah diberikan pada masyarakat Desa Pamriyan. Diantaranya tayuban dan persembahan sesaji pada leluhurnya.

Selain tidak hanya ayam panggang yang di sajikan, warga yang ikut dalam acara ini juga memberikan hasil panennya. dan juga membuat ancak (ambeng) yang dibentuk segi empat ukuran 2 x 3 meter, atau 3 x 3 meter . Biayanya disangga oleh  7-10 kepala keluarga per kelompoknya yang suka rela membuat ancak sebagai persembahan rasa syukur  kepada Allah Yang Maha Esa" ungkap Budi.

 Foto Muspika Kecamatan Pituruh Saat Berdoa dengan Khusuk (foto Luthfi)

"Disetiap isi ancak yang terbuat dari bambu kurang lebih ada 50 ingkung atau ayam panggang, yaitu ada tumpeng, ratusan panggang ayam kampung, jenang, wajik, ketan, telur, buah-buahan, rokok, bahkan ada yang mengisi Uang ratusan, dan lain-lain.

Isi dari ambeng yang di sajikan kepada tamu undangan dari luar Desa Pamriyan. Selain, itu ketika masyarakat Desa Pamriyan melaksanakan merti desa, masyarakat dari luar pun berbondong-bondong untuk menghormati dan mengepung Ambeng  Merti Desa tersebut' Jelasnya Budi Susilo.

Biaya yang dikeluarkan disetiap ancak (ambeng) ini kurang lebih sekitar 20 Juta. yang total ada 47 Ancak (ambeng). ayam panggang yang tertata rapi seperti wayang yang total kurang lebih 5000 ekor ayam yang menghabiskan biaya kurang lebih 750 juta. jika setiap ayam panggang ini dengan harga Rp.150.000. Jelasnya.

Foto Bersama Bupati, Wakil Bupati, Camat Pituruh, dan Kepala Disparbud Purworejo (Foto Lutfi)
 
Acara Ini Juga di hadiri oleh Bupati Purworejo H. Agus Bastian SE, MM, beserta Wakil Bupati Yuli Hastuti, Kapolres Purworejo Akbp Teguh Tri Prasetya Sik, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo,AP, Camat Pituruh Ibu SIti Choiriyah, Kapolsek Pituruh AKP Junani Jumantoro, Danramil Kapten Inf Ariyadi, Kepala Desa Pamriyan Budi Susilo, dan juga masyarakat Desa Pamriyan maupun Luar Pamriyan.

"Menurut Budi Suliso, Ada keyakinan bagi warga Pamriyan, semakin kita iklas dengan besaran biaya yang dikeluarkan untuk slametan  desa, dan semakin banyak orang yang mendatangi untuk kenduri bersama, maka akan semakin besar rejekinya.

Bupati Agus Bastian, didamping Camat Pituruh Siti Choiriyah,  menganggap bahwa acara tradisi yang sudah ratusan tahun ini, bakal menjadi agenda wisata yang unik. Bupati akan berusaha lebih memberdayakan Desa Pamriyan menjadi Desa tujuan wisata. 

" Ini harus lebih diberdayakan, supaya jadi destinasi wisata desa " kata Bupati.
Sedang akses jalan menuju Desa Pamriyan lumayan cukup jauh dari pusat Kecamatan Pituruh kurang lebih 20 KM yang terkendala yang sebagian jalan ada yang rusak. Bupati akan segera memikirkan untuk  segera teratasi.  
 
Pembagian Pala Bergilir Oleh Bupati Purworejo H. Agus Bastian SE, MM (foto Lutfi)
 
Selain itu acara ini juga diperlombakan dari 47 ancak (ambeng) dengan penilaianmulai dari keunikan maupun kekreatifitas dalam penataan ingkung atau ayam panggang yang ditata di ancak.
 
Bagi para tamu undangan biasanya mendapatkan 2 ekor ayam panggang / ingkung beserta hasil bumi dan jajanan pasar, pembagian dilakukan oleh panitia secara tertib, sehingga tidak berebut karena hanya tamu yang membawa undangan atau kupon yang bisa mendapatkan bagian dari ambeng / ancak tersebut. 
 
Untuk undangan umum hanya mengundang masyarakat desa sekitar yang desanya juga melaksanakan tradisi tersebut, sedangkan undangan khusus meliputi Pejabat Pemerintah dan dinas terkait tingkat Kecamatan sampai tingkat Kabupaten. Untuk isi dari ambeng atau ancak selain ayam panggang dang ingkung ayam biasanya berupa hasil bumi setempat serta jajanan pasar. tuturnya

Pada bulan Agustus mendatang giliran Desa Gunung Condong Bruno yang akan melaksanakan acara Merti Desa, kemudian Desa Kemranggen Bruno akan diadakan pada bulan November mendatang, disusul Desa Karanggedang yang akan diadakan pada tahun depan 2019. Begitu seterusnya dan dilaksanakan secara bergilir setiap tiga tahun sekalin ( S.Tirtasujana-Ltf).

Wisata Pemancingan Pamriyan/ Foto Mas Pur
PAMRIYAN, (pituruhnews.com) Pamriyan selain dikenal memiliki hasil hutan yang berupa Kopi, juga memilik tempat Wisata Pemancingan bagi para penggila mancing. Tempat ini berlokasi di Rt 01/RW 01, Desa Pamriyan, Pituruh, Kamis, 25/10/2018.

Wisata Pemancingan ini didirikan pada bulan Agustus tahun 2009. Pemilik Wisata Pemancingan ini yaitu bapak Kusmayadi atau biasanya dipanggil Romo.

Pengunjung saat melepas mata kail dari hasil pancingannya/ Foto Mas Pur

Selain dijadikan untuk tempat wisata, Wisata Pemacingan Pamriyan ini juga dilengkapi toko yang didalamnya menyediakan berbagai perlengkapan, diantaranya alat mancing, pakaian, home stay dan juga tersedia warung makan lesehan bagi para pengunjung Wisata Pemancingan. 

"Bagi para wisatawan yang mungkin masih kebingungan untuk mencari tempat wisata berlibur ditengah kesibukan tuntutan pekerja sehari-hari, silahkan lansung saja datang ke Wisata Pemancingan Pamriyan yang berada di Kecamatan Pituruh" Ujar Mas Pur.

Ikan yang tersedia di kolam pemancingan ini antara lain bawal, gurameh, nila, lele dan braskap. Untuk harga perkilo rata rata 20.000 sampai 25.000.

Pengunjung Memamerkan Besa Ikan Hasil Pancingannya / Foto Mas Pur

Selain obyek wisata pemancingan, Desa Pamriyan juga mempunyai tiga curug yang sampai saat ini belum terkelola dengan baik dan belum difungsikan. Diharapkan untuk pemerintah terkait lebih memperhatikan potensi obyek wisata agar dapat menghidupkan potensi obyek wisata yang berada di Desa Pamriyan.

"Melihat dari potensi lain, Desa Pamriyan juga memiliki lahan hutan pinus yang luas dan cocok untuk dijadikan tempat obyek wisata," Ujar Romo.

Penulis : Mas Pur
Editor : ALK

Foto Ayam Panggang Merti Desa Pamrihan (Sumber Foto : syarifzeroseni.blogspot.com)

PAMRIYAN, (pituruhnews.com) Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh akan menggelar tradisi merti desa, pada hari Rabu tanggal 18 Juli 2018 mendatang. Selain mengarak puluhan ancak/ambeng yang berisi ribuan ayam panggang dan hasil bumi, merti desa akan dimeriahkan pertunjukan seni tradisional tayub.

Kepala Desa Pamriyan Budi Susilo mengungkapkan bahwa tradisi merti desa merupakan agenda tiga tahunan, yang sudah dilakukan secara turun temurun sejak nenek moyangnya. “Tradisi ini merupakan ungkapan terimakasih, permohonan untuk keselamatan desa sekaligus doa agar panen berikutnya lebih baik,” ungkapnya.

Dijelaskan Selasa, 10/07/2018 dalam merti desa besok, akan diikuti 8 dusun yang ada, dengan jumlah total ancak/ambeng sebanyak 47 buah. Masing-masing ambeng/ancak berisi ratusan ayam panggang, sehingga diperkirakan jumlah ayam panggang mencapai 4 ribu ekor. “Ancak/ambeng itu akan dikumpulkan di balai desa, setelah prosesi selesai dilaksanakan kemudian dibagikan kepada warga desa sekitar dan tamu undangan,” katanya.

Kepala Desa Pamriyan Bapak Budi Susilo

Menurut Budi, dua hari sebelum prosesi merti desa dilaksanakan, para sesepuh desa akan  mengunjungi seluruh punden atau tempat-tempat yang dikeramatkan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo AP menambahkan, Desa Pamriyan merupakan rintisan desa budaya. Selain mengeksplorasi potensi budaya di desanya, Desa Pamriyan diharapkan juga bisa mendorong dan menggali potensi budaya yang ada di desa-desa sekitarnya. (ltf-joe)

PITURUH, (pituruhnews.com) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pituruh pada  Sabtu, (15/02/20) pukul 16.30 WIB mengakibatkan beberapa daerah mengalami bencana alam.

Pada pukul 17.00 WIB debit air kali di Desa Pamriyan meningkat, mengakibatkan kali Desa Sawangan juga mengalami kenaikan debit air sehingga air meluap ke lingkungan warga sekitar. 

Minggu pagi, (16/02/20) Media Online Pituruh mendapatkan kabar bahwa pada pukul 06.00 WIB telah terjadi longsor minor di tebing bahu jalan di Dusun Kesodan RT 008/004, Desa Pamriyan. Kejadian tersebut  diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu sore, (15/02/20). Akibat longsor ini menyebabkan sebagian jalan poros Desa Pamriyan - Kemranggen Kecamatan Bruno tertimbun longosr. Namun akibat longsoran ini jalan masih bisa di lalui kendaraan roda dua, dan tidak ada korban jiwa atau pun kerusakan rumah warga.
lokasi longsor
Informasi yang dihimpun Pituruh News bahwa lokasi longsor cukup jauh dari pemukim. Pada Minggu pagi, warga sekitar melakukan penanganan mandiri secara gotong royong membersihkan bahu jalan yang tertimpa longsoran. Selain di Pamriyan, longsor juga terjadi di Desa Wonosido dengan jumlah 6 titik lokasi yaitu Rt 01, Rt 02, RT 03 (2 ttk), Rt 6, dan Rt 07 Desa Wonosido.

Kejadian di Desa Wonosido tidak ada korban jiwa dan hanya ada sedikit bagian rumah warga yang tertimpa longsor, namun tidak menimbulkan kerusakan.
kerja bakti warga
Diungkapkan, Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno bahwa kejadian longsor dibeberapa titik, yaitu desa Pamriyan dan Wonosido kecamatan Pituruh.

Ia menghimbau kepada warga masyrakat kecamatan Pituruh khususnya didaerah rawan longsor, bahwa curah hujan masih ekstrim, warga diminta senantiasa waspada terhadap potensi bencana yang ada.
lokasi longsor
"Saya sangat berterimakasih atas informasi, selalu berkoordinasi dan penanganan secara gotong royong oleh pemerintah desa dan warga, " jelas Yudhie.

"Dengan adanya peristiwa ini, saya berharap sekecil apapun informasi tentang perkiraan ataupun kejadian bencana segera dikoordinasikan bersama pemerintah kecamatan dan BPBD Kabupaten Purworejo." pungkasnya. (lt-bay)

Ngeri ! Jalan Sepanjang 10 Meter di Desa Pamriyan Longsor ke Jurang

Pituruh,(pituruhnews.com)--Hujan yang melanda Kabupaten Purworejo beberapa hari terakhir mengakibatkan longsor di jalan yang menghubungkan Desa Pamriyan dengan Desa Wonosido tepatnya di Dusun Bangsal, Desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh, Kamis, (01/02/2018) lalu.
Kepala Desa Pamriyan Budi Susilo mengungkapkan, kemungkinan amblasnya sebagian badan jalan tersebut, selain karena intensitas hujan yang cukup tinggi juga kontruksi tanah yang labil.
Ya memang kondisi daerahnya pegunungan, di bagian sisi yang longsor juga terdapat jurang,” jelsanya, Sabtu, (03/02/2018).
Adapun jalan yang longsor lebarnya sekitar dua meter dengan panjang 10 meter. Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan, apalagi kalau tidak segera ditindak lanjuti. Ditambah lagi posisi jalan berada tepat di tepi jurang. 
Peristiwa ini sudah tiga hari dan sampai saat ini belum ada tindakan dari Dinas PUPR Purworejo,” imbuhnya.
Akibat dari peristiwa tersebut, arus lalu lintas di dua desa pun tersendat, yakni Desa Pamriyan dan Wonosido. Walaupun masih bisa dilewati, akan tetapi melihat kondisi jalan yang ambrol sudah sangat membahayakan. Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, dengan panjang sekitar 9 Km yang melintas dari Desa Kaliglagah sampai Desa Pamriya.
Selain akses ke Wonisido, jalan tersebut juga digunakan oleh warga kami untuk ke Kecamatan Pituruh. Dan jika nanti putus total terpaksa kami memutar lewat Kecamatan Bruno,” pungkasnya.

Penulis : Dana Nur Sehat
Sumber : purworejo.sorot.co 

Akses Jalan dan Aliran Listrik Terputus Akibat Longsor di Pamriyan Tak Bisa Cepat Ditangani 

Pituruh,(purworejo.sorot.co)--Longsor dahsyat yang memutus total jalur antara Kecamatan Bruno-Pituruh, Desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh pada Senin (16/10/2017) kemarin tampaknya masih belum bisa ditangani sepenuhnya secara cepat. Hingga saat ini, selain tak bisa mengakses jalan yang ambles akibat tersapu longsor, warga setempat juga harus rela untuk tidak bisa mengakses layanan listrik untuk sementara waktu. Diperkirakan, penanganan terkait kejadian itu masih harus memakan waktu selama beberapa lama mengingat cukup dahsyatnya dampak yang disebabkan longsor tersebut.
Kepala Desa Pamriyan, Budi Susilo menjelaskan pasca terjadinya longsor tersebut, siang tadi, masyarakat bersama petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo sudah melakukan kerja bakti untuk pembersihan material. Proses pembersihan material sendiri telah mendapatkan bantuan alat berat. Namun dikarenakan kondisi longsor memang cukup luas, maka proses pembersihan belum bisa dirampungkan secara cepat.
"Masyarakat harus sedikit bersabar, kemungkinan memang belum bisa ditangani secara cepat. Rencananya besok akan dikerahkan lagi satu alat berat untuk membantu evakuasi material proyek," jelasnya, Selasa (17/10/2017) sore.
Terkait kerugian material, pihaknya masih belum bisa melakukan penghitungan secara pasti. Berdasarkan pantauan awal, selain menyapu jalan sepanjang 75 meter, juga terdapa sekitar seperempat hektar lahan tanaman jagung milik warga yang mengalami kerusakan parah. Terdapat pula perkebunan kepalap dan juga areal persawahan yang ditanami padi.
"Sedangkan untuk akses listrik juga belum bisa ditangani oleh PLN," bebernya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Purworejo, Sigit Ahmad Basuki mengatakan sebagai langkah awal pihaknya menerjunkan alat berat untuk mengevakuasi material longsor. Namun demikian, evakuasi material longsor tersebut itulah yang menjadi satu-satunya kewenangan pihaknya. Mengenai pembukaan akses jalan, hal tersebut merupakan ranah dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR).
Koordinasi masih terus kita lakukan untuk kembali bisa membuka jalan yang terputus,” beber dia.
Sigit menambahkan awal pekan ini pihaknya memantau cukup banyak titik yang mengalami longsor. Peristiwa tanah longsor terutama terjadi di bagian utara Kabupaten Purworejo. Dari pantauan sementara, peristiwa longsor terjadi tiga desa yaitu Desa Giyombong, Karanggedang, Kecamatan Bruno dan Desa Pamriyan di Kecamatan Pituruh. Kondisi terparah menurut Sigit terjadi di Desa Karanggedang di mana ada 10 titik longsor, Desa Giyombong satu titik, dan Desa Pamriyan.
"Kami masih melakukan update pendataan," beber dia. (Dana Nur Sehat)

Sumber :  purworejo.sorot.co

PAMRIYAN, (pituruhnews.com) - Hujan deras yang  mengguyur desa Pamriyan, Kecamatan Pituruh, sejak pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, Minggu, 02/02/2020 mengakibatkan rumah salah satu warga roboh.

Priyanto, (70) warga Dukuh Kesodan Rt 09 / Rw 04 Desa Pamriyan, Pituruh pemilik rumah yang mengalami roboh. Rumah roboh sekitar pukul 21.00 WIB.
anggota polsek membantu
Menurut keterangan yang diperoleh crew Pituruh News bahwa rumah roboh karena faktor kayu sudah rapuh salah satu menjadi faktor utama. Kerugian diperkirakan mencapai 30 juta, dan tidak terjadi korban.

Diungkapkan, Kapolsek Pituruh Iptu Sapto Hadi, S.Pd, S.H.M.H bahwa korban tinggal sendri dirumah, saat ini korban mengungsi dirumah anaknya.

"Kami bersama Kecamatan Pituruh, Koramil Pituruh, Pemerintah Desa Pamriyan dan warga sekitar melaksanakan kerja bakti di rumah yang roboh yaitu rumah bapak Priyanto, " ucap Kapolsek, Senin, 03/02/2020 siang. (hms)


PITURUH (KORANPURWOREJO.COM)-- HARI Kamis ( 16/8 ) Cucu Jendral Sarwo Edhy Wibowo,  Bramantyo Suwondo, MIR yang juga Pengurus DPP Demokrat Pusat,  mengunjungi Ekspo ( stan  pameran  )  di halaman Kecamatan Pituruh.

Kedatangan   pria ganteng dan ramah ini, disertai saudaranya Yophi Prabowo, SH yang Wakil Ketua DPRD Purworejo, dari Fraksi Partai Demokrat Tanpa mengenakan atribut partai, keduanya hanya mengenakan pakaian warna biru.

Dari pantauan Wartawan  KoranPurworejo.Com, Bramantyo tampak soliter dan  tidak canggung dengan gaya mudanya. Bahkan  ketika sampai di alun alun Pituruh sekitar pukul 14,30 WIB , langsung menuju area panggung pertunjukan Ndolalak Putri Krido Budoyo yang sedang pentas.

Mengetahui kehadirannya disertai  Wakil Ketua DPRD Yophi Prabowo, SH. Maka keduanya didaulat Untuk naik panggung. Bahkan sempat terkesima saat ada penari Ndolalak  yang sedang Trent. 
Dua cucu Jendral Sarwo Edhy, Brams dan Yophi  menyapa warga Pituruh.

Kepada Wartawan Koran Purworejo.Com Brams mengaku,  " Saya sengaja ingin mencacari pertunjukan Ndolalak Putri. Ternyata hari ini ada di Pituruh. Sungguh luar biasa Ndolalak ikon Purworejo ", kata Brams. 

Diatas panggung , Kepada masyarakat Pituruh, Brams mengaku terhibur dan bangga dengan ikon ndolalak Purworejo.

" Insyaalah, saya ada keinginan untuk mengangkat seni unik dan khas ini ",  tambah Brams, yang disambut tepuk tangan para penonton.

Mampir di stan kue dan catering Berlian Hesty Pituruh. 

Kedua cucu Jendral Sarwo Edhi ini ( Brams dan Yophi Prabowo ), juga mengelilingi arena Ekspo. Tak heran jika di setiap langkahnya ada saja yang minta selfi. 
Pria Ganteng ganteng , santun dan murah senyum ini tak luput dari sapaan siapapun. Bahkan juga diajak foto bersama.

Tak heran jika Brams juga mengagumi keramahan warga,  dan mampir berbelanja hasil produk roti dan cemilan  Stan Hesty. Serta sempat berlama lama ngopi di Kedai Kopi Pamriyan. 

" Woow.. ini kopi sungguh luar biasa. Rasanya ada gurih gurih sedap"  ungkap Mas Bram. Ia pun menelisik kelebihan Kopi Pamriyan. Yang konon dari ketinggian tanah pegunungan, suhu dan kultur tanahnya , yang menjadikan kopi Pamriyan jadi lebih bercirikhas. 

Bram dan Yophi ngopi dikedai kopi pamriyan, Pituruh. 

Saat ditanya Wartawan, apa kesannya berkunjung di  Pituruh ? Mas Bram pun menjawab. 
" Pituruh Unik, Ramah dan punya banyak Potensi.  
Saya cukup tahu Pituruh ini juga ada Jendralnya, banyak Perwiranya di luar sana. Banyak orang pintar cendekia dan senimannya . Pokoknya Pituruh hebat " Ungkap Brams.

"Saya juga melihat Pituruh sebagai kecamatan yang dinamis. Selain itu ada hasil bumi yang khas. Kopi ,  Yang pantas diberdayakan  lebih perspektif. Apalagi, penghasil  kopinya paling besar dari Pamriyan.  
Saya besok ingin datang lagi Mas . Pingin bersinergi lebih dalam lagi  dengan potensi Pituruh ", Imbuh Brams yang sengaja datang ke Pituruh dari Jakarta. ( Barep-Tirta)

Sumber : KoranPurworejo.com
Advertisement

Foto Sungai Desa Wisata Pamrihan Pituruh

PAMRIYAN, (pituruhnews.com) Sabtu, 31/03/2018 Dalam Menyambut Romansa Purworejo 2020 yang di gagas oleh Bupati Purworejo AGUS BASTIAN, SE, MM, dengan memperkenalkan beberapa destinasi lokal seperti Kesenian, Wisata, Budaya, dan Kuliner.

Kecamatan Pituruh merupakan kecamatan yang paling barat dari Kabupaten Purworejo yang mempunyai banyak destinasi wisata, dan kuliner. membahas wisata salah satunya pituruh mempunyai Desa Wisata yang sudah dikelola oleh Pemerintah Desa, yaitu Desa Pamriyan.

Dalam hal ini memperkenalkan potensi lokal adalah dengan adanya sosial media. sosial media merupakan aset terbesar dalam lingkungam masyarakat terutama masyarakat yang jauh dari lingkup daerah berpotensi wisata, seni dan kuliner.



Sabtu, 31/03/2018 para pecinta fotographer berkunjung ke Desa Pamriyan, untuk bisa memperkenalkan potensi yang ada di pamriyan salah satunya pemancingan, dan tempat untuk menikmati keindahan alam pegunungan.

dalam kunjungan berfoto dan membawa properti kumpul supaya dapat memdapatkan hasil yang maksimal. dan juga membawa model foto terkenal di instagram yaitu Ulli Estri, dengan 3 master fotographer handal dari purworejo kota.



"Semoga dengan adanya Romansa Purworejo 2020.  masyarakat purworejo bisa mengetahui apa yang ada dan dimilik purworejo tercinta ini, dan bisa menjadikan purworejo lebih Diminati Wisatanya" Ungkap Agung anggota Fotographer Purworejo

Penyerahan Bantuan / Foto Bayun
PAMRIYAN, (pituruhnews.com)-- Hari pahlawan diperingati oleh SMA N 10 Purworejo dengan mengadakan Upacara bendera, Sabtu (10/11) di lapangan sekolah. Upacara diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMA  beserta guru dan karyawan SMA N 10 Purworejo yang dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan Niken Wahyuni, M.Pd. bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam amanatnya beliau mengajak kita semua agar bisa menjadi pahlawan terutama pahlawan bagi diri sendiri, misalkan pahlawan kedisiplinan dan kebersihan.
Kepala Sekolah SMA N 10 Purworejo Saat Memberikan Paparan / Foto Bayun
Setelah selesai dilakukan upacara bendera, Pengurus OSIS dan MPK yang berjumlah sekitar 40 orang beserta guru pengampu yaitu Niken Wahyuni, M.Pd., Dra. Sri Mulyani, Sukirah, S.Pd., dan Okta Adetya,S.Pd. melakukan bakti sosial menuju Desa Pamriyan tepatnya Dukuh Jero Tengah RT 01 RW 01. Dalam kesempatan tersebut SMA N 10 Purworejo memberikan bantuan untuk mushola setempat berupa Al Quran dan mukena. Bantuan di serahkan melalui Marimin selaku Sekdes setempat.

Dra. Sri Mulyani selaku Waka Kesiswaan mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan. Semoga dengan kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama, meningkatkan  keimanan dan ketaqwaannya terhadap Allah SWT.
Proses Pembuatan Kesed /Foto Bayun
Selain bakti sosial, siswa dan guru juga memperkenalkan olahan kelor dalam bentuk stik dan juga puding kelor kepada ibu-ibu PKK serta cara pembuatan kesed. Diharapkan  dengan memperkenalkan olahan daun  kelor ini, banyak masyarakat yang dapat menerima dan mengenal fungsi serta kegunaan tanaman kelor karena berdasarkan hasil uji laboratorium daun kelor memiliki kandungan kalsium dan vitamin C yang cukup tinggi.
Proses pembuatab olahan kelor / Foto Bayun
"Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Desa Pamriyan, dengan adanya kegiatan ini ibu-ibu PKK memperoleh ketrampilan dalam membuat berbagai olahan kelor dan pembuatan kesed. Mudah-mudahan ketrampilan ini bisa disalurkan ke ibu-ibu rumah tangga diseluruh Desa Pamriyan" ujar Marimin mewakili warga setempat.

Penulis : Bayun
Editor : ALK 


PAMRIYAN, (pituruhnews.com) - Hujan lebat yang melanda Kecamatan Pituruh sejak Jum'at Sore, 09/11/2018 sekitar pukul 16.00 WIB. Menyebabkan terjadinya longsor disisi timur talud/senderan rumah bapak Kimun menimpa rumah bapak Sutrisno.

Longsor sepanjang 16 meter x 7 meter, bertempat di RT 04/03 Dusun Dengklok, Desa Pamriyan. Kerusakan berupa tembok jebol tertimpa reruntuhan, kerusakan terjadi pada atap rumah juga.


"Dalam longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian longsor ditafsir mencapai puluhan juta" Ujarnya

Kepala Desa Pamriyan, Budi Susilo mengatakan untuk daerah yang rawan bencan harus selalu waspada, apalagi musim penghujan sudah datang, masyarakat agar lebih berhati dan  tetap waspada.

Penulis : Luthfi
Editor : ALK



Pituruh
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPurworejo
Pemerintahan
 • Camat Ibu Siti Choeriya,STP,MM
Luas71 km²
Jumlah penduduk52.089 (tahun 2000)[1]
Kepadatan732 jiwa/km²
Desa/kelurahan49



Pituruh adalah sebuah kecamatan di Kabupaten PurworejoProvinsi Jawa TengahIndonesia. Kecamatan Pituruh berada disebelah barat dari wilayah Kabupaten Purworejo yang berbatasan langsung dengan dua kabupaten sekaligus yakni Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo. Jarak Kecamatan Pituruh dengan pusat Kabupaten Purworejo sekitar 24 kilometer melalui Kutoarjo. Luas wilayah Kecamatan Pituruh yakni 71 km² yang terbagi menjadi 49 Desa. Jumlah penduduk Kecamatan Pituruh hingga Tahun 2000 sebanyak 52.089 Jiwa dengan kepdatan penduduk 732 jiwa/km². Pusat pemerintahan Kecamatan Pituruh terletak di Desa Pituruh.

Desa/kelurahan

Batas-batas Wilayah

  1. Sebelah Barat : Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo
  2. Sebelah Timur : Kecamatan Bruno dan Kecamatan Kemiri
  3. Sebelah Utara : Kabupaten Wonosobo
  4. Sebelah Selatan : Kabupaten Kebumen dan Kecamatan Butuh

Geografi

Wilayah Kecamatan Pituruh secara umum terdiri dari dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian sekira 10-1.000 meter diatas permukaan air laut (Mdpl). Wilayah utara Kecamatan Pituruh yang berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo berupa perbukitan hingga pegunungan dengan titik tertinggi berada di Gunung Rawacacing (1.035 Mdpl) yang masuk wilayah Desa Pamriyan. Gunung-gunung lainnya diantaranya Gunung Pacet (840 m), Gunung Kembang (716 m) dan Gunung Bawuk (709 m). Sedangkan disebelah selatan berupa dataran rendah. Kecamatan Pituruh yang beriklim tropis dengan dua musim dalam satu tahunnya yaitu musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara 22 - 33 derajat Celcius. Sejumlah sungai yang melintasi Kecamatan Pituruh seperti Sungai Kedunggupit, Sungai Lesung, Sungai Kaligintung dan Sungai Sawangan.

Penduduk

Sebagian besar penduduk Kecamatan Pituruh berprofesi sebagai petani, buruh tani, Ibu Rumah Tangga, Wiraswasta dan PNS. Umumnya penduduk usia produktif pergi merantaau atau bersekolah ke kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek), Kota BandungKota SemarangKota SurabayaKota YogyakartaKota SurakartaPurwokerto dan sejumlah kota besar di luar pulau seperti SumateraBali, dan Kalimantan. Mayoritas penduduk Kecamatan Kemiri beragama islam. Jenjang pendidikan yang dicapai penduduk di wilayah ini adalah hingga Universitas meski sebagiaan besar tamatan Sekolah menengah pertama.

Sekolah

  • Tingkat TK
  1. Sekolah Taman Kanak-kanak berada hampir di setiap desa dengan jumlah maksimal terdapat 3 TK disetiap desanya.
  • Tingkat SD
  1. Sekolah setara sekolah dasar (SD) negeri berada disetiap desa. Desa yang memiliki lebih dari satu SD berada di Desa Prapag Lor, dan Desa Kaligintung.
  • Tingkat SLTP
  1. SMPN 20 Purworejo
  2. SMPN 40 Purworejo
  3. SMP PGRI Pituruh
  4. SMP PMB Pituruh
  5. SMP Muhammadiyah Pituruh
  • Tingkat SLTA
  1. SMAN 10 Purworejo
  2. SMA Muhammadiyah Pituruh
  3. SMK Patriot Pituruh

Sarana dan Prasarana

Kecamatan Pituruh dilintasi jalan Kabupaten yang menghubungkan beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo diantaranya ruas Pituruh - Kemiri yang juga menyambung ke ruas jalan provinsi Kabupaten Kebumen - Kabupaten Wonosobo dibagian barat maupun dengan ruas jalan penghubung Kutoarjo - Kecamatan Bruno - Kabupaten Wonosobo. Selain itu terdapat ruas Pituruh - Kecamatan Butuh yang melintasi jalan nasional Pulau Jawa. Sarana dan Prasarana pendukung lainnya baik formal maupun informal diantaranya:
  • Masjid
  • Mushola/ Langgar
  • Gereja
  • Puskesmas
  • Polsek
  • Koramil
  • Bank
  • Minimarket
  • Pasar Tradisonal
  1. Pasar Pituruh di Desa Pituruh
  2. Pasar Dlisen di Desa Dlisen Wetan
  3. Pasar Brengkol di Desa Brengkol
  4. Pasar Prapag di Desa Prapag Kidul
  5. Pasar Kenthu di Desa Kalikotes
  6. Pasar Wonoyoso di Desa Wonoyoso

Potensi

Kecamatan Pituruh memiliki banyak potensi mulai dari agribisnis meliputi pertanian dan peternakan maupun potensi pariwisata. Bahkan untuk menampung potensi dari berbagai wilayah di Kecamatan Pituruh digelar acara Pituruh Expo setiap tahunnya dan menjadi icon Kecamatan Pituruh. Dari sektor Pariwisata wilayah ini memiliki sejumlah potensi wisata diantaranya:
  1. Gunung Kembang di Desa Somogede[2]
  2. Air Terjun Pendowo di Desa Somogede
  3. Gua Gong di Desa Kesawen[3]
  4. Desa Wisata Pamriyan di Desa Pamriyan
  5. Gua Pencuk Peninggalan Ir. Soekarno di Desa Ngandangan
  6. Curug Putren di Kaligintung

Sumber : id.wikipedia.org

Diberdayakan oleh Blogger.