Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri politik. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan


Purworejo, --Diduga terjadi transaksi politik uang dalam Pilihan Kepala Desa (Pilkades), puluhan warga Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, melaporkan Kades terpilih kepada Bupati, Jumat (10/11/2017) sore.
Puluhan warga diterima oleh Sekda Purworejo, Said Romadhon, didampingi Kapala Bidang Kapasitas Kelembagaan Administrasi dan Sistem Informasi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Purworejo, Puguh Trihatmoko, Camat Pituruh, Sigit Setyabudi, Kabag Ops Polres Purworejo Kompol Setiyoko, serta sejumlah petugas kepolisian.
"Kades terpilih nomor urut 2, terbukti secara sah melakukan money politik pada Pilkades kemarin," tegas Suprianto yang juga peserta Pilkades Kalikotes saat beraudiensi di ruang Otonom Setda Purworejo.
Padahal, menurut Suprianto, terdapat kesepakatan yang ditandatangani seluruh peserta Pilkades untuk tidak melakukan politik uang. Jika terbukti, maka Pilkades dinyatakan cacat hukum dan diulang. Namun, kesepakatan tersebut dilanggar oleh Kades terpilih, ia terbukti melakukan money poltik. Pihaknya menilai, tindakan yang dilakukan oleh Sabar merupakan tindakan yang menyalahi kesepakatan dan melanggar KUHP pasal 149. 
"Kita semua (para calon) bersepakat tidak melakukan politik uang, namun justru dia terbukti melakukan transaksi uang. Atas dasar itu, kami mengadu kepada Bupati agar menyikapi hal tersebut. Kami meminta agar Pilkades diulang," katanya.
Sementara Yuono, calon Kades nomor 1 membenarkan pengakuan Suprianto. Ia membeberkan, calon terpilih terbukti melakukan politik uang dengan bukti 3 buah amplop yang diberikan oleh tim sukses Sabar selaku kades terpilih. Kejadian tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak panitia dan kecamatan sebagai tim pengawas Pilkades. Namun hingga kini laporan tersebut belum menuai tindak lanjut nyata.
"Dihari kemudian itu juga ada bukti tambahan. Kita sudah berkirim surat tanggal 7 kemarin ke kecamatan, tapi belum ada tanggapan," ungkapnya.
Menanggapi aduan tersebut Camat Pituruh, Sigit, mengungkapkan, sejak awal proses penetapan panitia hingga penghitungan suara, tidak terdapat salah satu prosedur yang tidak dilakukan oleh panitia. Semuanya telah dilewati sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
"Dari tahapan demi tahapan, panitia sudah clear and clear, tidak ada masalah. Hasil laporan sudah dilaporkan BPD dan tidak ada masalah. Namun belakangan terdapat kesepakatan yang dilanggar oleh satu calon. Dan ini konteksnya pelanggaran kesepakatan. Sesuai Perda, keberatan dapat dilakukan berkenaan dengan penghitungan suara, dan dilaporkan ke bupati paling lambat 3 hari setelah pemilihan," imbuhnya.
Sekda Purworejo, Said Romadhon menambahkan, sesuai Perda Kabupaten Purworejo nomor 24 tahun 2016 dan Perbup nomor 4 tahun 2017 bahwa politik uang dilarang ketika masa kampanye. Jika salah satu calon terbukti melakukan money politik di waktu masa kampanye, maka calon akan mendapatkan sanksi sesuai aturan yang tetera. Meski demikian, pihaknya tidak dapat serta merta menghakimi maupun menyimpulkan salah satu calon melakukan money politik jika belum terdapat putusan hukum tetap.
"Semua tahapan sudah dilakukan dengan baik, adanya pelanggaran kesepakatan bukan domain kami, jika kami terlalu campur tangan, kami salah. Jika ingin tempuh jalur hukum silahkan. Tapi tetap permasalahan ini akan kami sampaikan ke Pak Bupati, " ujarnya. ( mukti ali)
Sumber : purworejo.sorot.co

Temukan Pemimpin Terbaik, Masyarakat Diminta Abaikan Politik Uang Dalam Pilkades Serentak
Purworejo,--Dalam waktu dekat ini, sejumlah desa akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Pesta demokrasi di tingkat desa itu disinyalir tetap tidak jauh berbeda dengan pesta demokrasi pemilihan umum. Untuk memilih pemimpin yang benar-benar bagus dan memiliki kapabilitas tinggi, masyarakat dihimbau ikut serta dalam menciptakan pemilihan yang bersih terutama dari permainan politik uang dalam bentuk apapun. Hal ini sangat penting karena selain melaksanakan pemilihan yang baik, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan diharapkan bisa menjaga iklim politik yang sejuk serta damai,
Seperti diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Kepala Desa, Lurah, Perangkat Desa Kabupaten Purworejo (Polosoro), Dwi Darmawan, agar demokrasi berjalan dengan baik, maka penyelenggaraan Pilkades serentak tahun 2017 ini yang akan digelar 30 Oktober dengan di ikuti sebanyak 85 desa tersebut harus bebas dari politik uang.
"Jangan sampai ternoda oleh politik uang. Itu bisa mengancam demokrasi. Karena juga akan mempengaruhi kualitas pilkades, hindari politik uang agar demokratisasi pilkades bisa tercapai dengan baik. Pokoknya politik uang harus dihindari, kita harus cerdas," katanya, Sabtu (14/10/2017).
Lanjutnya, selain itu, siapa pun yang menang janganlah sombong dan yang kalah jangan kecil berkecil hati apalagi marah. Pasalnya, hanya akan memperburuk suasana dan justru membuat suasana semakin panas dan berprotensi terjadinya konflik.
"Tunjukkan bahwa orang Purworejo punya martabat," ungkapnya.
Pihaknya berharap, dalam pelaksanaan pilkades bisa berjalan aman, tertib, lancar, demokratis, dan dapat memperoleh kepala desa yang amanah sesuai harapan masyarakat untuk menuju Purworejo yang sejahtera.
"Jika kepala desa yang jadi bisa amanah maka masyarakat akan sejahtera dan tentunya kabupaten purworejo semakin maju dan jaya," pungkasnya.
 sumber purworejo.sorot.co
Advertisement

Terapkan Pengawasan Ketat, Panitia Pilkades Kalikotes Sempat Temukan Praktek Politik Uang
 Para anggota Panitia Pilkades Kalikotes dan calon Kades berfoto usai penandatanganan nota kesepahaman

Pituruh,(purworejo.sorot.co)--Guna menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama prosesi pelaksanaan Pilkades serentak di Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, panitia pelaksana melakukan langkah taktis dengan membuat nota kesepakatan antar calon dan juga pengawasan ketat. Nota kesepakatan ini nantinya diharapkan bisa menjadi pedoman bagi masing-masing calon Kepala Desa untuk berjuang menjaring dukungan masyarakat secara sehat.
Ketua Panitia Pemilihan L.T Endro Sadewo mengatakan pihaknya sangat concern dalam menciptakan politik bersih dalam prosesi Pilkades serentak di Desa Kalikotes. Puluhan personel telah disebar untuk memantau pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Total, sekitar 50 personel pengawas tersebut akan terus melakukan pantauan hingga prosesi Pilkades berakhir.
Menurut Endro, sejauh ini prosesi Pilkades Kalikotes masih berjalan kondusif dan tanpa pelanggaran. Pihaknya sempat menemukan adanya praktek politik uang yang dilakukan oleh salah satu calon. Namun lantaran praktek tersebut dilakukan sebelum masa pencalonan, sehingga belum ada langkah tegas yang dilakukan.
Pelaku sempat kami berikan pembinaan,” beber dia, Rabu (25/10/2017) siang.
Adapun pembuatan nota kesepakatan tersebut dilakukan dalam rangka menciptakan pemilihan yang bersih dan aman. Ada tujuh poin yang harus ditaati oleh para calon. Diantara 7 poin tersebut, ada 2 poin penting yang harus diperhatikan yaitu pertama, peserta dilarang menggunakan politik uang dengan alasan apapun, kedua tidak boleh membuat keresahan dan gangguan di masyarakat.
"Dan semua calon sepakat, maka bila dilapangan ada bukti, langsung ditindak secara hukum," tegasnya, Rabu (25/10/2017) pagi
Endro menegaskan, pihaknya siap mendapatkan kritik dari warga ketika kinerja panitia tidak sesuai. Kalau ada kecurangan dari panitia pihaknya siap mempertanggungjawabkan secara hukum. Sistem semacam ini ia paparkan baru pertama kali diterapkan supaya nantinya mendapatkan pemimpin yang benar-benar diharapkan.
"Saya menjamin sistem ini akan membawa perubahan di Desa Kalikotes," pungkasnya. (Dana Nur Sehat)

Sumber : Purworejo.sorot.co

PITURUH, (pituruhnews.com) - Karo Mlaku adalah event menghadirkan stand-up comedy dari Komunitas Stand-Up Comedy Purworejo dan sekitarnya.

Pada Sabtu, 26/10/2019 Karo Mlaku Volume II menggelar Stand-Up Comedy di Kedai 33 Pituruh. Selain stand-up comedy Karo Mlaku juga mengadakan Talk Show bersama Luhur Tri Endro Sadewo, SP Anggota DPRD Purworejo Komisi III, yang dipandu oleh Ken Ayu Asp.

Acara ini juga dihadiri Camat Pituruh Yudhie Agung Prihatno, S.STP, nggota DPRD Purworejo Eko Januar Susanto, SIP, Kepala Desa Sawangan, Sekretaris Desa Sikambang, Prapaglor, Pepe, Tasikmadu, Tunjungtejo dan Pituruh, Ketua Karangtaruna Pituruh Isnan Fauzi. Dengan dimeriahkan grup Keroncong Pradista Kinanthi.
penonton
Lurah "Karo Mlaku" Subur Waluyo mengatakan berharap acara seperti ini lebih sering diadakan dan rutin. Karena Karo Mlaku ini baru berjalan dua kali, untuk yang pertama di Kemiri, dan kedua Pituruh. 

"Karo Mlaku memang sengaja memilih didaerah pinggiran kota, karena hal seperti ini sangat jarang diadakan disini, " katanya.

"Dengan membuka ruang diskusi terbuka dengan tokoh publik, yang lain tidak hanya daro anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Karo Malku juga terbuka  ruang diskusi pemerintahan atau pengusaha, " imbuhnya.
Penyerahan t-shirt
Pada saat ditemui crew Pituruh News, Luhur Tri Endro Sadewo mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus, karena sebagai salah satu  wadah dalam membangun komunikasi yang baik antar generasi muda dan mempererat tali silaturahim, dengan dikemas sesuai dengan selera milenial.

"Kegiatan ini tidak hanya ada unsur komedinya, juga memberikan pengetahuan politik, dengan diiringi musik keroncong, " katanya.

"Anak muda harus sadar pentingan berpengetahuan politik, karena pemuda dan politik adalah dua elemen yang tidak dipisahkan, saya berharap pemuda bisa berperan aktif sebagai kekuatan moral dan kontrol untuk bersosial, " tadasnya.
Talk Show
Kurniawan Setyaji, Owner Kedai 33 Pituruh mengatakan bahwa acara Karo Mlaku menurutnya sangat inovatif dan bermanfaat, karena bisa menyajikan diskusi berbobot dengan tokoh DPRD diwilayah.

"Karo Mlaku ini merupakan acara santai, kenapa ? Karena standup comedy dan dengan diiringi musik keroncong modern, " katanya.

"Saya membuka Kedai 33 Pituruh, dengan alasan memanfaatkan warung yang awalnya untuk jualan ibu saya tetapi tidak jadi. Terus saya mempunya inisiatif membuka kedai kopi, karena di Pituruh masih jarang bahhkan belum ada kedai kopi yang menyajikan freshcoffe. Disitulah pertama berkeinginan membuka kedai, melihat peluang, terus belajar meracik kopi, selanjutnya jadi hobi dan akhirnya mulai buka kedai 33 ini, " imbuhnya.
penampilan pradista kinanthi
"Adanya acara ini, saya berharap pemuda Pituruh bisa lebih mengenal tokoh DPRD yang ada disekitar mereka. Dan dapat berdiskusi tentang politik, kemajuan desa secara santai dengan wakil rakyat mereka. Kedaikopi33 adalah kedaikopi yang menyediakan berbagai jenis kopi asli Nusantara, beberapa menu angkringan, dan inovatif lainnya, " kata Aji.

"Tidak hanya memberikan hiburan untuk anak-anak muda tapi juga ada tambahan ilmu informasi dari tokoh publik yang biasanya agak susah ditemui. Dan dengan stand-up comedy yang satire dan sarkastis bahkan roasting, " pungkasnya.

Penulis : Lutfi

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0708 Purworejo mendukung Bawaslu Purworejo dengan bersinergi bersama mengawal tahapan Pilkada tahun 2020. Sinergitas itu dilaksanakan hingga jajaran tingkat desa dengan memetakan potensi pelanggaran terutama politik uang.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim Letkol INF Muchlis Gasim S.H., M.Si pada sosialisasi persiapan di Gedung Sudirman Kodim 0708 Purworejo. Sosialisasi diikuti oleh 110 anggota TNI dan 16 Komando Rayon Militer (Koramil) di 16 kecamatan Se Kabupaten Purworejo.
foto bersama
M Gasim menyatakan TNI netral pada Pilkada tahun 2020 ini dan menjaga keamanan sampai tingkat desa."Netralitas TNI pada Pilkada merupakan harga mati seperti halnya menjaga NKRI," kata Gasim dihadapan anggota TNI dan Koramil pada Jumat (21/2).

Koordinator Divisi Pengawasan Anik Ratnawati, SPd mengatakan Bawaslu juga akan bersinergi dengan TNI hingga semua level. "Sinergitas Bawaslu  bertujuan untuk mengantisipasi berbagai jenis pelanggaran," katanya.

Ketika memberikan materi Anik mengatakan jajaran Koramil dapat bekerjasama dengan Panwaslu Kecamatan untuk mengawasi tahapan Pilkada. "Potensi pelanggaran pasti terjadi sehingga perlu antisipati bersama," katanya.

Beberapa potensi pelanggaran antara lain politik uang. Pada pemilu kemarin, jelas Anik terjadi politik uang maka pada Pilkada tahun ini perlu diantisipasi.
penyampaian anik
Dalam waktu dekat kata Anik, sinergitas dan koordinasi yang akan dilakukan yakni persiapan pengawasan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan dan pemutakhiran data pemilih.

Kepada anggota TNI, Anik berpesan untuk mencermati daftar nama mereka apakah tercantum disyarat dukungan bakal calon perseorangan atau tidak. "Hal itu juga menjadi bagian dari netralitas TNI dalam mendukung PIlkada tahun 2020," kata Anik.

Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq SH SThI MKn, menyampaikan terimakasih kepada Kodim 0708 atas sinergitas yang telah terjalin selama Pemilu 2019. "Harapannya pada Pilkada tahun 2020 ini dapat ditingkat bersama untuk mewujudakan hasil pemilihan yang berintegritas dan bermartabat," kata Kholiq. (hms)

Deklarasi Damai / Foto Mas Pur
PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Sebanyak 843 calon Kepala Desa dari 343 Desa se-kabupaten Purworejo menggelar deklarasi damai untuk mewujudkan Pilkades yang damai sejuk dan nyaman pada pilkades serentak 31 Januari 2019 mendatang. Acara tersebut bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa, (22/1).

Dari 843 calon kepala desa, 96 calon kepala desa dikecamatan Pituruh mengikuti deklarasi. Pada acara deklarasi, calon kepala desa menyatakan sikap terkait kegiatan Pilkades. Di antaranya, calon kades sepakat siap untuk terpilih dan tidak terpilih dalam pilkades. Akan senantiasa mematuhi dan melaksanakan peraturan perundangan yang berlaku dengan mengedepankan etika dan moralitas selama pelaksanaan Pilkades.

Tidak akan melakukan black campaign, money politic, menyebarkan isu SARA dan berita hoax. Bersedia menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan sejuk dalam pelaksanaan Pilkades.
Calon kades saat diacara deklarasi / Foto Mas Pur
Deklarasi damai calon kades ini juga dibarengi penandatanganan pernyataan bersama diwakili oleh 16 orang calon kades dari seluruh kecamatan.

Bupati Purworejo Agus Bastian, dalam sambutannya menekankan kepada seluruh calon kepala desa bersatu mensukseskan gelaran Pilkades. Calon kades diminta siap menang dan siap kalah. Mereka juga diminta untuk tidak menghalalkan segala cara, termasuk tidak melakukan money politik. 

"Saya minta kepada calon kades tidak saling sikut, black campaign serta tidak melakukan money politic. Sekarang hampir disemua pemilihan ada praktik money politic, tapi saya minta di Purworejo Pilkades jangan sampai bersentuhan dengan politik uang, politik dengan biaya tinggi," Ucapnya.

Dan benar-benar mempelajari memahami dan mentaati tata tertib yang sudah dibuat oleh panitia, maupun ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Sehingga pada saatnya nanti tidak muncul persoalan akibat kurang memahami aturan main yang telah ditentukan." Katanya.

"Jika muncul persoalan bisa diantisipasi sedini mungkin dan dipecahkan secara bijak sesuai aturan yang berlaku tanpa menimbulkan gejolak" Ucapnya.
Forkompimda Purworejo / Foto Mas Pur
Sementara itu calon kepala desa Polowangi Nurida Umiyati Utami mengatakan, adanya deklarasi ini bisa memahami peraturan sebelum dan sesudah berjalanya pilkades.

"Sehingga berjalannya pilkades ini bisa aman, damai dan kondusif tanpa timbulnya permasalahan" Ujarnya.

Malik Khairul Anam calon kepala desa Megulungkidul menambahkan, adanya deklarasi ini agar pilkades bisa berjalan dengan aman, damai, jujur dan transparan. Serta melahirkan kades-kades yang amanah.

Penulis : Mas Pur
Editor : ALK

Anggota Panwascam memasang baliho / Foto Nurhadi
PITURUH, (pituruhnews.com) - Badan Pengawas Pemilihan Umum adalah lembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada Sabtu, (11/01) Panwaslu Kecamatan Pituruh yang beranggotakan 10 orang yang terdiri dari panwascam 3 dan panwasludes 7 melaksanakan pemasangan spanduk dan baliho yang bertuliskan "Stop Money Politik dan Gunakan Hak Pilihmu (suaramu menentukan masa depan bangsa)" sebanyak 6 baliho.

Titik pemasangan baliho antara lain Lapangan Widoro Desa Pituruh, Area Pasar Pituruh, Jalan Raya Pituruh-Brengkol yang tepatnya di Desa Megulungkidul.
Pemasangan Baliho / Foto Nurhadi
Syukron Zaidi ketua Panwascam Pituruh, mengatakan semoga masyarakat berperan aktif dalam mengawasi pemilu dan berperan aktif untuk melapor ke jajaran bawaslu kami tuliskan kontak aduan yang selalu aktif.

"Selain itu juga mensosialisasikan stop politik uang, hoax dan sara. sesuai slogan bawaslu yaitu bersama rakyat awasi pemilu, bersama bawaslu tegakan keadilan pemilu" Ucapnya.

Pengaduan masyarakat bisa langsung datang ke Kantor Panwascam Pituruh yang bertempat di Jalan Mentosaran, Pituruh.

Penulis : ltf
Editor : ALK

Tidak Puas Putusan Hakim, Penggugat Perkara Kecurangan di Pilkades Kalikotes Ajukan Banding 

Purworejo, (pituruhnews.com)--Setelah 9 kali melakukan persidangan, akhirnya Pengadilan Negeri Kabupaten Purworejo memutuskan perkara dugaan kecurangan yang dilakukan oleh salah satu calon pada pemilihan Kepala Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, Senin, (22/01/2018).
Isi dari putusan tersebut yakni Sabar sebagai tergugat harus membayar kerugian sebesar Rp 60 juta serta biaya perkara sebesar Rp 800 ribu.
Ini jelas tidak adil, bahwa jelas kami atas nama warga Kalikotes tidak puas dengan putusan hakim tersebut,” ucap Muhammad Yuwono (46) salah satu koordinator penggugat yang sekaligus salah satu calon pada Pilkades kemarin.
Menurut Yuwono, pihaknya akan tetap menuntut agar Sabar sebagai kades terpilih turun dari posisinya. Tuntutan tersebut bukan tanpa alasan. Pihaknya mengaku sudah cukup bukti. 
Lha ini gimana padahal dipersidangan kami sudah buktikan dengan jelas bahwa telah terjadi kecurangan dengan adanya politik uang,” jelasnya.
Bukti kecurangan yang dilakukan oleh Sabar yang telah melakukan politik uang pada saat pelaksanaan pilkades. Barang buktinya berupa 12 amplop dengan masing-masing amplop berisi uang Rp 75 000 per kepala.
"Padahal sebelumnya sudah ada nota kesepakatan yang ditandatangani oleh semua calon untuk tidak menggunakan money politic," terangnya.
Dengan hasil putusan tersebut, pihaknya akan positif melakukan banding dan akan terus melanjutkan perkara tersebut sampai kepala desa terpilih dicopot dari jabatanya.
Ada sekitar 500 sampai 700 warga yang menuntut hal tersebut, makanya kami harapkan untuk segera dikabulkan,” ucapnya.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, diduga terjadi transaksi politik uang dalam Pilihan Kepala Desa (Pilkades) Kalikotes sehingga warga melaporkan kades terpilih ke Pengadilan Negeri Purworejo.

Penulis : Dana Nur Sehat

Panwas Kecamatan Pituruh / Foto Bay
PURWOREJO-(pituruhnews.com) - Bawaslu Kabupaten Purworejo menggagas kegiatan long march dalam rangka sosialiasi pengawasan pemilu partisipatif bersamaan dengan kegiatan Car Free Day (CFD), Minggu (6/1) pagi. Acara CFD dipilih karena merupakan tempat berkumpulnya banyak orang sehingga sasaranya lebih luas. Aksi ini diikuti kurang lebih 250 orang yang berasal dari Panwascam se-Kabupaten Purworejo, anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kab. Purworejo, MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dam Politik) dan Bank Purworejo mengadakan sosialisasi pengawasan partisipatif untuk Pemilu 2019, Minggu (6/1) pagi.
 
Aksi dipusatkan di Kantor Kesbangpol jalan Mayjend Sutoyo, kawasan pelaksanaan car free day. Para peserta sebelumnya diapelkan di halaman kantor Kesbangpol. Selanjutnya, melakukan long marc sepanjang kawasan CFD, termasuk memutari alun-alun Purworejo. Aksi tersebut menyita perhatian ribuan warga yang melakukan aktifitas CFD.
 
Sepanjang rute long marc, peserta aksi membagikan poster dan stiker. Isinya mengajak masyarakat untuk ikut terlibat langsung dalam kegiatan pengawasan pemilu 2019.Setelah long march seluruh peserta dihibur dengan acara organ tunggal.
Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di CFD Purworejo / Foto Bay
Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo Nur Kholiq, S.H, S.Th.I, M.Kn menyatakan tujuan dari kegiatan ini agar  masyarakat paham dengan adanya pelanggaran-pelanggaran yang ada. Jika menemukan pelanggaran tersebut bisa melaporkannya kepada pengawas desa maupun kecamatan.
 
"Jadi harus dipahami bahwa pengawasan ini tidak mungkin dilaksanakan oleh personil pengawas karena jumlahnya sangat terbatas. Apalagi kalau dibandingan potensi pelanggaran yang ada, maka kemudian perlu perlibatan masyarakat secara langsung untuk ikut aktif melakukan pengawasan. Karena sesungguhnya yang memungkinkan dan efektif itu adalah pengawasan langsung oleh masyarakat" Ujar Nur Kholiq.
Acara Sosialisasi / Foto Bay
Hadir dalam acara tersebut Panwascam Pituruh yakni Syukron Zahidi Arrahmi (ketua), Teguh Dwi Saryanto (Divisi SDM dan Organisasi) dan Jumadhi (Staf IT).
 
Syukron Zahidi Arrahmi yang ditemui crew pituruhnews.com menyampaikan harapannya, semoga dapat menggaktifkan masyarakat dalam berpartisipasi terhadap  pengawasan pemilu untuk menjaga Pituruh yang aman dan damai.
 
"Sosialisasi ini bertujuan untuk menangkal berita hoax dan gerakan tolak politik uang, sesuai dengan slogan bawaslu bersama rakyat awasi pemilu bersama bawaslu tegakkan keadilan pemilu" tutupnya.
Foto Bersama berbagai elemen masyarakat / foto bay
Adanya kegiatan ini bisa berdampak pelaksanaan pemilu yang lancar artinya terwujudnya pemilu berintegritas.
 
Penulis : Ltf -Bay 
Editor : Bay



PITURUH, (pituruhnews.com) Menjelang Pesta Rakyat pada bulan April 2019. BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu) Kecamatan Pituruh melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, bertempat di Gedung IPHI Pituruh, Rabu, 03/10/2018.

Acara hadir juga Camat Pituruh Ibu Siti Choeriyah, S STP MM, Kapolsek Pituruh AKP Junani Jumantoro, Danramil/09 Pituruh yang di wakilkan oleh Serka Muslihan , Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo bapak Rinto Hariyadi, S.Sos.I, Ketua Panwaslu Kecamatan Pituruh Syukron Zahidi, Kepala Sekretariat bapak Muridan, S.Ip dan  peserta berjumlah 50 orang yang tediri berbagai unsur.


Sosialisasi ini bertemakan "Bersama Raktmy Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu". Tujuan sosialisasi ini diharapkan kepada masyarakat ikut dalam berpartisipasi dalam pengawasan pemilu dan ikut mensosialisasikan kegiatan tolak politik sara dan money politik.

Pelaksanaan Sosialisasi Pengawasan Pemilu ini selama dua hari, yaitu hari Rabu, 03/10/2018 dan Kamis, 04/10/2018.


Advertisement

Foto Siswa SMA N 10 Purworejo

KALIKOTES , (pituruhnews.com) Selasa (15/5) bertempat di Aula SMA N 10 Purworejo, Kesbangpol Kabupaten Purworejo mengadakan Pendidikan Politik dengan tema "Sosialisasi Pemilihan Umum Bagi Calon Pemilih Pemula Dalam Rangka Menyongsong Sukses Pemilu Pilkada Serentak Tahun 2018 dan Pileg Pilpres Tahun 2019". Dalam sambutannya, Drs. Supriyanto yang saat itu mewakili kepala sekolah berharap, kegiatan ini dapat memberikan tambahan informasi dan pelajaran, khususnya dalam mata pelajaran PPKn. 

Kegiatan yang diikuti 80 an siswa yang berasal dari berbagai organisasi di sekolah ini menghadirkan banyak narasumber di antaranya: Bapak Muh Jumali dari Kesbangpol Kab. Purworejo, Bapak Iptu. ngatimin, S.H dari Polres Purworejo, Bapak Rinto Hariyadi, S. Sos selaku Ketua Panwaslu Kabupaten Purworejo, serta Bapak Agus Prasetyono, S.H, selaku Subag Humas dan Dokumentasi Sekretaris Dewan Kabupaten Purworejo. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif pemilih pemula dalam Pemilu. Tak hanya mendapatkan materi terkait pemilu, peserta sosialisasi juga mendapatkan ilmu mengenai tugas, fungsi, dan wewenang DPRD. Selain itu, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan testimoni dari mantan radikalis. Dalam materinya Iptu. Ngatimin menyampaikan bahwa seorang muslim hendaknya mampu mencitrakan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Hal ini sekaligus respon untuk menangkal benih-benih radikalisme yang marak akhir-akhir ini. 

Proses Sosialisasi dari Kesbangpol ( foto okta)

Siswa menyambut baik kegiatan ini. Hal ini dibuktikan dengan antusiasnya mereka bertamya, ketika sesi pertanyaan dibuka. Ketika ditanya soal tanggapannya mengenai kegiatan tersebut, Panggih Widodo, yang kebetulan juga ketua OSIS periode 2017/2018 menuturkan "Yang jelas menambah pengalaman, jadi tau dasar hukun panwaslu, fungsi pemilu, siapa aja yang terkait penyelenggara pemilu, jajaran panwaslu, fungsi DPRD, jumlah fraksi DPRD Kab Purworejo, komisi yang masuk dalam fraksi, dan jumlah kursi setiap parpol. Kegiatannya sangat menambah pengalaman, wawasan, menarik, peserta juga antusias".

Acara yang dimulai pukul 13.00-16.00 ini merupakan agenda tahunan Kesbangpol. Harapannya dengan adanya pendidikan politik, angka golput dalam pemilu di kalangan pemilih pemula dapat ditekan. ( ltf-okta)


Pituruh - (pituruhnews.com) –  Kamis,25/01/2018 pukul 13.00 wib di Gedung IPHI Pituruh telah di laksanakan rakor pengawasan tahapan Pilkada pada Pilgub dan Wagub Jawa Tengah 2018 sebagai nara sumber kegiatan tersebut adalah panitia pengawas Kecamatan Pituruh yang di hadiri oleh Camat Ibu Siti Choeriyah,S.STP.MM ,Kapolsek Akp Junani Jumantoro,Dan Ramil Kapten Inf Aryadi dan 49 orang Panitia pengawas se Kecamatan Pituruh,setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Mars Bawaslu kemudian laporan seketariat Panitiya Pengawasan Pemilu Kecamatan dan dan sambutan ketua Panitia Panwaslu Bapak Syukron Zaidin sekaligus membuka rakor menyampaikan bahwa sebagaimana tahapan sudah di.mulai tugas panwas untuk mengawasi tahapan tahapan tersebut dengan rapat koordinasi di harapkan Panwasdes dari pandangan,sambutan Dan Ramil Kapten Inf Aryadi menyampaikan bahwa TNI netral dalam setiap Pemilu yang di atur UU TNI instruksi Panglima dan aturan lain netral aetinya tidak memihak tidak politik praktis dan tidak punya hak politik ,TNI siap back up fasulitas TNI tidak boleh digunakan untuk sarana Kampanye.
Kapolsek Pituruh Junani Jumantoro dalam sambutanya menyampaikan bahwa pada prinsipnya netralitas Polri sama dengan TNI dan menyampaikan 13 point perintah Kalolri tentang netralitas.

Penulis : Humas Pituruh

PURWOREJO, (pituruhnews.com) - Masa kampanye Pemilu 2019 yang menjadi perhatian masyarakat akan sedikit dialihkan dengan pagelaran Tinju Danrem Cup 2019 yang diadakan Kodim 0708 Purworejo malam ini (6/4). Kegiatan ini mempertandingkan beberapa kelas mulai perebutan gelar maupun tanpa titel.

Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Muchlis Gasim saat dilakukan timbang badan petinju mengungkapkan jika tinju adalah bentuk olahraga yang paling sportif. Petinju harus saling berhadapan dimana mereka tidak membutuhkan bantuan dari orang lain.

"Bisa kita lihat mereka bertanding tanpa siapapun di atas ring. Mereka saling berhadapan untuk menjadi yang terbaik," kata Gasim di Sulthan Cofee & Eating, kemarin (5/4).

Diungkapkannya jika suhu politik yang tengah menghangat memang mendorongnya menggelar kegiatan tersebut. Dandim menyebut pertandingan itu sebagai cooling system dimana menjadi wahana hiburan bagi masyarakat dalam masa kampanye.

"Melalui hiburan ini kita bisa rehat sejenak untuk melupakan euforia Pemilu dimana masyarakat yang nonton dimana mereka tadinya tegang, karena tontotan ini menjadi rilek dan bisa santai," imbuh Dandim. 

Petarung Tinju Kodim
Hal lain yang ingin disasar Dandim Gasim adalah menjadi bentuk kepedulian Kodim untuk turut serta meramaikan Purworejo sehingga bisa dikenal lebih luas. Dia melihat jika akan banyak masyarakat dari luar Purworejo yang akan datang melihat pertandingan tersebut.

"Hal lain kita ingin memajukan dan memasyarakatkan olahraga tinju di Purworejo ini. Apalagi di Kodam VI/Diponegoro saat ini memiliki sasana tinju, jadi kita ikut mendukung pula," katanya.

Sementara itu, promotor gelar tinju profesional tersebut, Suprapto mengungkapkan pertandingan itu ajang perebutan Sabuk Emas Danrem 072 Pamungkas Jogjakarta kelas 58,9 kg, Sabuk Emas Bupati Purworejo kelas 61,4 kg serta Sabuk Emas Dandim 0708 Purworejo kelas 66 kg.

"Ada 9 partai yang dipertandingkan dimana ada 2 pertandingan resmi nasional dan 7 pertandingan tanpa titel," kata Suprapto.
Petarung bersama Dandim
Dalam pertandingan tersebut setidaknya diikuti 7 sasana dari Jakarta, Magelang, Sleman, Sragen, Cilacap, Surakarta dan Purworejo. Dia memprediksi semua pertandingan akan berlangsung seru, karena kejuaran ini memiliki dendam masing-masing.

"Kita harapkan nanti jangan sampai KO, sehingga pertandingannya bisa berlangsung seru," imbuh Suprapto.

Dalam perebutan Sabuk Emas Danrem akan saling berhadapan Isak Yunior vs Jason The Lion Butar Butar, Sabuk Emas Bupati Purworejo antara Alpius Matufani vs Master Suro. Sedangkan untuk Sabuk Emas Dandim 0708 antara Heri Ardianto vs Beny Tamela.

KEMIRI, (pituruhnews.com) - BAWASLU Kabupaten Purworejo gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipasif kepada Komunitas Pecinta Kencreng dan Gerakan Pemuda Ansor Purworejo, Selasa, (05/03/2019) di Pendopo Kecamatan Kemiri.

Tema sosialisasi ini, yaitu "Kencreng Pengawasan Pemilu". Acara ini dihadiri oleh Ketua KPU Kabupaten Purworejo yang diwakili oleh Akmalia SPd. M.Pd, Bawaslu Kabupaten Purworejo Rinto Haryadi S.Sos.I, Camat Kemiri Fatqurrohman S.Sos M.Ap, Kapolsek Kemiri Pan Pandi, Danramil/09 Kemiri Hadiyanto, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo H. Muhammad Haekal, S.Pd.I, Ketua PPK Budidoyo, Ketua Panwasam Kemiri Tri Sumanto, S.Pd, serta 22 grup kencreng dikabupaten Purworejo yang meliputi kecamatan Kemiri, Pituruh, Kutoarjo.
Tamu Undangan / Foto Pur
Rinto Haryadi S.Sos.I mengatakan, melalui forum ini Bawaslu mengajak untuk Komunitas Pecinta Kencreng dikabupaten Purworejo khususnya dikecamatan Kemiri, Pituruh, Kutoarjo dan Gerakan Pemuda Ansor sebagai motor penggerak diwilayahnya masing-masing dan untuk mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menolak politik uang dan penyebaran berita hoax.

"Berharap dengan adanya forum sosialisasi ini, masyarakat lebih mengetahui makna pemilu dan mereka mau terlibat aktif dalam kegiatan pemilu. Baik terlibat dalam pemberian hak suara di TPS, maupun mengawasi kegiatan tahapan pemilu mulai dari masa kampanya sampai hari pemungutan pemilu pada tanggal 17 April 2019," Ungkap Rinto.
Anggot KPK di acara Sosialisasi
Fatqurrohman S.Sos M.Ap pada saat sambutan menyampaikan, sangat mengapresiasi kegiatan ini, mudah-mudah dengan sosialisasi ini warga masyarakat khususnya dikecamatan Kemiri yaitu Komunitas Pecinta Kencreng dan Gerakan Pemuda Ansor paham dalam pelaksanaan pemilu sehingga tidak terjadi masalah kaitannya pemilu.

Kemudian kami mengharap komunitas pecinta kencreng ini sebagai promotor ataupun pendorong bahwa pelaksanaan pemilu besok pada tanggal 17 April 2019 berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Dan lebih-lebih dalam pemilu besok masyarakat dapat memilih hak suaranya, dengan tulus memilih calon pemimpin yang amanah dan menjadikan negara Indonesia baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr, Amin.

"Dengan adanya sosialisasi ini harapannya Komunitas Pecinta Kencreng dan Gerakan Pemuda Ansor nanti bisa menularkan atau memberikan pengetahuan kepada yang lain, sehingga tidak terjadi masalah, mengingat pemili dikecamatan cukup banyak kurang lebih 47.000, dari banyaknya penduduk tersebut butuh sekali kaitannya sosialisasi yang harus disampaikan kepada masyarakat, untuk itu sosialisasi pada hari ini  benar-benar dipahami oleh oleh masyarakat khususnya anggota KPK," Ucapnya Fatqur. (Pur-Ltf)
Diberdayakan oleh Blogger.